وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ
Dan betapa banyak generasi yang Kami binasakan sebelum mereka, yang lebih kuat kekuatannya daripada mereka; lalu mereka menjelajah ke berbagai negeri. Adakah tempat pelarian?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًاwa-kam ahlaknaa qablahum min qarnin hum asyaddu minhum bathsyandan betapa banyak generasi yang Kami binasakan sebelum mereka, yang lebih kuat kekuatannya daripada mereka
- فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍfa-naqqabuu fii l-bilaadi hal min mahiishinlalu mereka menjelajah ke berbagai negeri; adakah tempat pelarian
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَكَمْwa-kamdan betapa banyak
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- مِنْmindari
- قَرْنٍqarningenerasi
- هُمْhummereka
- أَشَدُّasyaddulebih sangat
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- بَطْشًاbathsyankekuatan
- فَنَقَّبُواfa-naqqabuumaka mereka menjelajah
- فِيfiidi
- الْبِلَادِl-bilaadinegeri
- هَلْhalapakah
- مِنْmindari
- مَحِيصٍmahiishintempat lari
Inti bacaan
Rangkaian wa-kam ahlaknaa qablahum min qarnin muncul tiga kali di Al-Qur'an (19:74, 19:98, 50:36), dan hanya 50:36 yang menutupnya dengan pertanyaan tentang tempat pelarian, hal min mahiishin.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَكَمْ أَهْلَكْنَا, wa-kam ahlaknaa) yang berarti "dan betapa banyak yang Kami binasakan". Kata (كَمْ, kam) menanyakan jumlah, dan di sini dipakai untuk menyatakan jumlah yang besar tanpa menyebut angkanya. Kata kerja (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa) berakar ه-ل-ك dan pelakunya "Kami". Rangkaian lengkapnya, (وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ, wa-kam ahlaknaa qablahum min qarnin), muncul tiga kali di dua surah, yaitu 19:74, 19:98, dan 50:36. Di 19:74 rangkaian itu disusul (هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا, hum ahsanu atsaatsan wa-ri'yan) yang berarti "yang lebih bagus perkakasnya dan penampilannya", dan di 19:98 disusul (هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ, hal tuhissu minhum min ahadin) yang berarti "apakah engkau melihat salah seorang dari mereka". Kata (قَبْلَهُمْ, qablahum) yang berarti "sebelum mereka" di surah 50 hanya ada di dua ayat, yaitu 50:12 dan 50:36. Di 50:12, (كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ, kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa-ashaabu r-rassi wa-tsamuudu) berarti "sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan Tsamud telah mendustakan". Ayat 50:36 tidak menyebut satu nama pun dari daftar itu.
Kata (قَرْنٍ, qarnin) berakar ق-ر-ن dan diterjemahkan "generasi". Rangkaian (مِنْ قَرْنٍ, min qarnin) muncul lima kali di empat surah, yaitu 6:6, 19:74, 19:98, 38:3, dan 50:36. Di kelima ayat itu kata bendanya tunggal, tetapi kata yang menyusulnya berbentuk jamak. Di 6:6 ada (مَكَّنَّاهُمْ, makkannaahum) yang berarti "Kami teguhkan mereka", di 19:74 dan 50:36 ada (هُمْ, hum) yang berarti "mereka", di 19:98 ada (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka", dan di 38:3 ada (فَنَادَوْا, fa-naadaw) yang berarti "lalu mereka berteriak". Karena itu qarnin menunjuk sekelompok orang, tidak seorang. Ayat-ayat itu tidak menyebut berapa lama satu generasi atau berapa banyak anggotanya.
