فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا

lalu yang mengalir dengan mudah,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًاfa-l-jaariyaati yusranlalu yang mengalir dengan mudah

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. فَالْجَارِيَاتِfa-l-jaariyaatilalu yang mengalir
  2. يُسْرًاyusrandengan mudah

Inti bacaan

Gambar ketiga dalam sumpah menyangkut gerak yang lapang; benda yang bergerak dan penyebab kelapangannya sama-sama tidak diperkenalkan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dimulai dengan (فَالْجَارِيَاتِ, fa-l-jaariyaati), yang berarti "lalu yang mengalir". Huruf (فَ, fa) berarti "lalu" dan menyambung dari 51:2, sedangkan (الْجَارِيَاتِ, al-jaariyaati) adalah bentuk jamak perempuan dari sebutan bagi pelaku, dari akar ج-ر-ي yang berarti mengalir atau berjalan lancar. Bentuk jamak ini muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 51:3.

Akar ج-ر-ي dipakai untuk benda-benda yang sangat berbeda. Di 22:65 dan 31:31 kata kerjanya, (تَجْرِي, tajrii) yang berarti "berlayar" atau "mengalir", dipakai untuk kapal di laut. Di 36:38 kata yang sama dipakai untuk matahari, dan di 88:12 bentuk tunggalnya, (جَارِيَةٌ, jaariyatun), menyebut mata air yang mengalir. Bentuk tunggal berkata sandang, (الْجَارِيَةِ, al-jaariyati), muncul di 69:11 untuk sesuatu yang membawa manusia di atas air. Karena akarnya menjangkau sedemikian luas, kata ini sendiri tidak menentukan benda apa yang dimaksud di 51:3.

Kata (يُسْرًا, yusran) berarti "dengan mudah" dan muncul enam kali di empat surah: 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6. Lawannya adalah (الْعُسْرِ, al-'usri) yang berarti "kesulitan" di 94:5 dan 94:6, serta (عُسْرٍ, 'usrin) di 65:7. Di 18:88 dan 65:4 kata itu muncul tepat di belakang (أَمْرِنَا, amrinaa) dan (أَمْرِهِ, amrihi), yang berarti "urusan Kami" dan "urusan-Nya". Pasangan ini, kemudahan dan urusan, berdampingan lagi di 51:3 dan 51:4.

Di 65:4 dan 65:7 kemudahan itu diberikan oleh Allah. Di 65:4 kalimatnya (يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا, yaj'al lahu min amrihi yusran) yang berarti "Dia menjadikan baginya dari urusan-Nya kemudahan", dan di 65:7 (سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا, sayaj'alu llahu ba'da 'usrin yusran) yang berarti "Allah akan menjadikan sesudah kesulitan kemudahan". Di 51:3 ayatnya tidak menyebut siapa yang memberi kemudahan itu kepada yang mengalir.

Terjemahan memilih "yang mengalir" karena kata kerja itu dipakai untuk semua benda tadi, dan tidak menambahkan nama benda di depannya. Kata "kapal" tidak dipakai karena laut dan air tidak muncul dalam ayat ini.

Padanan "mengalir" dipilih di antara beberapa kemungkinan. Kata "berlayar" mempersempit gambar ke kapal, kata "berlari" membawa kesan tubuh yang bergerak, sedangkan "mengalir" dipakai dalam bahasa Indonesia untuk air, cahaya, dan waktu, sehingga paling dekat dengan jangkauan akar ج-ر-ي yang dicontohkan di atas. Arabnya juga tidak menyebut tempat benda itu berjalan, dan padanan ini tidak memasukkan air ke dalam ayat atas nama kata "mengalir". Pilihan itu menjaga ayat tetap terbuka bagi pembaca yang ingin membayangkan sendiri benda yang mengalir.

Tafsiran

Ayat ini membawa rangkaian sumpah ke gambar ketiga, dan nadanya berubah. Di 51:1 gerak dilukiskan dengan kekuatan penuh, dan di 51:2 dengan muatan berat. Di sini gerak itu dilukiskan dengan kemudahan. Pendengar yang tadi dibawa ke gambar yang menegang kini dibawa ke gambar yang lapang, dan perubahan itu terjadi tanpa pindah ke pokok lain.

Kemudahan dalam Al-Qur'an, seperti terlihat di 94:5, 94:6, dan 65:7, sering berdiri di hadapan kesulitan. Di 51:3 lawannya tidak disebut, tetapi gambar sebelumnya, menerbangkan dengan sekuat-kuatnya dan memikul muatan berat, bisa dibaca sebagai latar yang membuat kemudahan terasa. Pembacaan ini bersifat pembacaan, karena ayat sendiri tidak menyatakan hubungan itu.

