يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

Pada hari Kami berkata kepada Jahanam, “Apakah engkau sudah penuh?” dan ia menjawab, “Adakah tambahan?”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَyawma naquulu li-jahannamapada hari Kami berkata kepada Jahanam
  2. هَلِ امْتَلَأْتِhali mtala'tiapakah engkau sudah penuh
  3. وَتَقُولُwa-taquuludan ia menjawab
  4. هَلْ مِنْ مَزِيدٍhal min maziidinadakah tambahan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. نَقُولُnaquuluKami katakan
  3. لِجَهَنَّمَli-jahannamauntuk Jahanam
  4. هَلِhaliapakah
  5. امْتَلَأْتِmtala'tiengkau telah penuh
  6. وَتَقُولُwa-taquuludan ia berkata
  7. هَلْhalapakah
  8. مِنْmindari
  9. مَزِيدٍmaziidintambahan

Inti bacaan

Bentuk (امْتَلَأْتِ, imtala'ti), "engkau sudah penuh", dengan akhiran perempuan tunggal, muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:30.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ نَقُولُ, yawma naquulu) yang berarti "pada hari Kami berkata". Kata (يَوْمَ, yawma) berakar ي-و-م, tidak didahului kata "dan", dan tidak ada kata seperti "ingatlah" di depannya, sehingga terjemahan tidak menambahkannya. Bentuk persis yawma naquulu muncul satu kali, di 50:30. Rangkaian "Kami berkata" yang diikuti awalan li- dan pihak yang disapa muncul tiga kali, yaitu di 6:22, 10:28, dan 50:30. Di 6:22 dan 10:28 bunyinya (ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا, tsumma naquulu li-lladziina asyrakuu) yang berarti "kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan", sedangkan di 50:30 yang disapa adalah Jahanam.

Kata (لِجَهَنَّمَ, li-jahannama) tersusun dari awalan (لِ, li-) yang berarti "kepada" dan jahannama yang berarti "Jahanam". Awalan li- dengan nama itu muncul juga di 7:179 dan 72:15, tetapi di sana artinya "untuk", seperti (وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ, wa-laqad dzara'naa li-jahannama) yang berarti "dan sungguh Kami telah menciptakan untuk Jahanam" di 7:179. Di 50:30 awalan itu mengikuti kata kerja berkata, jadi terjemahannya "kepada". Jahanam di sini disapa seperti seseorang, dan kata kerja yang menjawabnya berbentuk perempuan tunggal.

Kata (هَلِ امْتَلَأْتِ, hali mtala'ti) yang berarti "apakah engkau sudah penuh" tersusun dari (هَلِ, hali) yang berarti "apakah" dan (امْتَلَأْتِ, mtala'ti) yang berarti "engkau sudah penuh", dari akar م-ل-أ. Akhiran -ti menandai "engkau" perempuan tunggal, dan bentuk imtala'ti muncul satu kali, di 50:30. Dengan Jahanam sebagai yang dipenuhi, akar yang sama muncul empat kali dalam bentuk lain, yaitu (لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ, la-amla'anna jahannama) yang berarti "sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam", di 7:18, 11:119, 32:13, dan 38:85. Di keempatnya pembicaranya orang pertama dan kata kerjanya menyatakan janji ke depan, sedangkan di 50:30 kata kerjanya berbentuk lampau dan ditanyakan kepada Jahanam sendiri.

Kata (وَتَقُولُ, wa-taquulu) yang berarti "dan ia berkata" berakar ق-و-ل dan berbentuk perempuan tunggal, mengikuti Jahanam yang disapa. Terjemahan memakai "menjawab" karena ucapan itu datang langsung sesudah pertanyaan dan mengulang kata (هَلْ, hal) yang berarti "apakah" dari pertanyaan itu.

