Ayat 51:20
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ
Di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَwa-fii l-ardhi aayaatun lilmuuqiniinadi bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَفِيwa-fiidan pada
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
- لِلْمُوقِنِينَlilmuuqiniinabagi orang-orang yang yakin
Inti bacaan
Bentuk muuqiniina muncul empat kali di Al-Qur'an (6:75, 26:24, 44:7, 51:20), dan tiga di antaranya berada dalam ayat yang menyebut langit dan bumi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَفِي, wa-fii) yang berarti "dan pada". Huruf wa menyambung ayat ini dengan 51:19, dan fii menunjuk tempat. Di 51:19 tempat itu adalah harta, (وَفِي أَمْوَالِهِمْ, wa-fii amwaalihim), "dan pada harta mereka", sedangkan di sini tempatnya bumi dengan susunan yang sama: keterangan tempat lebih dulu, benda tak tentu sesudahnya. Susunan (وَفِي الْأَرْضِ, wa-fii l-ardhi) muncul di empat ayat dalam empat surah, yaitu 6:3, 13:4, 43:84, dan 51:20. Di 6:3, (فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-fii l-ardhi), "di langit dan di bumi", dan di 43:84, (وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ, wa-fii l-ardhi ilaahun), "dan Tuhan di bumi", bumi menjadi tempat kedua sesudah langit. Di 13:4, (وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ, wa-fii l-ardhi qith'un mutajaawiraatun), "dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan", susunan itu membuka kalimat seperti di 51:20, lalu ayat 13:4 merinci kebun anggur, tanaman, dan pohon kurma. Di 51:20 rincian semacam itu diganti satu kata tak tentu.
Kata (الْأَرْضِ, al-ardhi) yang berarti "bumi" memakai kata sandang al- dan berakhiran kasrah karena didahului fii, dari akar أ-ر-ض. Kata ini muncul lagi di surah yang sama pada 51:23, (فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, fa-wa-rabbi s-samaa'i wa-l-ardhi), "maka, demi Tuhan langit dan bumi", dan pada 51:48, (وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا, wa-l-ardha farasynaahaa), "dan bumi, Kami hamparkan". Di 51:48 bumi disebut sebagai hamparan dan di 51:23 sebagai pasangan langit. Terjemahan memakai kata "bumi" di ketiga tempat, sehingga tempat tanda di 51:20 dapat dikenali sebagai hamparan yang sama dengan yang disebut di 51:48.
Kata (آيَاتٌ, aayaatun) yang berarti "tanda-tanda" adalah bentuk jamak dari aayah, dari akar أ-ي-ي, tanpa kata sandang dan dengan tanwin dammah. Bentuk persis ini muncul delapan kali di lima surah, yaitu 3:7, 3:97, 12:7, 29:49, 29:50, 45:4, 45:5, dan 51:20. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 3, 29, dan 45 masing-masing memuatnya dua kali. Empat dari kedelapan ayat itu memasangkan aayaatun dengan huruf li dan penerimanya: (آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ, aayaatun li-s-saa'iliina) di 12:7, "tanda-tanda bagi para penanya", lalu (آيَاتٌ لِقَوْمٍ, aayaatun li-qawmin) di 45:4 dan 45:5, "tanda-tanda bagi kaum", dan akhirnya 51:20. Di empat ayat itu tanda selalu disebut bersama alamatnya. Di 3:97 dan 29:49, (آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, aayaatun bayyinaatun), tanda-tanda diberi sifat bayyinaat yang berarti "yang jelas", sedangkan di 51:20 tanda tidak diberi sifat apa pun.
