نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَnahnu a'lamu bi-maa yaquuluunaKami lebih mengetahui apa yang mereka katakan
- وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍwa-maa anta 'alayhim bi-jabbaarindan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
- فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِfa-dzakkir bi-l-qur'aani man yakhaafu wa'iidimaka, berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku
Terjemahan per kata (13 kata)
- نَحْنُnahnukami
- أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
- بِمَاbi-maaapa yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنْتَantaengkau
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- بِجَبَّارٍbi-jabbaarinorang yang memaksa
- فَذَكِّرْfa-dzakkirmaka berilah peringatan
- بِالْقُرْآنِbi-l-qur'aanipada Al-Qur'an
- مَنْmanorang yang
- يَخَافُyakhaafutakut
- وَعِيدِwa'iidiancaman-Ku
Inti bacaan
Rangkaian (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ, wa-maa anta 'alayhim) muncul empat kali di Al-Qur'an (6:107, 39:41, 42:6, 50:45).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (نَحْنُ أَعْلَمُ, nahnu a'lamu) yang berarti "Kami lebih mengetahui". Kata (أَعْلَمُ, a'lamu) berakar ع-ل-م dan berbentuk perbandingan, sehingga terjemahan memakai "lebih mengetahui". Susunan (نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا, nahnu a'lamu bi-maa) yang berarti "Kami lebih mengetahui apa yang" muncul empat kali, yaitu 17:47, 20:104, 23:96, dan 50:45. Kalimat lengkapnya, (نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ, nahnu a'lamu bi-maa yaquuluuna), muncul dua kali, yaitu 20:104 dan 50:45. Kata (يَقُولُونَ, yaquuluuna) berakar ق-و-ل dan menunjuk banyak orang yang tidak disebut namanya, sehingga terjemahan memakai "mereka".
Bagian (مَا يَقُولُونَ, maa yaquuluuna) yang berarti "apa yang mereka katakan" muncul delapan kali, yaitu 15:97, 17:42, 20:104, 20:130, 38:17, 50:39, 50:45, dan 73:10. Empat di antaranya mengikuti perintah bersabar, (فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, fa-shbir 'alaa maa yaquuluuna) yang berarti "maka bersabarlah atas apa yang mereka katakan", yaitu 20:130, 38:17, 50:39, dan 73:10. Di 15:97, (يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ, yadhiiqu shadruka bi-maa yaquuluuna) berarti "dadamu menyempit disebabkan apa yang mereka ucapkan", dan di 17:42, (كَمَا يَقُولُونَ, kamaa yaquuluuna) berarti "sebagaimana yang mereka katakan". Dua tempat menaruh bagian ini sesudah "Kami lebih mengetahui", yaitu 20:104 dan 50:45. Di 20:104 isi ucapan itu dikutip langsung sesudahnya, sedangkan di 50:45 tidak ada kutipan.
Kalimat kedua, (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ, wa-maa anta 'alayhim bi-jabbaarin) yang berarti "dan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka", terdiri dari (وَمَا, wa-maa) yang berarti "dan tidaklah", (أَنْتَ, anta) yang berarti "engkau", (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka", dan (بِجَبَّارٍ, bi-jabbaarin) berakar ج-ب-ر yang berarti "pemaksa". Rangka (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِ, wa-maa anta 'alayhim bi-) muncul empat kali, yaitu 6:107, 39:41, 42:6, dan 50:45. Di tiga ayat pertama kata sesudahnya (وَكِيلٍ, wakiilin) yang berarti "wakil", dan di ayat ini jabbaarin. Ayat 88:22 menyusun peran yang disangkal dengan cara lain, (لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ, lasta 'alayhim bi-mushaythirin) yang berarti "engkau bukanlah penguasa atas mereka". Kata jabbaar muncul sepuluh kali, yaitu 5:22, 11:59, 14:15, 19:14, 19:32, 26:130, 28:19, 40:35, 50:45, dan 59:23. Di antara kesepuluh ayat itu, kata ini berdampingan dengan 'alayhim, "atas mereka", di 50:45 saja, sehingga kedudukan di atas orang-orang itu untuk memaksa disangkal. Terjemahan memakai "pemaksa" agar kedudukan itu tampak. Di 59:23, (الْجَبَّارُ, al-jabbaaru) menjadi salah satu sebutan Allah dan diterjemahkan "Sang Pemaksa".
