قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ
Dia berfirman, “Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku; dan sungguh, Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَqaalaDia berfirman
- لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِlaa takhtashimuu ladayya wa-qad qaddamtu ilaykum bi-l-wa'iidijanganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku; dan sungguh, Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian
Terjemahan per kata (8 kata)
- قَالَqaalaberkata
- لَاlaajanganlah
- تَخْتَصِمُواtakhtashimuukalian bertengkar
- لَدَيَّladayyadi sisi-Ku
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- قَدَّمْتُqaddamtuAku dahulukan
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- بِالْوَعِيدِbi-l-wa'iididengan ancaman
Inti bacaan
Kata wa'iid muncul enam kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:14, 20:113, 50:14, 50:20, 50:28, dan 50:45, dan empat di antaranya ada di surah 50.
Penjelasan pilihan kata
Kata (قَالَ, qaala) yang berarti "Dia berfirman" berakar ق-و-ل, dan nama pembicaranya tidak tertulis. Pembicara dikenali dari ayat di sekitarnya. Teman di 50:27 menyapa (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami", lalu 50:28 dan 50:29 memakai kata ganti "Aku", dan 50:29 menyebut "hamba-hamba". Kalimat (وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ, wa-maa anaa bi-zhallaamin li-l-'abiidi) di 50:29 mempunyai empat padanan yang menyebut Allah atau Tuhan sebagai pelakunya, yaitu 3:182, 8:51, 22:10, dan 41:46. Karena itu terjemahan memakai "Dia berfirman".
Kata (لَا تَخْتَصِمُوا, laa takhtashimuu) yang berarti "janganlah kalian bertengkar" berakar خ-ص-م dan ditujukan kepada beberapa orang. Bentuk persis takhtashimuu muncul satu kali, di 50:28. Bentuk lain yang ditulis serupa muncul di enam ayat: (يَخْتَصِمُونَ, yakhtashimuuna) empat kali, yaitu di 3:44, 26:96, 27:45, dan 38:69, (تَخْتَصِمُونَ, takhtashimuuna) satu kali di 39:31, dan (اخْتَصَمُوا, ikhtashamuu) satu kali di 22:19. Ayat 39:31 paling dekat dengan ayat ini, (إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ, innakum yawma l-qiyaamati 'inda rabbikum takhtashimuuna) yang berarti "sesungguhnya kalian pada hari kiamat, di hadapan Tuhan kalian, akan berbantah-bantahan". Akar dan pola kata kerjanya sama dengan 50:28, dan tempatnya sama-sama di hadapan Tuhan.
Kata (لَدَيَّ, ladayya) tersusun dari laday yang berarti "di sisi" dan akhiran -ya yang berarti "-ku". Dengan akhiran itu kata laday muncul empat kali, yaitu di 27:10, 50:23, 50:28, dan 50:29. Terjemahan menyesuaikan padanannya dengan apa yang berada di tempat itu. Di 27:10 dan 50:28 yang berada di tempat itu orang-orang, yaitu para rasul dan mereka yang bertengkar, sehingga terjemahannya "di hadapan-Ku". Di 50:29 yang berada di tempat itu perkataan, sehingga terjemahannya "di sisi-Ku". Di 50:23 yang berada di tempat itu sesuatu yang dipegang pembicara, sehingga terjemahannya "yang ada padaku".
Kata (قَدَّمْتُ, qaddamtu) yang berarti "Aku telah mendahulukan" berakar ق-د-م dan didahului (وَقَدْ, wa-qad) yang berarti "dan sungguh". Bentuk qaddamtu muncul dua kali, yaitu di 50:28 dan 89:24. Di 89:24, (يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي, yaa laytanii qaddamtu li-hayaatii) yang berarti "aduhai, sekiranya dahulu aku mendahulukan untuk hidupku ini", pembicaranya manusia. Kata kerja yang sama dengan pelaku lain ada di 3:182 dan 8:51, (قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ, qaddamat aydiikum) yang berarti "apa yang tangan-tangan kalian dahulukan", dan di 22:10, (قَدَّمَتْ يَدَاكَ, qaddamat yadaaka) yang berarti "apa yang kedua tanganmu dahulukan". Pelaku kata kerja itu tangan di tiga ayat, manusia di 89:24, dan pembicara yang berkata "Aku" di 50:28.
