إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan mata air,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍinna l-muttaqiina fii jannaatin wa-'uyuuninsesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan mata air

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
  3. فِيfiidi dalam
  4. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  5. وَعُيُونٍwa-'uyuunindan mata air

Inti bacaan

Susunan inna l-muttaqiina membuka enam ayat, yaitu 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41, dan di keenamnya disusul kata depan fii.

Penjelasan pilihan kata

Kata (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" membuka ayat ini, lalu disusul (الْمُتَّقِينَ, l-muttaqiina), orang-orang yang bertakwa. Kata ini berasal dari akar و-ق-ي dan menyebut orang dari sikapnya. Akar yang sama dipakai di 52:18 dalam (وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ, wa-waqaahum rabbuhum) yang berarti "dan Tuhan mereka menjaga mereka", sesudah 52:17 menyebut orang-orang yang bertakwa di dalam taman-taman. Di dua ayat berurutan itu, sebutan bagi orang yang bertakwa dan kata kerja bagi penjagaan Tuhan berasal dari akar yang sama.

Susunan (إِنَّ الْمُتَّقِينَ, inna l-muttaqiina) membuka enam ayat, yaitu 15:45, 44:51, 51:15, 52:17, 54:54, dan 77:41. Di keenam ayat itu sesudahnya datang kata depan (فِي, fii) yang berarti "di dalam", lalu tempat mereka berada. Tempat itu disebut berbeda-beda: di 44:51 tempat yang aman, di 77:41 naungan dan mata air, di 52:17 taman-taman dan kenikmatan, di 54:54 taman-taman dan sungai, serta di 15:45 dan 51:15 taman-taman dan mata air.

Kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) berasal dari akar ج-ن-ن, berbentuk jamak dan tak tentu, dan diterjemahkan "taman-taman". Kata (عُيُونٍ, 'uyuunin) berasal dari akar ع-ي-ن, juga jamak dan tak tentu, dan diterjemahkan "mata air". Akar yang sama dipakai untuk mata di wajah, misalnya di 5:45 dalam (وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ, wal-'ayna bil-'ayni) yang berarti "mata dengan mata".

Pasangan (جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, jannaatin wa 'uyuunin) muncul di tujuh ayat dalam empat surah, yaitu 15:45, 26:57, 26:134, 26:147, 44:25, 44:52, dan 51:15. Surah 26 memuatnya tiga kali dan surah 44 dua kali, sehingga jumlah ayatnya lebih banyak daripada jumlah surahnya. Tiga ayat menyebut pasangan itu sebagai tempat orang-orang yang bertakwa, yaitu 15:45, 44:52, dan 51:15. Empat ayat lainnya menyebut taman dan mata air di dunia: di 26:57 Firaun dan bala tentaranya dikeluarkan darinya, di 44:25 kaum Firaun meninggalkannya, di 26:134 Hud mengingatkan kaumnya bahwa Allah menganugerahkannya kepada mereka, dan di 26:147 Salih bertanya kepada kaumnya apakah mereka akan dibiarkan aman di dalamnya.

Kata depan fii juga dipakai di 51:11 untuk para penerka, yang disebut berada (فِي غَمْرَةٍ, fii ghamratin), "dalam kelalaian". Di 51:13 keadaan mereka disebut dengan (عَلَى النَّارِ, 'alaa n-naari), "di atas api". Terjemahan ayat ini memakai "di dalam" untuk fii, sehingga orang-orang yang bertakwa disebut berada di dalam taman-taman itu. Ayat 15:45 memuat susunan Arab yang sama dengan 51:15. Terjemahan 15:45 diakhiri titik, sedangkan 51:15 diakhiri koma karena kalimatnya berlanjut ke 51:16, yang menyebut mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari para penerka kepada orang-orang yang bertakwa. Sampai 51:14 surah ini menyebut kelalaian para penerka, pertanyaan mereka tentang waktu Hari Pertanggungjawaban, dan ucapan kepada mereka di atas api. Mulai 51:15 surah ini menyebut tempat orang-orang yang bertakwa, lalu 51:16 sampai 51:18 merinci keadaan mereka: mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka, dahulu berbuat kebaikan, sedikit tidur pada waktu malam, dan memohon ampunan pada akhir malam.