Kata (هَلْ مِنْ مَزِيدٍ, hal min maziidin) yang berarti "adakah tambahan" tersusun dari hal yang berarti "apakah", min yang berarti "dari", dan (مَزِيدٍ, maziidin) yang berarti "tambahan" dari akar ز-ي-د. Pasangan (هَلْ مِنْ, hal min) muncul dua belas kali, yaitu di 10:34, 10:35, 30:40, 35:3, 50:30, 50:36, 54:15, 54:17, 54:22, 54:32, 54:40, dan 54:51. Di 10:34, 10:35, dan 30:40 pasangan itu diikuti sebutan "di antara sekutu-sekutu kalian", dan di tiga ayat yang dibahas di sini pasangan itu diikuti kata benda tak tentu langsung, yaitu 35:3, (هَلْ مِنْ خَالِقٍ, hal min khaaliqin) yang berarti "adakah pencipta", 50:30, dan 50:36, (هَلْ مِنْ مَحِيصٍ, hal min mahiishin) yang berarti "adakah tempat pelarian". Kata maziid muncul dua kali, keduanya di surah ini: di 50:30 dan di 50:35, (وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ, wa-ladaynaa maziidun) yang berarti "dan di sisi Kami ada tambahan". Terjemahan memakai "tambahan" tanpa "lagi" di kedua tempat, karena kata Arabnya sama dan "lagi" tidak punya kata Arab yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini memuat dialog antara pembicara "Kami" dan Jahanam, dan yang disapa di sini bukan manusia atau pendampingnya. Ucapan di adegan 50:24 sampai 50:30 berturut-turut berupa perintah, ucapan teman, larangan, pernyataan, lalu pertanyaan, dan kata ganti pembicara kembali ke "Kami" setelah "Aku" di 50:28 dan 50:29.

Pertanyaan "apakah engkau sudah penuh" dijawab dengan pertanyaan lain, "adakah tambahan". Bunyi jawaban itu dapat dibaca sebagai permintaan akan tambahan, dan dapat dibaca sebagai pernyataan bahwa tambahan tidak ada. Ayat ini tidak memilih salah satunya, dan 50:31 langsung berpindah ke taman yang didekatkan tanpa jawaban atas pertanyaan Jahanam. Di 50:36 sebuah pertanyaan dengan pasangan hal min yang sama, "adakah tempat pelarian", juga tidak disusul jawaban tertulis, tetapi 50:37 menyusulnya dengan keterangan bahwa pada yang demikian itu ada peringatan. Dua pertanyaan terbuka itu mengapit uraian tentang taman di 50:31 sampai 50:35.

Kata maziid yang dipakai Jahanam kembali di 50:35, untuk orang-orang bertakwa: "dan di sisi Kami ada tambahan". Kata yang sama menutup dua adegan yang berlawanan, dan kedua ayat itu tidak mengatakan bahwa tambahan di keduanya sejenis. Di 10:26 kata dari akar yang sama, (وَزِيَادَةٌ, wa-ziyaadatun) yang berarti "dan tambahan", menyertai balasan orang-orang yang berbuat baik.

Ayat 50:30 juga dapat dibaca bersama 50:29, yang menyatakan perkataan di sisi pembicara tidak diubah. Isi perkataan yang ditulis di 32:13 adalah janji memenuhi Jahanam, dan di 50:30 akar kata yang sama dipakai dalam pertanyaan apakah Jahanam sudah penuh. Kedua ayat itu tidak saling merujuk secara tertulis, dan hubungannya terlihat pada kata kerja yang berakar sama serta pada urutan ayat.

