Ayat 51:15
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan mata air,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍinna l-muttaqiina fii jannaatin wa-'uyuuninsesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan mata air
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
- فِيfiidi dalam
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- وَعُيُونٍwa-'uyuunindan mata air
Inti bacaan
Susunan inna l-muttaqiina membuka enam ayat, yaitu 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41, dan di keenamnya disusul kata depan fii.
Penjelasan pilihan kata
Kata (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" membuka ayat ini, lalu disusul (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina), orang-orang yang bertakwa. Kata ini berasal dari akar و-ق-ي dan menyebut orang dari sikapnya. Akar yang sama dipakai di 52:18 dalam (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) yang berarti "dan Tuhan mereka menjaga mereka", sesudah 52:17 menyebut orang-orang yang bertakwa di dalam taman-taman. Di dua ayat berurutan itu, sebutan bagi orang yang bertakwa dan kata kerja bagi penjagaan Tuhan berasal dari akar yang sama.
Susunan (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina) membuka enam ayat, yaitu 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41. Di keenam ayat itu sesudahnya datang kata depan (فِي, fii) yang berarti "di dalam", lalu tempat mereka berada. Tempat itu disebut berbeda-beda: di 44:51 tempat yang aman, di 77:41 naungan dan mata air, di 52:17 taman-taman dan kenikmatan, di 54:54 taman-taman dan sungai, serta di 15:45 dan 51:15 taman-taman dan mata air.
Kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) berasal dari akar ج-ن-ن, berbentuk jamak dan tak tentu, dan diterjemahkan "taman-taman". Kata (عُيُونٍ, 'uyuunin) berasal dari akar ع-ي-ن, juga jamak dan tak tentu, dan diterjemahkan "mata air". Akar yang sama dipakai untuk mata di wajah, misalnya di 5:45 dalam (وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ, wal-'ayna bil-'ayni) yang berarti "mata dengan mata".
Pasangan (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa 'uyuunin) muncul di tujuh ayat dalam empat surah, yaitu 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 44:25, 44:52, dan 51:15. Surah 26 memuatnya tiga kali dan surah 44 dua kali, sehingga jumlah ayatnya lebih banyak daripada jumlah surahnya. Tiga ayat menyebut pasangan itu sebagai tempat orang-orang yang bertakwa, yaitu 15:45, 44:52, dan 51:15. Empat ayat lainnya menyebut taman dan mata air di dunia: di 26:57 Firaun dan bala tentaranya dikeluarkan darinya, di 44:25 kaum Firaun meninggalkannya, di 26:134 Hud mengingatkan kaumnya bahwa Allah menganugerahkannya kepada mereka, dan di 26:147 Salih bertanya kepada kaumnya apakah mereka akan dibiarkan aman di dalamnya.
Kata depan fii juga dipakai di 51:11 untuk para penerka, yang disebut berada (فِي غَمْرَةٍ, fii ghamratin), "dalam kelalaian". Di 51:13 keadaan mereka disebut dengan (عَلَى النَّارِ, 'alaa n-naari), "di atas api". Terjemahan ayat ini memakai "di dalam" untuk fii, sehingga orang-orang yang bertakwa disebut berada di dalam taman-taman itu. Ayat 15:45 memuat susunan Arab yang sama dengan 51:15. Terjemahan 15:45 diakhiri titik, sedangkan 51:15 diakhiri koma karena kalimatnya berlanjut ke 51:16, yang menyebut mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari para penerka kepada orang-orang yang bertakwa. Sampai 51:14 surah ini menyebut kelalaian para penerka, pertanyaan mereka tentang waktu Hari Pertanggungjawaban, dan ucapan kepada mereka di atas api. Mulai 51:15 surah ini menyebut tempat orang-orang yang bertakwa, lalu 51:16 sampai 51:18 merinci keadaan mereka: mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka, dahulu berbuat kebaikan, sedikit tidur pada waktu malam, dan memohon ampunan pada akhir malam.
Surah 44 memuat pasangan taman-taman dan mata air dua kali. Di 44:25 sampai 44:28 kaum Firaun meninggalkan taman-taman dan mata air, tanam-tanaman, tempat tinggal, dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria, lalu Allah mewariskannya kepada kaum lain. Di 44:51 sampai 44:52 orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman, di dalam taman-taman dan mata air. Dalam satu surah, pasangan kata yang sama dipakai untuk milik yang ditinggalkan dan untuk tempat yang didiami orang-orang yang bertakwa.
