يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚ ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

pada hari bumi terbelah dari mereka dengan cepat; itu pengumpulan yang mudah bagi Kami.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًاyawma tasyaqqaqu l-ardhu 'anhum siraa'anpada hari bumi terbelah dari mereka dengan cepat
  2. ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌdzaalika hasyrun 'alaynaa yasiirunitu pengumpulan yang mudah bagi Kami

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. تَشَقَّقُtasyaqqaquterbelah
  3. الْأَرْضُl-ardhubumi
  4. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  5. سِرَاعًاsiraa'andengan cepat
  6. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  7. حَشْرٌhasyrunpengumpulan
  8. عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
  9. يَسِيرٌyasiirunmudah

Inti bacaan

Kalimat dzaalika hasyrun 'alaynaa yasiirun di 50:44 memakai susunan yang sama dengan dzaalika raj'un ba'iidun di 50:3, tetapi sifatnya berbalik dari "jauh" menjadi "mudah".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ, yawma tasyaqqaqu l-ardhu) yang berarti "pada hari bumi terbelah". Kata kerja (تَشَقَّقُ, tasyaqqaqu) berakar ش-ق-ق dan menjadikan bumi sebagai pihak yang mengalami, tanpa menyebut pembelahnya, sehingga terjemahan memakai bentuk "terbelah". Bentuk persis tasyaqqaqu muncul dua kali, yaitu 25:25 dan 50:44, dan di 25:25, (وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ, wa-yawma tasyaqqaqu s-samaa'u bi-l-ghamaami) berarti "dan pada hari langit terbelah dengan awan". Akar yang sama dipakai dengan bumi di dua ayat lain. Di 19:90, (وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ, wa-tansyaqqu l-ardhu) berarti "dan bumi terbelah" tanpa pelaku, sedangkan di 80:26, (شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا, syaqaqnaa l-ardha syaqqan) berarti "Kami belah bumi dengan belahan", dengan pelaku "Kami". Ayat ini mengikuti 19:90 dalam menyebut bumi sebagai pokok kalimat.

Kata (عَنْهُمْ, 'anhum) yang berarti "dari mereka" terdiri dari (عَنْ, 'an) yang berarti "dari" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Di 50:4, bumi juga dikaitkan dengan "mereka" dalam (مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ, maa tanqushu l-ardhu minhum) yang berarti "apa yang dikurangi bumi dari mereka", tetapi dengan kata (مِنْ, min) yang berbeda dari (عَنْ, 'an). Bahasa Indonesia memakai "dari" untuk keduanya, dan terjemahan mengikuti itu. Kata "mereka" di ayat ini tidak diberi keterangan siapa, dan terjemahan tidak menambahkan "mayat" atau "orang-orang yang mati".

Kata (سِرَاعًا, siraa'an) yang berarti "dengan cepat" berakhiran -an dan muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 50:44 dan 70:43. Di 70:43, (يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا, yakhrujuuna mina l-ajdaatsi siraa'an) berarti "mereka keluar dari kubur dengan cepat", dan kalimat yang sama dilanjutkan dengan perumpamaan yang memakai kata lain, (يُوفِضُونَ, yuufidhuuna) yang berarti "bergegas". Karena kata "bergegas" sudah dipakai untuk yuufidhuuna di ayat itu, siraa'an diterjemahkan "dengan cepat" di kedua ayat. Di ayat ini kata itu diletakkan sesudah (عَنْهُمْ, 'anhum), dan terjemahan mengikuti urutan Arab tanpa memutuskan apakah yang cepat adalah belahannya atau mereka.

Kalimat kedua dibuka dengan (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu", disusul (حَشْرٌ, hasyrun) yang berarti "pengumpulan". Kata hasyrun berakar ح-ش-ر dan tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan memakai "pengumpulan" tanpa "itu". Kata benda ini muncul dua kali, yaitu 50:44 dan 59:2, dan di 59:2 memakai kata sandang. Kata kerja dari akar yang sama menyebut pelaku pengumpulan dengan jelas, misalnya (يَحْشُرُهُمْ, yahsyuruhum) di 15:25 yang berarti "mengumpulkan mereka" dengan pelaku Tuhan, dan (وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ, wa-nahsyuru l-mujrimiina) di 20:102 yang berarti "dan Kami kumpulkan para pendurhaka", dengan pelaku "Kami". Di 23:79, 58:9, dan 67:24, kata kerja pasif (تُحْشَرُونَ, tuhsyaruuna) disertai (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya", sehingga arah pengumpulan ke pelaku disebut di sana. Di ayat ini pelaku itu muncul di kata terakhir.

