إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan, dan kepada Kamilah tempat kembali,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُinnaa nahnu nuhyii wa-numiitusesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan
  2. وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُwa-ilaynaa l-mashiirudan kepada Kamilah tempat kembali

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. نَحْنُnahnuKami
  3. نُحْيِيnuhyiiKami menghidupkan
  4. وَنُمِيتُwa-numiitudan Kami mematikan
  5. وَإِلَيْنَاwa-ilaynaadan kepada Kami
  6. الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali

Inti bacaan

Kata (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) muncul 23 kali di Al-Qur'an, dan hanya 50:43 yang menyandingkannya dengan (وَإِلَيْنَا, wa-ilaynaa), yaitu "kepada Kami".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا نَحْنُ, innaa nahnu) yang berarti "sesungguhnya Kamilah". Kata (إِنَّا, innaa) terdiri dari partikel penegas (إِنَّ, inna) dan akhiran -naa yang berarti "Kami", lalu (نَحْنُ, nahnu) menyebut "Kami" sekali lagi sebagai kata yang berdiri sendiri. Dua kata ganti berurutan itu diterjemahkan "Kamilah". Pembukaan innaa nahnu muncul lima kali, yaitu 15:9, 19:40, 36:12, 50:43, dan 76:23, dan di 15:9, 19:40, 36:12, serta ayat ini terjemahan memakai bentuk yang sama, "Sesungguhnya Kamilah yang". Kata nahnu sendiri muncul tiga kali di Surah Qaf, yaitu 50:16, 50:43, dan 50:45.

Dua kata kerja berikutnya, (نُحْيِي وَنُمِيتُ, nuhyii wa-numiitu) yang berarti "menghidupkan dan mematikan", berakar ح-ي-ي dan م-و-ت. Keduanya memakai bentuk yang menjadikan sesuatu hidup atau mati, dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung dengan pelaku "Kami". Karena itu terjemahan memakai "menghidupkan" dan "mematikan", yang menyebut pelakunya, dan tidak memakai kata "hidup" dan "mati" yang berdiri sendiri. Pasangan nuhyii wa-numiitu muncul dua kali, yaitu 15:23 dan 50:43. Di 15:23, (وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ, wa-innaa la-nahnu nuhyii wa-numiitu wa-nahnu l-waaritsuuna) berarti "dan sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan, dan Kamilah yang mewarisi". Di 36:12, kata kerja pertama muncul sendirian dalam (نُحْيِي الْمَوْتَىٰ, nuhyii l-mawtaa) yang berarti "menghidupkan orang-orang mati", dengan terjemahan "menghidupkan" yang sama.

Bagian terakhir, (وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ, wa-ilaynaa l-mashiiru) yang berarti "dan kepada Kamilah tempat kembali", terdiri dari (إِلَيْنَا, ilaynaa) yang berarti "kepada Kami" dan (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) berakar ص-ي-ر dengan kata sandang. Kata (الْمَصِيرُ, l-mashiiru) muncul 23 kali di 18 surah, dan sebarannya terbagi dua. Dua belas ayat memakainya sesudah "kepada" dengan pelaku yang berbeda-beda: kepada Allah di 3:28, 24:42, dan 35:18; kepada-Nya di 5:18, 40:3, 42:15, dan 64:3; kepada-Ku di 22:48 dan 31:14; kepada-Mu di 2:285 dan 60:4; dan kepada Kami di 50:43. Sebelas ayat lain memakainya dalam kalimat (بِئْسَ الْمَصِيرُ, bi'sa l-mashiiru) yang berarti "seburuk-buruk tempat kembali", yaitu 2:126, 3:162, 8:16, 9:73, 22:72, 24:57, 57:15, 58:8, 64:10, 66:9, dan 67:6. Dalam bentuk persis wa-ilaynaa l-mashiiru, ayat ini berdiri sendiri.

Terjemahan "tempat kembali" dibedakan dari "tempat tinggal", yang dipakai untuk kata lain, (مَأْوَاهُ, ma'waahu). Di 3:162, 8:16, 9:73, dan 66:9, kedua kata itu berdampingan dalam satu ayat: kata ma'waa menyebut tempat tinggal, dan al-mashiir menyebut tempat kembali. Di 50:43 tempat kembali itu diarahkan kepada pelaku, "kepada Kami", dan tidak kepada sebuah tempat bernama.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 50:44, yang dibuka dengan (يَوْمَ تَشَقَّقُ, yawma tasyaqqaqu) yang berarti "pada hari ... terbelah".

Tafsiran

Ayat ini menyebut tiga hal tentang pembicara dalam satu kalimat: menghidupkan, mematikan, dan menjadi tujuan kembali. Letaknya di antara 50:42, yang menamai hari keluar, dan 50:44, yang kembali ke hari itu dengan kata (يَوْمَ, yawma). Dapat dibaca bahwa ayat ini memberi dasar bagi nama di 50:42: pelaku yang menghidupkan dan mematikan sekaligus menjadi tempat kembali, dan sesudah pelaku itu disebut, hari keluar terbaca sebagai bagian dari kerja yang sama. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, karena ayat ini tidak menghubungkan dirinya dengan hari itu secara eksplisit.