Bagian tengah ayat memuat perbandingan, dengan kata (أَشَدُّ, asyaddu) yang berakar ش-د-د dan berarti "lebih kuat", serta kata (بَطْشًا, bathsyan) yang berakar ب-ط-ش dan menjawab pertanyaan "kuat dalam hal apa". Bentuk bathsyan muncul dua kali, yaitu di 43:8 dan 50:36. Di 43:8, (أَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا, asyadda minhum bathsyan) berarti "yang lebih keras kekuatannya daripada mereka", dan kalimat itu disusul (وَمَضَىٰ مَثَلُ الْأَوَّلِينَ, wa-madhaa matsalu l-awwaliina) yang berarti "dan telah berlalu perumpamaan orang-orang yang terdahulu". Akar ب-ط-ش dipakai di delapan ayat, yaitu 7:195, 26:130, 28:19, 43:8, 44:16, 50:36, 54:36, dan 85:12. Di 26:130, (بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ, bathasytum bathasytum jabbaariina) berarti "kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis", dan di 85:12, (إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ, inna bathsya rabbika la-syadiidun) berarti "sesungguhnya hantaman Tuhanmu benar-benar keras". Ketiga ayat yang memuat akar ش-د-د dan ب-ط-ش bersama di seluruh Al-Qur'an adalah 43:8, 50:36, dan 85:12. Terjemahan memakai "kekuatannya" di 43:8 dan 50:36 karena kalimat Indonesia di sana membandingkan dua kelompok orang, sedangkan "hantaman" terbaca sebagai satu perbuatan. Padanan yang lebih dekat ke akarnya tetap "hantaman", seperti di 85:12. Di 41:15 kekuatan disebut dengan kata lain, (أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً, asyaddu minhum quwwatan), dan terjemahan di sana juga memakai "kekuatan", sehingga pembaca tidak bisa membedakan bathsyan dari quwwatan lewat terjemahan saja.
Kata (فَنَقَّبُوا, fa-naqqabuu) yang berarti "lalu mereka menjelajah" berakar ن-ق-ب, dan bentuk persis ini hanya ada di 50:36. Akar ن-ق-ب muncul di tiga ayat, yaitu 5:12 dengan (نَقِيبًا, naqiiban) yang berarti "pemimpin", 18:97 dengan (نَقْبًا, naqban) dalam (وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا, wa-maa stathaa'uu lahu naqban) yang berarti "dan tidak sanggup pula melubanginya", dan 50:36. Arti konkret akar ini tertulis di 18:97, yaitu membuat lubang pada sesuatu yang keras. Karena itu bentuk kedua di 50:36 dapat dibaca "menerobos". Terjemahan memakai "menjelajah" karena yang dimasuki adalah (الْبِلَادِ, l-bilaadi) yang berarti "negeri-negeri", ruang yang luas, sedangkan benda yang dilubangi tidak ada di ayat ini. Rangkaian (فِي الْبِلَادِ, fii l-bilaadi) muncul lima kali di empat surah, yaitu 3:196, 40:4, 50:36, 89:8, dan 89:11. Di 3:196, (تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ, taqallubu lladziina kafaruu fii l-bilaadi) berarti "bolak-baliknya orang-orang yang kufur di negeri-negeri", dan 40:4 memuat ungkapan serupa. Di 89:11, (الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ, alladziina thaghaw fii l-bilaadi) berarti "yang melampaui batas di negeri-negeri". Terjemahan 50:36 memakai "berbagai negeri" untuk bentuk jamaknya, tanpa tambahan "untuk mencari tempat lari", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Pertanyaan penutup memakai (هَلْ مِنْ مَحِيصٍ, hal min mahiishin) yang berarti "adakah tempat pelarian". Kata (مَحِيصٍ, mahiishin) berakar ح-ي-ص dan muncul lima kali di lima ayat, yaitu 4:121, 14:21, 41:48, 42:35, dan 50:36. Empat dari lima ayat itu menyatakannya sebagai penyangkalan: (مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ, maa lanaa min mahiishin) di 14:21, (مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ, maa lahum min mahiishin) di 41:48 dan 42:35, dan (وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا, wa-laa yajiduuna 'anhaa mahiishan) di 4:121. Di 50:36 pernyataan itu menjadi pertanyaan. Susunan (هَلْ مِنْ, hal min) muncul dua belas kali di lima surah, yaitu 10:34, 10:35, 30:40, 35:3, 50:30, 50:36, 54:15, 54:17, 54:22, 54:32, 54:40, dan 54:51. Di surah 50 ada dua, dan pasangannya di 50:30 adalah (هَلْ مِنْ مَزِيدٍ, hal min maziidin) yang berarti "adakah tambahan", pertanyaan yang diucapkan Jahanam. Terjemahan memakai "adakah" untuk hal min di kedua ayat itu. Ayat 50:36 tidak menyebut siapa yang bertanya.
