ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera; itu hari yang kekal.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍudkhuluuhaa bi-salaaminmasuklah ke dalamnya dengan sejahtera
  2. ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِdzaalika yawmu l-khuluudiitu hari yang kekal

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. ادْخُلُوهَاudkhuluuhaamasukilah ia
  2. بِسَلَامٍbi-salaamindengan sejahtera
  3. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  4. يَوْمُyawmuhari
  5. الْخُلُودِl-khuluudikekekalan

Inti bacaan

Susunan udkhuluuhaa bi-salaamin muncul dua kali di Al-Qur'an (15:46, 50:34), dan hanya 50:34 menutupnya dengan dzaalika yawmu l-khuluudi, "itu hari yang kekal".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ادْخُلُوهَا, udkhuluuhaa) yang berarti "masuklah ke dalamnya". Kata kerja perintah dari akar د-خ-ل ini ditujukan kepada beberapa orang, dan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya" menunjuk benda perempuan tunggal. Ayat 50:31 menyebut al-jannatu, kata perempuan tunggal, tetapi ayat ini tidak menulis nama tempatnya, sehingga terjemahan memakai "ke dalamnya" dan tidak menambahkan "taman". Bentuk udkhuluuhaa muncul tiga kali, yaitu 15:46, 39:73, dan 50:34. Di 39:73, (فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ, fa-udkhuluuhaa khaalidiina) berarti "maka masuklah ke dalamnya, kekal", dengan fa- di depannya. Di 15:46 dua kata pembuka sama persis dengan 50:34, dan disusul (آمِنِينَ, aaminiina) yang berarti "lagi aman". Di ketiga ayat perintah masuk disertai satu keterangan: aman di 15:46, kekal di 39:73, dan sejahtera di 50:34.

Kata (بِسَلَامٍ, bi-salaamin) tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan" dan (سَلَامٍ, salaamin) dari akar س-ل-م, tanpa kata sandang, dan diterjemahkan "sejahtera". Bentuk bi-salaamin muncul tiga kali, di 11:48, 15:46, dan 50:34. Di 11:48 kata itu mengikuti perintah (اهْبِطْ, ihbith) yang berarti "turunlah", dan di dua ayat lain mengikuti perintah masuk. Kata salaam yang sama berdiri sebagai ucapan di 39:73, (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "salam sejahtera atas kalian". Di 50:34 kata itu didahului bi- dan tidak diikuti 'alaykum, serta tidak ada kata berbicara di ayat ini, sehingga terjemahan menempatkannya sebagai keadaan yang menyertai masuk dan tidak sebagai ucapan salam.

Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk sesuatu yang disebut sesudahnya, dan (يَوْمُ, yawmu) yang berarti "hari" berakar ي-و-م. Di 50:32 benda yang dijanjikan ditunjuk dengan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", sedangkan di sini hari ditunjuk dengan "itu". Kata (الْخُلُودِ, l-khuluudi) berakar خ-ل-د dan bentuk khuluud hanya ada di 50:34. Bentuk lain dari akar yang sama, khuld, muncul di enam ayat, yaitu 10:52, 20:120, 21:34, 25:15, 32:14, dan 41:28. Di 25:15, (جَنَّةُ الْخُلْدِ, jannatu l-khuldi) berarti "taman yang kekal", dan di 41:28, (دَارُ الْخُلْدِ, daaru l-khuldi) berarti "tempat tinggal yang kekal". Di 50:34 kata kekal menyifati hari. Susunan Arabnya dua kata benda yang dirangkai, "hari kekekalan", dan terjemahan memakai "hari yang kekal".

Susunan dzaalika yawmu muncul 4 kali, yaitu 50:20, 50:34, 50:42, dan 64:9, sehingga tiga dari empat ada di surah ini. Di 50:20, (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ, dzaalika yawmu l-wa'iidi) berarti "itu hari yang diancamkan", dan di 50:42, (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ, dzaalika yawmu l-khuruuji) berarti "itu hari keluar". Terjemahan 50:20 mengubah kata kedua menjadi sifat seperti di 50:34, sedangkan 50:42 mempertahankan kata bendanya. Kata yawm juga membuka 50:30, (يَوْمَ نَقُولُ, yawma naquulu) yang berarti "pada hari Kami berkata", sehingga ayat 50:30 dan 50:34 sama-sama memuat hari, dan 50:31 sampai 50:33 tidak.

Tanda kutip di akhir terjemahan menutup ucapan yang dibuka di 50:32. Arabnya tidak memuat penanda akhir ucapan, tetapi 50:35 beralih ke kata ganti "mereka" untuk penerima dan "Kami" untuk pembicara, dan terjemahan menutup kutipan di akhir 50:34.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan yang dibuka di 50:32 dengan satu perintah dan satu penunjukan. Urutan di rangkaian ini terbaca bertahap: taman didekatkan di 50:31, benda yang dijanjikan ditunjuk di 50:32, penerimanya diuraikan di 50:33, lalu di 50:34 mereka diperintah masuk. Ayat-ayat di sekitarnya, yaitu 50:31 sampai 50:33 dan 50:35, tidak memuat kata kerja perintah. Ayat ini memuatnya dalam bentuk jamak, sama dengan sapaan "kalian" di 50:32. Teks tidak menyatakan bahwa orang yang diperintah sama dengan orang yang diuraikan sifatnya di 50:33, tetapi urutan ayatnya memungkinkan bacaan itu.

