كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَkaanuu qaliilan mina l-layli maa yahja'uunamereka sedikit sekali tidur pada waktu malam
Terjemahan per kata (6 kata)
- كَانُواkaanuumereka selalu
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- مِنَminadari
- اللَّيْلِl-laylimalam
- مَاmaasekali
- يَهْجَعُونَyahja'uunamereka tidur
Inti bacaan
Seperdua malam, dikurangi sedikit atau ditambah, menjadi takaran bangun malam di 73:3 dan 73:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka", dari akar ك-و-ن. Kata yang sama sudah muncul di 51:16 dalam susunan (إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ, innahum kaanuu qabla dzaalika muhsiniina), "sesungguhnya mereka sebelum itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan". Di 51:17 kaanuu tidak disertai keterangan waktu yang baru, sehingga ayat ini melanjutkan kalimat 51:16 dan menyebut apa yang mereka kerjakan pada masa sebelum itu. Susunan kaanuu yang disusul kata kerja juga dipakai di 32:17, (بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bimaa kaanuu ya'maluuna), yang diterjemahkan "atas apa yang dahulu mereka kerjakan".
Kata berikutnya (قَلِيلًا, qaliilan) berarti "sedikit", dari akar ق-ل-ل. Kata ini berpasangan dengan (مَا, maa) di ujung susunan, dan pasangan itu diterjemahkan "sedikit sekali". Pasangan qaliilan maa yang berdampingan langsung muncul di sepuluh ayat lain, yaitu 2:88, 7:3, 7:10, 23:78, 27:62, 32:9, 40:58, 67:23, 69:41, dan 69:42. Di ayat-ayat itu manusia sedikit sekali beriman (2:88 dan 69:41), sedikit sekali bersyukur (7:10, 23:78, 32:9, dan 67:23), dan sedikit sekali mengambil pelajaran (7:3, 27:62, 40:58, dan 69:42). Di 51:17 kedua kata itu dipisahkan oleh (مِنَ اللَّيْلِ, mina l-layli) yang berarti "dari malam", dan orang-orang yang berbuat kebaikan sedikit sekali tidur.
Kata demi kata, susunan ayat ini berbunyi "mereka sedikit dari malam apa yang mereka tidur". Terjemahan di sini mengikuti cara yang dipakai di sepuluh ayat tadi, ketika qaliilan maa diterjemahkan "sedikit sekali", sehingga kalimatnya menjadi "mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam". Karena itu di bagian kata per kata maa diberi arti "sekali". Susunan mina l-layli diterjemahkan "pada waktu malam", dan kata "sedikit" menerangkan bagian malam yang mereka pakai untuk tidur.
Di 11:114, 17:79, 50:40, 52:49, dan 76:26 susunan mina l-layli menyertai perintah, yaitu menegakkan salat, berjaga, bertasbih, dan tunduk kepada-Nya pada sebagian malam. Di ayat ini susunan yang sama dipakai dalam kalimat tentang kebiasaan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Ayat ini ditutup dengan (يَهْجَعُونَ, yahja'uuna) yang berarti "mereka tidur", dari akar ه-ج-ع. Akar ini hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Di ayat-ayat lain tidur disebut dengan akar ن-و-م, misalnya (نَوْمَكُمْ, nawmakum) di 78:9, "tidur kalian", yang dijadikan untuk istirahat, dan (مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ, manaamukum bi-l-layli) di 30:23, "tidur kalian pada waktu malam", yang disebut di antara tanda-tanda-Nya. Teksnya tidak menerangkan beda kedua akar itu, sehingga keduanya diterjemahkan "tidur".
Tafsiran
Ayat ini membuka rincian kebaikan yang disebut di 51:16. Rincian pertama menyebut tidur yang sedikit, dan isi waktu terjaga itu baru disebut di 51:18, yaitu memohon ampunan pada akhir malam. Ayat 51:17 sendiri hanya menyebut berkurangnya tidur.
Di ayat-ayat lain malam dan tidur disebut sebagai pemberian. Di 6:96 malam dijadikan untuk beristirahat, di 25:47 malam dijadikan pakaian dan tidur dijadikan istirahat, dan di 30:23 tidur pada waktu malam disebut di antara tanda-tanda-Nya. Orang-orang di 51:17 mengurangi bagian dari pemberian itu, dan ayatnya menyebut tidur mereka sedikit, tidak menyebut mereka meninggalkannya.
Ukuran bangun malam disebut di surah 73. Di 73:2 sampai 73:4 ada perintah bangun pada malam hari kecuali sedikit, seperduanya, kurang sedikit darinya, atau lebih. Di 73:20 disebut bahwa Allah mengetahui ada yang sakit, ada yang berjalan di bumi mencari karunia-Nya, dan ada yang berperang, lalu perintahnya berbunyi bacalah apa yang mudah. Ayat 51:17 tidak menyebut berapa bagian malam yang mereka pakai, dan kata sedikit di sini dapat dibaca bersama ukuran di surah 73 itu.
