وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ

Di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَwa-fii l-ardhi aayaatun lilmuuqiniinadi bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَفِيwa-fiidan pada
  2. الْأَرْضِl-ardhibumi
  3. آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
  4. لِلْمُوقِنِينَlilmuuqiniinabagi orang-orang yang yakin

Inti bacaan

Bentuk muuqiniina muncul empat kali di Al-Qur'an (6:75, 26:24, 44:7, 51:20), dan tiga di antaranya berada dalam ayat yang menyebut langit dan bumi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَفِي, wa-fii) yang berarti "dan pada". Huruf wa menyambung ayat ini dengan 51:19, dan fii menunjuk tempat. Di 51:19 tempat itu adalah harta, (وَفِي أَمْوَالِهِمْ, wa-fii amwaalihim), "dan pada harta mereka", sedangkan di sini tempatnya bumi dengan susunan yang sama: keterangan tempat lebih dulu, benda tak tentu sesudahnya. Susunan (وَفِي الْأَرْضِ, wa-fii l-ardhi) muncul di empat ayat dalam empat surah, yaitu 6:3, 13:4, 43:84, dan 51:20. Di 6:3, (فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ, fii s-samaawaati wa-fii l-ardhi), "di langit dan di bumi", dan di 43:84, (وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ, wa-fii l-ardhi ilaahun), "dan Tuhan di bumi", bumi menjadi tempat kedua sesudah langit. Di 13:4, (وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ, wa-fii l-ardhi qith'un mutajaawiraatun), "dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan", susunan itu membuka kalimat seperti di 51:20, lalu ayat 13:4 merinci kebun anggur, tanaman, dan pohon kurma. Di 51:20 rincian semacam itu diganti satu kata tak tentu.

Kata (الْأَرْضِ, al-ardhi) yang berarti "bumi" memakai kata sandang al- dan berakhiran kasrah karena didahului fii, dari akar أ-ر-ض. Kata ini muncul lagi di surah yang sama pada 51:23, (فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, fa-wa-rabbi s-samaa'i wa-l-ardhi), "maka, demi Tuhan langit dan bumi", dan pada 51:48, (وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا, wa-l-ardha farasynaahaa), "dan bumi, Kami hamparkan". Di 51:48 bumi disebut sebagai hamparan dan di 51:23 sebagai pasangan langit. Terjemahan memakai kata "bumi" di ketiga tempat, sehingga tempat tanda di 51:20 dapat dikenali sebagai hamparan yang sama dengan yang disebut di 51:48.

Kata (آيَاتٌ, aayaatun) yang berarti "tanda-tanda" adalah bentuk jamak dari aayah, dari akar أ-ي-ي, tanpa kata sandang dan dengan tanwin dammah. Bentuk persis ini muncul delapan kali di lima surah, yaitu 3:7, 3:97, 12:7, 29:49, 29:50, 45:4, 45:5, dan 51:20. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 3, 29, dan 45 masing-masing memuatnya dua kali. Empat dari kedelapan ayat itu memasangkan aayaatun dengan huruf li dan penerimanya: (آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ, aayaatun li-s-saa'iliina) di 12:7, "tanda-tanda bagi para penanya", lalu (آيَاتٌ لِقَوْمٍ, aayaatun li-qawmin) di 45:4 dan 45:5, "tanda-tanda bagi kaum", dan akhirnya 51:20. Di empat ayat itu tanda selalu disebut bersama alamatnya. Di 3:97 dan 29:49, (آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, aayaatun bayyinaatun), tanda-tanda diberi sifat bayyinaat yang berarti "yang jelas", sedangkan di 51:20 tanda tidak diberi sifat apa pun.

Bentuk tunggalnya ada di 51:37, (وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً, wa-taraknaa fiihaa aayatan), "dan Kami tinggalkan di dalamnya suatu tanda", dengan penerima orang-orang yang takut pada azab yang pedih. Pilihan "tanda" mengikuti 2:118, (أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ, aw ta'tiinaa aayatun), "atau datang kepada kami tanda", tempat kata yang sama menyebut sesuatu yang dapat diminta orang. Terjemahan tidak menambahkan kata seperti "kebesaran" atau "kekuasaan" di dalam kurung, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Kata terakhir (لِلْمُوقِنِينَ, lil-muuqiniina) yang berarti "bagi orang-orang yang yakin" tersusun dari huruf li yang berarti "bagi", kata sandang al-, dan (مُوقِنِينَ, muuqiniina) yang berarti "orang-orang yang yakin". Bentuk terakhir itu adalah pelaku jamak dari akar ي-ق-ن. Bentuk muuqiniina dengan harakat persis ini muncul empat kali di empat surah: 6:75, 26:24, 44:7, dan 51:20. Di 6:75, (وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ, wa-li-yakuuna mina l-muuqiniina), "dan agar Ibrahim termasuk orang-orang yang yakin", yakni Ibrahim yang diperlihatkan malakuut langit dan bumi. Di 26:24 dan 44:7, (إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ, in kuntum muuqiniina), "jika kalian orang-orang yang yakin", kalimatnya menyebut Tuhan langit dan bumi. Tiga dari empat kemunculan bentuk ini berada dalam ayat yang menyebut langit dan bumi, dan 51:20 menyebut bumi saja. Bentuk nominatifnya, (مُوقِنُونَ, muuqinuuna), muncul sekali di 32:12 pada ucapan orang-orang berdosa di hadapan Tuhan mereka, (إِنَّا مُوقِنُونَ, innaa muuqinuuna), "sesungguhnya kami orang-orang yang yakin".

