قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ
Teman yang menyertainya berkata, “Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi ia berada dalam kesesatan yang jauh.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ قَرِينُهُqaala qariinuhuteman yang menyertainya berkata
- رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍrabbanaa maa athghaytuhu wa-laakin kaana fii dhalaalin ba'iidinTuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi ia berada dalam kesesatan yang jauh
Terjemahan per kata (10 kata)
- قَالَqaalaberkata
- قَرِينُهُqariinuhupendampingnya
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- مَاmaatidaklah
- أَطْغَيْتُهُathghaytuhuaku menyesatkannya
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- كَانَkaanaia berada
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- بَعِيدٍba'iidinyang jauh
Inti bacaan
Pembelaan diri 'teman yang menyertainya': 'aku tidak menyesatkannya, tetapi ia sendiri berada dalam kesesatan yang jauh', godaan hanya menawarkan, keputusan akhir tetap tanggung jawab yang digoda, bukan sepenuhnya kesalahan penggoda.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(sendiri)' tidak dipakai. Kutipan dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mencatat pembelaan diri setan pendamping, menyangkal tanggung jawab atas kesesatan yang sesungguhnya pilihan bebas manusia.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam bantahan setan di hadapan-Nya. Bukan aku. Ia sendiri yang tersesat jauh.
- Yang membela diri justru penggodanya. Bukan yang digoda. Urutannya terbalik dari dugaan.
- Bantahannya tidak dibantah Allah di ayat ini. Dibiarkan berdiri. Ayat berikutnya bicara hal lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, q-r-n, r-b-b, t-gh-y, k-w-n, d-l-l, b-'-d): maa atghaytuhu wa laakin kaana fii dalaal ba'iid diterjemahkan 'aku tidak menyesatkannya, tetapi ia dalam kesesatan yang jauh' (akar t-gh-y + akar d-l-l, setan-pendamping MENYANGKAL memaksa; sepola sultaan: tanggung jawab tetap pada manusia, cf. 14:22, 37:30, 4:120). gloss '(Setan)/(pula)/(sendiri)' dibuang.