Bentuk tunggalnya ada di 51:37, (وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً, wa-taraknaa fiihaa aayatan), "dan Kami tinggalkan di dalamnya suatu tanda", dengan penerima orang-orang yang takut pada azab yang pedih. Pilihan "tanda" mengikuti 2:118, (أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ, aw ta'tiinaa aayatun), "atau datang kepada kami tanda", tempat kata yang sama menyebut sesuatu yang dapat diminta orang. Terjemahan tidak menambahkan kata seperti "kebesaran" atau "kekuasaan" di dalam kurung, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata terakhir (لِلْمُوقِنِينَ, lil-muuqiniina) yang berarti "bagi orang-orang yang yakin" tersusun dari huruf li yang berarti "bagi", kata sandang al-, dan (مُوقِنِينَ, muuqiniina) yang berarti "orang-orang yang yakin". Bentuk terakhir itu adalah pelaku jamak dari akar ي-ق-ن. Bentuk muuqiniina dengan harakat persis ini muncul empat kali di empat surah: 6:75, 26:24, 44:7, dan 51:20. Di 6:75, (وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ, wa-li-yakuuna mina l-muuqiniina), "dan agar Ibrahim termasuk orang-orang yang yakin", yakni Ibrahim yang diperlihatkan malakuut langit dan bumi. Di 26:24 dan 44:7, (إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ, in kuntum muuqiniina), "jika kalian orang-orang yang yakin", kalimatnya menyebut Tuhan langit dan bumi. Tiga dari empat kemunculan bentuk ini berada dalam ayat yang menyebut langit dan bumi, dan 51:20 menyebut bumi saja. Bentuk nominatifnya, (مُوقِنُونَ, muuqinuuna), muncul sekali di 32:12 pada ucapan orang-orang berdosa di hadapan Tuhan mereka, (إِنَّا مُوقِنُونَ, innaa muuqinuuna), "sesungguhnya kami orang-orang yang yakin".
Kata kerja dari akar yang sama, (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "mereka yakin", muncul sebelas kali di delapan surah, dan surah 2, 27, dan 45 masing-masing memuatnya dua kali. Susunan (لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ, li-qawmin yuuqinuuna), "bagi kaum yang yakin", muncul empat kali di tiga surah, yaitu 2:118, 5:50, 45:4, dan 45:20. Ayat 51:20 menyebut penerimanya dengan bentuk pelaku, tanpa kata qawm.
Terjemahan memilih "yakin" karena akar ي-ق-ن disandingkan dengan pengetahuan, penglihatan, dan kebenaran. Bentuk (الْيَقِينِ, al-yaqiini) yang berarti "keyakinan" muncul empat kali di tiga surah. Di 102:5, (عِلْمَ الْيَقِينِ, 'ilma l-yaqiini), "pengetahuan yang pasti", di 102:7, (عَيْنَ الْيَقِينِ, 'aina l-yaqiini), "mata keyakinan", dan di 56:95 serta 69:51, (حَقُّ الْيَقِينِ, haqqu l-yaqiini), "kebenaran yang meyakinkan". Akar yang berbeda dipakai untuk "percaya". Di 2:4, (وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ, wa-lladziina yu'minuuna), "dan orang-orang yang percaya", mengacu pada apa yang diturunkan, lalu (وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, wa-bi-l-aakhirati hum yuuqinuuna), "dan terhadap akhirat mereka yakin". Di 45:3 penerima tanda di langit dan bumi disebut (لِلْمُؤْمِنِينَ, lil-mu'miniina), "bagi orang-orang mukmin", sedangkan di 45:4 penerimanya yuuqinuuna. Dua kata itu tidak dipertukarkan, dan terjemahan di sini menjaga pemisahnya. Bentuk kesepuluh dari akar yang sama dipakai di 27:14 untuk orang yang mengingkari, (وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ, wa-jahaduu bihaa wa-stayqanat-haa anfusuhum), "dan mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya".
Ayat ini tidak memuat kata kerja. Susunannya keterangan tempat, benda tak tentu, lalu penerima, sehingga bahasa Arabnya tidak mengucapkan kata "ada" atau "terdapat". Terjemahan memakai "terdapat" sebagai penghubung dalam bahasa Indonesia dan mempertahankan urutan Arabnya: bumi lebih dulu, lalu tanda-tanda, lalu penerimanya. Teks tidak menyebut tanda apa yang dimaksud, dan rincian seperti di 13:4 tidak dibawa masuk ke terjemahan.
