وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَwa-bi-l-ashaari hum yastaghfiruunadan pada akhir malam mereka memohon ampunan
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَبِالْأَسْحَارِwa-bi-l-ashaaridan pada akhir malam
- هُمْhummereka
- يَسْتَغْفِرُونَyastaghfiruunamereka memohon ampun
Inti bacaan
Bentuk jamak bi-l-ashaari hanya dipakai di 3:17 dan 51:18, dan bentuk tunggal sahar di 54:34.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَبِالْأَسْحَارِ, wa-bi-l-ashaari) yang berarti "dan pada akhir malam". Kata (الْأَسْحَارِ, al-ashaari) adalah bentuk jamak dari sahar, dari akar س-ح-ر. Bentuk jamak dengan partikel bi di depannya hanya muncul di dua ayat, yaitu 3:17 dan 51:18, dan di kedua ayat itu diterjemahkan "pada akhir malam". Bentuk tunggalnya muncul di 54:34, (نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ, najjaynaahum bi-saharin), "Kami selamatkan mereka pada waktu sebelum fajar", tentang keluarga Lut yang diselamatkan dari badai batu. Ayat 54:38 lalu menyebut kaum itu ditimpa azab pada pagi hari, sehingga di surah 54 sahar terletak sebelum pagi. Terjemahan di sini tidak mempertahankan bentuk jamaknya, karena "akhir-akhir malam" terdengar janggal dalam bahasa Indonesia. Bentuk jamak itu dapat dibaca sebagai akhir malam yang berulang dari satu malam ke malam berikutnya.
Partikel (بِ, bi) di sini menunjuk waktu dan diterjemahkan "pada". Partikel yang sama dipakai di 30:23, (مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ, manaamukum bi-l-layli), "tidur kalian pada waktu malam". Di 30:23 waktu malam disebut bersama tidur, sedangkan di 51:18 akhir malam disebut bersama permohonan ampunan, sesudah 51:17 menyebut tidur mereka sedikit.
Sesudah keterangan waktu, ayat ini menyebut (هُمْ, hum) yang berarti "mereka", lalu kata kerja (يَسْتَغْفِرُونَ, yastaghfiruuna) yang berarti "mereka memohon ampunan". Akhiran -uuna pada kata kerja itu sudah memuat "mereka", sehingga pelakunya disebut dua kali. Susunan hum yastaghfiruuna hanya muncul di dua ayat, yaitu 8:33 dan 51:18. Di 8:33 susunan itu berbunyi (وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ, wa hum yastaghfiruuna), "selama mereka memohon ampunan", dan disebut sebagai keadaan ketika Allah tidak mengazab mereka.
Kata yastaghfiruuna berasal dari akar غ-ف-ر, akar yang sama dengan ampunan. Isi permohonan semacam itu terdengar di 3:16, (فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا, faghfir lanaa dzunuubanaa), "maka ampunilah dosa-dosa kami", yang diucapkan orang-orang yang di 3:17 disebut memohon ampunan pada akhir malam. Di 3:17 mereka disebut dengan kata benda, (وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ, wa-l-mustaghfiriina bi-l-ashaari), "dan orang-orang yang memohon ampunan pada akhir malam", dengan keterangan waktu di ujung. Di 51:18 keterangan waktu ditaruh di depan dan perbuatannya disebut dengan kata kerja.
Ayat ini tidak menyebut kepada siapa mereka memohon ampunan dan dosa apa yang dimohonkan. Di 3:135 permohonan ampunan menyusul perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ, fastaghfaruu li-dzunuubihim), "lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka". Di 51:18 tidak ada perbuatan sebelumnya yang disebut, dan terjemahan di sini tidak menambahkan keterangan yang tidak ada di teksnya.
Tafsiran
Ayat ini mengisi waktu terjaga yang disebut di 51:17. Rangkaian 51:16 sampai 51:19 bergerak dari sebutan umum ke rincian: mereka berbuat kebaikan, sedikit sekali tidur pada waktu malam, memohon ampunan pada akhir malam, dan pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta. Orang-orang yang sudah disebut berbuat kebaikan tetap memohon ampunan.
Dua ayat yang memakai bi-l-ashaari sama-sama menggambarkan orang bertakwa yang dijanjikan taman. Di 3:15 orang-orang yang bertakwa mendapat taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, lalu 3:16 dan 3:17 menyebut ucapan dan sifat mereka. Di 51:15 orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan mata air, lalu 51:16 sampai 51:19 menyebut perbuatan mereka. Di kedua rangkaian, memohon ampunan pada akhir malam disebut di dekat harta: di 3:17 di samping orang-orang yang berinfak, dan di 51:19 sesudahnya, dengan hak orang lain pada harta mereka.