Kata terakhir, (عَلَيْنَا يَسِيرٌ, 'alaynaa yasiirun) yang berarti "mudah bagi Kami", terdiri dari (عَلَيْنَا, 'alaynaa) yang berarti "atas Kami" dan (يَسِيرٌ, yasiirun) berakar ي-س-ر yang berarti "mudah". Terjemahan memakai "bagi" seperti pada ayat-ayat lain yang memuat pola serupa. Pola (ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ, dzaalika 'alaa llaahi) muncul sebelas kali, yaitu 4:30, 4:169, 14:20, 22:70, 29:19, 33:19, 33:30, 35:11, 35:17, 57:22, dan 64:7. Sembilan di antaranya ditutup dengan kata "mudah", yaitu 4:30, 4:169, 22:70, 29:19, 33:19, 33:30, 35:11, 57:22, dan 64:7. Bentuk yasiirun tanpa akhiran -an dengan (عَلَى اللَّهِ, 'alaa llaahi) muncul lima kali, yaitu 22:70, 29:19, 35:11, 57:22, dan 64:7, dan 64:7 serta 29:19 bersangkutan dengan kebangkitan dan pengembalian. Bentuk (عَلَيْنَا يَسِيرٌ, 'alaynaa yasiirun) muncul satu kali, di 50:44, dengan kata ganti "Kami" yang sama seperti di ayat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menjawab ucapan yang dikutip di awal surah. Di 50:3, (أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا, a-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban) berarti "apakah apabila kami telah mati dan menjadi tanah?", lalu (ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ, dzaalika raj'un ba'iidun) berarti "itu adalah pengembalian yang jauh". Kalimat penutup ayat ini memakai susunan yang sama, kata penunjuk, kata benda, lalu kata sifat, tetapi isinya berlawanan: (ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ, dzaalika hasyrun 'alaynaa yasiirun). Kata benda di 50:3 adalah pengembalian dan sifatnya jauh, sedangkan kata benda di sini adalah pengumpulan dan sifatnya mudah. Jarak antara kedua kalimat itu empat puluh satu ayat.

Ayat 50:4 memberi jawaban pertama atas ucapan itu, (قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ, qad 'alimnaa maa tanqushu l-ardhu minhum) yang berarti "sungguh, Kami telah mengetahui apa yang dikurangi bumi dari mereka". Ayat itu memuat bumi dan "mereka", dan ayat ini memuat keduanya lagi. Surah ini dengan demikian menjawab keraguan itu dua kali, dari sisi pengetahuan di awal dan dari sisi pelaksanaan di akhir. Pembicara di kedua tempat sama, yaitu "Kami", dan itu pula pembicara di 50:43. Dapat dibaca bahwa 50:43 menyebut pelakunya, sedangkan 50:44 menyebut peristiwanya.

Awal ayat ini, kata (يَوْمَ, yawma), dapat dibaca sebagai keterangan waktu bagi tempat kembali di 50:43, sehingga terjemahan 50:43 ditutup dengan koma: kepada Kami tempat kembali, pada hari bumi terbelah dari mereka. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa hari keluar di 50:42 dan hari bumi terbelah di sini adalah satu hari. Pembacaan sebagai satu hari adalah kemungkinan yang ditopang kata yawma yang berulang pada 50:41, 50:42, dan 50:44. Bila dibaca demikian, 50:42 sudah menamai hari itu dari gerakan tiap orang, yaitu keluar, dan ayat ini memberi gerakan itu tempat dan kecepatan, yaitu bumi yang terbelah dan gerak yang cepat. Kalimat penutupnya lalu menamai peristiwa itu dari sisi pengumpul, yaitu pengumpulan. Sesudah ayat ini hanya tersisa 50:45, yang beralih dari gambaran hari itu kepada "engkau", sehingga gambaran terakhir surah ini tentang hari itu ditutup dengan kata "mudah".

