إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ

sesungguhnya kalian benar-benar dalam perkataan yang berselisih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍinnakum la-fii qawlin mukhtalifinsesungguhnya kalian benar-benar dalam perkataan yang berselisih

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  2. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  3. قَوْلٍqawlinperkataan
  4. مُخْتَلِفٍmukhtalifinyang berbeda-beda

Inti bacaan

Penegas inna dan la dipakai pada tiga jawaban berurutan, yaitu 51:5, 51:6, dan 51:8.

Penjelasan pilihan kata

Kata (قَوْلٍ, qawlin) diterjemahkan "perkataan". Kata ini berasal dari akar ق-و-ل, akar untuk mengucapkan, dan di ayat ini bentuknya tunggal dan tanpa kata sandang. Bentuk yang persis sama hanya ada di dua ayat, yaitu 51:8 dan 50:18. Di 50:18, satu surah sebelumnya, kata itu muncul dalam (مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ, maa yalfizhu min qawlin), dan ayat itu menyebut bahwa di sisi setiap ucapan yang dilafalkan manusia ada pengawas yang selalu siap. Terjemahan mempertahankan bentuk tunggal itu dengan "perkataan".

Kata (مُخْتَلِفٍ, mukhtalifin) diterjemahkan "yang berselisih". Kata ini berasal dari akar خ-ل-ف dan berbentuk pelaku. Di luar ayat ini, kata yang sama dipakai di 6:141, 11:118, 16:13, 16:69, 35:27, 35:28, 39:21, dan 78:3. Enam di antaranya menyebut ciptaan yang berbeda warna atau rasanya, misalnya (مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ, mukhtalifan alwaanuhu) di 16:13 yang berarti "berbeda-beda warnanya", dan di ayat-ayat itu terjemahan memakai "beraneka" atau "bermacam-macam". Dua sisanya menyebut manusia: 11:118 menyatakan manusia senantiasa berselisih, dan 78:3 menyebut berita yang mereka perselisihkan. Di kedua ayat itu terjemahan memakai "berselisih", dan 51:8 mengikuti kelompok kedua, karena yang dibicarakan adalah ucapan manusia.

Ada perbedaan kecil antara 51:8 dan dua ayat tentang manusia itu. Di 11:118 dan 78:3 kata ini menerangkan orang-orangnya, dalam bentuk jamak. Di 51:8 kata ini menerangkan perkataannya, dalam bentuk tunggal, dan berharakat akhir kasrah karena mengikuti (قَوْلٍ, qawlin). Terjemahan menjaga susunan itu dengan "perkataan yang berselisih", tidak menjadi "kalian berselisih", sebab teks menempelkan sifat itu pada perkataan.

Huruf (لَ, la) pada (لَفِي, la-fii) adalah penegas, dan (فِي, fii) berarti "dalam". Terjemahan menulisnya "benar-benar dalam". Kata depan "dalam" itu menggambarkan pendengar berada di dalam perkataan, seperti orang berada di dalam suatu tempat. Susunan (إِنَّكُمْ لَفِي, innakum la-fii) yang berarti "sesungguhnya kalian benar-benar dalam" ada di dua ayat, yaitu 51:8 dan 34:7. Di 34:7 susunan itu diucapkan orang-orang yang kufur ketika mereka menyampaikan kabar dari seorang lelaki bahwa manusia akan berada dalam ciptaan yang baru sesudah dicabik-cabik.

Kata (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan huruf penegas (لَ, la) juga membuka dua jawaban sumpah pertama. Di 51:5 penegas itu menempel pada (لَصَادِقٌ, la-shaadiqun) yang berarti "pasti benar", dan di 51:6 pada (لَوَاقِعٌ, la-waaqi'un) yang berarti "pasti terjadi". Di dua ayat itu penegasnya menempel pada kata berbentuk pelaku, sehingga terjemahan memakai "pasti". Di 51:8 penegasnya menempel pada kata depan, sehingga terjemahan memakai "benar-benar". Akhiran (كُمْ, kum) berarti "kalian", kata ganti orang kedua jamak, sehingga ayat ini menyapa pendengarnya secara langsung, berbeda dari 51:10 sampai 51:12 yang membicarakan para penerka sebagai orang ketiga.

Tafsiran

Ayat ini menjawab sumpah demi langit di 51:7. Rangkaian sumpah pertama di 51:1 sampai 51:4 dijawab dengan dua kalimat tentang apa yang dijanjikan dan tentang pertanggungjawaban yang pasti terjadi. Rangkaian kedua dijawab dengan kalimat tentang keadaan pendengar sendiri. Jawaban pertama membicarakan sesuatu yang akan datang, sedangkan jawaban kedua membicarakan perkataan para pendengar.

Ayat ini tidak menyebut tentang apa perkataan itu berselisih. Ayat-ayat sesudahnya memberi arah. Di 51:9 disebutkan ada orang yang dipalingkan, dengan kata "darinya" yang tidak disebut rujukannya. Di 51:10 dikutuk (الْخَرَّاصُونَ, l-kharraashuuna) yang berarti "para penerka", dan di 51:12 mereka bertanya (أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ, ayyaana yawmu d-diini) yang berarti "kapankah Hari Pertanggungjawaban". Pertanyaan itu kembali ke pertanggungjawaban yang disebut di 51:6. Perkataan yang berselisih ditempatkan di tengah bagian yang membicarakan pertanggungjawaban dan para penerka.