Kata (إِلَيْكُمْ, ilaykum) yang berarti "kepada kalian" menunjukkan arah, dan (بِالْوَعِيدِ, bi-l-wa'iidi) yang berarti "dengan ancaman" menyebut benda yang didahulukan. Terjemahan menempatkan "ancaman" sebagai benda yang didahulukan kepada mereka. Kata wa'iid berakar و-ع-د dan muncul enam kali, yaitu di 14:14, 20:113, 50:14, 50:20, 50:28, dan 50:45, jadi empat dari enam kemunculannya ada di surah ini. Di 50:20, (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ, dzaalika yawmu l-wa'iidi), kata yang sama menyebut hari yang diancamkan, sedangkan di 50:28 menyebut sesuatu yang sudah disampaikan lebih dulu.
Tafsiran
Ayat ini menjawab ucapan teman di 50:27, dan jawabannya tidak memutuskan siapa yang benar. Pembelaan teman itu dan penunjukannya pada kesesatan yang jauh tidak dibenarkan dan tidak dibantah. Jawabannya berupa larangan bertengkar dan satu alasan, yaitu bahwa ancaman sudah didahulukan. Alasan itu berbicara tentang waktu penyampaian, sedangkan siapa yang membuat siapa melampaui batas dibiarkan tanpa penjelasan.
Larangan itu memakai bentuk untuk beberapa orang, sehingga mengena pada teman dan pada orang yang ditemaninya sekaligus. Pertengkaran di hadapan Tuhan diberitakan di 39:31 sebagai kejadian yang akan datang, sedangkan di 50:28 pertengkaran itu dilarang pada saat kejadiannya tiba, oleh pihak yang dihadapi. Di 26:96 mereka yang dilemparkan ke dalam neraka bertengkar di dalamnya, dan di 26:97 mereka mengakui dahulu berada dalam kesesatan yang nyata. Ayat 26:96 menuturkan pertengkaran itu sebagai kejadian, dan 50:28 menuturkan larangan atasnya.
Di surah ini ancaman disebut empat kali dalam empat waktu. Di 50:14 ancaman berlaku atas kaum-kaum yang mendustakan para rasul, di 50:20 hari itu tiba, di 50:28 ancaman disebut sudah didahulukan, dan di 50:45 surah ditutup dengan perintah memberi peringatan dengan Al-Qur'an kepada orang yang takut pada ancaman-Ku. Ayat 50:28 tidak menyebut sarana penyampaian ancaman itu. Ayat 50:45 menyebut Al-Qur'an sebagai sarana peringatan, sehingga keduanya dapat dibaca berhubungan, dan hubungan itu tidak dinyatakan oleh salah satunya.
Dalam adegan di 50:21 sampai 50:30, ayat ini memuat ucapan Allah pertama yang memakai kata ganti tunggal. Teman di 50:23 dan 50:27 berbicara dengan kata ganti "aku", dan di 50:28 sampai 50:29 pembicara beralih ke "Aku". Pada 50:30 kata ganti kembali menjadi "Kami". Ayat-ayat itu tidak memberi sebab pergantiannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 50:27 berakhir dengan pembelaan dan penunjukan pada kesesatan, dan pembaca yang mengikuti adegan ini dapat menunggu putusan tentang siapa yang benar. Putusan itu tidak datang di 50:28, sebab yang Allah firmankan di sana adalah larangan bertengkar, dan perselisihan yang berhenti tanpa pemenang dapat terasa kurang memuaskan bagi orang yang sudah menyiapkan dalilnya. Dalil apa yang selama ini disiapkan untuk perselisihan yang dibawa pembaca, dan apakah dalil itu menjawab pertanyaan yang akan diajukan atau pertanyaan yang diharapkan?
