وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ
Dan taman didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, tidak jauh.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍwa-uzlifati l-jannatu li-l-muttaqiina ghayra ba'iidindan taman didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, tidak jauh
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَأُزْلِفَتِwa-uzlifatidan didekatkan
- الْجَنَّةُl-jannatutaman
- لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
- غَيْرَghayraselain
- بَعِيدٍba'iidinyang jauh
Inti bacaan
Rangkaian (أُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ, uzlifati l-jannatu li-l-muttaqiina) terbaca dua kali di Al-Qur'an (26:90, 50:31), dan hanya 50:31 menutupnya dengan (غَيْرَ بَعِيدٍ, ghayra ba'iidin).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأُزْلِفَتِ, wa-uzlifati) yang berarti "dan didekatkan". Awalan (وَ, wa-) yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan 50:30, tempat Jahanam ditanya apakah sudah penuh. Ayat 50:31 tidak memuat kata waktu, sehingga terjemahan memakai "dan" saja dan tidak menambahkan "pada hari itu" atau "sesudahnya". Kata kerja uzlifati berakar ز-ل-ف dan berbentuk pasif, jadi yang mendekatkan tidak disebut. Terjemahan "didekatkan" karena itu tidak diberi tambahan "oleh Allah" atau "oleh malaikat". Bentuk persis uzlifati muncul dua kali, di 26:90 dan 50:31, dan bentuk yang hanya beda akhiran, (أُزْلِفَتْ, uzlifat), muncul sekali di 81:13. Ketiganya memakai taman sebagai pokok kalimat. Bentuk berpelaku ada di 26:64, (وَأَزْلَفْنَا, wa-azlafnaa) yang berarti "dan Kami dekatkan", dan yang didekatkan di sana adalah kelompok lain.
Kata (الْجَنَّةُ, al-jannatu) yang berarti "taman" berakar ج-ن-ن. Dengan kata sandang al- dan berfungsi sebagai pokok kalimat, bentuk ini muncul enam kali, yaitu di 7:43, 19:63, 26:90, 43:72, 50:31, dan 81:13. Tiga di antaranya, yaitu 7:43, 19:63, dan 43:72, menyebut taman sebagai sesuatu yang diwariskan, misalnya (تِلْكَ الْجَنَّةُ, tilka l-jannatu) yang berarti "taman itu" di 19:63 dan 43:72. Tiga yang lain menyebutnya sebagai sesuatu yang didekatkan, yaitu 26:90, 50:31, dan 81:13. Terjemahan memakai "taman" di keenamnya.
Kata (لِلْمُتَّقِينَ, li-l-muttaqiina) tersusun dari (لِ, li-) yang berarti "kepada", kata sandang al-, dan (مُتَّقِينَ, muttaqiina) yang berarti "orang-orang yang bertakwa", berakar و-ق-ي. Bentuk persis lil-muttaqiina muncul 18 kali di 16 surah, yaitu 2:2, 2:66, 3:133, 3:138, 5:46, 7:128, 11:49, 21:48, 24:34, 25:74, 26:90, 28:83, 38:49, 43:35, 50:31, 68:34, 69:48, dan 78:31. Surah 2 dan surah 3 memuatnya dua kali, sehingga angka surahnya lebih kecil. Susunan taman disusul lil-muttaqiina hanya ada di dua ayat, yaitu 26:90 dan 50:31, dan terjemahan di keduanya sama: "didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa". Huruf li- diterjemahkan "kepada" karena kata kerja di depannya berarti gerak mendekat.
Frasa penutup (غَيْرَ بَعِيدٍ, ghayra ba'iidin) yang berarti "tidak jauh" tersusun dari (غَيْرَ, ghayra) yang di sini menolak sifat sesudahnya dan (بَعِيدٍ, ba'iidin) yang berarti "jauh", berakar ب-ع-د. Susunan ghayra ba'iidin muncul dua kali, di 27:22 dan 50:31. Di 27:22, (فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ, fa-makatsa ghayra ba'iidin) berarti "maka ia tinggal tidak lama". Kata kerja makatsa berarti tinggal, sehingga terjemahan 27:22 membaca ba'iid sebagai jarak waktu. Di 50:31 kata kerja di depannya berarti mendekatkan, sehingga terjemahan memakai jarak tempat, "tidak jauh". Jauh dari siapa atau dari apa tidak tertulis di ayat, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Kata ba'iid muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 50:3, 50:27, dan 50:31. Di 50:3, (رَجْعٌ بَعِيدٌ, raj'un ba'iidun) berarti "pengembalian yang jauh", dan di 50:27, (فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ, fii dhalaalin ba'iidin) berarti "dalam kesesatan yang jauh". Dua kemunculan itu menyifati sesuatu yang disebut oleh para pembicara dalam adegan. Di 50:31 kata yang sama diberi penolak, dan dipakai untuk menyifati kedekatan taman.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian yang bergerak dari Jahanam ke taman. Ayat 50:30 menuturkan Jahanam yang ditanya apakah sudah penuh lalu meminta tambahan, dan 50:31 menuturkan taman yang didekatkan. Pasangan neraka dan taman, dengan taman memakai kata kerja yang sama, muncul di dua surah lain. Di 81:12 sampai 81:13 neraka dinyalakan lalu taman didekatkan, urutan yang sama dengan 50:30 sampai 50:31. Di 26:90 sampai 26:91 taman didekatkan lebih dulu, lalu neraka ditampakkan kepada orang-orang yang tergelincir.