Surah 73 yang mengatur ukuran bangun malam juga ditutup dengan permohonan ampunan. Di 73:20 disebut bahwa Allah mengetahui mereka tidak dapat menghitung ukuran malam, lalu Dia menerima tobat mereka. Ayat itu diakhiri dengan perintah memohon ampunan kepada Allah dan sebutan bahwa Allah pengampun lagi pengasih. Malam yang dipakai untuk berdiri dan membaca di surah 73, dan malam yang sedikit tidurnya di 51:17, sama-sama disusul permohonan ampunan.
Renungan dan Hikmah
- Akhir malam disebut di dua peristiwa. Di 54:34 keluarga Lut diselamatkan pada waktu sebelum fajar, dan di 54:38 kaumnya ditimpa azab pada pagi hari. Di 51:18 orang-orang yang berbuat kebaikan memohon ampunan pada akhir malam. Orang yang terbangun sebelum subuh, karena alarm, tangis anak, atau gelisah, berada di bagian malam yang sama. Ayat-ayat itu tidak menerangkan mengapa waktu itu yang disebut, dan pembaca dapat memperhatikan apa yang biasa dikerjakannya pada jam-jam itu, lalu membandingkannya dengan isi akhir malam di 51:18.
- Orang-orang di 51:18 sudah disebut berbuat kebaikan di 51:16 dan sedikit tidur di 51:17, lalu mereka memohon ampunan. Di 3:16 orang-orang yang bertakwa berkata bahwa mereka telah beriman, lalu meminta agar dosa-dosa mereka diampuni dan mereka dilindungi dari azab api. Iman dan permohonan ampunan disebut dalam satu ucapan. Orang yang merasa sudah cukup baik dapat bertanya kapan terakhir dirinya memohon ampunan tanpa sedang merasa bersalah atas sesuatu, dan apakah kebaikan yang dikerjakannya pernah membuat permohonan itu terasa tidak perlu?
- Ayat 51:18 tidak menyebut untuk siapa ampunan itu diminta. Di 40:7 para pemikul 'Arasy memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman, dan di 42:5 malaikat memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Di 3:16 orang-orang yang bertakwa memakai kata kami, sehingga permohonan mereka mencakup lebih dari satu orang. Pada akhir malam seseorang dapat memohon ampunan untuk dirinya, lalu untuk orang tua, pasangan, anak, atau orang yang pernah disakitinya, seperti permohonan untuk orang lain di 40:7 dan 42:5.
- Susunan hum yastaghfiruuna dipakai di dua ayat. Di 8:33 Allah tidak mengazab mereka selama mereka memohon ampunan, dan di 51:18 orang-orang yang berbuat kebaikan memohon ampunan pada akhir malam. Di 8:33 permohonan ampunan disebut sebagai keadaan yang sedang berlangsung, dan azab tidak turun selama keadaan itu ada. Seseorang yang membaca kedua ayat ini dapat memperhatikan permohonan ampunannya sebagai kebiasaan yang terus dijaga dari malam ke malam, sesuai bentuk jamak akhir malam di ayat ini.
- Di 3:17 orang-orang yang memohon ampunan pada akhir malam disebut tepat sesudah orang-orang yang berinfak, dan di 51:19 sesudah permohonan ampunan disebut hak peminta dan yang tidak meminta pada harta mereka. Di 71:10 sampai 71:12 seruan memohon ampunan kepada Tuhan disusul janji hujan yang lebat, harta, anak-anak, kebun-kebun, dan sungai-sungai. Di ketiga tempat itu permohonan ampunan disebut berdekatan dengan harta. Seseorang dapat melihat apakah permohonan ampunannya pada malam hari ikut mengubah caranya memperlakukan harta pada siang hari, terutama bagian yang menjadi hak orang lain.
- Di 73:20 disebut bahwa Allah mengetahui manusia tidak dapat menghitung ukuran malam, lalu Dia menerima tobat mereka dan memerintahkan membaca apa yang mudah. Ayat yang panjang itu ditutup dengan perintah memohon ampunan kepada Allah. Bangun malam yang ukurannya tidak tepat, terlewat beberapa malam, atau lebih pendek dari rencana, tetap dapat ditutup dengan permohonan ampunan seperti di ujung 73:20. Orang-orang di 51:18 memohon ampunan pada akhir malam sesudah malam yang sedikit tidurnya, dan pembaca yang malamnya belum seperti itu juga dapat memulai dari permohonan yang sama.