مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ
yang sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍmannaa'in li-l-khayri mu'tadin muriibinyang sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu
Terjemahan per kata (4 kata)
- مَنَّاعٍmannaa'inyang sangat menghalangi
- لِلْخَيْرِli-l-khayrikepada kebaikan
- مُعْتَدٍmu'tadinyang melampaui batas
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Karakteristik yang saling terkait: 'sangat menghalangi kebaikan, melampaui batas, lagi ragu', penolakan pribadi yang meluas menjadi penghalangan aktif terhadap kebaikan orang lain.
Penjelasan pilihan kata
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan penjelasan sifat-sifat pengingkar keras kepala yang layak menerima azab.
Renungan dan Hikmah
- Allah menderetkan tiga sifat. Menghalangi kebaikan. Melampaui batas. Lagi ragu.
- Yang terakhir disebut keraguan, bukan kejahatan. Sesudah dua yang keras. Yang ketiga justru lembek.
- Ketiganya disandingkan Allah dalam satu orang. Bukan tiga orang. Yang ragu pun sanggup menghalangi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-n-', kh-y-r, '-d-w, r-y-b): mannaa' lil-khayr diterjemahkan 'sangat menghalangi kebaikan' (akar m-n-' + akar kh-y-r); mu'tad diterjemahkan 'melampaui batas' (akar '-d-w); muriib diterjemahkan 'ragu' (akar r-y-b). Selaras.