أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ
“Lemparkanlah oleh kalian berdua ke dalam Jahanam setiap pengingkar yang keras kepala,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍalqiyaa fii jahannama kulla kaffaarin 'aniidinlemparkanlah oleh kalian berdua ke dalam Jahanam setiap pengingkar yang keras kepala
Terjemahan per kata (6 kata)
- أَلْقِيَاalqiyaalemparkanlah kalian berdua
- فِيfiike dalam
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- كُلَّkullasetiap
- كَفَّارٍkaffaarinyang sangat ingkar
- عَنِيدٍ'aniidinyang keras kepala
Inti bacaan
Bentuk alqiyaa hanya ada di 50:24 dan 50:26, sedangkan 'aniidin menyifati jabbaar di 11:59 dan 14:15 serta kaffaar di 50:24.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلْقِيَا, alqiyaa) yang berarti "lemparkanlah oleh kalian berdua". Kata ini tersusun dari bentuk perintah alqi dan akhiran -aa yang menandai dua pelaku. Bentuk persis alqiyaa muncul dua kali, yaitu di 50:24 dan 50:26, dan keduanya berada dalam satu kutipan yang sama. Di beberapa ayat lain perintah untuk dua pihak menyebut siapa mereka dalam ayatnya sendiri. Di 10:87 mereka adalah Musa dan saudaranya. Di 41:11 mereka adalah langit dan bumi, dan di 66:10 dua perempuan yang disebut dalam ayat itu, (ادْخُلَا النَّارَ, dkhulaa n-naara) yang berarti "masuklah kalian berdua ke api". Di 50:24 dan 50:26 dua pihak itu tidak disebut, dan terjemahan memakai "oleh kalian berdua" tanpa menambahkan nama atau sebutan.
Akar kata kerja ini, ل-ق-ي, muncul di surah 50 pada empat ayat dengan kata kerja bentuk IV yang sama. Di 50:7, (وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ, wa-alqaynaa fiihaa rawaasiya) berarti "dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh", di 50:37, (أَلْقَى السَّمْعَ, alqaa s-sam'a) berarti "menggunakan pendengarannya", dan di 50:24 serta 50:26 objeknya adalah orang yang dilemparkan. Terjemahan memilih kata Indonesia menurut objeknya, yaitu "memancangkan" untuk gunung, "menggunakan" untuk pendengaran, dan "melemparkan" untuk orang. Di luar surah 50, bentuk pasif dengan tujuan yang sama muncul di 17:39, (فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ, fa-tulqaa fii jahannama) yang berarti "nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam".
Kata (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam" ada di 59 ayat pada 32 surah. Rangkaian (فِي جَهَنَّمَ, fii jahannama) yang berarti "ke dalam Jahanam" ada di delapan ayat pada tujuh surah, yaitu 4:140, 8:37, 17:39, 23:103, 29:68, 39:32, 39:60, dan 50:24. Surah 50 memuat kata Jahanam dua kali, yaitu di 50:24 sebagai tujuan dan di 50:30 sebagai pihak yang diajak bicara: (يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ, yawma naquulu li-jahannama hali mtala'ti) yang berarti "pada hari Kami berkata kepada Jahanam, 'Apakah engkau sudah penuh?'".
Kata (كَفَّارٍ, kaffaarin) yang berarti "pengingkar" berakar ك-ف-ر dan muncul di empat ayat, yaitu 2:276, 14:34, 39:3, dan 50:24. Di keempatnya kata itu berdampingan dengan sifat lain. Di 2:276 bunyinya (كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ, kulla kaffaarin atsiimin) yang berarti "setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa", di 14:34 kata itu menyertai sifat "sangat zalim", di 39:3, (كَاذِبٌ كَفَّارٌ, kaadzibun kaffaarun) berarti "pendusta lagi sangat kufur", dan di 50:24 sifat yang menyertainya adalah keras kepala. Rangkaian (كُلَّ كَفَّارٍ, kulla kaffaarin) yang berarti "setiap pengingkar" hanya muncul di 2:276 dan 50:24. Terjemahan 50:24 memakai "pengingkar" sebagai kata benda sesudah "setiap", dan sifat sesudahnya, "yang keras kepala", menjadi keterangan bagi kata benda itu.
