ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

“Rasakanlah cobaan kalian. Ini yang dahulu kalian minta agar disegerakan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْdzuuquu fitnatakumrasakanlah cobaan kalian
  2. هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَhaadzaa lladzii kuntum bihi tasta'jiluunaini yang dahulu kalian minta agar disegerakan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
  2. فِتْنَتَكُمْfitnatakumcobaan kalian
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  6. بِهِbihipadanya
  7. تَسْتَعْجِلُونَtasta'jiluunakalian meminta disegerakan

Inti bacaan

Bentuk perintah dzuuquu dipakai di banyak ayat; di 51:14 objeknya cobaan, sedangkan di 32:20 dan 46:34 objeknya azab.

Penjelasan pilihan kata

Kata (ذُوقُوا, dzuuquu) berasal dari akar ذ-و-ق dan berbentuk perintah kepada banyak orang, sehingga diterjemahkan "rasakanlah". Bentuk ini dipakai di banyak ayat, dan surah 54 saja memuatnya di 54:37, 54:39, dan 54:48. Hal yang disuruh dirasakan berbeda-beda. Di 32:20 mereka disuruh merasakan azab api yang dahulu mereka dustakan, di 46:34 azab karena mereka dahulu kufur, dan di 29:55 apa yang mereka kerjakan. Di 51:14 kata sesudah dzuuquu adalah cobaan.

Kata (فِتْنَتَكُمْ, fitnatakum) berasal dari akar ف-ت-ن dan terdiri atas kata benda dengan akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk persis ini hanya muncul di 51:14. Akar yang sama dipakai di 51:13 dalam (يُفْتَنُونَ, yuftanuuna) yang berarti "mereka diuji". Terjemahan memakai "cobaan" untuk kata benda ini dan "diuji" untuk kata kerja di ayat sebelumnya, dua padanan yang berdekatan untuk akar yang sama. Akhiran -kum menyandarkan cobaan itu kepada orang-orang yang diajak bicara.

Di 51:13 orang-orang itu disebut "mereka", sedangkan di 51:14 mereka diajak bicara sebagai "kalian", lewat bentuk perintah dzuuquu dan akhiran -kum serta -tum. Ayat ini tidak menyebut siapa yang mengucapkan kalimat itu. Ayat lain yang memuat susunan serupa menyebut adanya ucapan tanpa menyebut pengucapnya. Di 32:20 ada (وَقِيلَ لَهُمْ, wa qiila lahum) yang berarti "dan dikatakan kepada mereka", dan di 83:17 ada (ثُمَّ يُقَالُ, tsumma yuqaalu) yang berarti "kemudian dikatakan". Di 51:14 kata kerja semacam itu tidak ada, sehingga terjemahannya langsung dibuka dengan tanda petik.

Susunan (هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ, haadzaa lladzii kuntum) muncul di tiga ayat, yaitu 51:14, 67:27, dan 83:17. Di 67:27 kata kerja sesudahnya (تَدَّعُونَ, tadda'uuna) yang diterjemahkan "minta", dan di 83:17 (تُكَذِّبُونَ, tukadzdzibuuna) yang berarti "dustakan". Ketiga ayat menunjuk sesuatu yang sedang ada di hadapan mereka dengan haadzaa, lalu menyebut sikap mereka dahulu terhadap hal itu. Terjemahan ayat ini memakai "ini" untuk haadzaa.

Kata (كُنْتُمْ, kuntum) berarti "kalian dahulu". Bila diikuti kata kerja bentuk sedang seperti (تَسْتَعْجِلُونَ, tasta'jiluuna), keduanya menyebut perbuatan di masa lalu, sehingga diterjemahkan "dahulu kalian minta". Kata tasta'jiluuna berasal dari akar ع-ج-ل dan berarti meminta sesuatu disegerakan. Bentuk ini muncul 6 kali di 4 surah, yaitu 6:57, 6:58, 10:51, 27:46, 27:72, dan 51:14. Susunan (كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ, kuntum bihi tasta'jiluuna) hanya terdapat di 10:51 dan 51:14. Di 10:51 terjemahannya "padahal kalian dahulu selalu meminta agar ia disegerakan", dalam pertanyaan kepada orang yang baru beriman sesudah azab terjadi. Kata (بِهِ, bihi) menunjuk hal yang diminta, dan terjemahan ayat ini menyerapnya ke dalam kata "yang".

Tafsiran

Ayat ini menutup jawaban atas pertanyaan di 51:12. Para penerka bertanya kapan Hari Pertanggungjawaban, 51:13 menyebut hari ketika mereka diuji di atas api, dan 51:14 memuat kalimat yang ditujukan kepada mereka pada hari itu. Hal yang dahulu mereka minta disegerakan kini datang, sehingga pertanyaan mereka terjawab dengan kedatangannya.