- Larangan yang Allah firmankan di 50:28 mengena pada teman dan pada orang yang ditemaninya sekaligus. Pihak yang sedang membela diri tidak dikecualikan, dan pihak yang sedang menunjuk orang lain juga tidak. Orang yang terlibat dalam perselisihan dapat menunggu dirinya ditempatkan di pihak yang benar atau pihak yang disalahkan, sedangkan kata "kalian" di sini menaruh dua pihak itu pada kedudukan yang sama di depan satu larangan. Dalam perselisihan terakhir yang teringat, di kedudukan mana diri sendiri ditaruh, dan apakah kedudukan itu dibuat sendiri atau diterima dari ucapan orang lain?
- Larangan di 50:28 menyebut tempat pertengkaran, yaitu "di hadapan-Ku". Kata ladayya dengan akhiran "-ku" muncul empat kali, dan di 27:10 kata yang sama menyebut tempat para rasul tidak merasa takut. Di 50:23 teman itu memakainya untuk apa yang ada padanya, dan di 50:28 serta 50:29 pembicara memakainya untuk tempat pertengkaran dan tempat perkataan yang tidak diubah. Tempat bertengkar dapat dipilih para pihaknya sendiri, entah meja makan, ruang rapat, atau layar ponsel. Di 50:28 alamatnya ditentukan oleh pihak yang dihadapi. Di hadapan siapa pertengkaran terakhir pembaca berlangsung, dan apakah alamat itu terbayang ketika kalimat pertamanya diucapkan?
- Di 50:16 pembicara memakai "Kami" dalam kalimat yang sangat dekat, "Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya". Di 50:28 dan 50:29 pembicara memakai "Aku", "di hadapan-Ku" dan "di sisi-Ku", pada saat dua pihak sedang bertengkar. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan sebab pergantian kata ganti, dan pembaca dapat merasakan pergantian itu sebagai pembicaraan yang lebih langsung. Perselisihan dapat disampaikan lewat banyak perantara, entah pesan, juru bicara, atau pihak ketiga. Dengan siapa pembaca berbicara tanpa perantara ketika perselisihannya sampai pada titik yang tidak terjawab, dan apakah kata "Aku" dalam ayat ini terdengar lebih dekat daripada "Kami" di 50:16?
- Bentuk qaddamtu, "aku telah mendahulukan", muncul dua kali. Di 89:24 manusia berkata, "Aduhai, sekiranya dahulu aku mendahulukan untuk hidupku ini!", dan di 50:28 Allah berbicara tentang ancaman yang didahulukan-Nya. Satu kata kerja di mulut dua penutur memuat dua kenyataan: yang satu menyesali apa yang tidak didahulukannya, dan yang lain menyatakan apa yang telah didahulukan-Nya. Di 3:182, 8:51, dan 22:10 tangan yang mendahulukan. Apa yang sedang dikirim ke depan oleh tangan pembaca sendiri, dan daftar itu terbaca lebih dekat ke ucapan di 89:24 atau ke tiga ayat tentang tangan?
- Alasan larangan di 50:28 adalah bahwa ancaman sudah didahulukan, sehingga pertengkaran itu berlangsung atas perkara yang sudah dikabarkan sebelum pertengkaran dimulai. Alasan larangannya ditaruh pada urutan waktu, pemberitahuan lebih dulu dan perselisihan kemudian, dan isi perselisihan tidak dinilai. Sebuah perselisihan dapat berjalan atas perkara yang sudah pernah dikatakan kepada para pihaknya. Perselisihan mana dalam hidup pembaca yang sedang berlangsung atas hal yang sebenarnya sudah pernah diberitahukan kepadanya, dan siapa yang memberitahukannya?