مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
Perkataan di sisi-Ku tidak diubah, dan Aku sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّmaa yubaddalu l-qawlu ladayyaperkataan di sisi-Ku tidak diubah
- وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِwa-maa anaa bi-zhallaamin li-l-'abiididan Aku sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- يُبَدَّلُyubaddaludiganti
- الْقَوْلُl-qawluperkataan
- لَدَيَّladayyadi sisi-Ku
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنَاanaaAku
- بِظَلَّامٍbi-zhallaaminyang menzalimi
- لِلْعَبِيدِli-l-'abiidibagi para hamba
Inti bacaan
Bentuk (يُبَدَّلُ, yubaddalu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:29, dan pelaku perubahannya tidak disebut.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا يُبَدَّلُ, maa yubaddalu) yang berarti "tidak diubah", kata kerja pasif dari akar ب-د-ل. Bentuk persis yubaddalu muncul satu kali, di 50:29, dan pelaku perubahannya tidak disebut. Akar yang sama dipakai untuk perkataan di beberapa tempat lain. Di 2:59, (فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ, fa-baddala lladziina zhalamuu qawlan ghayra lladzii qiila lahum) yang berarti "lalu orang-orang yang zalim mengganti perkataan dengan yang lain dari yang dikatakan kepada mereka", pelakunya manusia dan penggantinya disebut, dan 7:162 memuat kalimat serupa. Di 6:115 dan 18:27, (لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ, laa mubaddila li-kalimaatihi) yang berarti "tiada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya", tidak ada pengganti yang disebut. Terjemahan 50:29 memakai "diubah" karena, seperti di 6:115 dan 18:27, tidak ada pengganti yang disebut, sedangkan "mengganti" dipakai di 2:59 dan 7:162 yang menyebut penggantinya.
Kata (الْقَوْلُ, l-qawlu) yang berarti "perkataan" berakar ق-و-ل. Bersama kata kerja (حَقَّ, haqqa) yang berarti "berlaku", kata qawl muncul di tujuh ayat, yaitu 17:16, 28:63, 32:13, 36:7, 37:31, 41:25, dan 46:18. Di 32:13, (حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي, haqqa l-qawlu minnii) yang berarti "telah pasti perkataan dari-Ku", isi perkataan itu tertulis sesudahnya: (لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ, la-amla'anna jahannama) yang berarti "sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam". Di 37:31, (فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا, fa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaa) yang berarti "maka, berlaku atas kita perkataan Tuhan kita", pihak yang terkena sendiri yang menyebutnya. Ayat 50:29 memakai kata qawl dengan kata sandang al-, dan perkataan mana yang dimaksud tidak diperinci.
Kata (لَدَيَّ, ladayya) yang berarti "di sisi-Ku" tersusun dari laday dan akhiran -ya, dan muncul empat kali dengan akhiran itu, yaitu di 27:10, 50:23, 50:28, dan 50:29. Di 50:29 yang berada di sisi itu perkataan, sehingga terjemahannya "di sisi-Ku". Kata (أَنَا, anaa) yang berarti "Aku" adalah kata ganti yang berdiri sendiri, sehingga pembicara menyebut dirinya langsung.
Kata (ظَلَّامٍ, zhallaamin) berakar ظ-ل-م dan berarti "yang menzalimi" dalam kalimat penyangkalan. Bentuk persis zhallaamin muncul lima kali, yaitu di 3:182, 8:51, 22:10, 41:46, dan 50:29, dan di kelimanya didahului (بِ, bi-) serta diikuti (لِلْعَبِيدِ, li-l-'abiidi) yang berarti "bagi hamba-hamba". Kata 'abiid dalam bentuk ini hanya muncul di lima ayat itu, sedangkan bentuk jamak lain untuk hamba muncul di banyak ayat, misalnya (عِبَادِي, 'ibaadii) di 15:49. Penyangkalan yang sama dengan kata kerja ada di 4:40, (إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ, inna llaaha laa yazhlimu) yang berarti "sesungguhnya Allah tidak menzalimi", dan di 10:44. Terjemahan 50:29 memakai "sekali-kali tidak menzalimi", sama dengan 22:10 dan 41:46. Arab kata 'abiid tidak memuat akhiran milik di kelima ayat, jadi terjemahan 50:29 memakai "hamba-hamba" tanpa tambahan "-Ku".
Tafsiran
Ayat ini menutup ucapan yang dibuka di 50:28 dengan dua pernyataan yang menutup dua kemungkinan. Perkataan di sisi pembicara tidak diubah, dan pembicara tidak menzalimi hamba. Sesudah pembelaan di 50:27 dan larangan di 50:28, ayat ini tidak membahas kasus siapa pun. Dua pernyataan itu berlaku bagi semua pihak dalam adegan, termasuk teman dan orang yang ditemaninya.
