الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

yang menjadikan tuhan lain bersama Allah; maka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَalladzii ja'ala ma'a llaahi ilaahan aakharayang menjadikan tuhan lain bersama Allah
  2. فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِfa-alqiyaahu fii l-'adzaabi sy-syadiidimaka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. جَعَلَja'alamenjadikan
  3. مَعَma'abersama
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَٰهًاilaahantuhan
  6. آخَرَaakharayang lain
  7. فَأَلْقِيَاهُfa-alqiyaahumaka lemparkanlah dia berdua
  8. فِيfiidalam
  9. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  10. الشَّدِيدِsy-syadiidiyang keras

Inti bacaan

Rangkaian ma'a llaahi ilaahan aakhara muncul sembilan kali di delapan surah (15:96, 17:22, 17:39, 23:117, 25:68, 26:213, 28:88, 50:26, 51:51), dan hanya di 50:26 kata kerjanya berbentuk lampau.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang", kata yang menyambung keterangan ke orang yang disebut sebelumnya. Di 50:24 dan 50:25 orang itu digambarkan dengan lima kata sifat yang berderet tanpa kata "dan", yaitu pengingkar, keras kepala, penghalang kebaikan, melampaui batas, dan ragu. Kata alladzii menambahkan sifat keenam berupa satu perbuatan, dan perbuatan itu menyebut Allah, sedangkan lima sifat sebelumnya tidak menyebut-Nya.

Perbuatan itu dinyatakan oleh (جَعَلَ, ja'ala) yang berarti "menjadikan", kata kerja dari akar ج-ع-ل. Rangkaian (مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ, ma'a llaahi ilaahan aakhara) yang berarti "tuhan lain bersama Allah" muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 15:96, 17:22, 17:39, 23:117, 25:68, 26:213, 28:88, 50:26, dan 51:51. Lima di antaranya memakai akar ج-ع-ل, yaitu 15:96, 17:22, 17:39, 50:26, dan 51:51, dan empat lainnya memakai akar د-ع-و, yaitu 23:117, 25:68, 26:213, dan 28:88. Di delapan ayat selain 50:26 kata kerjanya sedang berlangsung atau berupa larangan. Ayat 17:22, 17:39, 26:213, 28:88, dan 51:51 berisi larangan, misalnya (لَا تَجْعَلْ, laa taj'al) yang berarti "janganlah engkau menjadikan" di 17:22 dan 17:39, sedangkan 15:96, 23:117, dan 25:68 menggambarkan orang yang melakukannya atau tidak melakukannya. Hanya di 50:26 kata kerjanya berbentuk lampau, sehingga orang yang disebut di sini digambarkan setelah perbuatannya selesai. Terjemahan memakai "menjadikan" untuk akar ج-ع-ل seperti di 17:22, 17:39, dan 51:51.

Kata (مَعَ, ma'a) yang berarti "bersama" dipakai di kesembilan ayat itu. Frasa (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah" ada di ayat lain, misalnya 11:101 dan 22:12, tetapi tidak dipakai di rangkaian ini, sehingga terjemahan memakai "bersama" dan tidak memakai "selain". Kata (إِلَٰهًا, ilaahan) yang berarti "tuhan" berakar أ-ل-ه, dan (آخَرَ, aakhara) yang berarti "lain" berakar أ-خ-ر. Keduanya tanpa kata sandang al-, jadi terjemahannya "tuhan lain", satu tuhan yang tidak ditentukan.

