إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌinna fii dzaalika la-dzikraa li-man kaana lahu qalbunsesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati
- أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌaw alqaa s-sam'a wa-huwa syahiidunatau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan
Terjemahan per kata (13 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَذِكْرَىٰla-dzikraabenar-benar peringatan
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- كَانَkaanaadalah
- لَهُlahubaginya
- قَلْبٌqalbunhati
- أَوْawatau
- أَلْقَىalqaamelemparkan
- السَّمْعَs-sam'apendengaran
- وَهُوَwa-huwasedang ia
- شَهِيدٌsyahiidunmenyaksikan
Inti bacaan
Kriteria penerima pelajaran 'orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan', kombinasi kepekaan batin dan perhatian aktif sebagai syarat memperoleh manfaat dari kisah yang disampaikan.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itu'.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa peringatan sejarah hanya bermakna bagi mereka yang menggunakan hati dan pendengarannya dengan sungguh-sungguh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua pintu masuk. Lewat hati. Atau lewat telinga.
- Kata menggunakan dipakai untuk pendengaran, bukan kata memiliki. Telinganya ada pada semua. Yang memakainya tidak semua.
- Syarat ketiga ditambahkan: dia menyaksikan. Allah menuntut kehadiran. Bukan sambil memikirkan yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.