ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ
“Rasakanlah cobaan kalian; inilah yang dahulu kalian minta agar disegerakan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْdzuuquu fitnatakumrasakanlah cobaan kalian
- هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَhaadzaa lladzii kuntum bihi tasta'jiluunainilah yang dahulu kalian minta agar disegerakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
- فِتْنَتَكُمْfitnatakumcobaan kalian
- هَٰذَاhaadzaaini
- الَّذِيlladziiyang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- بِهِbihipadanya
- تَسْتَعْجِلُونَtasta'jiluunakalian meminta disegerakan
Inti bacaan
Sindiran tajam 'inilah yang dahulu kalian minta agar disegerakan', ironi terhadap ketergesaan menuntut bukti yang justru berujung penderitaan bagi penuntutnya sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'inilah'. Kutipan dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri: ejekan yang disampaikan kepada mereka di neraka.
Tafsiran
Ayat ini mengutip ejekan pahit: azab yang dahulu diminta agar disegerakan kini benar-benar dirasakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengembalikan permintaan mereka sendiri. Dulu minta dipercepat. Sekarang diberikan.
- Kata rasakanlah dipakai, bukan kata terimalah. Bahasanya bahasa lidah. Yang dulu diucapkan kini dikecap.
- Kalimatnya berbentuk perintah, bukan keterangan. Allah menyuruh mereka merasakan. Ejekannya dibalikkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar dz-w-q, f-t-n, k-w-n, '-j-l): dhuuquu fitnatakum diterjemahkan 'rasakanlah cobaan/azab kalian' (akar dz-w-q + akar f-t-n); tasta'jiluun diterjemahkan 'minta disegerakan' (akar '-j-l). gloss '(Dikatakan kepada mereka,)/(azabmu)/(azab)' dibuang.