Kata (فَأَلْقِيَاهُ, fa-alqiyaahu) yang berarti "maka lemparkanlah dia" tersusun dari awalan (فَ, fa) yang berarti "maka", kata kerja (أَلْقِيَا, alqiyaa) yang berarti "lemparkanlah" dari akar ل-ق-ي, dan akhiran (هُ, -hu) yang berarti "dia". Akhiran -yaa pada kata kerja itu menandai perintah kepada dua orang. Bentuk (أَلْقِيَا, alqiyaa) hanya muncul dua kali, yaitu di 50:24 dan 50:26, sehingga satu perintah dibuka dan ditutup dengan kata kerja yang sama. Sasaran lemparan di 50:24 ditulis (كُلَّ كَفَّارٍ, kulla kaffaarin) yang berarti "setiap pengingkar", sedangkan di 50:26 akhiran -hu menunjuk satu orang. Akar yang sama berbentuk pasif di 17:39, (فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ, fa-tulqaa fii jahannama) yang berarti "nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam", yaitu akibat yang disebut sesudah larangan menjadikan tuhan lain bersama Allah.

Kata (فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ, fii l-'adzaabi sy-syadiidi) yang berarti "ke dalam azab yang keras" memakai (فِي, fii) yang berarti "dalam". Kata "ke" ditambahkan oleh kata kerja lempar, seperti pada "ke dalam Jahanam" di 17:39 dan 50:24. Kata (الْعَذَابِ, l-'adzaabi) berakar ع-ذ-ب dan (الشَّدِيدِ, sy-syadiidi) berakar ش-د-د. Keduanya memakai kata sandang, dan pasangan itu muncul dua kali dengan akhiran yang berbeda, yaitu di 10:70 dan 50:26. Ungkapan (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) muncul delapan kali di enam surah, yaitu 5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, dan 50:26.

Tanda kutip tutup di ujung terjemahan menandai bahwa ayat ini mengakhiri ucapan yang dibuka di 50:24.

Tafsiran

Ayat ini menutup perintah yang dibuka di 50:24, dan ketiga ayat itu satu rangkaian: 50:24 memuat perintah dan sasarannya, 50:25 menderetkan sifat orang yang dilempar, dan 50:26 menambahkan sifat terakhir lalu mengulang perintah yang sama. Rangkaian itu bergerak dari tempat yang disebut namanya, Jahanam, ke keadaan, yaitu azab yang keras. Perintah di akhir mengulang perintah di awal, dan teksnya tidak menyebut perbedaan sasaran di antara keduanya.

Siapa dua pihak yang diperintah tidak dinyatakan. Ayat 50:21 menyebut setiap jiwa datang bersama seorang penggiring dan seorang saksi, sehingga dua pihak itu dapat dibaca merujuk kepada mereka, tetapi pembacaan itu tidak tertulis di 50:24 sampai 50:26. Ketiga ayat itu hanya memuat satu perintah untuk dua pihak, dan keduanya melempar orang yang sama.

Sifat terakhir berbeda jenis dari lima sifat sebelumnya. Lima sifat itu menggambarkan watak dan tindakan orang tersebut, dan 50:26 menggambarkan perbuatannya terhadap Allah. Ayat 17:39 memuat urutan yang sama dari sisi sebelum perbuatan: larangan menjadikan tuhan lain bersama Allah, lalu akibat yang disebut dengan kata kerja lempar, "nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam". Ayat 17:39 ditujukan kepada pembaca yang masih dapat memilih, dan 50:26 menuturkan perintah melempar bagi orang yang sudah melakukannya. Keduanya memakai kata kerja dan perbuatan yang sama pada dua waktu yang berbeda, dan tidak saling menggantikan.

Setelah perintah selesai, 50:27 langsung memuat suara baru, yaitu ucapan teman yang menyertai orang itu. Perintah di 50:24 sampai 50:26 tidak diikuti keterangan tentang pelaksanaannya, dan ayat berikutnya berpindah ke ucapan pihak lain.

