فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
Maka, bersabarlah engkau terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَfa-shbir 'alaa maa yaquuluunamaka, bersabarlah engkau terhadap apa yang mereka katakan
- وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِwa-sabbih bi-hamdi rabbika qabla thuluu'i sy-syamsi wa-qabla l-ghuruubidan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
- بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- قَبْلَqablasebelum
- طُلُوعِthuluu'iterbit
- الشَّمْسِsy-syamsimatahari
- وَقَبْلَwa-qabladan sebelum
- الْغُرُوبِl-ghuruubiterbenam
Inti bacaan
Rangkaian fa-shbir 'alaa maa yaquuluuna muncul dua kali di Al-Qur'an (20:130, 50:39), dan keduanya disusul wa-sabbih bi-hamdi rabbika qabla thuluu'i sy-syamsi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah". Kata (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung perintah ini dengan ayat sebelumnya tanpa menyebut ayat mana yang menjadi alasannya. Kata kerja shbir berakar ص-ب-ر dan berbentuk perintah untuk satu orang, sehingga terjemahan menambahkan "engkau" karena Arabnya tidak memuat kata ganti terpisah. Rangkaian (فَاصْبِرْ, fa-shbir) muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 11:49, 20:130, 30:60, 40:55, 40:77, 46:35, 50:39, 68:48, 70:5, 74:7, dan 76:24. Bila disambung dengan (عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, 'alaa maa yaquuluuna) yang berarti "terhadap apa yang mereka katakan", perintah sabar muncul di empat ayat, yaitu 20:130, 38:17, 50:39, dan 73:10. Bentuk persis (فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, fa-shbir 'alaa maa yaquuluuna) ada di dua ayat, yaitu 20:130 dan 50:39, sedangkan 38:17 memakai (اصْبِرْ, ishbir) tanpa awalan dan 73:10 memakai (وَاصْبِرْ, wa-shbir) dengan wa.
Kata (يَقُولُونَ, yaquuluuna) berakar ق-و-ل dan berbentuk yang menandai perbuatan sedang atau terus berlangsung, sehingga "apa yang mereka katakan" meliputi ucapan yang masih terjadi. Ayat tidak menyebut isi ucapan itu dan tidak menyebut siapa "mereka". Ucapan orang-orang kafir yang dikutip lebih awal di surah ini ada di 50:2 dan 50:3, tetapi 50:39 tidak menunjuknya.
Kata (وَسَبِّحْ, wa-sabbih) yang berarti "dan bertasbihlah" berakar س-ب-ح dan juga berbentuk perintah untuk satu orang. Rangkaian (سَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ, sabbih bi-hamdi rabbika) muncul enam kali di enam surah, yaitu 15:98, 20:130, 40:55, 50:39, 52:48, dan 110:3, dan terjemahan memakai "bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu" di keenamnya. Kata (بِحَمْدِ, bi-hamdi) berasal dari akar ح-م-د dengan awalan (بِ, bi-) yang berarti "dengan". Dari keenam ayat itu, empat memuat perintah sabar lebih dulu, yaitu 20:130, 40:55, 50:39, dan 52:48. Di 40:55 ada perintah lain di antaranya, (وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ, wa-staghfir li-dzanbika) yang berarti "dan mohonlah ampun untuk dosamu". Di 15:98 dan 110:3 tidak ada perintah sabar. Kata (رَبِّكَ, rabbika) berakar ر-ب-ب dan berarti "Tuhanmu", dengan akhiran -ka yang menunjuk orang yang diajak bicara.
Dua waktu disebut dalam ayat ini, yaitu (قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ, qabla thuluu'i sy-syamsi) yang berarti "sebelum terbitnya matahari" dan (وَقَبْلَ الْغُرُوبِ, wa-qabla l-ghuruubi) yang berarti "dan sebelum terbenam". Kata (قَبْلَ, qabla) berarti "sebelum" dan diulang untuk tiap waktu, sedangkan terjemahan memakai satu "sebelum" yang berlaku untuk keduanya. Rangkaian qabla thuluu'i sy-syamsi muncul dua kali, yaitu di 20:130 dan 50:39. Pasangannya di 20:130 adalah (وَقَبْلَ غُرُوبِهَا, wa-qabla ghuruubihaa) dengan akhiran -haa yang menunjuk matahari. Di 50:39 kata (الْغُرُوبِ, l-ghuruubi) berdiri dengan kata sandang al- tanpa kata ganti, dan bentuk itu muncul sekali, di 50:39. Terjemahan 50:39 menyambungkannya ke "matahari" lewat "terbit dan terbenamnya matahari", mengikuti 20:130 yang memuat -haa. Ayat berikutnya, 50:40, melanjutkan dengan (وَمِنَ اللَّيْلِ, wa-mina l-layli) yang berarti "dan pada sebagian malam".
Tafsiran
Ayat ini mengubah isi surah dari kabar menjadi perintah. Ayat 50:36 sampai 50:38 memuat kabar tentang generasi yang dibinasakan, peringatan, dan penciptaan tanpa lelah, dan tidak satu pun perintah. Ayat 50:39 dibuka dengan perintah dan memuat dua kegiatan, yaitu bersabar dan bertasbih. Kegiatan pertama menghadap ucapan orang lain, dan kegiatan kedua menghadap Tuhan yang disebut lewat rabbika.