Tafsiran
Ayat 51:16 sampai 51:19 membicarakan orang-orang bertakwa dengan kata ganti mereka, dan 51:21 menyapa pendengar dengan kata ganti kalian. Ayat 51:20 berada di antara keduanya tanpa kata ganti apa pun, dan isinya hanya tempat, tanda, dan penerima. Pembicaraan bergeser dari orang yang diceritakan ke pendengar yang disapa, dan pergeseran itu terjadi pada ayat yang tidak menyebut siapa pun sebagai pelaku.
Sebutan wa-fii membuka empat ayat berturut-turut: harta di 51:19, bumi di 51:20, diri sendiri di 51:21, dan langit di 51:22. Di 6:3 dan 43:84 langit disebut lebih dulu dan bumi menyusul. Di rangkaian ini urutannya terbalik, bumi lebih dulu dan langit paling akhir, dan di langit disebut rezeki serta apa yang dijanjikan. Sebutan yang sama sudah muncul di 51:5, (إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ, innamaa tuu'aduuna lashaadiqun), "sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti benar", dan muncul lagi di 51:22. Ayat 51:23 lalu bersumpah demi Tuhan langit dan bumi, sehingga dua tempat yang disebut terpisah di 51:20 dan 51:22 bertemu dalam satu sumpah.
Tanda di ayat ini disebut sudah berada di tempatnya. Di 2:118 orang-orang yang tidak berilmu menunggu tanda datang kepada mereka, lalu ayat itu menjawab bahwa tanda-tanda telah dijelaskan bagi kaum yang yakin. Di 29:50 permintaan serupa dijawab bahwa tanda-tanda berada di sisi Allah. Ayat 51:20 menyebut tanda berada di bumi, tanpa kata datang atau turun.
Hubungan antara tanda dan keyakinan terbaca dari dua arah dalam teks. Di 13:2, (يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ, yufashshilu l-aayaati la'allakum bi-liqaa'i rabbikum tuuqinuuna), "Dia menjelaskan tanda-tanda agar kalian yakin akan pertemuan dengan Tuhan kalian", keyakinan menjadi tujuan tanda. Di 51:20 keyakinan sudah menjadi sifat penerima. Ayat 51:21 kemudian bertanya, (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna), "maka, apakah kalian tidak memperhatikan?", sehingga sesudah penerima yang yakin disebut, pembicaraan menoleh kepada pendengar yang belum disebut yakin.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 51:20 menaruh tanda di bumi, dan di 51:48 bumi disebut hamparan yang Kami hamparkan. Hamparan itu dilalui setiap hari, mulai dari jalan menuju kantor, halaman rumah, pematang, sampai lantai pasar. Orang yang berjalan di atasnya dapat menganggapnya latar, karena yang dipijak jarang menjadi yang ditatap. Ayat ini menyebut tanda-tanda berada di tempat itu juga, dan tidak menunjuk tempat yang jauh. Orang yang tiap pagi menyiram tanaman di pot atau menyapu halaman sudah berada di dalam tempat tanda-tanda itu. Apakah pekerjaan sehari-hari seperti itu pernah diperlakukan sebagai tempat membaca?
- Di 27:14 ada orang yang mengingkari tanda-tanda padahal hati mereka meyakininya, dan di 27:82 manusia disebut dahulu tidak yakin pada tanda-tanda Kami. Dua ayat itu menunjukkan bahwa tanda-tanda dapat disambut berlainan oleh orang-orang yang menghadapinya. Ayat 51:20 menyebut penerima tanda sebagai orang yang yakin. Seorang petani dan seorang pelancong sama-sama melihat padi menguning di tepi jalan. Petani membaca musim, pelancong membaca pemandangan. Keduanya melihat hal yang sama dengan mata yang sama, dan perbedaan hasilnya ada pada apa yang sudah mereka bawa ke tempat itu.
