يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ
Pada hari mereka diuji di atas api,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَyawma hum 'alaa n-naari yuftanuunapada hari mereka diuji di atas api
Terjemahan per kata (5 kata)
- يَوْمَyawmahari
- هُمْhummereka
- عَلَى'alaaatas
- النَّارِn-naariapi
- يُفْتَنُونَyuftanuunamereka diuji
Inti bacaan
Susunan yawma hum terdapat di 40:16 dan 51:13; di 40:16 mereka tampak jelas, sesudah 40:15 menyebut hari pertemuan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (يَوْمَ, yawma) berarti "pada hari" dan membuka ayat ini. Kata yang sama sudah muncul di ujung 51:12, dalam pertanyaan (أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ, ayyaana yawmu d-diini) yang berarti "kapankah Hari Pertanggungjawaban". Di 51:12 ujung katanya yawmu, karena di sana hari itu menjadi pokok yang ditanyakan. Di 51:13 ujungnya yawma, bentuk yang dipakai untuk menyebut waktu terjadinya sesuatu, sehingga terjemahannya "pada hari". Terjemahan ayat ini diawali huruf besar karena pertanyaan di 51:12 sudah ditutup dengan tanda tanya, dan ayat ini menjawabnya.
Sesudah yawma datang kata ganti (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Kata ganti ini menunjuk para penerka di 51:10, yang di 51:11 disebut lengah dalam kelalaian dan di 51:12 bertanya tentang hari itu. Susunan yawma hum muncul di dua ayat, yaitu 40:16 dan 51:13. Di 40:16 susunannya (يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ, yawma hum baarizuuna) yang berarti "pada hari mereka tampak jelas", sesudah 40:15 menyebut hari pertemuan. Di kedua ayat, kata hari langsung diikuti kata ganti mereka dan keadaan mereka pada hari itu.
Kata (النَّارِ, n-naari) berarti "api" dan didahului kata depan (عَلَى, 'alaa) yang berarti "atas". Frasa 'alaa n-naari muncul di enam ayat, yaitu 2:175, 6:27, 20:10, 46:20, 46:34, dan 51:13. Di 6:27 frasa itu datang sesudah (وُقِفُوا, wuqifuu) dan diterjemahkan "dihadapkan ke api", sedangkan di 46:20 dan 46:34 frasa itu datang sesudah (يُعْرَضُ, yu'radhu) dan diterjemahkan "dihadapkan pada api". Terjemahan frasa ini mengikuti kata kerja yang menyertainya. Di 51:13 kata kerjanya yuftanuuna, dan 'alaa diterjemahkan "di atas".
Kata (يُفْتَنُونَ, yuftanuuna) berasal dari akar ف-ت-ن. Kata kerja ini berbentuk masa kini, orang yang dikenainya jamak, dan pelakunya tidak disebut. Terjemahannya "diuji". Bentuk ini muncul di tiga ayat, yaitu 9:126, 29:2, dan 51:13. Di 9:126 bentuk itu ada dalam (أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ, annahum yuftanuuna fii kulli 'aamin marratan aw marratayni) yang berarti "bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun". Di 29:2 bentuk itu ada dalam (وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ, wa-hum laa yuftanuuna) yang berarti "sedang mereka tidak diuji". Terjemahan memakai "diuji" di ketiga ayat, sehingga pembaca dapat melihat bahwa kata yang sama dipakai untuk ujian yang berulang setiap tahun di 9:126 dan untuk keadaan mereka di atas api.
Terjemahan tidak memakai "diazab" untuk yuftanuuna. Di 46:34 kata "azab" menerjemahkan (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) dari akar ع-ذ-ب, dalam perintah "rasakanlah azab". Kalau yuftanuuna juga diterjemahkan "diazab", pembaca tidak dapat membedakan kedua akar itu. Ayat 51:14 memakai kata benda dari akar ف-ت-ن, yaitu (فِتْنَتَكُمْ, fitnatakum) yang berarti "cobaan kalian". Kata benda itu diberi kata ganti "kalian", sehingga cobaan tersebut dilekatkan kepada orang-orang yang diuji di 51:13.
Tafsiran
Ayat ini memberi isi jawaban atas pertanyaan di 51:12. Para penerka menanyakan kapan Hari Pertanggungjawaban, dan ayat ini menyebut apa yang mereka alami pada hari itu, yaitu diuji di atas api. Ayat 51:14 menyambungnya dengan ucapan kepada mereka, "Rasakanlah cobaan kalian," lalu menyebut bahwa hari itu dahulu mereka minta agar disegerakan.