Dua pernyataan itu disusun seperti di 3:182, 8:51, dan 22:10. Di tiga ayat itu kalimat penyangkalan zalim datang sesudah kalimat tentang apa yang didahulukan tangan, yaitu (بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ, bimaa qaddamat aydiikum) yang berarti "karena apa yang tangan-tangan kalian dahulukan" di 3:182 dan 8:51, dan "tanganmu" di 22:10. Di 50:28 dan 50:29 urutannya sama, yaitu Aku telah mendahulukan ancaman, lalu Aku tidak menzalimi hamba. Pelaku yang mendahulukan berganti dari tangan manusia ke pembicara, dan kalimat sesudahnya tidak berubah. Dari lima kemunculan bentuk zhallaamin, hanya 50:29 yang diucapkan dalam orang pertama. Ayat 3:182, 8:51, dan 22:10 menyebut Allah, dan 41:46 menyebut Tuhanmu.
Isi perkataan yang tidak diubah itu tertulis di 32:13, yaitu Jahanam akan dipenuhi. Ayat 50:29 tidak merujuk ke 32:13, tetapi ayat 50:30 langsung memuat kata kerja dari akar yang sama dengan kata penuh itu: (هَلِ امْتَلَأْتِ, hali mtala'ti) yang berarti "apakah engkau sudah penuh". Kedua ayat dapat dibaca berurutan sebagai pernyataan lalu pelaksanaannya, dan pembacaan itu tidak dinyatakan oleh salah satunya.
Kata ganti pembicara pun berubah. Di 50:28 dan 50:29 pembicara memakai "Aku", dan di 50:30 kembali ke "Kami". Perubahan itu terjadi tepat sesudah dua pernyataan tentang kepastian dan keadilan, dan ayat-ayat ini tidak memberi sebabnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 50:29 menaruh kepastian dan keadilan berdampingan dalam firman Allah: perkataan tidak diubah, dan hamba tidak dizalimi. Pembaca yang sedang menunggu putusan dapat memegang salah satunya saja. Kepastian tanpa keadilan terasa seperti hukum yang kaku, dan keadilan tanpa kepastian terasa seperti belas kasihan yang bisa dinegosiasikan. Ayat ini menyebut keduanya dalam satu napas sehingga yang satu tidak dibaca tanpa yang lain. Mana yang lebih mudah dipercaya pembaca, kepastian atau keadilan, dan apa yang terjadi pada kepercayaan itu bila keduanya diminta tinggal bersama?
- Di 37:31 pihak yang terkena sendiri mengutip perkataan Tuhan mereka sebagai sesuatu yang telah berlaku atas mereka, dan di 28:63 orang-orang yang atas mereka perkataan itu berlaku ikut berbicara. Perkataan yang tidak diubah di 50:29 berarti perkataan yang dapat dikutip oleh orang yang terkena, dengan bunyi yang sama seperti sebelumnya. Perkataan mana yang telah didengar pembaca dan dapat dikutipnya tanpa membuka lembaran, dan perkataan mana yang baru dikenalnya ketika sudah ditanyakan kepadanya?
- Di 2:59 dan 7:162 orang-orang yang zalim mengganti perkataan yang dikatakan kepada mereka dengan perkataan lain. Perkataan di sisi pembicara di 50:29 tidak diganti, sedangkan perkataan yang sampai ke mulut manusia bisa berganti bunyi di tengah jalan. Dua ayat itu menaruh pergantian pada manusia dan ketetapan pada pihak yang berkata "Aku". Ketika pembaca menyampaikan kembali sesuatu yang pernah dikatakan kepadanya, apakah bunyi yang keluar sama dengan bunyi yang masuk, dan di bagian mana pergantiannya paling mudah terjadi?
- Kalimat ini menyebut "hamba-hamba" tanpa akhiran milik, dan di 3:182, 8:51, 22:10, serta 41:46 kata yang sama dipakai tanpa akhiran juga. Cakupannya tidak dipersempit ke satu golongan. Pembaca yang membaca kalimat tentang keadilan dapat menaruh dirinya di pihak yang diperlakukan adil, dan menaruh orang yang tidak disukainya di pihak lain. Kata "hamba-hamba" menyatukan semuanya dalam satu sebutan. Siapa saja yang pembaca masukkan ke dalam sebutan itu ketika membacanya, dan siapa yang tanpa disadari ia keluarkan?
- Kata ladayya dipakai di 50:23 oleh teman itu untuk apa yang ada padanya dan siap, dan di 50:29 oleh pembicara yang lain, "perkataan di sisi-Ku tidak diubah". Dua pihak menyebut apa yang ada di sisinya, yang satu sesuatu yang siap diserahkan dan yang lain sesuatu yang tetap. Pembaca mempunyai tempat serupa di dekat dirinya, tempat menyimpan hal yang siap diserahkan bila diminta. Apa saja yang tersimpan di sisinya, dan apakah isinya dapat diserahkan tanpa diubah?
- Rumus "tidak menzalimi hamba-hamba" muncul lima kali dengan tiga suara: penuturan tentang Allah di 3:182, 8:51, dan 22:10, sapaan kepada pembaca tentang Tuhanmu di 41:46, dan ucapan orang pertama di 50:29. Empat kali pembaca mendengar kalimat itu tentang Allah, dan sekali kalimat itu diucapkan oleh yang bersangkutan di tengah adegan yang penuh pembelaan diri. Pembaca dapat bertanya apakah kalimat itu terdengar berbeda ketika diucapkan langsung oleh yang bersangkutan, dan apa yang berubah pada cara keadilan ditimbang.