- Di 2:118 orang-orang yang tidak berilmu bertanya mengapa Allah tidak berbicara dengan mereka atau mengapa tidak datang tanda, dan di 29:50 mereka bertanya mengapa tanda-tanda tidak diturunkan, lalu dijawab bahwa tanda-tanda itu berada di sisi Allah. Orang dalam keadaan serupa hari ini dapat menunggu peristiwa besar sebelum mau menata hidupnya, misalnya sakit parah, kehilangan, atau kejadian yang mengguncang. Ayat 51:20 menyebut tanda sudah berada di bumi tanpa menunggu keadaan luar biasa. Apakah penantian terhadap tanda yang besar kadang menutupi tanda yang sudah lama ada di depan pintu?
- Di 6:75 Allah memperlihatkan malakuut langit dan bumi kepada Ibrahim agar Ibrahim termasuk orang-orang yang yakin, sehingga keyakinan disebut sebagai hasil dari melihat. Di 102:5 dan 102:7 keyakinan disebut bersama pengetahuan dan mata. Dua ayat itu menempatkan keyakinan di samping pengetahuan dan penglihatan, sehingga keyakinan dapat dibaca sebagai sesuatu yang bertambah lewat melihat. Seseorang yang mengaku tahu bahwa air hujan menghidupkan tanah dapat membandingkan pengetahuannya itu dengan saat berdiri sendiri di tanah retak yang baru basah. Pengetahuan yang sama terasa lain ketika dilihat sendiri. Sudah berapa lama seseorang hanya tahu tanpa pernah berdiri di depan hal yang ia ketahui?
- Surah 45 menyebut tiga penerima tanda dalam tiga ayat berurutan, yaitu orang-orang mukmin di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, dan kaum yang mengerti di 45:5. Isi tandanya berubah tiap ayat, dari langit dan bumi sampai penciptaan manusia, rezeki yang diturunkan Allah dari langit, dan perkisaran angin. Seorang pembaca dapat menjadi penerima di ayat yang berbeda untuk hal yang berbeda: mukmin terhadap sebuah perkara, yakin terhadap perkara lain, dan mengerti perkara ketiga. Ayat 51:20 menyebut penerima yang yakin pada tanda di bumi. Pembaca dapat menanyai dirinya sendiri, bagian bumi manakah yang diyakininya dengan cara itu, dan bagian manakah yang baru dipercayainya dari jauh?
- Ayat 51:19 menyebut hak orang lain di dalam harta, dan 51:20 langsung menyebut bumi. Harta dapat berasal dari tanah. Di 13:4 kebun anggur, tanaman, dan pohon kurma disirami air yang sama, tetapi Allah melebihkan sebagiannya atas sebagian lain dalam rasanya, dan di 6:141 hak hasil kebun diberikan pada hari memetiknya. Seseorang yang menerima penghasilan dari ladang, atau dari usaha yang pada akhirnya bersumber dari tanah, dapat membaca dua ayat berurutan itu sebagai satu rangkaian: sumber harta dan hak di dalamnya disebut berdampingan. Apakah hak yang disebut di 51:19 terasa lebih ringan bagi orang yang ingat dari mana hartanya tumbuh?
Ayat 51:21
وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Dan pada diri kalian sendiri. Maka, apakah kalian tidak memperhatikan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَفِي أَنْفُسِكُمْwa-fii anfusikumdan pada diri kalian sendiri
- أَفَلَا تُبْصِرُونَa-fa-laa tubshiruunamaka, apakah kalian tidak memperhatikan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَفِيwa-fiidan pada
- أَنْفُسِكُمْanfusikumdiri kalian sendiri
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan
Inti bacaan
Susunan a-fa-laa tubshiruuna hanya muncul di 28:72, 43:51, dan 51:21, sedangkan susunan fii anfusikum muncul di 2:235, 2:284, 51:21, dan 57:22.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri atas dua potongan yang dipisah tanda henti. Potongan pertama berbunyi (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum), yang berarti "dan pada diri kalian sendiri". Partikel (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini ke 51:20, (وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ, wa-fii l-ardhi aayaatun), "dan di bumi terdapat tanda-tanda". Kata aayaatun tidak diulang di 51:21, sehingga potongan pertama tidak punya subjek sendiri dan meminjamnya dari ayat sebelumnya. Terjemahan di sini tidak menyisipkan "ada tanda-tanda" ke dalam teks, supaya sambungan itu tetap terlihat sebagai sambungan. Partikel (فِي, fii) yang berarti "pada" dipilih untuk sesuatu yang dimiliki pemegangnya, seperti "pada harta mereka" di 51:19, sedangkan "di" dipakai untuk bumi.