Bagian berikutnya, (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) yang berarti "maka berilah peringatan", berakar ذ-ك-ر dan berbentuk perintah kepada satu orang. Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menghubungkan perintah ini dengan penyangkalan sebelumnya. Bentuk dzakkir muncul tujuh kali, yaitu 6:70, 14:5, 50:45, 51:55, 52:29, 87:9, dan 88:21. Empat memakai fa- dan diterjemahkan "berilah peringatan", yaitu 50:45, 52:29, 87:9, dan 88:21. Alat peringatan itu adalah (بِالْقُرْآنِ, bi-l-qur'aani) yang berarti "dengan Al-Qur'an". Kata (الْقُرْآنِ, l-qur'aani) berakar ق-ر-ء dan muncul dua kali di Surah Qaf, yaitu di ayat pertama, 50:1, dan di ayat ini, yang terakhir. Di luar Surah Qaf, kata itu dengan awalan bi- hanya ada di 20:114.
Bagian penutup, (مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ, man yakhaafu wa'iidi) yang berarti "siapa pun yang takut pada ancaman-Ku", memakai (مَنْ, man) yang berarti "siapa pun yang" dan kata kerja (يَخَافُ, yakhaafu) yang berarti "takut" dalam bentuk sedang berlangsung. Kata (وَعِيدِ, wa'iidi) berakar و-ع-د dan berakhiran -i yang berarti "-Ku", sehingga terjemahan memakai "ancaman-Ku". Kata benda ancaman muncul enam kali di tiga surah, yaitu 14:14, 20:113, 50:14, 50:20, 50:28, dan 50:45, dan empat di antaranya ada di Surah Qaf. Di 14:14, (وَخَافَ وَعِيدِ, wa-khaafa wa'iidi) berarti "dan takut akan ancaman-Ku", sehingga pasangan takut dan ancaman-Ku sudah ada di sana. Di 50:14, (فَحَقَّ وَعِيدِ, fa-haqqa wa'iidi) berarti "maka berlakulah ancaman-Ku", dan di 50:28, (قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ, qaddamtu ilaykum bi-l-wa'iidi) berarti "Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian".
Tafsiran
Ayat penutup Surah Qaf ini menyusun tiga kalimat berurutan: apa yang diketahui pembicara, apa yang tidak menjadi peran "engkau", dan apa yang diperintahkan kepada "engkau". Awalan "maka" pada kalimat ketiga menghubungkannya dengan kalimat kedua, sehingga dapat dibaca bahwa perintah memberi peringatan berlaku karena peran memaksa tidak ada. Ayat ini tidak menyebut siapa yang diajak bicara dengan nama, dan tidak menyebut siapa "mereka".
Kalimat pertama menyambung perintah bersabar di 50:39, (فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ, fa-shbir 'alaa maa yaquuluuna). Ayat 50:39 meminta menahan diri atas apa yang mereka katakan, dan di sini pembicara berkata, "Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan". Surah ini sudah menyebut bahwa setiap ucapan punya pengawas, (مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ, maa yalfizhu min qawlin illaa ladayhi raqiibun 'atiidun) di 50:18 yang berarti "tidak ada ucapan yang dilafalkan kecuali di sisinya ada pengawas yang selalu siap". Dapat dibaca bahwa "apa yang mereka katakan" mencakup ucapan yang dikutip di 50:2 dan 50:3.
Surah ini dibuka dan ditutup dengan kata yang sama, Al-Qur'an. Ayat 50:1 bersumpah dengannya, dan ayat ini menjadikannya alat memberi peringatan. Ayat 50:2 menyebut seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka yang mengherankan orang-orang yang kafir, dan ayat 50:45 menutup dengan perintah memberi peringatan, sehingga surah ini bergerak dari keheranan terhadap peringatan menuju perintah untuk melakukannya. Benang ancaman juga berjalan di sepanjang surah: 50:14 menyebut ancaman berlaku atas umat-umat yang mendustakan, 50:20 menamai sebuah hari dengannya, 50:28 menyatakan ancaman sudah didahulukan, dan 50:45 menyebutnya sebagai hal yang ditakuti orang yang diberi peringatan.
Dua ayat lain menyusun unsur yang sama dengan urutan terbalik. Di 88:21 dan 88:22, perintah memberi peringatan, (فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ, fa-dzakkir innamaa anta mudzakkirun), mendahului penyangkalan peran. Di sini penyangkalan mendahului perintah. Ayat 87:9 dan 87:10 menambahkan sasaran yang sama dengan bagian akhir ayat ini, (سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ, sayadzdzakkaru man yakhsyaa) yang berarti "orang yang takut akan mengambil pelajaran". Kata kerja takut di sana berbeda dari yakhaafu di sini, tetapi sasaran peringatannya sama: orang yang takut.