Rangkaian hidup, mati, lalu hal ketiga sudah muncul di 7:25 dalam kata kerja yang ditujukan kepada manusia, (فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ, fiihaa tahyawna wa-fiihaa tamuutuuna wa-minhaa tukhrajuuna) yang berarti "di sana kalian hidup, dan di sana kalian mati, dan darinya kalian dikeluarkan". Di 7:25 pelakunya manusia, tempatnya bumi, dan hal ketiga adalah dikeluarkan. Di ayat ini pelakunya "Kami", tidak ada tempat yang disebut, dan hal ketiga adalah tempat kembali. Dua kalimat itu dapat dibaca sebagai dua sudut pada rangkaian yang sama, sudut yang menjalani di 7:25 dan sudut yang melakukan di sini. Kata "dikeluarkan" dari 7:25 tidak muncul di ayat ini, tetapi sudah muncul sebagai nama hari di 50:42.

Arah geraknya berlawanan dengan 50:16. Di sana, (وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ, wa-nahnu aqrabu ilayhi) yang berarti "dan Kami lebih dekat kepadanya", gerak mengarah dari "Kami" kepada manusia, sedangkan di 50:43 gerak mengarah dari manusia kepada "Kami". Kata nahnu ada di kedua pernyataan itu, sehingga satu surah menempatkan "Kami" di dua ujung hidup seseorang: dekat selama hidup, dan tujuan pada akhirnya. Ayat 50:44 kemudian menyebut hari bumi terbelah. Karena kalimat 50:43 berlanjut ke sana, tempat kembali itu dapat dibaca terjadi pada hari itu.

Renungan dan Hikmah

  • Menghidupkan dan mematikan disebut dalam satu kalimat dengan satu pelaku, yaitu Allah yang menyebut diri-Nya "Kami", dihubungkan hanya oleh kata "dan". Pembaca yang menyimpan kelahiran di satu catatan dan kematian di catatan lain, seperti halaman-halaman dalam kartu keluarga, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak membagi keduanya ke dalam dua catatan. Di lorong rumah sakit yang sama, kabar kelahiran dan kabar kehilangan dapat tiba pada hari yang sama, dan orang yang menerimanya membawa keduanya pulang dalam satu dada. Kalimat ini memberi keduanya satu pelaku. Apa yang berubah dari cara membaca kabar duka bila kabar kelahiran dibaca di halaman yang sama?
  • Kata kerja menghidupkan dan mematikan di ayat ini memakai bentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung, bukan perbuatan yang selesai di awal. Pembaca yang menganggap menghidupkan sebagai peristiwa pada hari kelahirannya dapat membandingkan anggapan itu dengan bentuk yang dipakai ayat ini. Napas yang berganti di dada saat kalimat ini dibaca dan detak yang terasa di pergelangan tangan dapat dibaca sebagai bagian dari kata kerja yang sama, bila bentuknya diikuti apa adanya. Ayat ini tidak merinci cara perbuatan itu berlangsung. Ayat ini menyebut pelakunya, yaitu Allah yang berfirman "Kami". Pada saat apa dalam sehari kata kerja ini paling mudah terlupakan?
  • Tempat kembali di ayat ini ditunjuk dengan "kepada Kami", tanpa nama kota, rumah, atau taman. Orang yang merantau menyebut kampung halamannya dengan nama tempat, dan alamat itu bisa berganti ketika rumah orang tua dijual atau jalan di depannya diberi nama baru. Alamat yang disebut ayat ini tidak dapat dijual dan tidak berpindah, karena alamat itu berupa pelaku, yaitu Allah, bukan bangunan. Kata "pulang" yang diucapkan pembaca dalam sehari mengarah ke mana, ke sebuah tempat atau ke seseorang? Jawabannya menentukan apa yang terbayang saat kata tempat kembali dibaca.
  • Dua hal yang disebut surah ini tentang Allah sebagai pembicara yang sama, kedekatan di 50:16 dan tujuan di ayat ini, dapat terpisah dalam hidup sehari-hari: tetangga di sebelah rumah sangat dekat, tetapi tidak menjadi tempat yang dituju saat pulang. Orang yang paling dekat dengan pembaca belum tentu menjadi arah pulangnya, dan arah pulang belum tentu orang yang paling dekat. Surah ini menaruh keduanya pada satu kata ganti. Dari orang-orang yang paling dekat dengan pembaca hari ini, siapa yang sekaligus menjadi arah pulangnya?
  • Ayat 15:23 dan 50:43 membuka dengan kalimat yang sama, "Kamilah yang menghidupkan dan mematikan", lalu berpisah. Ayat 15:23 menutup dengan "Kamilah yang mewarisi", dan 50:43 menutup dengan "kepada Kamilah tempat kembali". Orang yang menyusun daftar harta untuk diwariskan memandang akhir dari sisi apa yang tertinggal, sedangkan orang yang menyiapkan perjalanan memandang akhir dari sisi tujuan yang akan ditempuh. Satu pembukaan melahirkan dua penutup, dan keduanya milik pembicara yang sama. Daftar manakah yang lebih panjang di tangan pembaca, apa yang akan ditinggalkan atau apa yang akan dibawa ke tempat kembali?
  • Kalimat pembuka ayat ini mengulang "Kami" dua kali berturut-turut, sekali sebagai akhiran dan sekali sebagai kata yang berdiri sendiri, lalu menyebut dua perkara yang dikerjakan "Kami", yaitu menghidupkan dan mematikan. Pembaca yang mendata hal-hal yang dikerjakan tangannya sendiri, seperti pekerjaan, rumah, dan nama keluarga, dapat mencatat bahwa awal dan akhir hidupnya tidak tercantum dalam daftar hasil kerjanya, karena kalimat ini menaruh keduanya pada kata ganti yang diulang itu. Ayat ini tidak mengatakan bagaimana rasanya mendapati daftar itu kurang dua, dan menyebut pengerjanya saja. Pada hari seperti apa daftar itu terasa paling pendek?