Di tiga ayat yang memuat perintah masuk ke taman, setiap perintah disertai satu keterangan yang berbeda. Di 15:46 keterangannya aman, di 39:73 kekal, dan di 50:34 sejahtera disusul pernyataan tentang hari. Di 39:73 perintah masuk didahului ucapan salam dan pernyataan bahwa mereka telah berbuat baik, sedangkan di 50:34 perintah masuk langsung membuka ayat tanpa ucapan pendahuluan. Ketiganya berada di tiga surah yang berbeda.

Ayat 50:34 berakhir dengan kata hari, dan kata itu juga membuka bagian yang dimulai di 50:30. Dengan demikian rangkaian dari 50:30 sampai 50:34 diapit dua penyebutan hari: hari ketika Jahanam ditanya, dan hari yang disebut kekal. Surah ini menyebut hari dengan tiga nama dalam kerangka yang sama, yaitu hari yang diancamkan di 50:20, hari yang kekal di 50:34, dan hari keluar di 50:42. Ketiga ayat itu tidak saling menafsirkan, dan tiap nama menyorot satu segi dari rangkaian peristiwa yang dituturkan surah.

Isi taman belum disebut di ayat ini. Daftar itu baru datang di 50:35, dengan "apa yang mereka kehendaki" dan "tambahan di sisi Kami". Karena itu 50:34 berdiri sebagai ambang: sesudah didekatkan dan dijanjikan, sebelum isi disebut, ayat ini menuliskan perintah masuk dan cara memasukinya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 50:34 dibuka dengan perintah masuk. Di 39:73 perintah serupa didahului salam dan pernyataan bahwa mereka telah berbuat baik, sedangkan di 50:34 perintah itu menjadi kalimat pertama. Pembaca yang terbiasa menunggu isyarat bahwa dirinya sudah pantas melangkah dapat memperhatikan bagaimana ayat ini menaruh kata kerja masuk di tempat yang di 39:73 diisi ucapan pendahuluan. Ketika ada yang berkata "masuklah" dan taman sudah didekatkan, apa lagi yang masih ditunggu pembaca di ambangnya?
  • Kata salaam di 50:34 didahului "dengan" dan menyebut cara memasuki. Di 39:73 kata yang sama menjadi ucapan, "atas kalian". Pembaca dapat membedakan dua hal itu pada dirinya: sejahtera yang dikatakan kepada orang lain dan sejahtera yang dibawa masuk sebagai keadaan. Ayat ini menyebut yang kedua. Di 11:48 kata bi-salaamin menyertai perintah turun dan disusul "dari Kami", sehingga pemberinya tertulis: Allah yang berbicara dengan "Kami". Di 50:34 pemberinya tidak tertulis. Di sini kata kerja masuk ditemani sebuah keadaan. Bila hari ini pembaca masuk ke sebuah ruangan, percakapan, atau keputusan, keadaan apa yang ikut masuk bersamanya, dan siapa yang pertama merasakannya?
  • Kata khuld di 25:15 menyifati taman, dan di 41:28 menyifati tempat tinggal. Di 50:34 kata khuluud menyifati hari. Pembaca yang membayangkan keabadian sebagai sebuah tempat besar yang tersedia dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut sebuah hari sebagai kekal. Kekekalan di sini melekat pada waktu. Bila kekekalan dipahami sebagai sebuah hari, apa yang berubah dalam cara pembaca memandang hari-harinya sekarang?
  • Surah ini menamai hari dengan tiga kata: ancaman di 50:20, kekekalan di 50:34, dan keluar di 50:42. Tiga ayat itu memakai kerangka yang sama, "itu hari", lalu kata benda yang menyorot satu segi. Pembaca yang hanya memiliki satu nama untuk hari yang dituturkan surah, entah nama yang menakutkan atau nama yang menenangkan, dapat memperhatikan bahwa surah ini membiarkan nama-nama itu berdampingan. Ketiganya tidak saling membatalkan. Kata hari juga membuka 50:30, hari ketika Allah berkata kepada Jahanam dengan "Kami". Nama mana yang paling sering dipakai pembaca, dan segi mana dari hari itu yang tidak pernah tertangkap oleh nama tersebut?
  • Ayat 50:34 tidak menyebut apa yang ada di dalam. Isinya baru disebut di 50:35, tempat Allah berbicara dengan "Kami" tentang apa yang dikehendaki penghuni dan tambahan di sisi-Nya, sesudah perintah masuk dan pernyataan tentang hari. Pembaca yang ingin mengetahui isi lebih dulu sebelum mau melangkah dapat membandingkan urutan ini dengan kebiasaan sendiri. Ayat 50:31 sampai 50:34 menaruh taman, janji, penerima, dan perintah masuk di depan, dan daftar keinginan di belakang. Ayat tidak menjelaskan alasan urutannya. Dalam keputusan terakhir yang diambil pembaca, apakah isinya diketahui lebih dulu, atau pintunya lebih dulu terbuka?
  • Kata kerja masuk di 50:34 berbentuk jamak, ditujukan kepada beberapa orang sekaligus. Ayat tidak menyebut siapa yang melangkah lebih dulu, dan tidak menyebut urutan di antara mereka. Pembaca yang membayangkan hari itu sebagai urusan seorang diri dengan dirinya dapat memperhatikan bentuk kata kerja ini, yang menyapa banyak orang dalam satu perintah. Di 39:73 perintah masuk juga berbentuk jamak, dan disusul kata kekal yang juga jamak, khaalidiina. Siapa yang terbayang di sisi pembaca ketika kalimat itu dibacakan, dan apakah mereka sudah dikenalnya sekarang?