لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

Bagi mereka di dalamnya apa yang mereka kehendaki, dan di sisi Kami ada tambahan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَاlahum maa yasyaa'uuna fiihaabagi mereka di dalamnya apa yang mereka kehendaki
  2. وَلَدَيْنَا مَزِيدٌwa-ladaynaa maziidundan di sisi Kami ada tambahan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَهُمْlahumbagi mereka
  2. مَاmaaapa yang
  3. يَشَاءُونَyasyaa'uunamereka kehendaki
  4. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  5. وَلَدَيْنَاwa-ladaynaadan di sisi Kami
  6. مَزِيدٌmaziiduntambahan

Inti bacaan

Dalam Al-Qur'an (مَزِيدٌ, maziidun) tercatat di 50:30 dan 50:35 saja.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", tersusun dari (لِ, li-) yang berarti "bagi" dan (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Ayat 50:34 memakai sapaan "kalian", dan ayat ini beralih ke orang ketiga tanpa menyebut siapa "mereka". Ayat 50:31 menyebut orang-orang bertakwa, tetapi ayat ini tidak mengulang sebutan itu, sehingga terjemahan tidak menambahkannya.

Kata (مَا يَشَاءُونَ, maa yasyaa'uuna) yang berarti "apa yang mereka kehendaki" memakai kata kerja yasyaa'uuna dari akar ش-ي-أ. Bentuk maa yasyaa'uuna muncul 5 kali, yaitu di 16:31, 25:16, 39:34, 42:22, dan 50:35, dan di kelimanya disertai lahum. Di 16:31 dan 25:16, (لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ, lahum fiihaa maa yasyaa'uuna) menaruh "di dalamnya" sebelum kehendak itu. Di 39:34 dan 42:22 tempat kehendak itu ada di (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim) yang berarti "di sisi Tuhan mereka". Di 50:35 "di dalamnya" ditaruh sesudah kehendak, dan "di sisi" dipakai untuk hal lain, yaitu tambahan. Orang-orang bertakwa disebut di dekat empat dari lima ayat itu: di 16:31 sendiri, di 25:15, di 39:33, dan di 50:31. Ayat 42:22 menyebut orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Kata (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya" memakai akhiran perempuan tunggal, dan benda yang ditunjuk tidak disebut di 50:35, sehingga terjemahan tidak menulis "taman".

Kata (وَلَدَيْنَا, wa-ladaynaa) yang berarti "dan di sisi Kami" tersusun dari (وَ, wa-) "dan", laday "di sisi", dan akhiran (نَا, -naa) "Kami". Bentuk ladaynaa muncul tujuh kali, yaitu di 12:54, 23:62, 36:32, 36:53, 43:4, 50:35, dan 73:12, dan dengan awalan wa- hanya di 23:62 dan 50:35. Benda yang berada di sisi itu berbeda-beda: kitab di 23:62 dan 43:4, semua yang dihadirkan di 36:32 dan 36:53, serta di 73:12, (إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا وَجَحِيمًا, inna ladaynaa ankaalan wa-jahiiman) yang berarti "sesungguhnya di sisi Kami ada belenggu-belenggu dan neraka yang menyala-nyala". Di 12:54 kata itu muncul dalam ucapan seorang raja, sehingga pembicaranya manusia. Di surah ini kata laday muncul lima kali, yaitu 50:18, 50:23, 50:28, 50:29, dan 50:35, dengan pemilik sisi yang berganti: sisi seorang manusia di 50:18, sisi teman di 50:23, dan sisi pembicara yang berkata "Aku" di 50:28 dan 50:29. Di 50:35 pemilik sisi itu "Kami".

Kata (مَزِيدٌ, maziidun) yang berarti "tambahan" berakar ز-ي-د, dan korpus morfologi menandainya sebagai bentuk pasif, "yang ditambahkan". Kata ini muncul dua kali, keduanya di surah ini. Di 50:30, (هَلْ مِنْ مَزِيدٍ, hal min maziidin) berarti "adakah tambahan", dan di 50:35 kata yang sama berdiri tanpa hal dan tanpa min. Akar yang sama dipakai dalam bentuk lain untuk balasan yang baik. Di 10:26, (الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ, al-husnaa wa-ziyaadatun) berarti "yang terbaik dan tambahan". Di 24:38 dan 35:30, (وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziidahum min fadhlihi) berarti "dan menambah karunia-Nya", dan kata kerja yang sama dengan awalan lain ada di 4:173 dan 42:26. Di empat ayat itu yang ditambahkan disebut, yaitu karunia. Di 50:35 yang ditambahkan tidak diperinci, dan terjemahan memakai "tambahan" tanpa "karunia" atau "kebaikan".

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 50:31 sampai 50:35 dengan dua pernyataan tentang isi taman yang sebelumnya hanya disebut sebagai tempat masuk. Pernyataan pertama menyangkut kehendak penghuninya, dan yang kedua menyangkut sesuatu yang berada di sisi pembicara. Di 50:34 ucapan berakhir pada perintah masuk dan hari yang kekal, dan 50:35 membuka sisi lain dari pemandangan itu: apa yang ada bagi mereka.

Dua tempat disebut dalam satu ayat. Kehendak berada di dalam, dan tambahan berada di sisi Kami. Ayat-ayat lain memisahkan kedua tempat itu: 16:31 dan 25:16 menyebut "di dalamnya", sedangkan 39:34 dan 42:22 menyebut "di sisi Tuhan mereka". Ayat 50:35 memuat keduanya, sehingga memperlihatkan bahwa apa yang dikehendaki dan apa yang ditambahkan dibicarakan sebagai dua hal yang berbeda. Teks tidak menyatakan apakah tambahan itu berada di dalam taman, di luarnya, atau melampaui keduanya.

