آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

seraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka; sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْaakhidziina maa aataahum rabbuhumseraya mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka
  2. إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَinnahum kaanuu qabla dzaalika muhsiniinasesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. آخِذِينَaakhidziinaseraya mengambil
  2. مَاmaaapa yang
  3. آتَاهُمْaataahummemberi mereka
  4. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  5. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  6. كَانُواkaanuumereka dahulu
  7. قَبْلَqablasebelum
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. مُحْسِنِينَmuhsiniinaorang-orang yang berbuat baik

Inti bacaan

Urutan muttaqiin lalu muhsiniin di 51:15 sampai 51:16 berulang pada rangkaian 77:41 sampai 77:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (آخِذِينَ, aakhidziina) yang berarti "orang-orang yang mengambil". Kata ini berasal dari akar ء-خ-ذ dan menyebut orang dari perbuatan yang sedang mereka lakukan. Dengan kata ini keadaan orang-orang yang bertakwa di 51:15 diterangkan, ketika mereka berada di dalam taman-taman dan mata air, sehingga kata itu diterjemahkan "seraya mengambil". Bentuk aakhidziina dengan ejaan ini hanya ada di ayat ini.

Yang mereka ambil disebut (مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ, maa aataahum rabbuhum), "apa yang diberikan Tuhan mereka kepada mereka". Kata kerja aataa berasal dari akar ء-ت-ي dan berarti memberi. Susunan aataahum rabbuhum hanya muncul di dua ayat, yaitu 51:16 dan 52:18. Di 52:18 susunan itu didahului (فَاكِهِينَ, faakihiina) yang berarti "bersuka ria", sedangkan di sini didahului aakhidziina. Di kedua ayat itu pemberinya disebut Tuhan mereka, dan isi pemberiannya tidak dirinci.

Akar ء-خ-ذ dan ء-ت-ي juga bertemu dalam perintah. Di 2:63, 2:93, dan 7:171 terdapat (خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ, khudzuu maa aataynaakum) yang diterjemahkan "pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepada kalian". Di 7:144 Musa menerima perintah (فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ, fa-khudz maa aataytuka), "berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu". Di ayat-ayat itu mengambil apa yang diberikan berbentuk perintah, sedangkan di 51:16 menjadi sebutan bagi keadaan orang-orang yang bertakwa.

Bagian kedua ayat dibuka dengan (إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ, innahum kaanuu qabla dzaalika), "sesungguhnya mereka sebelum itu". Kata kerja kaanuu dari akar ك-و-ن menunjuk keadaan mereka dahulu, dan kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk keadaan yang baru disebut, yaitu berada di taman-taman sambil mengambil pemberian Tuhan. Susunan innahum kaanuu qabla dzaalika hanya muncul di dua ayat, yaitu 51:16 dan 56:45. Di 56:45 susunan itu dipakai untuk golongan kiri sesudah 56:42 sampai 56:44 menyebut angin yang sangat panas, air mendidih, dan naungan asap hitam, lalu ditutup dengan (مُتْرَفِينَ, mutrafiina), "hidup bermewah-mewah". Susunannya sama, dan kata penutupnya yang membedakan kedua golongan.

Kata penutup di 51:16 adalah (مُحْسِنِينَ, muhsiniina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan", dari akar ح-س-ن. Kata yang sama muncul di akhir rangkaian 77:41 sampai 77:44. Rangkaian itu dibuka dengan orang-orang yang bertakwa di dalam naungan dan mata air, lalu ditutup dengan (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, innaa kadzaalika najzii l-muhsiniina) yang berarti "sesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan". Di surah 77 dan di surah ini, orang-orang yang sama disebut dengan dua kata, muttaqiin dan muhsiniin.

Tafsiran

Ayat ini menyebut dua waktu. Waktu sekarang ada di bagian pertama, ketika orang-orang yang bertakwa mengambil apa yang diberikan Tuhan mereka. Waktu dahulu ada di bagian kedua, ketika mereka berbuat kebaikan. Bagian kedua dibuka dengan inna, sehingga perbuatan dahulu terbaca sebagai alasan keadaan sekarang.

Ayat-ayat sesudahnya merinci kebaikan itu. Di 51:17 mereka sedikit tidur pada waktu malam, di 51:18 mereka memohon ampunan pada akhir malam, dan di 51:19 pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta. Dalam surah ini, kata muhsiniin diisi dengan waktu malam dan dengan harta.

Rangkaian 51:10 sampai 51:16 juga menyebut perbuatan dahulu golongan yang lain. Di 51:14 para penerka diberi tahu bahwa yang menimpa mereka dahulu mereka minta agar disegerakan. Kedua golongan disebut bersama perbuatan mereka dahulu, dan keduanya berbeda pada isi perbuatan itu.

