وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

Dengarkanlah pada hari penyeru memanggil dari tempat yang dekat!

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍwa-stami' yawma yunaadi l-munaadi min makaanin qariibindengarkanlah pada hari penyeru memanggil dari tempat yang dekat

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَاسْتَمِعْwa-stami'dan dengarkanlah
  2. يَوْمَyawmahari
  3. يُنَادِyunaadimenyeru
  4. الْمُنَادِl-munaadipenyeru
  5. مِنْmindari
  6. مَكَانٍmakaanintempat
  7. قَرِيبٍqariibinyang dekat

Inti bacaan

Kata benda munaadi muncul dua kali di Al-Qur'an (3:193, 50:41), dan dengan kata sandang al- hanya di 50:41, yaitu al-munaadi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَاسْتَمِعْ, wa-stami') yang berarti "dan dengarkanlah". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungnya dengan 50:40 tanpa menyebut hubungan lain. Kata kerja istami' berakar س-م-ع dan berbentuk perintah untuk satu orang. Bentuk perintah tunggal ini muncul dua kali, yaitu di 20:13 dan 50:41. Di 20:13 bunyinya (فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ, fa-stami' li-maa yuuhaa) yang berarti "maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan". Bentuk jamaknya, (فَاسْتَمِعُوا لَهُ, fa-stami'uu lahu), ada di 7:204 dan 22:73. Di ketiga ayat itu apa yang didengarkan disebut dengan huruf li dan kata yang mengikutinya. Di 50:41 tidak ada huruf itu, dan (يَوْمَ, yawma) yang berarti "hari" langsung menyusul kata kerja. Terjemahan membedakan kata kerja ini dari bentuk dasarnya, (سَمِعْنَا, sami'naa) yang berarti "kami mendengar" di 3:193, dengan memakai "dengarkanlah".

Kata (يَوْمَ, yawma) berakar ي-و-م dan di sini disambung dengan (يُنَادِ, yunaadi) yang berarti "memanggil". Terjemahan memakai "pada hari" seperti pada (يَوْمَ نَقُولُ, yawma naquulu) di 50:30 yang berarti "pada hari Kami berkata". Kata kerja yunaadi dan kata benda (الْمُنَادِ, l-munaadi) yang berarti "penyeru" berasal dari akar ن-د-و. Kata benda munaadi muncul dua kali, yaitu di 3:193 dan 50:41. Di 3:193, (سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ, sami'naa munaadiyan yunaadii li-l-iimaani) berarti "kami mendengar penyeru yang menyeru kepada keimanan". Bentuk dengan kata sandang, al-munaadi, muncul sekali, di 50:41. Ayat 50:41 tidak menyebut nama penyeru dan tidak menyebut apa yang diserukannya.

Rangkaian (مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, min makaanin qariibin) berarti "dari tempat yang dekat" dan muncul dua kali, yaitu di 34:51 dan 50:41. Di 34:51, (وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, wa-ukhidzuu min makaanin qariibin) berarti "dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat", dan kalimat itu didahului (فَلَا فَوْتَ, fa-laa fawta) yang berarti "maka tidak ada yang luput". Pasangan berlawanannya, (مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ, min makaanin ba'iidin), muncul empat kali di tiga surah, yaitu 25:12, 34:52, 34:53, dan 41:44. Di antara keempatnya, seruan berdampingan dengan jarak jauh di 41:44, (أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ, ulaa'ika yunaadawna min makaanin ba'iidin) yang berarti "mereka itu dipanggil dari tempat yang jauh". Karena itu seruan dan jarak berdampingan di dua ayat, yaitu 41:44 dan 50:41. Kata (قَرِيبٍ, qariibin) berakar ق-ر-ب, dan ayat tidak menyebut ukuran jaraknya.

Kata "dekat" tidak selalu menerangkan tempat. Di 11:81, (أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ, a-laysa sh-shubhu bi-qariibin) berarti "bukankah subuh itu sudah dekat?", dan di sana kata itu menerangkan waktu. Bentuk bi-qariibin muncul sekali, di 11:81. Di 50:41 kata (قَرِيبٍ, qariibin) didahului (مَكَانٍ, makaanin) yang berarti "tempat", sehingga kata dekat menerangkan tempat panggilan, dan terjemahan "dari tempat yang dekat" tidak mengubahnya menjadi dekatnya waktu. Tanda seru di ujung terjemahan mengikuti kata kerja perintah di awal ayat.

Tafsiran

Ayat ini berpindah dari perintah tentang waktu-waktu bertasbih ke perintah tentang satu hari. Ayat 50:39 menyebut sebelum terbit dan sebelum terbenam, ayat 50:40 menyebut malam, dan ayat 50:41 menyebut yawma, hari yang tidak dikaitkan dengan peristiwa di langit. Perintah berganti dari bertasbih ke mendengarkan, dan penerimanya tetap satu orang, seperti di 50:39.