Kata maziid memberi ayat ini kaitan dengan 50:30. Di sana kata itu keluar dari mulut Jahanam sebagai pertanyaan, "adakah tambahan", dan di sini kata itu menjadi pernyataan tentang apa yang ada di sisi Kami. Dua ayat itu berjarak lima ayat dan berada di dua adegan yang berbeda, dan teks tidak menyatakan bahwa tambahan di keduanya sama isinya. Surah ini memakai satu kata yang sama di dua tempat yang berlawanan.

Setelah pemandangan ini, 50:36 membuka dengan (وَكَمْ أَهْلَكْنَا, wa-kam ahlaknaa) yang berarti "dan betapa banyak yang Kami binasakan". Perpindahan itu terjadi tanpa jeda dan tanpa penanda adegan baru, dengan awalan wa- yang sama seperti di 50:31. Rangkaian taman karena itu berdiri di antara dua bagian yang membicarakan kebinasaan: Jahanam di 50:30 dan generasi terdahulu di 50:36.

Renungan dan Hikmah

  • Di lima ayat yang memuat maa yasyaa'uuna, kehendak penghuninya ditulis tanpa batas, tanpa daftar, dan tanpa syarat. Pembaca yang terbiasa menurunkan keinginannya lebih dulu supaya tidak kecewa dapat memperhatikan bahwa frasa ini dipakai berulang untuk orang-orang bertakwa dan orang yang beriman, tanpa menawar besar-kecilnya. Di 39:34 dan 42:22 kehendak itu disebut berada di sisi Tuhan mereka. Ayat 50:35 tidak menyebut apa isi kehendak itu. Kalau keinginan yang selama ini disimpan rapat-rapat boleh disebut dengan jelas, apa yang pertama kali akan ditulis?
  • Kata ladaynaa di 50:35 menaruh tambahan di sisi Allah yang berbicara dengan "Kami", dan kata yang sama di 73:12 menaruh belenggu dan neraka yang menyala-nyala di sisi Allah yang berbicara dengan "Kami" pula. Dua ayat itu berasal dari dua surah dan dua adegan, sehingga tidak dibaca sebagai satu rangkaian. Keduanya memperlihatkan bahwa sisi itu disebut memuat tambahan di satu ayat dan belenggu di ayat lain. Pembaca yang lebih mudah mengingat salah satu dari dua isi itu dapat memperhatikan kecenderungannya sendiri. Isi mana yang lebih sering dipanggil ke dalam ingatan, dan apa yang membuat isi yang lain jarang datang?
  • Kata maziid di 50:30 diucapkan Jahanam sebagai pertanyaan, "adakah tambahan", dan di 50:35 kata yang sama ditulis sebagai sesuatu yang ada di sisi Allah, yang berbicara dengan "Kami". Pembaca yang pernah mengucapkan kata "tambah" ketika merasa kurang, entah tambah waktu, tambah uang, atau tambah pengakuan, dapat memperhatikan bahwa Al-Qur'an memberi kata itu dua pemilik di dua adegan. Teks tidak menyatakan bahwa isi tambahannya sama. Ketika kata "tambah" keluar dari mulut pembaca minggu ini, kepada pihak mana pembaca meminta, dan apa yang ingin ditambahkan?
  • Ayat 50:35 menyambung dua kalimat dengan wa-: kehendak penghuni, lalu tambahan di sisi Kami. Susunan itu dapat dibaca bahwa sesudah apa yang dikehendaki ada sesuatu lagi yang tidak berasal dari kehendak mereka. Pembaca yang mengira keinginan terpenuhi adalah ujung segala urusan dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak berhenti di titik itu. Bacaan ini tetap sebuah pembacaan, karena teks tidak menyebut isi tambahan dan tidak menyatakan hubungannya dengan kehendak. Bila semua yang diinginkan sudah di tangan, apa yang masih dicari pembaca di luar daftar keinginannya?
  • Ayat 50:34 menyapa dengan "kalian", dan ayat 50:35 membicarakan "mereka" dengan "Kami" sebagai pemilik tambahan. Dalam dua ayat yang berurutan, pembaca ditempatkan sebagai yang disapa dan sebagai yang dibicarakan. Teks tidak menyatakan bahwa "kalian" dan "mereka" adalah orang yang sama. Pembaca yang lebih mudah mendengar dirinya dalam sapaan langsung daripada dalam penuturan tentang pihak lain dapat memperhatikan bahwa kedua bentuk itu hadir berdampingan. Dari dua cara membaca itu, mana yang terasa lebih jujur kepada dirinya sendiri?
  • Sesudah 50:35, ayat 50:36 membuka dengan wa-kam ahlaknaa, "dan betapa banyak yang Kami binasakan", tanpa jeda dan tanpa penanda adegan baru. Pembaca yang menyimpan gambaran taman sampai ke ayat berikutnya mendapati bahwa teks tidak berhenti untuk membiarkannya tinggal. Pemandangan ini lewat dalam satu ayat. Gambaran mana dari bacaan hari ini yang tetap tinggal setelah halaman dibalik, dan gambaran mana yang cepat hilang ketika kata pertama ayat berikutnya terbaca?