Perintah di 2:63 dan 7:171 untuk memegang teguh apa yang diberikan ditutup dengan (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ, la'allakum tattaquuna), "agar kalian bertakwa", dari akar و-ق-ي yang sama dengan muttaqiin di 51:15. Di sana mengambil pemberian Allah disebut sebagai jalan menuju takwa, dan di 51:16 orang-orang yang bertakwa disebut sedang mengambil pemberian Tuhan mereka. Teksnya tidak merinci apa yang mereka ambil di taman itu, selain yang sudah disebut 51:15.

Renungan dan Hikmah

  • Susunan maa aataahumu llaahu, "apa yang Allah berikan kepada mereka", muncul di lima ayat dengan sikap yang berbeda-beda. Di 3:180 ada orang yang kikir dengan pemberian itu, di 4:37 ada yang menyembunyikannya, dan di 4:54 ada yang dengki kepada orang lain karena pemberian itu. Di 9:59 disebut keadaan sekiranya mereka rida dengan apa yang diberikan, dan di 3:170 ada yang bergembira dengannya. Pemberiannya disebut dengan kata yang sama, sedangkan sikap orangnya berbeda. Seseorang dapat memeriksa sikapnya sendiri terhadap apa yang sudah ada di tangannya, lalu melihat ayat mana yang paling dekat dengan sikap itu.
  • Di 7:144 Musa diperintah berpegang teguh pada apa yang diberikan kepadanya, dan perintah itu disambung dengan ajakan untuk menjadi orang yang bersyukur. Di 2:93 perintah berpegang teguh pada apa yang diberikan dijawab dengan "kami mendengar, tetapi kami membangkang". Di 51:16 mengambil pemberian Tuhan sudah menjadi keadaan orang-orang yang bertakwa. Ketiga ayat itu memakai akar ambil dan akar beri yang sama untuk perintah, untuk penolakan atas perintah itu, dan untuk keadaan orang yang sampai di taman-taman. Ketiganya dapat dibaca sebagai tiga keadaan, dan pembaca dapat mencari keadaannya sendiri di antara ketiganya.
  • Kata qabla dzaalika, "sebelum itu", menunjuk masa sebelum orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman. Bagi yang membaca ayat ini, hari-hari yang sedang dijalaninya termasuk masa sebelum itu. Di 56:45 susunan yang sama dipakai untuk golongan kiri, yang sebelum itu hidup bermewah-mewah. Dua golongan dikenali dari isi masa sebelum itu, dan masa itu masih sedang berjalan bagi pembacanya. Apa yang akan tercatat sebagai isi masa sebelum itu, bila hari ini kelak disebut dengan kata qabla dzaalika?
  • Kata muhsiniin dirinci di tiga ayat berikutnya, yang menyebut sedikit tidur pada waktu malam, memohon ampunan pada akhir malam, dan hak peminta serta orang yang tidak meminta pada harta mereka. Rincian itu menyangkut cara memakai malam dan cara memperlakukan harta. Orang yang ingin membandingkan dirinya dengan rincian itu dapat mulai dari malam-malam yang dilaluinya dan harta yang dipegangnya, lalu melihat seberapa dekat keduanya dengan yang disebut di 51:17 sampai 51:19.
  • Di 51:16 keadaan dahulu orang-orang yang bertakwa disebut dalam kalimat tentang mereka, yaitu mereka berbuat kebaikan. Di 52:25 sampai 52:28 penghuni taman sendiri menyebut masa lalu itu ketika saling bertanya. Mereka berkata bahwa dahulu mereka cemas di tengah keluarga mereka, bahwa Allah menganugerahkan karunia kepada mereka dan menjaga mereka dari azab yang sangat panas, dan bahwa sejak dahulu mereka menyembah-Nya. Sebutan muhsiniin datang dari ayat, sedangkan ucapan mereka sendiri berisi kecemasan, ibadah, dan pengakuan atas karunia Allah.
  • Kata kerja memberi dari akar yang sama juga dipakai untuk Yusuf. Di 12:22 Yusuf diberi kebijaksanaan dan ilmu ketika mencapai usia kematangannya, lalu ayat itu ditutup dengan "demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". Kata kerja memberi di sana berasal dari akar ء-ت-ي, sama dengan aataahum di 51:16. Penutup itu memungkinkan pembacaan bahwa kebijaksanaan dan ilmu yang diterima Yusuf semasa hidupnya termasuk balasan bagi orang yang berbuat baik, sedangkan di 51:16 pemberian Tuhan disebut di taman-taman. Bila pembacaan itu diterima, orang yang menunggu balasan kebaikannya dapat memeriksa kebijaksanaan dan ilmu apa yang sudah diterimanya selama ini.