Di 15:45 sampai 15:47 orang-orang yang bertakwa disuruh masuk dengan selamat dan aman, lalu Allah mencabut dendam dari dada mereka, sehingga mereka bersaudara di atas dipan-dipan, berhadap-hadapan. Ayat 51:15 sendiri tidak merinci isi taman itu, dan rinciannya datang dari ayat-ayat sesudahnya serta dari surah lain.
Renungan dan Hikmah
- Di 44:25 sampai 44:28 kaum Firaun meninggalkan taman-taman dan mata air, tanam-tanaman, tempat tinggal yang mulia, dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria, lalu Allah mewariskan semuanya kepada kaum lain. Mereka memiliki taman dan mata air di dunia, tetapi milik itu berpindah tangan. Rumah, kebun, dan tabungan yang kini dimiliki seseorang dapat berpindah tangan dengan cara yang sama, ketika pemiliknya tidak lagi ada. Apa yang sedang dikumpulkan pembaca hari ini, dan siapa yang kelak akan mewarisinya?
- Di 26:146 sampai 26:148 Salih bertanya kepada kaumnya apakah mereka akan dibiarkan tinggal aman di tempat itu, di dalam kebun-kebun dan mata air, tanam-tanaman, dan pohon kurma yang mayangnya lembut. Pertanyaan itu menyebut rasa aman dan kesuburan tempat tinggal mereka dalam satu tarikan. Pembaca dapat memeriksa apakah rasa aman yang dimilikinya bersandar pada harta dan tempat tinggal, lalu bertanya apa yang tersisa dari rasa aman itu bila keduanya diambil.
- Di 26:132 sampai 26:134 Hud menyuruh kaumnya bertakwa kepada Allah yang menganugerahkan kepada mereka hewan ternak, anak-anak, kebun-kebun, dan mata air. Pemberian itu disebut sebagai alasan untuk bertakwa kepada Pemberinya. Seseorang dapat menikmati pemberian bertahun-tahun tanpa pernah menghubungkannya dengan Yang memberi. Pembaca dapat menuliskan beberapa hal yang paling disyukurinya dalam hidupnya, lalu memeriksa apakah hal-hal itu pernah membuatnya lebih berhati-hati terhadap perintah Allah.
- Di 52:17 orang-orang yang bertakwa disebut berada di dalam taman-taman dan kenikmatan, dan 52:18 menyebut bahwa Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka. Kata untuk orang yang bertakwa dan kata kerja untuk penjagaan itu berasal dari akar yang sama. Di dua ayat itu, orang yang menjaga diri disebut dijaga oleh Tuhannya. Pembaca dapat bertanya hal apa saja yang selama ini dijaganya dengan sungguh-sungguh, seperti nama baik, harta, atau kesehatan, dan apakah menjaga diri dari hal yang dilarang Allah termasuk di antaranya.
- Di 15:47 Allah menyebut bahwa Dia mencabut segala dendam yang ada di dalam dada orang-orang yang bertakwa, sehingga mereka bersaudara di atas dipan-dipan, berhadap-hadapan. Ayat itu menyebut dendam sebagai sesuatu yang masih ada di dada mereka sampai Allah mencabutnya. Pembaca dapat mengingat nama seseorang yang sampai hari ini sulit dihadapinya tanpa rasa kesal, lalu membayangkan duduk berhadap-hadapan dengan orang itu tanpa rasa kesal yang tersisa di dadanya.
- Di 77:41 orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan dan mata air, lalu 77:43 memuat ucapan kepada mereka, "Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan." Di 29:55 orang-orang yang ditutupi azab disuruh merasakan apa yang mereka kerjakan. Kedua golongan menerima keadaan mereka dengan rujukan kepada perbuatan yang dahulu mereka kerjakan sendiri. Pembaca dapat melihat perbuatannya hari ini dan bertanya kepada golongan mana perbuatan itu lebih dekat.