Rangkaian yang serupa ada di surah sesudahnya. Di 52:13 susunannya (يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا, yawma yuda'uuna ilaa naari jahannama da'an) yang berarti "pada hari mereka dicampakkan ke api Jahanam dengan sekuat-kuatnya", lalu 52:14 menyebut api yang dahulu mereka dustakan. Kedua rangkaian dibuka dengan yawma dan kata kerja yang pelakunya tidak disebut, lalu disusul ucapan kepada mereka tentang sikap mereka dahulu. Di 52:14 sikap itu berupa mendustakan, dan di 51:14 berupa meminta hari itu disegerakan.
Di 9:126 kata yuftanuuna dipakai untuk ujian yang datang sekali atau dua kali setiap tahun, lalu ayat itu menyebut bahwa mereka tidak bertobat dan tidak mengambil pelajaran. Tobat dan pelajaran disebut di sana sebagai hal yang seharusnya menyusul ujian, walaupun tidak mereka lakukan. Di 29:2 sampai 29:3 orang yang berkata "Kami telah beriman" tidak dibiarkan tanpa diuji, dan Allah mengetahui siapa yang benar dan siapa pendusta. Ayat 51:13 memakai kata yang sama untuk keadaan di atas api, dan rangkaian 51:13 sampai 51:14 tidak lagi menyebut tobat atau pelajaran sesudah ujian itu.
Renungan dan Hikmah
- Di 9:126 orang-orang diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak bertobat dan tidak mengambil pelajaran. Ayat itu dibuka dengan pertanyaan apakah mereka tidak memperhatikan ujian yang datang kepada mereka. Ujian yang berulang mudah dianggap kejadian biasa, sehingga orang melewatinya tanpa bertanya apa yang sedang diperlihatkan kepadanya. Pembaca dapat mengingat kesulitan terberat yang dialaminya tahun ini, lalu menuliskan apa yang berubah dalam dirinya sesudah kesulitan itu lewat.
- Di 29:2 manusia ditanya apakah mereka mengira akan dibiarkan berkata, "Kami telah beriman," tanpa diuji. Ayat 29:3 menyebut bahwa orang-orang sebelum mereka juga diuji, dan Allah mengetahui siapa yang benar dan siapa pendusta. Pengakuan diucapkan lebih dulu, lalu ujian datang dan memperlihatkan isi pengakuan itu. Ujian apa yang paling akhir menguji pengakuan pembaca, dan apakah sikapnya dalam ujian itu sejalan dengan yang selama ini dikatakannya?
- Di 51:14 cobaan itu disebut dengan kata ganti "kalian" dan diterima oleh orang-orang yang dahulu meminta hari itu disegerakan. Permintaan itu mereka ajukan sebelum hari itu tiba, dan pada hari itu mereka menerima cobaan yang disebut sebagai milik mereka. Pembaca dapat menuliskan satu peringatan yang paling sering ditanggapinya dengan kata "nanti saja", lalu memikirkan sikapnya bila peringatan itu terbukti.
- Di 85:10 akar yang sama dipakai dalam bentuk aktif untuk orang-orang yang menimpakan cobaan terhadap mukmin laki-laki dan perempuan. Ayat itu mengaitkan azab Jahanam dan azab yang membakar dengan keadaan mereka yang tidak bertobat. Orang yang menyulitkan orang lain karena keimanannya pun masih disebut bersama kemungkinan tobat. Pembaca yang pernah mempersulit orang lain karena orang itu beriman kepada Allah dapat bertanya apakah perbuatan itu sudah diakuinya dan sudah diperbaikinya selagi waktunya masih ada.
- Di 6:27 orang-orang dihadapkan ke api, lalu berkata, "Seandainya kami dikembalikan, tentu kami tidak akan mendustakan tanda-tanda Tuhan kami." Keinginan untuk dikembalikan dan tidak lagi mendustakan muncul ketika api sudah di hadapan mereka. Pembaca dapat menuliskan perubahan yang akan dibuatnya seandainya diberi kesempatan kedua, lalu bertanya apakah perubahan itu dapat mulai dikerjakannya hari ini.
- Di 2:175 orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan disebut dengan seruan heran, "alangkah beraninya mereka menghadapi api." Ayat itu menyebut pilihan mereka sebagai jual beli, dan pilihan itu mengarah ke api. Keputusan kecil yang diambil setiap hari jarang terasa sebagai pilihan antara petunjuk dan kesesatan, karena akibatnya belum terlihat. Pembaca dapat memeriksa satu kebiasaan yang dipertahankannya walaupun tahu kebiasaan itu menjauhkannya dari petunjuk, lalu bertanya apa yang diperolehnya sebagai ganti.