مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ
orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib dan datang dengan hati yang kembali,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِman khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybiorang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib
- وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍwa-jaa'a bi-qalbin muniibindan dia datang dengan hati yang kembali
Terjemahan per kata (7 kata)
- مَنْmanorang yang
- خَشِيَkhasyiyatakut
- الرَّحْمَٰنَr-rahmaanaAr-Rahman
- بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
- وَجَاءَwa-jaa'adan datang
- بِقَلْبٍbi-qalbindengan hati
- مُنِيبٍmuniibinyang kembali
Inti bacaan
Susunan khasyiya r-rahmaana muncul dua kali di Al-Qur'an (36:11, 50:33), dan hanya 50:33 menyambungnya dengan jaa'a bi-qalbin muniibin, "datang dengan hati yang kembali".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ, man khasyiya r-rahmaana) yang berarti "orang yang takut kepada Ar-Rahman". Kata (مَنْ, man) berarti "orang yang" dan memperkenalkan pelaku yang dijelaskan di sisa ayat. Kata kerja (خَشِيَ, khasyiya) berakar خ-ش-ي dan berarti "takut". Bentuk persis khasyiya muncul empat kali, yaitu di 4:25, 36:11, 50:33, dan 98:8. Objeknya berbeda-beda: di 4:25 kesulitan, di 98:8 (خَشِيَ رَبَّهُ, khasyiya rabbahu) yang berarti "takut kepada Tuhannya", dan di 36:11 serta 50:33 Ar-Rahman. Susunan khasyiya r-rahmaana hanya ada di dua ayat terakhir itu. Nama Ar-Rahman muncul di 56 ayat dan ditulis sebagai nama di semuanya, termasuk di sini. Nama itu berakar ر-ح-م, akar yang sama dengan (رَحْمَةً, rahmatan) yang berarti "rahmat" di 21:107.
Frasa (بِالْغَيْبِ, bi-l-ghaybi) yang berarti "secara gaib" berakar غ-ي-ب. Bentuk bi-l-ghaybi muncul di 12 ayat, yaitu 2:3, 5:94, 12:52, 18:22, 19:61, 21:49, 34:53, 35:18, 36:11, 50:33, 57:25, dan 67:12. Lima di antaranya menyandingkannya dengan takut: 21:49, 35:18, 36:11, 50:33, dan 67:12. Tiga di antaranya, yaitu 21:49, 35:18, dan 67:12, memakai kata kerja yang menandai perbuatan sedang berlangsung, (يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ, yakhsyawna rabbahum bi-l-ghaybi), sedangkan 36:11 dan 50:33 memakai bentuk khasyiya. Di 12:52, (لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ, lam akhunhu bi-l-ghaybi) berarti "aku tidak mengkhianatinya di belakangnya", sehingga frasa yang sama menunjuk keadaan ketika pihak lain tidak hadir. Kata melihat tidak ada di 50:33, jadi terjemahan memakai "secara gaib" dan tidak menulis "tanpa melihat-Nya". Kata Ar-Rahman dan kata gaib berada dalam satu ayat di lima tempat, yaitu 19:61, 19:78, 36:11, 50:33, dan 59:22. Di 19:61, (جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ, jannaati 'adnin llatii wa'ada r-rahmaanu 'ibaadahu bi-l-ghaybi) berarti "taman Adn yang telah dijanjikan Ar-Rahman kepada hamba-hamba-Nya secara gaib", dan di situ frasa gaib menyertai janji, sedangkan di 50:33 frasa itu menyertai takut.
Kata (وَجَاءَ, wa-jaa'a) yang berarti "dan datang" memakai awalan wa- untuk menyambung perbuatan kedua dari orang yang sama dengan khasyiya. Kata kerja jaa'a muncul lima kali di surah ini, yaitu 50:2, 50:5, 50:19, 50:21, dan 50:33. Di 50:19 yang datang sakratulmaut, dan di 50:21, (وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ, wa-jaa'at kullu nafsin ma'ahaa saa'iqun wa-syahiidun) berarti "dan datanglah setiap jiwa, bersamanya seorang penggiring dan seorang saksi". Di 50:33 pelaku datang dengan hati.
Frasa (بِقَلْبٍ, bi-qalbin) yang berarti "dengan hati" berakar ق-ل-ب, dan bentuk persisnya muncul tiga kali, di 26:89, 37:84, dan 50:33. Di 26:89, (مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ, man ataa llaaha bi-qalbin saliimin) berarti "orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat", dan di 37:84, (إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ, idz jaa'a rabbahu bi-qalbin saliimin) berarti "ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat". Pada keduanya tujuan kedatangan disebut. Di 50:33 tujuan tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkan "kepada Allah". Susunan jaa'a bi-qalbin dengan awalan bi- langsung sesudah kata kerja hanya ada di 50:33.
Kata (مُنِيبٍ, muniibin) yang berarti "yang kembali" berakar ن-و-ب. Bentuk ini muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 11:75, 30:31, 30:33, 34:9, 39:8, 50:8, dan 50:33. Terjemahan memakai "kembali" di enam ayat lain, misalnya (لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ, li-kulli 'abdin muniibin) yang berarti "bagi setiap hamba yang kembali" di 34:9 dan 50:8. Di 30:31, 30:33, dan 39:8 kata itu disusul (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya", sedangkan di 11:75, 34:9, 50:8, dan 50:33 tujuan kembali tidak disebut. Terjemahan 50:33 karena itu memakai "yang kembali" juga. Kata awwaab di 50:32 diterjemahkan "selalu kembali", sehingga dua kata berbeda di dua ayat berurutan tetap berbeda bentuknya dalam bahasa Indonesia.