Surah ini sendiri memuat contoh ucapan para penolak. Di 51:39 Firaun berpaling dan berkata (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila" tentang Musa, dan di 51:52 ucapan yang sama disebut diucapkan kaum-kaum terdahulu kepada setiap rasul yang datang. Dua sebutan yang berbeda itu disambung dengan "atau" dalam satu ucapan. Hal serupa terdengar di 34:8, sesudah susunan pembuka 51:8 dipakai di 34:7: orang-orang yang kufur bertanya apakah lelaki itu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya. Pembaca dapat menaruh ucapan-ucapan itu di samping 51:8, walaupun 51:8 tidak menunjuk salah satunya secara langsung.

Akar yang sama dipakai di 4:82, ketika disebutkan bahwa sekiranya Al-Qur'an datang dari selain Allah, orang akan menemukan di dalamnya (اخْتِلَافًا كَثِيرًا, ikhtilaafan katsiiran) yang berarti "banyak pertentangan". Di 51:8 perselisihan disebut ada dalam perkataan para pendengar, dan di 4:82 banyaknya pertentangan disebut sebagai ciri yang akan ditemukan pada sesuatu yang datang dari selain Allah. Penjajaran kedua ayat ini dibuat dari kesamaan akarnya, dan 51:8 sendiri tidak merujuk ke 4:82.

Renungan dan Hikmah

  • Dalam ayat ini Allah memakai kata depan dalam, sehingga pendengar disebut berada di dalam perkataan. Bila kata dalam itu dibayangkan sebagai ruangan, pembaca bisa saja sudah lama berada di dalam satu cara bicara tentang hidupnya, tentang orang lain, atau tentang agama, sampai cara bicara itu tidak lagi terasa perlu diperiksa. Gambaran ruangan itu tambahan renungan ini, dan bunyi ayatnya sendiri sudah cukup untuk membuat pembaca bertanya apakah isi perkataannya masih saling cocok, atau sudah lama saling membantah tanpa disadari pemiliknya.
  • Pembaca mungkin pernah menjawab satu pertanyaan yang sama dengan jawaban yang berbeda, tergantung siapa yang bertanya dan di mana pertanyaan itu diajukan. Ayat ini menempelkan sifat berselisih pada perkataan, tidak pada orangnya, sehingga perhatian diarahkan ke apa yang keluar dari mulut. Di 50:18, satu surah sebelumnya, setiap ucapan yang dilafalkan disebut memiliki pengawas di sisinya. Setiap jawaban yang berganti itu diucapkan di dekat pengawas yang sama, dan pembaca dapat menimbang apakah semuanya masih bisa berdiri bersama bila dibaca berurutan.
  • Di 51:39 dan 51:52 orang yang menolak rasul berkata penyihir atau orang gila, dua sebutan yang tidak sejalan tetapi diucapkan dalam satu kalimat. Orang yang menolak sesuatu terkadang mengganti alasannya ketika alasan pertama tidak lagi bertahan, sementara penolakannya tetap. Pembaca yang sedang menolak sebuah nasihat atau kebenaran yang tidak enak dapat menghitung berapa alasan yang sudah dipakainya. Bila alasannya terus berganti dan penolakannya tidak pernah bergeser, alasan mana yang sebenarnya dipegang?
  • Kata Arab yang di ayat ini diterjemahkan berselisih juga dipakai untuk warna ciptaan di bumi di 16:13 dan untuk warna minuman yang keluar dari perut lebah di 16:69, dan kedua ayat itu menutup dengan pernyataan bahwa pada yang demikian ada tanda. Di 51:8 kata itu menerangkan perkataan, dan dua ayat sesudahnya para penerka dikutuk. Ayat-ayat itu tidak membagi perbedaan menjadi dua golongan, tetapi pembaca bisa memakai penjajaran ini untuk bertanya tentang perbedaan di sekitarnya: apakah perbedaan itu lebih mirip warna ciptaan yang beragam, atau lebih mirip perkataan yang saling membantah.
  • Allah bersumpah demi langit yang mempunyai jalan-jalan di 51:7, lalu jawaban sumpah itu di 51:8 langsung kembali ke perkataan pendengarnya. Urutan kedua ayat itu bergerak dari langit ke ucapan pendengar. Langit yang dijadikan sumpah itu terbentang di atas semua pendengar, sedangkan perkataan mereka berselisih. Pembaca yang membaca kedua ayat ini berurutan dapat merasakan jarak antara apa yang dilihatnya di atas dan apa yang diucapkannya tentang hal-hal yang belum dilihatnya.
  • Dua ayat sesudah 51:8, para penerka dikutuk, dan di 51:12 mereka bertanya kapan Hari Pertanggungjawaban datang. Pembaca bisa saja pernah membicarakan hari itu dengan perkiraan sendiri, menebak waktunya, menebak siapa yang selamat, atau menganggapnya jauh. Rangkaian ayat ini menaruh perkataan yang berselisih di dekat kebiasaan menerka, sehingga pembaca dapat memeriksa berapa bagian dari ucapannya tentang hari itu yang bersandar pada firman Allah, dan berapa bagian yang bersandar pada tebakannya sendiri.