Gambaran yang dekat ada di 32:16, ketika lambung mereka menjauh dari tempat tidur dan mereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap. Ayat 32:17 lalu menyebut balasan yang disembunyikan bagi mereka atas apa yang dahulu mereka kerjakan. Di kedua surah perbuatan pada malam hari disebut bersama balasannya, dengan urutan yang terbalik: surah 32 menyebut perbuatan lebih dulu, sedangkan surah ini menyebut balasan lebih dulu di 51:15 dan 51:16.
Renungan dan Hikmah
- Di sepuluh ayat yang memakai qaliilan maa, kata sedikit menerangkan iman, syukur, dan pelajaran yang diambil manusia. Di 7:10 manusia ditempatkan di bumi dan diberi penghidupan, lalu disebut sedikit sekali bersyukur. Di 23:78 manusia diberi pendengaran, penglihatan, dan hati, lalu disebut hal yang sama. Di 51:17 kata sedikit dipakai untuk tidur orang-orang yang berbuat kebaikan. Seseorang dapat memeriksa mana yang sedikit dalam harinya: tidurnya, syukurnya, atau pelajaran yang diambilnya dari apa yang didengar dan dilihatnya. Ayat-ayat itu memakai kata yang sama untuk dua keadaan, dan pembaca dapat menaruh harinya sendiri di antara keduanya.
- Ayat ini menyebut tidur mereka sedikit, dan tidak menyebut mereka tidak tidur sama sekali. Di 78:9 tidur dijadikan untuk istirahat, dan di 30:23 tidur pada waktu malam termasuk tanda-tanda-Nya. Orang-orang di 51:17 tetap memakai pemberian itu, dengan bagian yang mereka kurangi. Orang yang membaca ayat ini sesudah malam yang kurang tidur dapat bertanya apa yang mengisi jam-jam terjaga itu, karena 51:18 menyebut isi malam mereka, yaitu memohon ampunan pada akhir malam. Malam yang berkurang tidurnya karena layar atau kecemasan dapat dibandingkan dengan malam yang diisi seperti di 51:18.
- Di 73:20 disebut bahwa Allah mengetahui ada di antara kalian orang yang sakit, orang yang berjalan di bumi mencari sebagian karunia-Nya, dan orang yang berperang di jalan-Nya. Keadaan itu disebut sebelum perintah membaca apa yang mudah. Ayat 51:17 tidak menetapkan berapa jam tidur yang termasuk sedikit. Keadaan pembaca hari ini, seperti ibu yang menyusui atau pekerja giliran malam, tidak disebut di 73:20, karena yang disebut di sana adalah sakit, perjalanan mencari karunia, dan perang. Pembaca dengan keadaan semacam itu dapat membaca 51:17 bersama 73:20, lalu mencari ukuran sedikit yang sesuai dengan keadaannya.
- Beberapa ayat menyebut apa yang dikerjakan pada malam hari. Di 25:64 orang-orang melewatkan malam untuk Tuhan mereka dalam keadaan tunduk dan berdiri. Di 32:16 mereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap. Di 3:113 segolongan Ahlulkitab membaca tanda-tanda Allah pada waktu-waktu malam sambil tunduk. Di 51:18 mereka memohon ampunan pada akhir malam. Isi malam itu beragam, mulai dari berdiri, tunduk, dan menyeru sampai membaca dan memohon ampunan. Orang yang baru mulai bangun malam dapat memilih salah satu bentuk yang disebut ayat-ayat itu, lalu melihat bentuk mana yang paling mudah dijaganya.
- Di 39:9 ada pertanyaan tentang orang yang taat beribadah pada waktu malam dalam keadaan tunduk dan berdiri, takut pada akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya. Sesudah itu Nabi diperintah bertanya apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui, dan ayatnya ditutup dengan orang-orang berpikiran sehat yang menerima pelajaran. Malam di 39:9 disertai rasa takut dan harap, seperti di 32:16. Apa yang sudah diketahui pembaca tentang akhirat dan tentang rahmat Tuhannya, dan pernahkah pengetahuan itu mengurangi tidurnya?
- Di 68:17 sampai 68:24 para pemilik kebun bersumpah akan memetik hasilnya pada pagi hari, lalu kebun itu ditimpa bencana dari Tuhan ketika mereka sedang tidur. Pada pagi harinya mereka berangkat sambil berbisik agar tidak ada orang miskin yang masuk ke kebun itu. Di 51:15 sampai 51:19 orang-orang yang berada di taman-taman disebut sedikit tidur pada waktu malam, dan pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta. Kedua rangkaian dapat dibaca berdampingan, karena keduanya menyebut kebun atau taman, tidur, dan orang yang kekurangan. Pembaca dapat menaruh kebunnya sendiri, apa pun bentuknya, di antara kedua rangkaian itu.