Surah 67 memuat urutan yang mirip. Di 67:25 mereka bertanya, "Kapankah janji ini, jika kalian orang-orang yang benar?" Di 67:26 Nabi diperintah menjawab bahwa ilmu hanya ada pada Allah dan bahwa dirinya pemberi peringatan yang jelas. Di 67:27 mereka melihat janji itu sudah dekat, wajah mereka menjadi muram, lalu dikatakan kepada mereka bahwa hal itu yang dahulu mereka minta.

Permintaan agar azab disegerakan juga disebut di surah lain. Di 29:53 sampai 29:54 mereka meminta azab disegerakan, dan 29:53 menyebut bahwa azab itu belum datang karena waktu yang telah ditetapkan. Lalu 29:55 memuat ucapan (ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, dzuuquu maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "Rasakanlah apa yang kalian kerjakan". Sesudah 51:14, ayat 51:15 beralih kepada orang-orang yang bertakwa, yang berada di dalam taman-taman dan mata air, sehingga keadaan dua golongan disebut berurutan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 29:53 orang-orang meminta azab disegerakan, dan Allah menyebut bahwa azab itu belum datang karena waktu yang telah ditetapkan, lalu menambahkan bahwa azab itu akan datang tiba-tiba ketika mereka tidak menyadari. Di 22:47 permintaan yang sama dijawab dengan kabar bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya, dan sehari di sisi Tuhan seperti seribu tahun menurut perhitungan mereka. Peringatan yang belum terbukti mudah dianggap tidak akan terbukti. Pembaca dapat bertanya apakah lamanya sebuah janji Allah belum tiba pernah dipakainya sebagai alasan untuk tidak menganggapnya sungguh-sungguh.
  • Di 10:51 ada pertanyaan kepada orang-orang yang beriman sesudah azab terjadi: apakah baru sekarang, padahal dahulu mereka selalu meminta azab itu disegerakan. Keyakinan mereka datang ketika peristiwanya sudah tiba, dan ayat sesudahnya, 10:52, memuat ucapan kepada orang-orang yang zalim agar merasakan azab yang kekal. Pembaca dapat mengingat sebuah peringatan yang baru diterimanya sebagai benar sesudah akibatnya terjadi, lalu menghitung berapa lama peringatan itu sudah didengarnya sebelum dipercayainya.
  • Di 27:46 Salih bertanya kepada kaumnya mengapa mereka meminta keburukan disegerakan sebelum kebaikan, dan mengapa mereka tidak memohon ampunan kepada Allah agar dirahmati. Pertanyaan itu menyebut dua jalan yang terbuka bagi kaum itu, yaitu meminta keburukan datang lebih cepat atau memohon ampunan. Di 27:47 mereka menganggap Salih dan pengikutnya sebagai kesialan. Ketika pembaca diingatkan tentang kesalahannya, apa yang biasanya lebih dulu keluar dari mulutnya, tuntutan bukti atau permohonan ampun?
  • Di 6:57 Nabi diperintah mengatakan bahwa apa yang mereka minta disegerakan tidak ada padanya, karena putusan hanya milik Allah. Di 6:58 Nabi diperintah mengatakan bahwa seandainya hal itu ada padanya, perkara antara dia dan mereka tentu sudah selesai. Orang yang menyampaikan peringatan tidak memegang waktu datangnya hal yang diperingatkan. Pembaca yang pernah menuntut seorang penasihat untuk membuktikan peringatannya saat itu juga dapat memikirkan kembali kepada siapa tuntutan itu sebenarnya diajukannya.
  • Di 27:72 Nabi diperintah mengatakan bahwa boleh jadi sebagian dari apa yang mereka minta disegerakan telah dekat mengikuti mereka. Di 67:27 orang-orang yang kufur melihat janji yang dahulu mereka tanyakan waktunya sudah dekat, dan wajah mereka menjadi muram. Di 67:25 mereka masih menanyakan waktunya, dan di 67:27 janji itu sudah terlihat dekat. Pembaca dapat bertanya peringatan mana yang selama ini dianggapnya masih jauh, dan dari mana anggapan tentang jarak itu diperolehnya.
  • Di 29:55 azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka, lalu Allah berfirman, "Rasakanlah apa yang kalian kerjakan." Di ayat itu perintah merasakan disambung langsung dengan perbuatan mereka sendiri, dan di 51:14 dengan cobaan yang disebut milik mereka. Perbuatan yang dikerjakan setiap hari bisa terasa ringan bagi pelakunya ketika dikerjakan. Pembaca dapat menuliskan perbuatan yang paling sering diulanginya dalam sepekan, lalu membayangkan perbuatan itu sebagai sesuatu yang kelak harus dirasakannya.