Pasangan kata (يُسْرًا, yusran) di sini dan (أَمْرًا, amran) di ayat berikutnya mengulang kebersamaan yang tampak di 18:88 dan 65:4. Karena itu 51:3 dan 51:4 dapat dibaca sebagai dua ayat yang saling mengacu, dengan kemudahan di satu ayat dan urusan di ayat lain. Siapa yang menjadikan gerak itu mudah, dan urusan apa yang dibagi sesudahnya, tidak dijawab di rangkaian ini.

Urutan tiga gambar pertama dengan demikian membentuk lengkung: tenaga besar, beban berat, lalu kelapangan. Lengkung itu tampak bagi pembaca yang menahan ketiganya dalam ingatan sekaligus, sehingga ayat-ayat ini lebih tepat dibaca sebagai satu rangkaian daripada tiga sumpah yang berdiri sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini melukiskan sesuatu yang mengalir dengan mudah tanpa menyebut siapa yang membuatnya mudah. Orang yang hidupnya lancar sering mengira kelancaran itu hasil rancangannya sendiri, sedangkan yang menjadikan jalan itu rata luput dari pandangan. Di 65:4 dan 65:7 kemudahan disebut berasal dari Allah, dan di 51:3 sambungan itu dibiarkan pada pembaca. Gambar tentang aliran mengingatkan pada sungai yang tampak bergerak sendiri, padahal alurnya dibentuk oleh tanah, kemiringan, dan hujan yang jatuh jauh dari tempat sungai itu terlihat. Orang yang berdiri di tepi hanya melihat air lewat.
  • Kemudahan di sini melekat pada gerak, bukan pada tujuan. Sesuatu yang mengalir dengan mudah tidak sedang memikirkan tempat tujuannya. Orang yang pernah bekerja pada hari ketika semuanya selaras tahu rasanya: tangan bergerak, keputusan jatuh pada tempatnya, dan tidak ada tenaga yang terbuang untuk melawan. Hari seperti itu jarang, dan Allah menempatkannya di antara hal-hal yang disebut dalam sumpah, sejajar dengan yang kuat dan yang berat.
  • Dua ayat sebelumnya penuh tenaga dan bobot, dan ayat ini terasa seperti napas yang dilepaskan. Susunan itu mirip pengalaman orang sehabis kerja berat: tubuh yang tadi tegang menemukan bahwa jalan berikutnya menurun. Hubungan bahwa lega merupakan upah bagi berat tidak ditulis di ayat ini. Pembaca hanya diberi urutannya, dan urutan itu sudah cukup untuk dikenali oleh siapa pun yang pernah melewati hari panjang lalu merasakan beban di bahunya mengendur tanpa tahu persis kapan itu terjadi.
  • Ketika perjalanan lancar, hampir tidak ada yang berhenti untuk memikirkan apa yang membuatnya lancar. Orang baru menyadari kemudahan ketika kehilangannya: jalan yang macet, sambungan yang putus, tubuh yang tidak bisa digerakkan seperti biasa. Kata yang dipilih ayat ini menyorot kemudahan pada saat kemudahan itu sedang berjalan, ketika orang tidak merasakan apa-apa, padahal saat itu paling jarang dipandang. Menyebut kemudahan dalam sumpah berarti meminta pendengar menengok sesuatu yang biasanya lewat tanpa dicatat. Kapan terakhir kali seseorang berterima kasih kepada jalan yang lancar?
  • Allah menempatkan hal yang mengalir dengan mudah sejajar dengan yang menerbangkan dengan kuat dan yang memikul muatan berat. Susunan itu memasukkan yang tenang ke dalam daftar sumpah bersama yang keras dan yang berat. Gerak yang mudah disebut dalam sumpah yang sama dengan gerak yang kuat dan yang berat. Orang yang terbiasa menilai penting-tidaknya sesuatu dari kerasnya bunyi akan menemukan di sini ukuran yang berbeda.
  • Bentuk jamak membuat gambar ini terdiri dari banyak arus yang berjalan bersamaan. Kota, pasar, dan keluarga dihidupi oleh banyak aliran kecil yang masing-masing mengikuti jalurnya sendiri, dan semuanya terlihat sebagai satu kehidupan yang bergerak. Pembaca yang menatap ayat ini lama akan sulit membayangkan satu aliran saja, karena kata yang dipakai sudah menyebut banyak aliran sekaligus dan membiarkan pendengar yang menentukan jumlah serta arahnya.