Kata (كَفَّارٍ عَنِيدٍ, kaffaarin 'aniidin) memuat kata kedua yang berarti "yang keras kepala" dan berakar ع-ن-د. Kata ini muncul empat kali, yaitu di 11:59, 14:15, 50:24, dan 74:16. Tiga ayat pertama memakai pola yang sama: kata setiap, satu kata benda, lalu 'aniidin. Kata bendanya adalah jabbaar di 11:59 dan 14:15, serta kaffaar di 50:24. Di 11:59, (وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ, wa-ttaba'uu amra kulli jabbaarin 'aniidin) berarti "dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala", dan di 14:15, (كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ, kullu jabbaarin 'aniidin) berarti "setiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala". Di 74:16, (كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا, kaana li-aayaatinaa 'aniidan) berarti "dia telah menentang tanda-tanda Kami", dan di sana yang ditentang disebut dengan huruf li. Di 50:24, 11:59, dan 14:15 tidak disebut terhadap apa sifat keras kepala itu diarahkan.
Tafsiran
Ayat ini membuka sebuah kutipan perintah yang baru ditutup di akhir 50:26. Ayat 50:23 menutup kutipan teman yang menyertai dalam ayatnya sendiri, dan 50:24 tidak memakai kata qaala untuk memulai kutipan baru. Pembicara perintah itu tidak disebut, dan dua pihak yang diperintah juga tidak disebut. Kata qaala berikutnya muncul di 50:27 untuk qariinuhu dan di 50:28 untuk pembicara yang berkata "Aku".
Perintah di 50:24 tidak selesai dalam satu ayat. Objeknya, setiap pengingkar yang keras kepala, diberi rincian di 50:25 berupa tiga sifat, lalu di 50:26 berupa satu perbuatan, dan perintah diulang di 50:26 dengan fa-alqiyaahu. Susunan itu menyebut perintah lebih dulu dan sifat sasarannya sesudahnya, sehingga pembaca mendengar tindakan sebelum rincian tentang orang yang dikenai. Tujuan di dua bagian itu berbeda. Pada pengucapan pertama tujuannya Jahanam, dan pada pengucapan kedua tujuannya azab yang keras.
Kata setiap menyempit dari satu ayat ke ayat berikutnya. Ayat 50:21 menyebut setiap jiwa, dan kata itu mencakup semua pihak. Ayat 50:24 menyebut setiap pengingkar yang keras kepala, yaitu satu golongan dari semua itu. Ayat 50:32 menyebut golongan lain dengan kata setiap juga, yaitu (لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ, li-kulli awwaabin hafiizhin) yang berarti "bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga". Dua golongan itu masing-masing dibuka dengan kata setiap dan dilengkapi dua sifat, sehingga surah ini menyajikan dua kategori yang sejajar bentuknya.
Ayat ini terletak sesudah 50:23, yang memuat pernyataan teman bahwa sesuatu ada padanya dan siap. Antara 50:23 dan 50:24 tidak ada kutipan jawaban dari yang bersangkutan. Ayat 50:27 baru memuat kutipan lain dari qariinuhu. Karena itu perintah di 50:24 terbaca sebagai langkah yang menyusul pernyataan di 50:23 tanpa selingan ucapan lain.
Ayat ini menahan beberapa keterangan. Siapa yang memerintah, siapa dua pihak yang diperintah, dan apakah dua pihak itu sama dengan penggiring dan saksi di 50:21 atau dua pencatat di 50:17 tidak dinyatakan. Cara pelemparan dan apa yang terjadi sesudahnya juga tidak diuraikan di ayat ini. Ayat ini hanya memuat tujuan, objek, dan bentuk perintah untuk dua pihak.