Kata (أَنْفُسِكُمْ, anfusikum) yang berarti "diri kalian sendiri" berbentuk jamak dari nafs, dari akar ن-ف-س. Akhiran -kum menunjuk orang kedua jamak, "kalian". Dari 51:15 sampai 51:19 orang-orang bertakwa disebut sebagai "mereka", dan di ayat ini kata ganti berpindah ke "kalian".
Susunan (فِي أَنْفُسِكُمْ, fii anfusikum) muncul di 2:235, 2:284, 51:21, dan 57:22. Di 2:235 dan 2:284 isi diri berupa apa yang disembunyikan atau dinyatakan, dan terjemahannya "dalam diri kalian". Di 57:22, (وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ, wa-laa fii anfusikum), "dan tidak pada diri kalian", musibah disebut menimpa bumi dan menimpa diri, dan terjemahannya sama dengan ayat ini. Bumi dan diri berdampingan di 57:22 seperti di 51:20 dan 51:21. Dengan akhiran "mereka", (وَفِي أَنْفُسِهِمْ, wa-fii anfusihim), "dan pada diri mereka sendiri", dipakai di 41:53, dan (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ, a-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihim), "apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka", dipakai di 30:8. Susunan fii anfusihim muncul di 3:154, 4:63, 4:65, 5:52, 11:31, 25:21, 30:8, 41:53, dan 58:8.
Dengan partikel lain, (مِنْ أَنْفُسِكُمْ, min anfusikum), "dari diri kalian", muncul lima kali di empat surah, yaitu 9:128, 16:72, 30:21, 30:28, dan 42:11, dengan Surah 30 memuatnya dua kali. Di 42:11, (جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا, ja'ala lakum min anfusikum azwaajan), yang berarti "Dia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri", diri menjadi asal pasangan. Rumusan yang sama berulang di 16:72 dan 30:21. Di 9:128 seorang rasul datang dari diri kalian, dan terjemahannya "dari kaum kalian sendiri". Ayat 51:21 memakai fii. Diri di sini menjadi tempat sesuatu berada, sedangkan dengan min diri menjadi asal sesuatu. Ayat ini tidak menentukan bagian diri yang dimaksud, dan terjemahan tidak mempersempitnya. Pemakaian di atas sudah mencakup isi batin, musibah yang menimpa, dan pasangan yang berasal dari diri.
Potongan kedua berbunyi (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna), yang berarti "maka, apakah kalian tidak memperhatikan". Susunan ini memuat tiga unsur. Partikel (أَ, a) menandai pertanyaan, partikel (فَ, fa) yang berarti "maka" mengikat pertanyaan itu pada apa yang baru disebut, dan partikel (لَا, laa) yang berarti "tidak" meniadakan kata kerja yang menyusul. Gabungan a-fa-laa muncul 45 kali di 23 surah, dan kata kerja yang menyusulnya berbeda-beda. Di antaranya (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna), "tidakkah kalian berakal", 13 kali di 11 surah, dan (أَفَلَا تَذَكَّرُونَ, a-fa-laa tadzakkaruuna), "tidakkah kalian ingat", tujuh kali di enam surah. Susunan (أَفَلَا تَسْمَعُونَ, a-fa-laa tasma'uuna), "tidakkah kalian mendengar", hanya ada di 28:71, dan susunan (أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ, a-fa-laa tatafakkaruuna), "tidakkah kalian berpikir", hanya ada di 6:50. Susunan a-fa-laa tubshiruuna ada tiga, yaitu 28:72, 43:51, dan 51:21. Ayat 28:72 menyusul 28:71 yang berakhir dengan "mendengar", sehingga kedua ayat itu berpasangan dengan dua kata kerja pancaindra yang berbeda.