Tanda tanya di ujung terjemahan mengikuti hal min yang membuka pertanyaan, dan 50:37 dibuka dengan kalimat baru.
Tafsiran
Ayat ini berpindah dari kabar tentang taman di 50:34 dan 50:35 ke kabar tentang kebinasaan yang sudah terjadi, dan perpindahan itu terbaca dari kata kerja lampau (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa). Isinya tiga hal yang berurutan: generasi yang lebih kuat dibinasakan, mereka menjelajah berbagai negeri, lalu muncul pertanyaan apakah ada tempat pelarian.
Rangkaian pembuka ayat ini dipakai juga di tempat lain, dan tiap tempat melanjutkannya ke arah berbeda. Ayat 19:74 melanjutkan ke perkakas dan penampilan, 19:98 ke pertanyaan apakah masih ada yang terlihat atau terdengar dari mereka, dan 38:3, yang memakai (كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ, kam ahlaknaa min qablihim min qarnin), melanjutkan ke (فَنَادَوْا وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ, fa-naadaw wa-laata hiina manaashin) yang berarti "lalu mereka berteriak, padahal bukanlah saat untuk melepaskan diri". Ayat 50:36 memilih kekuatan dan jangkauan, lalu berakhir pada pertanyaan tentang pelarian. Dengan 38:3 ayat ini menyentuh soal yang berdekatan dari dua sisi. Di 38:3 waktu untuk melepaskan diri sudah lewat ketika mereka berteriak, sedangkan di 50:36 pertanyaan diajukan tanpa menyebut waktu.
Perbandingan di tengah ayat menaruh kelompok yang dibicarakan di posisi lebih lemah, sebab generasi yang dibinasakan disebut lebih kuat daripada mereka. Ayat tidak mengatakan generasi itu binasa karena kekuatannya atau sekalipun punya kekuatan. Ayat menuliskan bahwa kekuatan besar dan kebinasaan sama-sama ada pada generasi yang sama.
Gerak menjelajah negeri punya tempat sendiri di Al-Qur'an. Di 3:196 gerak orang-orang yang kufur di negeri-negeri disebut sebagai hal yang tidak boleh memperdayai orang yang disapa, dan 40:4 mengulang larangan itu. Ayat 50:36 menaruh gerak yang serupa pada kelompok yang sudah dibinasakan. Kedua ayat tidak saling menjelaskan, karena 3:196 dan 40:4 berbicara tentang orang yang masih bergerak, sedangkan 50:36 tentang kelompok yang sudah berlalu. Pembaca yang membawa 3:196 ke 50:36 mendapati gerak di negeri-negeri yang berakhir pada kelompok lain.
Pertanyaan penutup tidak dijawab di dalam ayat ini. Pola serupa ada di 50:30, tempat pertanyaan Jahanam (هَلْ مِنْ مَزِيدٍ, hal min maziidin) juga dibiarkan tanpa jawaban di ayatnya. Di 14:21, 41:48, dan 42:35 tidak adanya tempat pelarian tertulis sebagai pernyataan. Ayat 50:36 meletakkan pertanyaan itu di tempat pembaca dapat menjawabnya sendiri, dan ayat 50:37 yang menyusul beralih ke peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Generasi di 50:36 disebut lebih kuat daripada orang-orang yang diajak bicara, dan di ayat yang sama mereka dibinasakan. Di 41:15 kaum Ad bertanya, (مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, man asyaddu minnaa quwwatan) yang berarti "Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?", lalu ayat itu menjawab dengan perbandingan lain, yaitu Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak disamakan. Keduanya menaruh kekuatan di dalam sebuah perbandingan. Pembaca dapat melihat angka yang biasa dipegangnya untuk merasa aman, seperti tabungan, jabatan, atau jumlah orang yang bisa dimintai tolong, lalu bertanya angka itu dibandingkan dengan siapa.