Ayat 51:16
آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ
seraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka; sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْaakhidziina maa aataahum rabbuhumseraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka
- إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَinnahum kaanuu qabla dzaalika muhsiniinasesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (9 kata)
- آخِذِينَaakhidziinaseraya mengambil
- مَاmaaapa yang
- آتَاهُمْaataahummemberi mereka
- رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَانُواkaanuumereka dahulu
- قَبْلَqablasebelum
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- مُحْسِنِينَmuhsiniinaorang-orang yang berbuat baik
Inti bacaan
Urutan muttaqiin lalu muhsiniin di 51:15 sampai 51:16 berulang pada rangkaian 77:41 sampai 77:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (آخِذِينَ, aakhidziina) yang berarti "orang-orang yang mengambil". Kata ini berasal dari akar ء-خ-ذ dan menyebut orang dari perbuatan yang sedang mereka lakukan. Dengan kata ini keadaan orang-orang yang bertakwa di 51:15 diterangkan, ketika mereka berada di dalam taman-taman dan mata air, sehingga kata itu diterjemahkan "seraya mengambil". Bentuk aakhidziina dengan ejaan ini hanya ada di ayat ini.
Yang mereka ambil disebut (مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, maa aataahum rabbuhum), "apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka". Kata kerja aataa berasal dari akar ء-ت-ي dan berarti memberi. Susunan aataahum rabbuhum hanya muncul di dua ayat, yaitu 51:16 dan 52:18. Di 52:18 susunan itu didahului (فَاكِهِينَ, faakihiina) yang berarti "bersuka ria", sedangkan di sini didahului aakhidziina. Di kedua ayat itu pemberinya disebut Tuhan mereka, dan isi pemberiannya tidak dirinci.
Akar ء-خ-ذ dan ء-ت-ي juga bertemu dalam perintah. Di 2:63, 2:93, dan 7:171 terdapat (خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ, khudzuu maa aataynaakum) yang diterjemahkan "pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepada kalian". Di 7:144 Musa menerima perintah (فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ, fa-khudz maa aataytuka), "berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu". Di ayat-ayat itu mengambil apa yang diberikan berbentuk perintah, sedangkan di 51:16 menjadi sebutan bagi keadaan orang-orang yang bertakwa.
Bagian kedua ayat dibuka dengan (إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ, innahum kaanuu qabla dzaalika), "sesungguhnya mereka sebelum itu". Kata kerja kaanuu dari akar ك-و-ن menunjuk keadaan mereka dahulu, dan kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk keadaan yang baru disebut, yaitu berada di taman-taman sambil mengambil pemberian Tuhan. Susunan innahum kaanuu qabla dzaalika hanya muncul di dua ayat, yaitu 51:16 dan 56:45. Di 56:45 susunan itu dipakai untuk golongan kiri sesudah 56:42 sampai 56:44 menyebut angin yang sangat panas, air mendidih, dan naungan asap hitam, lalu ditutup dengan (مُتْرَفِينَ, mutrafiina), "hidup bermewah-mewah". Susunannya sama, dan kata penutupnya yang membedakan kedua golongan.
Kata penutup di 51:16 adalah (مُحْسِنِينَ, muhsiniina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan", dari akar ح-س-ن. Kata yang sama muncul di akhir rangkaian 77:41 sampai 77:44. Rangkaian itu dibuka dengan orang-orang yang bertakwa di dalam naungan dan mata air, lalu ditutup dengan (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, innaa kadzaalika najzii l-muhsiniina) yang berarti "sesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan". Di surah 77 dan di surah ini, orang-orang yang sama disebut dengan dua kata, muttaqiin dan muhsiniin.
Tafsiran
Ayat ini menyebut dua waktu. Waktu sekarang ada di bagian pertama, ketika orang-orang yang bertakwa mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka. Waktu dahulu ada di bagian kedua, ketika mereka berbuat kebaikan. Bagian kedua dibuka dengan inna, sehingga perbuatan dahulu terbaca sebagai alasan keadaan sekarang.
Ayat-ayat sesudahnya merinci kebaikan itu. Di 51:17 mereka sedikit tidur pada waktu malam, di 51:18 mereka memohon ampunan pada akhir malam, dan di 51:19 pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta. Dalam surah ini, kata muhsiniin diisi dengan waktu malam dan dengan harta.
Rangkaian 51:10 sampai 51:16 juga menyebut perbuatan dahulu golongan yang lain. Di 51:14 para penerka diberi tahu bahwa yang menimpa mereka dahulu mereka minta agar disegerakan. Kedua golongan disebut bersama perbuatan mereka dahulu, dan keduanya berbeda pada isi perbuatan itu.
