وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada akhir-akhir ketundukan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِwa-mina l-layli fa-sabbihhu wa-adbaara s-sujuudidan bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada akhir-akhir ketundukan
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- اللَّيْلِl-laylimalam
- فَسَبِّحْهُfa-sabbihhumaka bertasbihlah kepada-Nya
- وَأَدْبَارَwa-adbaaradan sesudah
- السُّجُودِs-sujuuditunduk
Inti bacaan
Kelanjutan ritme ibadah 'pada sebagian malam dan pada akhir-akhir ketundukan', cakupan waktu yang menyeluruh mencakup siang dan malam dalam praktik dzikir berkelanjutan.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan waktu-waktu tasbih lain: malam hari dan penghujung sujud, melengkapi rutinitas ibadah.
Renungan dan Hikmah
- Waktunya dilengkapi Allah sampai menutup sehari semalam. Sebelum terbit. Sebelum terbenam. Sebagian malam.
- Yang terakhir disebut bukan waktu, melainkan tempat dalam ibadah. Bukan jamnya. Ujung sujudnya.
- Perintah bersabar Allah sebut lebih dulu. Menahan diri dari ucapan mereka. Lalu mengisi dengan tasbih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
adbaara s-sujuud diterjemahkan 'akhir-akhir ketundukan' (harfiah, bukan 'setiap selesai salat' seperti terjemahan lain); kata 'salat' tidak dipakai karena tidak eksplisit di ayat ini. Padanan sujud = tunduk mengikuti kebijakan akar s-j-d.