Ayat 50:42 menyebut apa yang terdengar pada hari itu, (يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ, yawma yasma'uuna sh-shayhata bi-l-haqqi) yang berarti "pada hari mereka mendengar suara menggelegar dengan benar". Kata yawma ada di kedua ayat, di 50:41 sesudah perintah wa-stami' dan di 50:42 sebagai pembuka, dan akar س-م-ع berpindah dari perintah untuk satu orang di 50:41 ke kata kerja untuk banyak orang di 50:42, sementara 50:41 menyebut penyeru dan 50:42 menyebut suara dahsyat. Ayat tidak menyatakan bahwa panggilan penyeru dan suara dahsyat itu satu peristiwa, tetapi dua ayat berurutan yang sama-sama memuat yawma terbaca mudah sebagai satu hari. Ayat 50:37 sudah menyebut orang yang melemparkan pendengarannya sambil menyaksikan, sehingga surah ini menaruh mendengar di tiga tempat, yaitu 50:37, 50:41, dan 50:42, dengan tiga bentuk kata yang berbeda.

Seruan dan jarak dipasangkan di 41:44 dan 50:41. Di 41:44 seruan datang dari tempat yang jauh kepada mereka yang di telinganya ada sumbat, (فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ, fii aadzaanihim waqrun). Di 50:41 seruan datang dari tempat yang dekat kepada pendengar yang diperintah mendengarkan. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak saling menjelaskan. Di 34:51 rangkaian dekat yang sama dipakai untuk penangkapan, sehingga kata dekat muncul di dua tempat dengan dua isi yang berlainan.

Ayat ini berhenti pada penyeru dan jaraknya. Tidak ditulis siapa yang dipanggil, apa isi panggilan, dan apa yang dikerjakan sesudah mendengar. Ayat 50:42 menyambung dengan apa yang terdengar, dan ayat 50:43 dengan pernyataan tentang siapa yang menghidupkan dan mematikan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 3:193 orang yang mendengar penyeru langsung menyebut tanggapannya kepada Tuhan mereka, (فَآمَنَّا, fa-aamannaa) yang berarti "maka kami pun beriman". Di 50:41 perintah mendengarkan tidak disusul tanggapan apa pun. Penyeru di kedua ayat tidak disamakan, sebab yang satu menyeru kepada keimanan dan yang lain memanggil pada sebuah hari. Perbedaan itu meninggalkan ruang kosong di ayat ini. Pembaca dapat bertanya apa yang biasanya mengisi ruang kosong itu dalam dirinya sesudah mendengar sesuatu yang penting: jawaban, penundaan, atau diam.
  • Seruan di 50:41 datang dari tempat yang dekat, sedangkan di 41:44 dari tempat yang jauh bagi mereka yang telinganya tersumbat. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak disamakan. Dari pasangan itu terbaca bahwa jarak disebut sebagai bagian dari cerita tentang mendengar. Pembaca yang pernah menunda mendengarkan dengan alasan sesuatu terlalu jauh atau terlalu rumit dapat menimbang apa yang tersisa dari alasan itu bila penyerunya berada dekat.
  • Penyeru di 50:41 disebut dengan kata sandang al-, yang menunjuk satu penyeru tertentu, tetapi namanya tidak ditulis. Di 3:193 penyeru disebut tanpa kata sandang dan juga tanpa nama, sedangkan seruannya dikutip berbunyi "Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian". Perintah mendengarkan datang tanpa memperkenalkan penyerunya lebih dulu. Pembaca dapat bertanya berapa kali pendengarannya tertahan sampai penyeru dikenal, dan berapa kali pendengaran itu mulai bekerja sebelum pertanyaan tentang siapa penyerunya diajukan.
  • Ayat 50:41 memerintahkan satu orang untuk mendengarkan, dan 50:42 berbicara tentang mereka yang mendengar. Perpindahan dari satu ke banyak dapat dibaca sebagai dua cara mendengar, yaitu diminta lebih dulu dan dialami bersama. Ayat tidak menyebut apakah yang diminta mendengarkan sekarang termasuk yang mendengar pada hari itu. Pembaca dapat bertanya apa artinya bagi dirinya bila sesuatu yang diminta untuk didengarkan hari ini akan didengar oleh banyak orang pada hari lain.
  • Kata kerja (وَاسْتَمِعْ, wa-stami') adalah bentuk perintah untuk mendengarkan, dan terjemahan membedakannya dari sami'naa, "kami mendengar", di 3:193. Di 7:204 bentuk jamaknya disertai (وَأَنْصِتُوا, wa-anshituu) yang berarti "dan diamlah". Perintah mendengarkan di sana disertai perintah diam, sedangkan di 50:41 tidak ada perintah yang menyertainya. Pembaca dapat memeriksa apa yang biasanya perlu diam dalam dirinya agar sebuah panggilan terdengar, dan apakah ayat ini menyerahkan pekerjaan itu kepadanya.
  • Ayat 50:39 dan 50:40 mengikat tasbih kepada Tuhan pada terbit, terbenam, dan malam. Ayat 50:41 menyebut satu hari yang tidak disertai penanda langit apa pun. Pembaca yang jadwalnya penuh penanda waktu bertemu di sini dengan hari yang datang tanpa tanda yang bisa dicatat. Ayat 50:42 memberi hari itu sebuah sebutan, (يَوْمُ الْخُرُوجِ, yawmu l-khuruuji) yang berarti "hari keluar", tetapi sebutan itu datang sesudah perintah mendengarkan. Apa yang tersisa dari kebiasaan menunggu penanda bila satu hari tidak memberi tanda lebih dulu?