Renungan dan Hikmah

  • Lima sifat di 50:24 dan 50:25 berderet tanpa kata "dan", sehingga terbaca sebagai satu orang yang membawa semuanya sekaligus. Ayat-ayat itu tidak membagi sifat tersebut ke beberapa golongan dan tidak menyebut mana yang lebih dulu ada. Daftar seperti ini bisa dibaca dengan mencari satu sifat yang tidak cocok dengan diri sendiri, lalu merasa tidak termasuk. Susunan tanpa kata penghubung menyulitkan cara itu, sebab tidak ada sifat yang berdiri sendiri di dalamnya. Ke sifat mana mata berhenti paling lama ketika daftar ini dibaca, dan apakah berhentinya karena sifat itu terasa jauh atau karena terasa dekat?
  • Kata "bersama" di rangkaian ini menaruh tuhan lain di sebelah Allah, tidak menggantikan-Nya. Orang di 50:26 digambarkan menaruh sesuatu di sebelah Allah, dan tidak digambarkan menyingkirkan atau menyangkal-Nya. Ruang di sebelah dapat terisi tanpa ada kalimat penolakan yang pernah diucapkan, dan kata "bersama" meletakkan keduanya dalam satu gambaran. Apa yang dalam hidup pembaca berada di sebelah nama Allah, dan apakah sesuatu itu pernah diberi kedudukan sebelum sempat diberi nama?
  • Di delapan ayat lain rangkaian ini muncul dalam larangan atau gambaran kebiasaan, jadi ayat-ayat itu berbicara kepada orang yang masih dapat memilih. Bentuk lampau di 50:26 menaruh orang di ayat ini di sisi lain dari larangan-larangan itu. Membaca 51:51, "dan janganlah kalian menjadikan tuhan lain bersama Allah", lalu membaca 50:26, sama dengan membaca satu perbuatan dari dua sisi waktunya. Pembaca dapat bertanya dari sisi mana larangan itu terbaca hari ini, sebagai peringatan yang masih berlaku atau sebagai kabar tentang orang lain.
  • Perintah di 50:24 dan 50:26 ditujukan kepada dua pihak, sedangkan 50:21 menyebut setiap jiwa datang bersama dua pendamping, seorang penggiring dan seorang saksi. Dua pihak itu belum tentu sama dengan dua pendamping tadi. Bila pembacaan itu dipakai, yang terlihat adalah orang yang sepanjang jalan ditemani dua pihak, dan dua pihak itu yang menerima perintah di ujung perjalanan. Pembaca dapat membawa gambaran itu ke hari-hari yang terasa sepi: kalau setiap jiwa datang bersama saksi, apa yang berubah pada cara waktu dilewati ketika tidak ada orang lain di sekitar?
  • Perintah di 50:24 menyebut "setiap pengingkar", dan di 50:26 perintah itu memuat kata ganti tunggal "dia". Kata "setiap" di 50:24 sudah menyebut tiap pengingkar satu per satu, dan kata "dia" dapat dibaca merujuk kepada tiap pengingkar itu. Pembaca yang menerima ayat-ayat ini sebagai berita tentang golongan tertentu menemukan kata ganti tunggal di ujungnya. Bayangan siapa yang muncul ketika kata "dia" itu dibaca, dan seberapa cepat bayangan itu berpindah dari orang lain ke diri sendiri atau tidak berpindah sama sekali?
  • Di 25:68 perbuatan menyeru tuhan lain bersama Allah berada di urutan pertama dari tiga hal yang tidak dilakukan, dalam rangkaian sifat hamba-hamba Ar-Rahman yang dibuka di 25:63. Hal kedua dan ketiga adalah membunuh jiwa yang dilarang dan berzina. Ayat itu menutup dengan kata kerja yang berakar sama dengan kata lempar, (يَلْقَ أَثَامًا, yalqa atsaamaan) yang berarti "ia akan menemui hukuman". Di 50:26 perbuatan yang sama berada di urutan terakhir dari enam keterangan tentang satu orang. Daftar di 25:68 berisi hal yang dijauhi, daftar di 50:26 berisi keterangan tentang orang yang dilempar, dan kedua ayat tidak menjelaskan alasan urutannya. Di mana pembaca menaruh perbuatan itu dalam daftar hal yang ia jaga, di depan, di belakang, atau tidak masuk daftar sama sekali?