Kata (تُبْصِرُونَ, tubshiruuna) berupa kata kerja bentuk IV dari akar ب-ص-ر, dan korpus menandainya sebagai orang kedua jamak. Bentuk ini muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 21:3, 27:54, 28:72, 43:51, 51:21, 52:15, 56:85, 69:38, dan 69:39, dengan Surah 69 memuatnya dua kali. Dengan penolakan, (لَا تُبْصِرُونَ, laa tubshiruuna), ada enam kemunculan di enam surah: 28:72, 43:51, 51:21, 52:15, 56:85, dan 69:39. Di 52:15, (أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ, am antum laa tubshiruuna), "ataukah kalian tidak melihat", pertanyaan itu menyusul sebutan sihir. Di 56:85, (وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ, wa-laakin laa tubshiruuna), "tetapi kalian tidak melihat", kata kerja itu dipakai untuk kedekatan yang tidak tertangkap. Dalam bentuk penegasan, (وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ, wa-antum tubshiruuna), "padahal kalian melihatnya", dipakai di 21:3 dan 27:54, dan keduanya menyebut orang yang melihat sesuatu sambil tetap melakukannya. Di 43:51 pertanyaan yang sama diucapkan Firaun sesudah menyebut kerajaan dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.
Terjemahan di ayat ini dan di 28:72 memilih "memperhatikan", sedangkan di 43:51, 52:15, dan 56:85 kata kerja yang sama diterjemahkan "melihat". Pilihan "memperhatikan" di sini mengikuti letak pertanyaannya. Pertanyaan itu diajukan atas sesuatu yang sudah disebut dan sudah ada di hadapan pendengar, sehingga arah pandang pendengar yang ditagih. Teks tidak menyebut apa yang harus ditemukan di dalam diri, dan terjemahan tidak mengisinya.
Tafsiran
Ayat ini berada di tengah empat ayat berurutan yang dibuka dengan wa-fii. Ayat 51:19 menyebut hak pada harta orang-orang bertakwa, 51:20 menyebut tanda-tanda di bumi, 51:21 menyebut diri, dan 51:22 menyebut rezeki di langit. Dalam urutan itu diri pendengar terletak di antara bumi dan langit. Kata ganti pun berpindah. Dari 51:15 sampai 51:19 orang-orang bertakwa dibicarakan sebagai "mereka". Dari 51:21 sampai 51:23 sapaannya "kalian": diri kalian, rezeki kalian, dan ucapan kalian di 51:23. Titik beralihnya terletak di 51:21.
Ayat ini juga membalik arah pertanyaan. Di 51:11 dan 51:12 orang-orang yang lalai bertanya, "Kapankah Hari Pertanggungjawaban?" Pertanyaan mereka menyangkut waktu. Di 51:21 teks yang bertanya, dan pendengarlah yang ditanyai. Pertanyaan kali ini menyangkut apa yang sedang dikerjakan perhatian pendengar pada saat mendengarnya.
Ayat 51:20 membatasi penerima tanda-tanda di bumi pada orang-orang yang yakin. Ayat 51:21 tidak membuat batas semacam itu dan langsung menyapa semua yang disebut "kalian". Pasangan susunan ini terlihat di 41:53, tempat tanda-tanda Allah disebut berada di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, dengan hasil bahwa kebenaran itu menjadi jelas bagi mereka. Ayat 51:20 dan 51:21 memuat urutan yang sama, luar lalu diri, tanpa menyebut hasil. Ayat 51:23 memuat sumpah demi Tuhan langit dan bumi bahwa hal itu benar-benar hak, seperti kalian berbicara. Pembanding kepastian itu diambil dari diri pendengar sendiri, yaitu kemampuan berbicara.
Kalimat terakhir ayat ini tidak dijawab di dalam ayat. Ayat 51:22 melanjutkan ke langit tanpa menyebut jawabannya, sehingga pertanyaan itu tetap terbuka bagi orang yang membacanya. Dengan wa-fii yang berulang, diri menjadi salah satu tempat tanda berada, dan pertanyaan di ujung ayat menjadikan perhatian itu soal pribadi bagi pendengar.