Ayat 50:31 tidak memuat ucapan siapa pun. Ayat sebelumnya memuat dua ucapan, yaitu Kami yang bertanya dan Jahanam yang menjawab, dan ayat sesudahnya membuka ucapan baru dengan (هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ, haadzaa maa tuu'aduuna) yang berarti "ini yang dijanjikan kepada kalian". Karena itu 50:31 berfungsi sebagai pemandangan di antara dua ucapan: sesuatu terjadi pada taman, dan belum ada yang berbicara tentangnya.
Penerima disebut dengan satu kata, al-muttaqiina, tanpa uraian. Uraiannya baru datang di 50:32 sampai 50:33, yaitu orang yang bertobat dan menjaga, serta orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib. Teks tidak menyatakan bahwa sifat-sifat di 50:32 dan 50:33 adalah isi kata muttaqin. Susunan ayat-ayatnya memungkinkan pembacaan itu, dan 38:49 sampai 38:53 menyusun hal serupa: pernyataan bagi orang-orang yang bertakwa di 38:49, taman di 38:50, lalu "ini yang dijanjikan kepada kalian" di 38:53.
Kedekatan disebut dua kali dalam satu ayat, lewat kata kerja yang berarti mendekatkan dan lewat frasa "tidak jauh". Di surah yang sama 50:16 menyebut Kami lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya, dan 50:41 menyebut penyeru memanggil dari tempat yang dekat. Ayat-ayat itu tidak saling menafsirkan: 50:16 membicarakan Kami dan manusia, sedangkan 50:31 membicarakan taman dan orang yang bertakwa.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja di 50:31 berbentuk pasif, dengan taman sebagai sasaran perbuatan mendekatkan. Ayat tidak menyebut orang-orang bertakwa itu berjalan, mendaki, atau menempuh jarak. Pembaca yang terbiasa menghitung hidupnya sebagai perjalanan menuju sesuatu dapat memperhatikan arah geraknya di sini: sesuatu yang selama ini dikejar didekatkan kepada mereka. Usaha tidak dibicarakan di ayat ini, karena sifat-sifat penerima baru diuraikan di 50:32 sampai 50:33. Bila sesuatu yang selama ini dikejar didekatkan kepada mereka, apa yang tinggal untuk dikejar?
- Kata ba'iid muncul tiga kali di surah ini. Di 50:3 ia dipakai untuk pengembalian yang dianggap jauh, dan di 50:27 untuk kesesatan yang jauh. Di 50:31 kata itu diberi penolak untuk menyifati taman. Dua kemunculan pertama berada di mulut para pembicara dalam adegan, sedangkan yang ketiga berada di tuturan ayat. Pembaca yang menunda sebuah perbaikan karena merasa jaraknya terlalu jauh dapat bertanya dari mana ukuran jauh itu datang: dari penglihatannya sendiri, atau dari keadaan yang sebenarnya, dan bagaimana rasanya mendapati jarak itu lebih pendek daripada yang selama ini diucapkan?
- Ayat 50:31 tidak menyebut siapa yang mendekatkan taman. Di 26:64 kata kerja yang berakar sama berpelaku jelas, yaitu Allah yang berbicara dengan "Kami", sedangkan tiga ayat tentang taman memakai bentuk pasif. Ayat ini tidak memberi alasan untuk menambahkan pelaku yang tidak tertulis. Pembaca yang terbiasa baru mau menerima sesuatu bila tahu persis tangan mana yang menyodorkannya dapat menimbang kebiasaan itu. Sebuah hadiah yang ditemukan di depan pintu tetap sampai kepada penerimanya meski pengirimnya tidak ditulis di bungkusnya. Apa yang selama ini ditahan hanya karena asal-usulnya belum dijelaskan sampai tuntas?
- Penerima di 50:31 disebut dengan satu kata, orang-orang yang bertakwa, tanpa daftar syarat. Uraian baru muncul di dua ayat berikutnya. Orang yang sering menilai dirinya lewat daftar panjang yang tak pernah selesai dapat membandingkannya dengan susunan ayat ini: nama penerima disebut lebih dulu, lalu sifat-sifatnya diuraikan sesudah pemandangannya. Bila hidup ditimbang dengan satu kata, tanpa daftar yang terus bertambah, kata apa yang paling jujur menjadi isinya?
- Ayat 50:30 menuturkan Allah yang berkata kepada Jahanam, dan 50:31 menuturkan taman, dua tempat yang tertulis berdampingan tanpa jeda. Di 81:12 sampai 81:13 urutannya sama, dan di 26:90 sampai 26:91 urutannya terbalik. Pembaca yang membayangkan akhir segala urusan sebagai satu pemandangan tunggal dapat melihat bahwa teks menuturkannya dalam dua bagian yang berdekatan. Keduanya tidak menyebut pembaca di dalamnya. Dari ayat mana pembaca mulai membaca dirinya, dari ayat tentang Jahanam atau dari ayat tentang taman, dan apa yang berubah bila urutan bacanya dibalik?
- Di antara ucapan Allah kepada Jahanam di 50:30 dan ucapan baru di 50:32, ayat 50:31 hanya memuat satu peristiwa tanpa kata-kata. Tidak ada pidato penyambutan, tidak ada daftar jasa, tidak ada tanya jawab. Orang yang terbiasa mengisi setiap momen penting dengan kata-kata, entah ucapan selamat, pembelaan, atau penjelasan, dapat memperhatikan bahwa ayat ini memberi ruang bagi sesuatu yang hanya terjadi. Pembicaraan memang datang sesudahnya, di 50:32. Peristiwa penting mana dalam hidup pembaca yang terasa lebih utuh karena tidak ada seorang pun yang sempat berbicara tentangnya?