- Generasi di 50:36 digambarkan bergerak jauh, sebab mereka menjelajah ke berbagai negeri. Di 3:196 gerak orang-orang yang kufur di negeri-negeri disebut sebagai hal yang tidak boleh memperdayai orang yang disapa, dan 40:4 memakai kata (تَقَلُّبُهُمْ, taqallubuhum) yang berarti "bolak-balik mereka". Ayat 50:36 tidak menghubungkan dirinya dengan kedua ayat itu. Ayat ini menaruh gerak yang luas di samping akhir sebuah kelompok, yaitu kebinasaan yang dinyatakan Allah dengan kata "Kami", tanpa tambahan lain. Pembaca yang mengukur keberhasilan dari jangkauan, entah jaringan kenalan, usaha di beberapa kota, atau tempat tinggal di beberapa negara, dapat bertanya apa yang tersisa dari jangkauan itu sebagai tanda selamat bila ukurannya diletakkan di samping ayat ini.
- Ayat 50:36 berakhir pada pertanyaan, sedangkan 14:21, 41:48, dan 42:35 menyampaikan hal serupa sebagai pernyataan bahwa tidak ada tempat pelarian. Dalam bentuk pernyataan jawabannya sudah tertulis, dan di 14:21 pernyataan itu diucapkan mereka yang berkumpul menghadap Allah. Dalam bentuk pertanyaan jawabannya belum. Ayat ini memakai bentuk yang kedua, dan ayat berikutnya tidak menuliskan jawabannya. Pembaca dapat mencatat jawaban apa yang muncul pertama dalam dirinya sebelum membaca 50:37, lalu menimbang dari mana jawaban itu datang, dari ayat-ayat yang sudah dibacanya atau dari kebiasaannya berpikir tentang rasa aman.
- Di 6:6 daftar kebinasaan serupa berakhir dengan (وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ, wa-ansya'naa min ba'dihim qarnan aakhariina) yang berarti "dan Kami tumbuhkan sesudah mereka generasi yang lain". Ayat 50:36 tidak memuat kalimat itu. Namun kata "sebelum mereka" di awalnya menempatkan generasi yang dibinasakan lebih dulu daripada yang disapa, sehingga yang disapa berdiri di urutan sesudahnya. Pembaca yang menyadari dirinya berada dalam urutan itu dapat bertanya apa yang akan ditemukan generasi sesudahnya di tempat berdirinya sekarang, dan apakah yang ditemukan itu sesuatu yang layak dibicarakan.
- Ayat 50:36 tidak menyebut satu nama pun, padahal 50:12 sampai 50:14 memuat daftar nama bangsa yang mendustakan. Generasi yang lebih kuat itu hanya disebut dengan ukuran, yaitu betapa banyak dan seberapa kuat. Di 19:98 rangkaian pembukanya disusul pertanyaan ke arah lain, (هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ, hal tuhissu minhum min ahadin) yang berarti "apakah engkau melihat salah seorang dari mereka", lalu (أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا, aw tasma'u lahum rikzan) yang berarti "atau mendengar bisikan mereka". Kedua ayat membicarakan kelompok tanpa nama dan tidak dihubungkan satu sama lain. Pembaca dapat membayangkan seandainya orang hanya mengingat ukuran dirinya dan melupakan namanya, apa kira-kira yang akan disebut tentang dirinya.
- Di 38:3 generasi yang dibinasakan berteriak ketika (وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ, wa-laata hiina manaashin) yang berarti "bukanlah saat untuk melepaskan diri". Ayat 50:36 menanyakan hal yang berdekatan, yaitu tempat pelarian, tanpa menyebut bahwa waktunya sudah habis. Kedua ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda dan tidak disamakan. Bila dibaca berdampingan, waktu bertanya menjadi bagian dari isi pertanyaan, sebab teriakan di 38:3 datang sesudah saatnya lewat, sedangkan pertanyaan di 50:36 dapat dibaca sebagai pertanyaan yang masih bisa diajukan. Pembaca dapat menimbang kapan terakhir bertanya tentang tempat berlindung bagi dirinya, dan apakah pertanyaan itu diajukan dengan tenang atau sambil berteriak.