Renungan dan Hikmah

  • Kata tambahan menutup ucapan Jahanam di 50:30 dan muncul lagi di 50:35 untuk orang-orang bertakwa, "di sisi Kami ada tambahan". Satu kata yang sama dipakai di dua adegan yang berlawanan, dan di 10:26 akar yang sama menyertai orang yang berbuat baik. Kata itu sendiri tidak membawa nilai, dan nilainya ditentukan oleh siapa yang memintanya serta dari sisi siapa tambahan itu datang. Tambahan apa yang selama ini ditunggu atau diminta pembaca, dan dari sisi mana tambahan itu diharapkan datang?
  • Jahanam di 50:30 disapa dan menjawab, padahal di 67:7 dan 67:8 Jahanam mengeluarkan suara, membara, dan hampir meledak karena marah. Tempat akibat dapat dibayangkan sebagai sesuatu yang pasif, tetapi ayat-ayat itu menggambarkannya sebagai pihak yang bersuara dan menjawab. Dua ayat itu berbicara tentang Jahanam dalam adegan yang berbeda, jadi gambarannya tidak digabung menjadi satu. Bayangan pembaca tentang akibat perbuatan dapat bergeser bila akibat itu digambarkan sebagai pihak yang bisa ditanya. Bayangan mana yang selama ini lebih sering dipakai, akibat sebagai mesin atau akibat sebagai pihak yang menjawab?
  • Di 11:119 Tuhanmu menyatakan, "Aku pasti akan memenuhi Jahanam", dan di 7:18, 32:13, serta 38:85 pembicara juga menyatakan akan memenuhi Jahanam, sedangkan di 50:30 pembicara bertanya apakah Jahanam sudah penuh. Janji dan pemeriksaan atas janji ditaruh pada satu pembicara dalam dua bentuk kalimat, yang satu menatap ke depan dan yang lain bertanya di titik yang sudah dicapai. Kalimat pertama lebih mudah diucapkan daripada kalimat kedua. Janji mana dalam hidup pembaca yang belum pernah ditanyai apakah sudah terisi, dan siapa yang berhak menanyakannya?
  • Pasangan "adakah" dengan kata benda tak tentu dipakai dua kali di surah ini: "adakah tambahan" di 50:30 dan "adakah tempat pelarian" di 50:36. Keduanya tidak disusul jawaban dari pihak yang ditanya. Pertanyaan pertama diucapkan oleh Jahanam, dan pertanyaan kedua diajukan dalam penuturan tentang generasi-generasi yang dibinasakan sebelumnya. Pembaca yang menemukan dua pertanyaan tanpa jawaban di satu surah dapat menimbang bagaimana pertanyaan yang dibiarkan terbuka diperlakukannya, apakah diisi dengan jawaban sendiri atau dibiarkan tetap sebagai pertanyaan.
  • Adegan di 50:24 sampai 50:30 berpindah dari perintah di 50:24 dan 50:26, ke larangan Allah di 50:28, ke pernyataan-Nya di 50:29, lalu ke pertanyaan di 50:30. Pertanyaan itu ditujukan kepada Jahanam, dan hampir semua ucapan lain ditujukan kepada manusia dan pendampingnya. Suara dalam adegan seperti ini dapat dibayangkan sebagai suara perintah saja. Empat macam kalimat berturut-turut menunjukkan suara yang berubah mengikuti pihak yang dihadapi. Kalimat macam apa yang paling sering pembaca gunakan kepada orang yang berada di bawah kuasanya, dan apakah ada pertanyaan yang pernah diajukan kepada mereka sebelum perintah?
  • Ayat 50:30 dibuka dengan "pada hari" tanpa kata seperti "ingatlah" di depannya, dan 50:31 melanjutkannya dengan "dan taman didekatkan". Firman Allah di 50:28 dan 50:29 sudah selesai, dan pembaca masuk ke dalam hari itu tanpa petunjuk tentang tempat berdirinya. Dua ayat itu memuat dua kejadian yang disambung dengan kata "dan", yang satu tentang Jahanam yang ditanya dan yang lain tentang taman yang didekatkan. Di mana pembaca membayangkan dirinya berada dalam hari itu, dalam adegan Jahanam atau dalam adegan taman, dan seberapa jauh jawabannya diberikan oleh bacaannya sendiri atau oleh keinginannya?