Renungan dan Hikmah
- Di 51:20 tanda-tanda disebut di bumi, lalu 51:21 menyebut diri sendiri. Seseorang dapat hafal banyak hal tentang dunia di luarnya, seperti harga, jadwal, dan kabar orang lain, sambil luput memeriksa dirinya. Di 2:44 orang yang menyuruh orang lain berbuat kebajikan disebut melupakan diri sendiri, padahal orang itu membaca Kitab, dan ayat itu ditutup dengan pertanyaan tentang akal. Pertanyaan di 51:21 menyisakan satu pertanyaan bagi pembaca sendiri: kapan terakhir kali pembaca memperhatikan dirinya dengan teliti seperti memperhatikan sesuatu di luar dirinya?
- Susunan fii anfusikum juga menunjuk isi batin. Di 2:235 Allah mengetahui apa yang ada dalam diri kalian, dan di 2:284 apa yang dinyatakan maupun disembunyikan di dalam diri akan diperhitungkan. Seseorang dapat membawa ruang yang tidak terlihat siapa pun: rencana yang belum diucapkan, rasa iri yang tersimpan rapi, rasa terima kasih yang tidak pernah disampaikan. Ayat 51:21 menyebut ruang yang sama sebagai tempat tanda berada. Pembaca dapat melihat isi ruang itu sebagai sesuatu yang memang sedang diperhatikan, sehingga menengoknya sendiri terasa lebih ringan daripada membiarkannya tertutup.
- Pertanyaan yang sama dengan penutup 51:21 diucapkan Firaun di 43:51, sesudah menyebut kerajaan Mesir dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Kalimat yang meminta orang memperhatikan dapat diarahkan ke dua tempat: kepada tanda yang Allah letakkan pada diri, atau kepada apa yang dimiliki diri. Orang yang memajang jabatan, rekening, atau pencapaiannya lalu bertanya apakah orang lain tidak melihat, memakai kalimat yang sama dengan arah berlawanan. Ketika dirinya diminta diperhatikan, ke mana pandangan pembaca mengarah: kepada apa yang dipunyainya, atau kepada apa yang diterimanya?
- Kata kerja yang sama di 27:54 dan 21:3 dipakai untuk orang yang melihat sesuatu sambil tetap mengerjakannya: kaum Lut melihat perbuatan keji yang mereka lakukan. Melihat dan memperhatikan dapat berjarak. Seseorang dapat melihat dengan jelas kebiasaannya menunda, nada suaranya kepada anak, atau cara menjawab pesan yang tidak disukainya, dan tetap mengulanginya. Pertanyaan di 51:21 menyangkut jarak itu, sebab perhatianlah yang ditanyakan, dan penglihatannya sendiri sudah ada.
- Di 57:22 musibah disebut menimpa bumi dan menimpa diri, dan keduanya tercatat sebelum Allah mewujudkannya. Ayat 57:23 menyebut tujuannya: agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput dan tidak terlalu gembira atas apa yang diberikan. Orang yang sedang sakit, kelelahan, atau kehilangan sesuatu dapat menganggap keadaan itu gangguan dari luar rencananya. Sesudah membaca 51:21 bersama 57:22, pembaca dapat memandang pengalaman itu sebagai bagian dari apa yang terjadi pada diri kalian, tempat yang ditunjuk di 51:21.
- Di 30:21 Allah disebut menciptakan pasangan dari diri kalian sendiri, supaya kalian merasa tenteram kepadanya, dengan rasa sayang dan rahmat di antara keduanya, dan ayat itu menyebutnya tanda bagi kaum yang berpikir. Rumusan yang sama berulang di 16:72 dan 42:11. Pembaca yang berkeluarga dapat bertanya apakah pasangannya, yang tiap hari berada di sampingnya, sudah termasuk hal yang diperhatikan sebagai bagian dari tanda pada diri. Orang-orang terdekat dapat luput diperhatikan karena kehadiran mereka sudah terasa biasa.