وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِwa-fii amwaalihim haqqun li-s-saa'ili wa-l-mahruumidan pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَفِيwa-fiidan pada
  2. أَمْوَالِهِمْamwaalihimharta mereka
  3. حَقٌّhaqqunbenar
  4. لِلسَّائِلِli-s-saa'ilibagi peminta
  5. وَالْمَحْرُومِwa-l-mahruumidan orang yang tak berpunya

Inti bacaan

Prinsip kedermawanan penting: 'pada harta mereka ada hak bagi peminta dan yang tidak meminta'. Konkretnya: kesadaran bahwa harta memiliki kewajiban sosial melekat, mencakup baik yang secara aktif meminta bantuan maupun yang menahan diri karena harga diri namun tetap membutuhkan, kepekaan sosial yang proaktif, bukan menunggu diminta.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kepedulian sosial mereka: berbagi harta bahkan kepada yang tidak meminta sekalipun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebutnya hak, bukan kebaikan hati. Bahasanya bahasa milik. Ada yang berhak menagih.
  • Dua penerima disebut: yang meminta dan yang tidak. Yang diam pun terhitung. Malunya tidak menghapus haknya.
  • Letaknya disebut Allah di dalam harta mereka. Bukan di luar. Bagiannya sudah ada sejak awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-w-l, h-q-q, s-a-l, h-r-m): fii amwaalihim haqq lis-saa'il wa l-mahruum diterjemahkan 'pada harta mereka ada hak bagi peminta & yang terhalang' (akar m-w-l + akar h-q-q + akar s-'-l + akar h-r-m, keadilan sosial: hak yang-membutuhkan atas harta, cf. 70:24-25; haqq=hak, bukan sedekah sukarela). Selaras.