يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ
Dipalingkan darinya orang yang dipalingkan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَyu'faku 'anhu man ufikadipalingkan darinya orang yang dipalingkan
Terjemahan per kata (4 kata)
- يُؤْفَكُyu'fakudipalingkan
- عَنْهُ'anhudarinya
- مَنْmanorang yang
- أُفِكَufikadipalingkan
Inti bacaan
Di sembilan ayat lain yu'faku didahului annaa, kata tanya 'bagaimana'; 51:9 menyandingkannya dengan ufika.
Penjelasan pilihan kata
Kata (يُؤْفَكُ, yu'faku) diterjemahkan "dipalingkan". Kata ini berasal dari akar أ-ف-ك dan berbentuk kata kerja pasif untuk waktu sekarang atau yang akan datang. Karena pasif, kalimat ini menyebut orang yang mengalaminya tanpa menyebut pelaku yang memalingkan. Di akhir ayat kata kerja yang sama muncul lagi sebagai (أُفِكَ, ufika), juga pasif, tetapi berbentuk lampau. Bentuk lampau pasif ini hanya ada di 51:9. Awalan "di-" dalam bahasa Indonesia tidak membedakan waktu, sehingga kedua kata itu diterjemahkan sama, "dipalingkan", dan pengulangan kata kerja di Arabnya tetap terlihat dalam terjemahan.
Akar أ-ف-ك dipakai di dua puluh sembilan ayat, dan terjemahan memberinya beberapa padanan menurut bentuknya. Bentuk pasif seperti di ayat ini diterjemahkan "dipalingkan". Kata benda (إِفْكٌ, ifkun) di 25:4 dan ayat-ayat lain diterjemahkan "kebohongan". Di 9:70, 53:53, dan 69:9 bentuk lain dari akar ini menerangkan negeri yang diterjemahkan "dijungkirbalikkan", tunggal di 53:53 dan jamak di 9:70 dan 69:9. Di 46:22 bentuk aktifnya muncul dalam (لِتَأْفِكَنَا عَنْ آلِهَتِنَا, li-ta'fikanaa 'an aalihatinaa) yang berarti "untuk memalingkan kami dari tuhan-tuhan kami", ucapan kaum Ad kepada saudara mereka yang mengingatkan mereka. Susunan di 46:22 itu sama dengan 51:9, yaitu kata kerja dari akar ini diikuti kata depan "dari".
Bentuk pasif yang sedang atau akan berlangsung, untuk orang kedua maupun ketiga, muncul di dua belas ayat. Di sembilan ayat kata itu didahului kata tanya (أَنَّىٰ, annaa) yang berarti "bagaimana", misalnya (أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, annaa yu'fakuuna) di 5:75 yang berarti "bagaimana mereka dipalingkan". Di 30:55 dan 40:63 kata itu didahului (كَذَٰلِكَ, kadzaalika) yang berarti "demikianlah". Di 51:9 kata itu tidak didahului kata tanya maupun "demikianlah", dan orang yang dipalingkan diterangkan dengan kata kerja yang sama.
Kata (عَنْهُ, 'anhu) diterjemahkan "darinya". Huruf (عَنْ, 'an) berarti "dari" dalam arti menjauh dari sesuatu, dan akhiran (هُ, hu) adalah kata ganti orang ketiga tunggal. Kata (مَنْ, man) diterjemahkan "orang yang". Kata ini berlaku untuk siapa saja, dan kata kerja sesudahnya berbentuk tunggal. Di 51:8 pendengar disapa dengan "kalian", sedangkan di 51:9 pembicaraan beralih ke orang ketiga tunggal.
Terjemahan mengikuti urutan Arabnya: kata kerja lebih dulu, lalu "darinya", lalu orang yang mengalaminya di ujung kalimat. Terjemahan juga tidak menambahkan kata seperti "memang" di depan kata kerja kedua, dan tidak mengisi "darinya" dengan nama sesuatu di dalam kurung. Kedua tambahan itu akan memberi penjelasan yang tidak ada di Arabnya, sehingga rujukan "darinya" dibiarkan terbuka seperti di teks sumber.
Tafsiran
Ayat ini menyambung 51:8. Sesudah pendengar disebut berada dalam (قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ, qawlin mukhtalifin) yang berarti "perkataan yang berselisih", 51:9 menyebut ada orang yang dipalingkan. Kata "darinya" menunjuk sesuatu yang sudah disebut sebelumnya, tetapi rujukannya dibiarkan tanpa nama. Kata ganti tunggal itu cocok dengan beberapa hal di ayat-ayat sebelumnya, yaitu perkataan di 51:8, apa yang dijanjikan di 51:5, dan pertanggungjawaban di 51:6. Pembaca dapat memegang ketiganya, karena teks tidak memilihkan salah satu.
Orang yang dipalingkan juga tidak diberi ciri selain kata kerja yang sama. Di 40:63 kata kerja yang sama diikuti keterangan tentang orangnya: (كَذَٰلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ, kadzaalika yu'faku lladziina) yang berarti "demikianlah dipalingkan orang-orang yang", lalu disebut bahwa mereka selalu mengingkari tanda-tanda Allah. Di 51:9 keterangan semacam itu tidak ada. Kata kerja pertama berbentuk sekarang dan kata kerja kedua berbentuk lampau, sehingga susunannya dapat dibaca bahwa pemalingan yang sekarang menimpa orang yang sudah dipalingkan sebelumnya. Pembacaan itu bertumpu pada perbedaan bentuk kedua kata kerja.