Renungan dan Hikmah

  • Bumi terbelah adalah gambaran besar, dan kalimat sesudahnya menaruh gambaran itu dalam kata "mudah" bagi Kami, yaitu Allah sebagai pembicara. Pembicara dan penonton mengukur peristiwa yang sama dengan ukuran berbeda. Tukang yang meruntuhkan dinding tua dalam sehari tahu bahwa bagi orang yang menyaksikannya pekerjaan itu terlihat seperti runtuhnya sebuah dunia, sedangkan bagi tukangnya pekerjaan itu urusan palu dan tali. Ayat ini mencatat dua ukuran itu berdampingan tanpa mengecilkan gambaran pertama. Besar yang sedang dilihat pembaca hari ini diukur dengan ukuran siapa?
  • Ucapan di 50:3 tentang pengembalian yang jauh baru dijawab dengan kalimat yang sama bentuknya empat puluh satu ayat kemudian. Pembaca yang membawa satu pertanyaan sepanjang hari dan baru mendapat jawabannya menjelang tidur tahu rasanya jarak itu. Surah ini membiarkan jarak itu terbentang, mengisinya dengan sakratulmaut, sangkakala, dan perintah bersabar, lalu menjawab dengan satu kalimat pendek. Pertanyaan mana yang sudah lama dibawa pembaca, dan di bagian bacaan atau hidup yang mana jawabannya mungkin sudah diletakkan?
  • Kata jauh di 50:3 diucapkan oleh orang yang berkata "kami telah mati dan menjadi tanah", dan kata mudah di 50:44 diucapkan oleh Allah, yang berkata "bagi Kami". Ukurannya sama-sama jarak, tetapi diukur dari tempat yang berbeda. Orang yang menghitung jarak ke sebuah kota dari rumahnya mendapat angka yang tidak sama dengan orang yang menghitungnya dari kota itu. Kata "mustahil" yang diucapkan pembaca pada sesuatu mengandung titik ukur, dan titik itu jarang disebut bersama katanya. Dari titik mana sebuah hal disebut jauh?
  • Ayat ini menyebut kecepatan tanpa menyebut tujuan. Terjemahan 70:43 menyebutnya dengan perumpamaan tentang orang-orang yang seakan-akan menuju berhala dengan bergegas. Orang yang berlari mengejar bus tidak perlu ditanya mengapa ia cepat, karena tujuannya sudah tampak di tikungan jalan. Ayat 50:44 menaruh orang-orang itu dalam kecepatan lebih dulu, sedangkan tujuannya dapat dibaca sudah dinyatakan oleh ayat sebelumnya, yaitu "kepada Kamilah" yang Allah ucapkan di 50:43. Pembaca yang sehari-hari bergerak cepat dapat bertanya, tujuan apa yang sudah tampak di tikungan baginya, dan tujuan apa yang belum terlihat padahal kakinya sudah bergerak?
  • Bumi yang mengurangi sesuatu dari mereka di 50:4 dan terbelah dari mereka di 50:44 adalah bumi yang juga menjadi tempat pembaca berdiri. Pembaca yang pernah membersihkan rumput di atas makam keluarga dapat mengingat bagaimana tanah itu tampak, rata dan tenang, seakan tidak menyimpan apa pun. Di 50:4, pencatatan atas apa yang dikurangi itu diletakkan di luar tanah, yaitu pada "kitab yang menjaga" di sisi Allah. Apa yang menurut pembaca sudah hilang ke dalam tanah, dan apa yang masih tercatat di tempat lain?
  • Dua kata dalam tiga ayat berurutan dapat dibaca sebagai dua sisi hari yang sama. Ayat 50:42 menyebut keluar, yaitu gerakan tiap orang dari tempatnya, dan ayat 50:44 menyebut pengumpulan, yaitu tibanya semua orang di satu tempat. Orang yang pernah menunggu keluarga besar berkumpul di rumah orang tua tahu bahwa mereka datang satu per satu dari arah berbeda, tetapi pemandangan yang tersisa di ruang tamu adalah semuanya duduk bersama. Ayat-ayat ini menaruh kedua pemandangan itu berdekatan. Bagian mana dari pemandangan itu yang lebih mudah dibayangkan pembaca, kepergian dari tempat sendiri atau kedatangan di tempat bersama?