Surah 44 memuat pasangan taman-taman dan mata air dua kali. Di 44:25 sampai 44:28 kaum Firaun meninggalkan taman-taman dan mata air, tanam-tanaman, tempat tinggal, dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria, lalu Allah mewariskannya kepada kaum lain. Di 44:51 sampai 44:52 orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman, di dalam taman-taman dan mata air. Dalam satu surah, pasangan kata yang sama dipakai untuk milik yang ditinggalkan dan untuk tempat yang didiami orang-orang yang bertakwa.

Di 15:45 sampai 15:47 orang-orang yang bertakwa disuruh masuk dengan selamat dan aman, lalu Allah mencabut dendam dari dada mereka, sehingga mereka bersaudara di atas dipan-dipan, berhadap-hadapan. Ayat 51:15 sendiri tidak merinci isi taman itu, dan rinciannya datang dari ayat-ayat sesudahnya serta dari surah lain.

Renungan dan Hikmah

  • Di 44:25 sampai 44:28 kaum Firaun meninggalkan taman-taman dan mata air, tanam-tanaman, tempat tinggal yang mulia, dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria, lalu Allah mewariskan semuanya kepada kaum lain. Mereka memiliki taman dan mata air di dunia, tetapi milik itu berpindah tangan. Rumah, kebun, dan tabungan yang kini dimiliki seseorang dapat berpindah tangan dengan cara yang sama, ketika pemiliknya tidak lagi ada. Apa yang sedang dikumpulkan pembaca hari ini, dan siapa yang kelak akan mewarisinya?
  • Di 26:146 sampai 26:148 Salih bertanya kepada kaumnya apakah mereka akan dibiarkan tinggal aman di tempat itu, di dalam kebun-kebun dan mata air, tanam-tanaman, dan pohon kurma yang mayangnya lembut. Pertanyaan itu menyebut rasa aman dan kesuburan tempat tinggal mereka dalam satu tarikan. Pembaca dapat memeriksa apakah rasa aman yang dimilikinya bersandar pada harta dan tempat tinggal, lalu bertanya apa yang tersisa dari rasa aman itu bila keduanya diambil.
  • Di 26:132 sampai 26:134 Hud menyuruh kaumnya bertakwa kepada Allah yang menganugerahkan kepada mereka hewan ternak, anak-anak, kebun-kebun, dan mata air. Pemberian itu disebut sebagai alasan untuk bertakwa kepada Pemberinya. Seseorang dapat menikmati pemberian bertahun-tahun tanpa pernah menghubungkannya dengan Yang memberi. Pembaca dapat menuliskan beberapa hal yang paling disyukurinya dalam hidupnya, lalu memeriksa apakah hal-hal itu pernah membuatnya lebih berhati-hati terhadap perintah Allah.
  • Di 52:17 orang-orang yang bertakwa disebut berada di dalam taman-taman dan kenikmatan, dan 52:18 menyebut bahwa Tuhan mereka menjaga mereka dari azab neraka. Kata untuk orang yang bertakwa dan kata kerja untuk penjagaan itu berasal dari akar yang sama. Di dua ayat itu, orang yang menjaga diri disebut dijaga oleh Tuhannya. Pembaca dapat bertanya hal apa saja yang selama ini dijaganya dengan sungguh-sungguh, seperti nama baik, harta, atau kesehatan, dan apakah menjaga diri dari hal yang dilarang Allah termasuk di antaranya.
  • Di 15:47 Allah menyebut bahwa Dia mencabut segala dendam yang ada di dalam dada orang-orang yang bertakwa, sehingga mereka bersaudara di atas dipan-dipan, berhadap-hadapan. Ayat itu menyebut dendam sebagai sesuatu yang masih ada di dada mereka sampai Allah mencabutnya. Pembaca dapat mengingat nama seseorang yang sampai hari ini sulit dihadapinya tanpa rasa kesal, lalu membayangkan duduk berhadap-hadapan dengan orang itu tanpa rasa kesal yang tersisa di dadanya.
  • Di 77:41 orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan dan mata air, lalu 77:43 memuat ucapan kepada mereka, "Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang kalian kerjakan." Di 29:55 orang-orang yang ditutupi azab disuruh merasakan apa yang mereka kerjakan. Kedua golongan menerima keadaan mereka dengan rujukan kepada perbuatan yang dahulu mereka kerjakan sendiri. Pembaca dapat melihat perbuatannya hari ini dan bertanya kepada golongan mana perbuatan itu lebih dekat.