Perintah di 2:63 dan 7:171 untuk memegang teguh apa yang diberikan ditutup dengan (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ, la'allakum tattaquuna), "agar kalian bertakwa", dari akar و-ق-ي yang sama dengan muttaqiin di 51:15. Di sana mengambil pemberian Allah disebut sebagai jalan menuju takwa, dan di 51:16 orang-orang yang bertakwa disebut sedang mengambil pemberian Tuhan mereka. Teksnya tidak merinci apa yang mereka ambil di taman itu, selain yang sudah disebut 51:15.
Renungan dan Hikmah
- Susunan maa aataahumu llaahu, "apa yang Allah berikan kepada mereka", muncul di lima ayat dengan sikap yang berbeda-beda. Di 3:180 ada orang yang kikir dengan pemberian itu, di 4:37 ada yang menyembunyikannya, dan di 4:54 ada yang dengki kepada orang lain karena pemberian itu. Di 9:59 disebut keadaan sekiranya mereka rida dengan apa yang diberikan, dan di 3:170 ada yang bergembira dengannya. Pemberiannya disebut dengan kata yang sama, sedangkan sikap orangnya berbeda. Seseorang dapat memeriksa sikapnya sendiri terhadap apa yang sudah ada di tangannya, lalu melihat ayat mana yang paling dekat dengan sikap itu.
- Di 7:144 Musa diperintah berpegang teguh pada apa yang diberikan kepadanya, dan perintah itu disambung dengan ajakan untuk menjadi orang yang bersyukur. Di 2:93 perintah berpegang teguh pada apa yang diberikan dijawab dengan "kami mendengar, tetapi kami membangkang". Di 51:16 mengambil pemberian Tuhan sudah menjadi keadaan orang-orang yang bertakwa. Ketiga ayat itu memakai akar ambil dan akar beri yang sama untuk perintah, untuk penolakan atas perintah itu, dan untuk keadaan orang yang sampai di taman-taman. Ketiganya dapat dibaca sebagai tiga keadaan, dan pembaca dapat mencari keadaannya sendiri di antara ketiganya.
- Kata qabla dzaalika, "sebelum itu", menunjuk masa sebelum orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman. Bagi yang membaca ayat ini, hari-hari yang sedang dijalaninya termasuk masa sebelum itu. Di 56:45 susunan yang sama dipakai untuk golongan kiri, yang sebelum itu hidup bermewah-mewah. Dua golongan dikenali dari isi masa sebelum itu, dan masa itu masih sedang berjalan bagi pembacanya. Apa yang akan tercatat sebagai isi masa sebelum itu, bila hari ini kelak disebut dengan kata qabla dzaalika?
- Kata muhsiniin dirinci di tiga ayat berikutnya, yang menyebut sedikit tidur pada waktu malam, memohon ampunan pada akhir malam, dan hak peminta serta orang yang tidak meminta pada harta mereka. Rincian itu menyangkut cara memakai malam dan cara memperlakukan harta. Orang yang ingin membandingkan dirinya dengan rincian itu dapat mulai dari malam-malam yang dilaluinya dan harta yang dipegangnya, lalu melihat seberapa dekat keduanya dengan yang disebut di 51:17 sampai 51:19.
- Di 51:16 keadaan dahulu orang-orang yang bertakwa disebut dalam kalimat tentang mereka, yaitu mereka berbuat kebaikan. Di 52:25 sampai 52:28 penghuni taman sendiri menyebut masa lalu itu ketika saling bertanya. Mereka berkata bahwa dahulu mereka cemas di tengah keluarga mereka, bahwa Allah menganugerahkan karunia kepada mereka dan menjaga mereka dari azab yang sangat panas, dan bahwa sejak dahulu mereka menyembah-Nya. Sebutan muhsiniin datang dari ayat, sedangkan ucapan mereka sendiri berisi kecemasan, ibadah, dan pengakuan atas karunia Allah.
- Kata kerja memberi dari akar yang sama juga dipakai untuk Yusuf. Di 12:22 Yusuf diberi kebijaksanaan dan ilmu ketika mencapai usia kematangannya, lalu ayat itu ditutup dengan "demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". Kata kerja memberi di sana berasal dari akar ء-ت-ي, sama dengan aataahum di 51:16. Penutup itu memungkinkan pembacaan bahwa kebijaksanaan dan ilmu yang diterima Yusuf semasa hidupnya termasuk balasan bagi orang yang berbuat baik, sedangkan di 51:16 pemberian Tuhan disebut di taman-taman. Bila pembacaan itu diterima, orang yang menunggu balasan kebaikannya dapat memeriksa kebijaksanaan dan ilmu apa yang sudah diterimanya selama ini.