مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib dan datang dengan hati yang bertobat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِman khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybiorang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib
  2. وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍwa-jaa'a bi-qalbin muniibindan dia datang dengan hati yang bertobat

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. مَنْmanorang yang
  2. خَشِيَkhasyiyatakut
  3. الرَّحْمَٰنَr-rahmaanaAr-Rahman
  4. بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
  5. وَجَاءَwa-jaa'adan datang
  6. بِقَلْبٍbi-qalbindengan hati
  7. مُنِيبٍmuniibinyang kembali

Inti bacaan

Kelanjutan kriteria: 'takut kepada Ar-Rahman sekalipun tidak melihat-Nya dan datang dengan hati yang bertobat', kesadaran spiritual tanpa bukti visual langsung, dipasangkan kesediaan terus memperbaiki diri.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Dialah)', '(sekalipun)', dan '(menghadap Allah)' tidak dipakai. 'Bi-l-ghaybi' diterjemahkan literal 'secara gaib', bukan parafrase interpretif 'sekalipun tidak melihat-Nya'.

Tafsiran

Ayat ini mendefinisikan siapa yang layak menerima janji itu: mereka yang takut kepada Allah meski tidak melihat-Nya secara langsung.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai nama Ar-Rahman untuk yang ditakuti. Yang ditakuti justru Yang Pengasih. Takut dan kasih tidak berlawanan di sini.
  • Takutnya disebut secara gaib, bukan sesudah melihat. Tak ada yang dipandang. Yang menahan hanya keyakinan.
  • Hati yang datang disebut Allah hati yang bertobat. Bukan hati yang bersih sejak semula. Yang kembali pun diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).