Ayat 50:25

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ

yang sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍmannaa'in li-l-khayri mu'tadin muriibinyang sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. مَنَّاعٍmannaa'inyang sangat menghalangi
  2. لِلْخَيْرِli-l-khayrikepada kebaikan
  3. مُعْتَدٍmu'tadinyang melampaui batas
  4. مُرِيبٍmuriibinyang meragukan

Inti bacaan

Karakteristik yang saling terkait: 'sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu', penolakan pribadi yang meluas menjadi penghalangan aktif terhadap kebaikan orang lain.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan dari 50:24 tetap terbuka, menyambung ke 50:26.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan penjelasan sifat-sifat pengingkar keras kepala yang layak menerima azab.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menderetkan tiga sifat. Menghalangi kebaikan. Melampaui batas. Lagi ragu.
  • Yang terakhir disebut keraguan, bukan kejahatan. Sesudah dua yang keras. Yang ketiga justru lembek.
  • Ketiganya disandingkan Allah dalam satu orang. Bukan tiga orang. Yang ragu pun sanggup menghalangi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-n-', kh-y-r, '-d-w, r-y-b): mannaa' lil-khayr diterjemahkan 'sangat menghalangi kebaikan' (akar m-n-' + akar kh-y-r); mu'tad diterjemahkan 'melampaui batas' (akar '-d-w); muriib diterjemahkan 'ragu' (akar r-y-b). Selaras.

Ayat 50:26

الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

yang menjadikan tuhan lain bersama Allah; maka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَalladzii ja'ala ma'a llaahi ilaahan aakharayang menjadikan tuhan lain bersama Allah
  2. فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِfa-alqiyaahu fii l-'adzaabi sy-syadiidimaka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. جَعَلَja'alamenjadikan
  3. مَعَma'abersama
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَٰهًاilaahantuhan
  6. آخَرَaakharayang lain
  7. فَأَلْقِيَاهُfa-alqiyaahumaka lemparkanlah dia berdua
  8. فِيfiidalam
  9. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  10. الشَّدِيدِsy-syadiidiyang keras

Inti bacaan

Puncak pelanggaran 'menjadikan tuhan lain bersama Allah', syirik diposisikan sebagai puncak dari rangkaian karakter buruk yang disebutkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan perintah (dibuka 50:24) ditutup di akhir ayat ini: 50:27 beralih ke ucapan baru sang teman pendamping.

Tafsiran

Ayat ini menutup perintah dengan sebab utama azab: kemusyrikan, menjadikan tuhan lain bersama Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh syirik di ujung daftar kelakuan. Sesudah semua yang lain. Ini puncaknya.
  • Kata bersama dipakai, bukan kata menggantikan. Bukan mengganti. Menambahkan di sebelah.
  • Perintahnya berbentuk suruhan, bukan keterangan. Allah menyuruh melemparkan. Bukan menceritakan dia dilemparkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, a-l-h, a-kh-r, l-q-y, '-dz-b, sh-d-d): ja'ala ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'menjadikan tuhan lain bersama Allah' (ilaah, syirik = kejahatan-inti yang menyempurnakan daftar dosa 50:24-25); adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras' (akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci). Selaras.