يَسْأَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ
Mereka bertanya, “Kapankah Hari Pertanggungjawaban?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَسْأَلُونَyas'aluunamereka bertanya
- أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِayyaana yawmu d-diinikapankah Hari Pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (4 kata)
- يَسْأَلُونَyas'aluunamereka bertanya
- أَيَّانَayyaanakapankah
- يَوْمُyawmuhari
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
Inti bacaan
Pertanyaan skeptis 'kapankah Hari Pertanggungjawaban itu?', pola menuntut kepastian waktu sebagai syarat kepercayaan yang berulang muncul.
Penjelasan pilihan kata
'Yawm ad-diin' diterjemahkan 'Hari Pertanggungjawaban', konsisten dengan idiom tetap ini di seluruh proyek (lih. 15:35, 26:82). Kata 'itu' setelah 'Hari Pertanggungjawaban' dihapus: tidak ada demonstratif dalam teks Arab. Kutipan dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mengutip pertanyaan menantang para pengingkar tentang kapan hari pembalasan akan tiba.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan mereka berbentuk menantang, bukan mencari tahu. Allah merekamnya apa adanya. Nadanya menuntut, bukan bertanya.
- Yang dijadikan syarat percaya tanggalnya. Sebutkan kapan, baru kami percaya. Syarat itu tidak pernah dipenuhi.
- Waktu disembunyikan Allah dengan sengaja. Yang dijawab bukan kapan. Yang dijawab apa yang terjadi nanti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(15:35: 'hari Kiamat'). Pertanyaan skeptis tentang waktu Hari Pertanggungjawaban. Bagian rollout kelompok (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan lama menyebut dua padanan untuk hari itu, 'pengadilan' dan 'pembalasan'; sebagian penerjemah tidak pernah memakai yang kedua di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.