Renungan dan Hikmah
- Allah berfirman di ayat ini, "Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan", sesudah 50:39 meminta bersabar atasnya. Orang yang pernah dibicarakan di belakang punggungnya, lalu menahan diri untuk tidak membalas, tahu betapa panjang jarak antara ucapan yang beredar dan keinginan meluruskannya. Di 50:18 setiap ucapan punya pengawas yang selalu siap, sehingga ucapan yang beredar tidak lepas dari pengawasan. Ayat ini menyebut siapa yang mengetahui, tanpa menyuruh membalas atau membenarkan diri. Ucapan siapa yang selama ini ditunggu pembaca untuk dijawab, dan apa yang tersisa dari penantian itu bila ucapan itu sudah diketahui pihak lain?
- Perintah Allah di ayat ini berakhir pada memberi peringatan dan tidak memuat hasil. Tidak ada kata tentang berapa orang yang berubah, dan kalimat sebelumnya meniadakan peran memaksa. Orang yang mengingatkan temannya tentang sesuatu dapat menimbang dirinya dari ada atau tidaknya perubahan pada temannya. Ayat ini memberi ukuran yang berhenti lebih awal, yaitu apakah peringatan sudah sampai. Pembaca dapat bertanya, dari kali terakhir ia mengingatkan seseorang, bagian mana yang menjadi pekerjaannya dan bagian mana yang dikira miliknya?
- Ayat ini menyebut dua alat dalam satu napas, tangan yang memaksa dan bacaan yang mengingatkan, dan hanya yang kedua diperintahkan. Sebagian orang yang memegang kuasa atas orang lain, seperti guru di kelas, atasan di kantor, atau orang tua di rumah, dapat memegang kedua alat itu sekaligus dan bergantian memakainya. Guru yang membacakan peraturan kelas dan guru yang menutup pintu sebelum murid keluar memakai dua alat yang berbeda. Ayat ini menaruh yang diajak bicara pada alat yang kedua. Pada hubungan mana, di antara orang-orang yang bergantung kepada pembaca, alat yang pertama paling sering dipegang?
- Peringatan di ayat ini ditujukan kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku, ancaman yang Allah sebut dengan kata ganti diri-Nya sendiri, dan perintah itu tidak disertai perintah untuk memaksa yang tidak takut menjadi takut. Rambu bahaya di tepi jalan terlihat oleh pengendara yang lewat, dan pengendara yang mempercayainya memelankan kendaraan. Rambu itu tidak memaksa siapa pun mengurangi kecepatan, dan tidak menjadi tidak berguna karena sebagian lewat tanpa menengok. Ayat 87:9 dan 87:10 menyusun bagian yang sama, peringatan dan orang yang takut. Rambu apa dalam hidup pembaca yang dilewati tanpa menengok, dan apa yang membuat sebagian rambu lain dipercayai?
- Surah ini dibuka dengan sumpah atas Al-Qur'an dan ditutup dengan perintah memakainya. Pembaca yang tiba di ayat ini sudah membaca surah itu dari ayat pertama, sehingga alat yang disebut ayat terakhir sedang berada di tangannya. Orang yang membaca petunjuk pemakaian sebuah alat sampai halaman terakhir, lalu menyadari alatnya sudah dipegangnya sepanjang membaca, tahu rasanya urutan itu. Ayat 50:45 menyebut apa yang dipakai untuk memberi peringatan, tanpa menyatakan apa yang dilakukan pembaca dengan alat itu. Ketika surah berakhir, apa yang masih ada di tangan pembaca?
- Kata terakhir surah ini adalah ancaman-Ku, yaitu ancaman milik Allah, dan orang yang disebut menerima peringatan adalah yang takut padanya. Rasa takut pembaca dalam sebulan terakhir bisa ditulis sebagai daftar, misalnya tagihan, penilaian atasan, atau kabar dari rumah sakit. Ayat ini menyebut satu pokok rasa takut bagi orang yang menerima peringatan, dan daftar pembaca itu bisa dibandingkan dengannya. Ayat ini menyatakan adanya rasa takut itu dan tidak menyatakan besarnya. Di daftar yang panjang itu, adakah tempat untuk pokok yang disebut ayat ini?