Ayat-ayat yang memakai "bagaimana mereka dipalingkan" memberi latar yang berguna. Di 29:61 dan 43:87 orang-orang yang ditanya siapa yang menciptakan langit, bumi, dan diri mereka menjawab "Allah", lalu ayatnya bertanya bagaimana mereka dipalingkan. Pengakuan itu ada dan pemalingan tetap terjadi. Di 30:55 para pendosa bersumpah pada hari Saat itu terjadi bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat, dan ayatnya menutup dengan (كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ, kadzaalika kaanuu yu'fakuuna) yang berarti "demikianlah dahulu mereka dipalingkan". Taksiran yang keliru tentang waktu itu dekat dengan pertanyaan para penerka di 51:12, (أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ, ayyaana yawmu d-diini) yang berarti "kapankah Hari Pertanggungjawaban". Penjajaran 30:55 dengan 51:9 sampai 51:12 dibuat dari kesamaan kata kerjanya, dan 51:9 sendiri tidak merujuk ke 30:55.
Renungan dan Hikmah
- Dalam ayat ini Allah memakai bentuk pasif, sehingga ayat ini menampilkan orang yang dipalingkan dan arah perginya, yaitu menjauh dari sesuatu, tanpa pelakunya. Orang yang merasa makin jauh dari sesuatu yang dulu dipegangnya mungkin mencari siapa yang menariknya, entah lingkungan, kesibukan, atau orang lain. Dalam ayat ini perhatian diarahkan ke keadaan orang itu sendiri. Pembaca dapat bertanya ke arah mana dirinya sedang bergerak, dan dari apa, sebelum bertanya siapa yang menariknya.
- Kata kerja pertama dalam ayat ini berbentuk sekarang, dan kata kerja kedua berbentuk lampau. Susunan itu dapat dibaca bahwa pemalingan hari ini menimpa orang yang sudah pernah dipalingkan. Bila pembacaan itu diikuti, arah seseorang hari ini dibentuk oleh arah yang sudah diambilnya kemarin, dan langkah menjauh yang pertama membuat langkah berikutnya terasa lebih wajar. Pembaca dapat mengingat kapan terakhir kali menunda kembali kepada sesuatu yang diketahuinya benar, lalu melihat apakah penundaan itu sekarang sudah menjadi kebiasaan.
- Di 29:61 dan 43:87 orang-orang yang ditanya siapa pencipta langit dan bumi, atau siapa pencipta diri mereka, menjawab Allah, lalu ayatnya bertanya bagaimana mereka dipalingkan. Seseorang bisa saja hafal jawaban yang benar tentang Tuhannya dan tetap berjalan ke arah lain dalam urusan sehari-hari. Bila pembaca mengakui Allah sebagai pencipta dirinya, ke mana pengakuan itu dibawa sesudah diucapkan, dan apakah keputusan-keputusannya minggu ini searah dengan pengakuan itu?
- Di 30:55 para pendosa bersumpah bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat, dan Allah menyebut keadaan itu dengan kata kerja yang sama dengan 51:9, demikianlah dahulu mereka dipalingkan. Para penerka di 51:12 juga bertanya kapan Hari Pertanggungjawaban, dan di 51:14 disebut bahwa mereka dahulu meminta hari itu disegerakan. Pembaca yang merasa hidupnya masih panjang dapat memeriksa taksiran itu dengan jujur, karena di 30:55 sumpah tentang lamanya tinggal itu disandingkan dengan keadaan dipalingkan.
- Di 46:22 kaum Ad bertanya kepada saudara mereka yang mengingatkan mereka, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari tuhan-tuhan kami?” Mereka memakai kata kerja dari akar yang sama dengan 51:9, tetapi mereka menuduh orang yang mengajak kepada Allah sebagai pihak yang memalingkan. Orang yang diajak meninggalkan kebiasaan lama memang bisa merasa sedang dipalingkan dari sesuatu yang berharga. Pembaca yang merasa terganggu oleh sebuah ajakan dapat menimbang dari titik mana ia menilai, seperti kaum Ad yang menilai ajakan saudara mereka dari tuhan-tuhan yang sedang mereka pegang.
- Ayat 51:8 menyapa pendengarnya dengan kalian, lalu 51:9 beralih ke orang yang dipalingkan. Kata man di situ berlaku untuk siapa saja, tetapi kata kerja sesudahnya berbentuk tunggal. Dalam renungan ini peralihan itu dapat dibaca sebagai pengingat bahwa perkataan yang berselisih dimiliki bersama, sedangkan dipalingkan dialami seseorang. Pembaca bisa saja ikut dalam perbincangan yang ramai tentang agama dan mengira dirinya aman karena banyak orang ikut berbicara. Di 51:9 Allah kembali menyebut satu orang beserta arah perginya sendiri.