Renungan dan Hikmah
- Kata setiap muncul di 50:21, 50:24, dan 50:32, dan tiap kali cakupannya berbeda. Di 50:21 cakupannya setiap jiwa, di 50:24 setiap pengingkar yang keras kepala, dan di 50:32 setiap orang yang selalu kembali dan menjaga. Cakupan bergerak dari yang paling luas ke dua golongan yang lebih sempit, dan kata yang sama dipakai di ketiganya dengan akhiran yang berbeda, yaitu kullu di 50:21, kulla di 50:24, dan kulli di 50:32. Ketika kata setiap dibacakan, seseorang mungkin lebih dulu mencari golongan mana yang sedang disebut. Di antara kedua golongan itu, mana yang lebih sering didengarnya tentang dirinya sendiri, dan dari siapa?
- Perintah untuk dua pihak di 41:11 dijawab. Dia berfirman kepada langit dan bumi, datanglah kalian berdua dengan sukarela atau terpaksa, dan keduanya menjawab bahwa mereka datang dengan sukarela. Di 66:10 perintah untuk dua pihak, masuklah kalian berdua ke api, diucapkan dengan kata dikatakan tanpa menyebut siapa yang berkata. Di 50:24 perintah dua pihak tidak disusul jawaban yang dikutip. Ketiga ayat itu berbicara tentang hal berbeda dan tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa perintah dapat disambut dengan jawaban atau dibiarkan tanpa jawaban yang tercatat. Perintah mana yang pernah diterima seseorang, tetapi jawabannya tidak pernah diucapkan keras-keras?
- Kata keras kepala di 11:59 menyifati penguasa yang perintahnya diikuti, dan ayat itu menyebut bahwa mereka mengingkari tanda-tanda Tuhan dan mendurhakai rasul-rasul-Nya. Di 50:24 kata yang sama menyifati orang yang dikenai perintah. Di 74:16 sifat itu punya sasaran yang disebut, yaitu tanda-tanda Kami. Ketiga ayat memakai kata itu untuk pelaku dan sasaran yang berbeda-beda, dan tidak disamakan. Orang yang sering mendengar kata keras kepala dapat menimbang terhadap apa sikap itu paling sering muncul pada dirinya, dan apakah sasarannya disebut atau dibiarkan tanpa nama. Terhadap apa sikap keras kepala itu bekerja, dan siapa yang diuntungkannya?
- Kata kaffaar muncul di empat ayat dan di keempatnya ada sifat lain di dekatnya: bergelimang dosa di 2:276, sangat zalim di 14:34, pendusta di 39:3, dan keras kepala di 50:24. Ayat 2:276 menyebut bahwa Allah tidak mencintai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa, sedangkan 50:24 menyebut sifat lain lagi, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Sebutan yang berat itu diberi penjelas di sebelahnya, dan penjelas itu berbeda di tiap ayat. Pembaca dapat menanyakan sifat apa yang biasanya menyertai sikap menolak dalam kesehariannya, sekecil apa pun sikap itu.
- Kata kerja yang berarti melemparkan ke dalam Jahanam dipakai di 17:39 untuk pendengar: janganlah engkau menjadikan tuhan lain bersama Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam. Di 50:24 kata kerja itu dipakai sebagai perintah atas orang lain. Pada satu ayat pembaca berada di posisi yang disapa, dan pada ayat lain pembaca berada di posisi yang menyaksikan perintah itu dijalankan. Kedua ayat itu berbicara dalam situasi berbeda, yaitu peringatan dan penggambaran, dan tidak disamakan. Orang yang membaca keduanya dapat menimbang posisi mana yang lebih mudah baginya, mendengar peringatan atau menonton akibatnya. Dari posisi mana seseorang biasanya membaca ayat seperti ini?
- Di 50:24 satu kata kerja dipakai untuk melemparkan orang, di 50:7 untuk memancangkan gunung, dan di 50:37 untuk menggunakan pendengaran. Ayat 50:37 menyebut bahwa pada yang demikian itu terdapat peringatan bagi orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan. Satu kata kerja menjangkau tiga hal: bumi yang dipasangi gunung, telinga yang diarahkan, dan orang yang dilemparkan. Ayat-ayat itu berbicara tentang hal berbeda dan tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat menanyakan ke mana saja pendengarannya dilemparkan dalam sehari, dan apakah sebagian di antaranya sampai pada peringatan.