Tafsiran
Ayat ini meneruskan keterangan tentang penerima janji yang dimulai di 50:32. Kalimatnya berisi dua perbuatan dari satu pelaku, takut kepada Ar-Rahman dan datang dengan hati yang kembali, dan keduanya berbentuk selesai. Urutan waktu antara dua perbuatan itu tidak dinyatakan selain lewat urutan penyebutannya.
Surah ini menyebut objek rasa takut dengan dua cara. Di 50:33 yang ditakuti disebut dengan nama yang seakar dengan rahmat, Ar-Rahman, dan di 50:45 surah ditutup dengan perintah memberi peringatan kepada siapa pun yang takut pada ancaman, (يَخَافُ وَعِيدِ, yakhaafu wa'iidi) yang berarti "takut pada ancaman-Ku". Kedua ayat memakai kata kerja takut yang berbeda, khasyiya dan yakhaafu, dan teks tidak menyatakan bahwa keduanya menunjuk kelompok yang sama.
Ayat ini juga mempertemukan dua ujung dari kisah yang dituturkan surah. Di 50:21 setiap jiwa datang dengan penggiring dan saksi, dan di 50:33 seorang yang takut kepada Ar-Rahman datang dengan hati. Keduanya memakai kata kerja datang, tetapi yang menyertai kedatangan berbeda: dua pihak di luar diri di 50:21, dan sesuatu yang berada dalam diri di 50:33.
Hati yang disebut di sini muncul lagi di 50:37, ketika peringatan dinyatakan bagi (لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ, li-man kaana lahu qalbun) yang berarti "bagi orang yang mempunyai hati". Di 50:33 hati itu disifati kembali, dan di 50:37 peringatan ditujukan kepada orang yang mempunyai hati. Ayat 50:33 dan 50:37 tidak menjelaskan satu sama lain; keduanya memakai kata hati dalam kalimat tentang penerima janji dan penerima peringatan. Ayat 50:34 sesudahnya membawa sapaan "kalian" kembali dan membuka undangan masuk.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 50:33 menyebut objek takut dengan nama Ar-Rahman, sedangkan 50:45 menyebut ancaman. Di 98:8 kata kerja yang sama, khasyiya, memakai objek "Tuhannya", dan di 50:33 objeknya Ar-Rahman. Dua penyebutan itu hidup berdampingan dalam satu surah, dengan dua kata kerja takut yang berbeda. Pembaca yang membayangkan rasa takut selalu sebagai reaksi terhadap hal yang mengerikan dapat memperhatikan nama yang dipilih ayat ini untuk pihak yang ditakuti. Teks tidak menyatakan bahwa dua kata kerja takut itu menggambarkan orang yang sama. Bila takut diarahkan kepada nama yang seakar dengan rahmat, seperti apa wajah rasa takut itu dalam diri pembaca yang membayangkannya?
- Frasa bi-l-ghaybi di 50:33 sama dengan yang ada di 12:52, tempat pembicara berkata tidak mengkhianati pihak lain "di belakangnya". Kedua ayat memakai frasa yang sama untuk keadaan yang tidak sedang terlihat. Pembaca yang pernah memperhatikan bahwa sikapnya berubah ketika ada orang yang mengawasi dapat mengaitkannya dengan frasa ini. Ayat 50:33 menyebut takut yang berlangsung pada saat tidak ada yang terlihat. Dalam keadaan tanpa saksi hari ini, sikap mana yang masih sama dengan sikap di depan banyak orang?
- Di 26:89 dan 37:84 hati yang dibawa datang disifati "selamat", sedangkan di 50:33 disifati "kembali". Kata pertama menyifati keadaan, dan kata kedua menyifati gerak. Pembaca yang mengira hatinya harus utuh dan bersih lebih dulu sebelum layak datang dapat memperhatikan bahwa ayat ini memilih kata yang menggambarkan arah. Bila hati pembaca diperiksa hari ini, arah mana yang sedang ditujunya, dan sudah berapa lama berjalan ke arah itu?
- Di 50:21 setiap jiwa datang dengan penggiring dan saksi, dan 26:88 sampai 26:89 menyebut hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Ayat 50:33 melanjutkan kata kerja yang sama dengan sesuatu yang dibawa: hati. Pembaca yang menghitung bekal hidupnya dalam bentuk jabatan, harta, atau nama baik dapat memperhatikan benda apa yang disebut ayat ini. Tidak ada satu pun benda luar yang ditulis di 50:33. Bila pembaca harus datang membawa sesuatu yang bisa ditaruh di tangan, apa yang paling mudah dihitungnya, dan apa yang paling sulit?
- Kata muniib di 30:31, 30:33, dan 39:8 disusul "kepada-Nya", sedangkan di 50:8 dan 50:33 tujuan kembali tidak ditulis. Pembaca yang menunda kembali karena belum yakin alamat yang tepat dapat membandingkan dirinya dengan susunan di 50:33, tempat kata kembali berdiri sendiri. Ayat itu menyebut sifat hati yang kembali dan berhenti di situ. Bagi orang yang belum tahu ke mana harus pulang, apakah menunggu kepastian alamat sudah menjadi cara lain untuk tetap berdiam?
- Takut dan datang di 50:33 dikerjakan oleh pelaku yang sama dan disambung dengan satu kata "dan". Yang pertama berupa keadaan batin, dan yang kedua berupa kedatangan. Orang yang hanya merasa takut tanpa bergerak, atau bergerak tanpa merasa apa pun, sama-sama dapat menemukan separuh gambarnya di ayat ini. Ayat tidak menyebut mana yang datang lebih dulu, dan tidak menimbang mana yang lebih berat. Dalam satu hari terakhir, kapan rasa itu terakhir berubah menjadi langkah, dan ke mana langkah itu menuju?