Ayat 50:33
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ
orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib dan datang dengan hati yang bertobat,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِman khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybiorang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib
- وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍwa-jaa'a bi-qalbin muniibindan dia datang dengan hati yang bertobat
Terjemahan per kata (7 kata)
- مَنْmanorang yang
- خَشِيَkhasyiyatakut
- الرَّحْمَٰنَr-rahmaanaAr-Rahman
- بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
- وَجَاءَwa-jaa'adan datang
- بِقَلْبٍbi-qalbindengan hati
- مُنِيبٍmuniibinyang kembali
Inti bacaan
Kelanjutan kriteria: 'takut kepada Ar-Rahman sekalipun tidak melihat-Nya dan datang dengan hati yang bertobat', kesadaran spiritual tanpa bukti visual langsung, dipasangkan kesediaan terus memperbaiki diri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Dialah)', '(sekalipun)', dan '(menghadap Allah)' tidak dipakai. 'Bi-l-ghaybi' diterjemahkan literal 'secara gaib', bukan parafrase interpretif 'sekalipun tidak melihat-Nya'.
Tafsiran
Ayat ini mendefinisikan siapa yang layak menerima janji itu: mereka yang takut kepada Allah meski tidak melihat-Nya secara langsung.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai nama Ar-Rahman untuk yang ditakuti. Yang ditakuti justru Yang Pengasih. Takut dan kasih tidak berlawanan di sini.
- Takutnya disebut secara gaib, bukan sesudah melihat. Tak ada yang dipandang. Yang menahan hanya keyakinan.
- Hati yang datang disebut Allah hati yang bertobat. Bukan hati yang bersih sejak semula. Yang kembali pun diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).
Ayat 50:34
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ
Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera; itulah hari yang kekal.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍudkhuluuhaa bi-salaaminmasuklah ke dalamnya dengan sejahtera
- ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِdzaalika yawmu l-khuluudiitulah hari yang kekal
Terjemahan per kata (5 kata)
- ادْخُلُوهَاudkhuluuhaamasukilah ia
- بِسَلَامٍbi-salaamindengan sejahtera
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- يَوْمُyawmuhari
- الْخُلُودِl-khuluudikekekalan
Inti bacaan
Sambutan hangat 'masuklah dengan sejahtera; itulah hari yang kekal', penyambutan yang damai menandai transisi menuju keabadian yang dijanjikan.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itulah'. Kutipan yang dibuka di 50:32 ditutup di akhir ayat ini: 50:35 beralih kembali ke deskripsi orang-ketiga narator.
Tafsiran
Ayat ini menutup firman penyambutan dengan undangan memasuki taman dalam kesejahteraan abadi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyambut dengan kata sejahtera, bukan dengan daftar upah. Masuklah. Dengan sejahtera.
- Yang disebut kekal harinya, bukan tempatnya. Bukan taman yang abadi. Harinya yang tidak berakhir.
- Kalimat ini diucapkan Allah kepada mereka langsung. Bukan diceritakan tentang mereka. Ditujukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-kh-l, s-l-m, y-w-m, kh-l-d): udkhuluuhaa bi-salaam diterjemahkan 'masuklah dengan sejahtera' (akar d-kh-l + akar s-l-m); yawm al-khuluud diterjemahkan 'hari yang kekal' (akar kh-l-d). gloss '(dalam surga)/(aman dan damai)' dibuang.