Perintah ini tidak disertai alasan di dalam ayatnya. Di 40:55 perintah sabar disertai (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar", dan di 52:48 disertai (فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا, fa-innaka bi-a'yuninaa) yang berarti "karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami". Di 20:130, yang bagian awalnya hampir sama dengan 50:39, rangkaian itu ditutup (لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ, la'allaka tardhaa) yang berarti "agar engkau merasa tenang". Ayat 50:39 tidak memuat alasan maupun tujuan, dan kata fa di awalnya menyambungkannya ke ayat-ayat sebelumnya. Dapat dibaca bahwa sesudah kabar tentang kebinasaan, peringatan, dan penciptaan tanpa lelah, perintahnya adalah bersabar dan bertasbih.
Ucapan mereka muncul lagi di 50:45, (نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ, nahnu a'lamu bi-maa yaquuluuna) yang berarti "Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan". Perintah bersabar terhadap ucapan di 50:39 dan pernyataan pengetahuan tentang ucapan di 50:45 mengapit 50:40 sampai 50:44, yang memuat tasbih pada malam, seruan, hari keluar, pernyataan tentang menghidupkan dan mematikan, dan hari bumi terbelah. Surah ini dengan begitu menyebut ucapan mereka dua kali dan menjawabnya dua kali dengan cara berbeda: perintah kepada yang diajak bicara di ayat pertama, dan pernyataan tentang pengetahuan di ayat kedua.
Ayat ini memilih dua tepi hari sebagai waktu, yaitu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, dan ayat berikutnya menambah malam. Ketiganya disebut lewat peristiwa di langit atau lewat kata malam, dan tidak ada angka jam yang tertulis.
Renungan dan Hikmah
- Kata (يَقُولُونَ, yaquuluuna) memakai bentuk yang menandai perbuatan sedang atau terus berlangsung, sehingga ucapan yang harus disabari masih berlangsung. Pembaca yang menghadapi omongan orang lain tentang dirinya dapat membedakan dua keadaan, yaitu omongan yang sudah lewat dan omongan yang masih berjalan. Ayat 50:39 menyapa keadaan kedua, dan tidak menyebut kapan ucapan itu berakhir. Kesabaran yang diminta mengarah pada sesuatu yang ujungnya tidak terlihat. Berapa lama sebuah kesabaran dapat bertahan bila batas akhir ucapan itu tidak pernah ditunjukkan?
- Perintah sabar dengan 'alaa maa yaquuluuna berdiri di empat ayat, dan kalimat sesudahnya berbeda tiap kali. Di 20:130 dan 50:39 sesudahnya bertasbih, di 38:17 (وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ, wa-dzkur 'abdanaa daawuuda) yang berarti "dan ingatlah hamba Kami, Daud", dan di 73:10 (وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا, wa-hjurhum hajran jamiilan) yang berarti "dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik". Ketiga kalimat itu berada di surah berbeda dan tidak disamakan. Masing-masing mengisi ruang sesudah bersabar dengan hal yang lain, yaitu memuji, mengingat, dan menjauh. Pembaca yang pernah bertahan atas ucapan orang dapat memeriksa apa yang biasa dikerjakannya sesudah bertahan, dan apakah ketiga arah itu pernah dicobanya.
- Ayat 50:39 mengikat tasbih pada dua peristiwa di langit, yaitu terbit dan terbenamnya matahari, dan tidak menyebut satu angka jam pun. Ayat berikutnya menambahkan malam. Pembaca yang jadwalnya disusun dengan jam dan agenda dapat melihat bahwa ayat ini memakai penanda dari langit, dan penanda itu terletak di luar catatan jadwal pembaca. Apa yang berubah pada sebuah kebiasaan bila penandanya datang dari luar jadwal yang disusun sendiri?
- Perintah di 50:39 tidak disertai alasan atau tujuan. Di 40:55 sabar disertai alasan bahwa janji Allah itu benar, di 52:48 disertai kalimat bahwa yang diajak bicara berada dalam pengawasan, dan di 20:130 tasbih ditutup tujuan agar merasa tenang. Ayat ini mengajukan dua kegiatan tanpa menjanjikan hasilnya di kalimat yang sama. Pembaca dapat menghitung berapa banyak kebiasaan baik yang dikerjakannya karena alasannya sudah tertulis jelas, dan berapa yang dikerjakannya sebelum alasannya jelas bagi dirinya.
- Di 14:21 orang-orang yang tidak punya tempat pelarian berkata (سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا, sawaa'un 'alaynaa a-jazi'naa am shabarnaa) yang berarti "sama saja bagi kami, apakah kami mengeluh ataukah bersabar". Ayat itu menuturkan percakapan sesudah mereka semua berkumpul menghadap Allah, sedangkan 50:39 berbentuk kalimat perintah. Bila dibaca berdampingan, sabar muncul sekali sebagai pilihan yang tidak lagi membedakan apa-apa dan sekali sebagai perintah. Pertanyaan tentang tempat pelarian di 50:36 berjarak tiga ayat dari perintah ini. Pembaca dapat bertanya apa yang membuat perintah itu berarti, dan apa yang terjadi pada arti itu di ayat yang pertama.
- Ayat 50:39 menyebut dua arah dalam satu kalimat, yaitu bersabar terhadap ucapan orang lain dan bertasbih dengan memuji Tuhanmu. Arah pertama menghadap ucapan mereka, dan arah kedua menghadap Tuhan. Perintah kedua datang sesudah yang pertama tanpa jeda yang tertulis. Pembaca yang pernah terluka oleh kata-kata dapat memperhatikan ke arah mana perhatiannya bergerak lebih dulu sesudah itu, ke ucapan yang melukai, ke dirinya sendiri, atau ke arah yang disebut ayat ini.