Kata kerja dari akar yang sama, (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "mereka yakin", muncul sebelas kali di delapan surah, dan surah 2, 27, dan 45 masing-masing memuatnya dua kali. Susunan (لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ, li-qawmin yuuqinuuna), "bagi kaum yang yakin", muncul empat kali di tiga surah, yaitu 2:118, 5:50, 45:4, dan 45:20. Ayat 51:20 menyebut penerimanya dengan bentuk pelaku, tanpa kata qawm.

Terjemahan memilih "yakin" karena akar ي-ق-ن disandingkan dengan pengetahuan, penglihatan, dan kebenaran. Bentuk (الْيَقِينِ, al-yaqiini) yang berarti "keyakinan" muncul empat kali di tiga surah. Di 102:5, (عِلْمَ الْيَقِينِ, 'ilma l-yaqiini), "pengetahuan yang pasti", di 102:7, (عَيْنَ الْيَقِينِ, 'aina l-yaqiini), "mata keyakinan", dan di 56:95 serta 69:51, (حَقُّ الْيَقِينِ, haqqu l-yaqiini), "kebenaran yang meyakinkan". Akar yang berbeda dipakai untuk "percaya". Di 2:4, (وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ, wa-lladziina yu'minuuna), "dan orang-orang yang percaya", mengacu pada apa yang diturunkan, lalu (وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ, wa-bi-l-aakhirati hum yuuqinuuna), "dan terhadap akhirat mereka yakin". Di 45:3 penerima tanda di langit dan bumi disebut (لِلْمُؤْمِنِينَ, lil-mu'miniina), "bagi orang-orang mukmin", sedangkan di 45:4 penerimanya yuuqinuuna. Dua kata itu tidak dipertukarkan, dan terjemahan di sini menjaga pemisahnya. Bentuk kesepuluh dari akar yang sama dipakai di 27:14 untuk orang yang mengingkari, (وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ, wa-jahaduu bihaa wa-stayqanat-haa anfusuhum), "dan mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya".

Ayat ini tidak memuat kata kerja. Susunannya keterangan tempat, benda tak tentu, lalu penerima, sehingga bahasa Arabnya tidak mengucapkan kata "ada" atau "terdapat". Terjemahan memakai "terdapat" sebagai penghubung dalam bahasa Indonesia dan mempertahankan urutan Arabnya: bumi lebih dulu, lalu tanda-tanda, lalu penerimanya. Teks tidak menyebut tanda apa yang dimaksud, dan rincian seperti di 13:4 tidak dibawa masuk ke terjemahan.

Tafsiran

Ayat 51:16 sampai 51:19 membicarakan orang-orang bertakwa dengan kata ganti mereka, dan 51:21 menyapa pendengar dengan kata ganti kalian. Ayat 51:20 berada di antara keduanya tanpa kata ganti apa pun, dan isinya hanya tempat, tanda, dan penerima. Pembicaraan bergeser dari orang yang diceritakan ke pendengar yang disapa, dan pergeseran itu terjadi pada ayat yang tidak menyebut siapa pun sebagai pelaku.

Sebutan wa-fii membuka empat ayat berturut-turut: harta di 51:19, bumi di 51:20, diri sendiri di 51:21, dan langit di 51:22. Di 6:3 dan 43:84 langit disebut lebih dulu dan bumi menyusul. Di rangkaian ini urutannya terbalik, bumi lebih dulu dan langit paling akhir, dan di langit disebut rezeki serta apa yang dijanjikan. Sebutan yang sama sudah muncul di 51:5, (إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ, innamaa tuu'aduuna lashaadiqun), "sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti benar", dan muncul lagi di 51:22. Ayat 51:23 lalu bersumpah demi Tuhan langit dan bumi, sehingga dua tempat yang disebut terpisah di 51:20 dan 51:22 bertemu dalam satu sumpah.

Tanda di ayat ini disebut sudah berada di tempatnya. Di 2:118 orang-orang yang tidak berilmu menunggu tanda datang kepada mereka, lalu ayat itu menjawab bahwa tanda-tanda telah dijelaskan bagi kaum yang yakin. Di 29:50 permintaan serupa dijawab bahwa tanda-tanda berada di sisi Allah. Ayat 51:20 menyebut tanda berada di bumi, tanpa kata datang atau turun.

Hubungan antara tanda dan keyakinan terbaca dari dua arah dalam teks. Di 13:2, (يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ, yufashshilu l-aayaati la'allakum bi-liqaa'i rabbikum tuuqinuuna), "Dia menjelaskan tanda-tanda agar kalian yakin akan pertemuan dengan Tuhan kalian", keyakinan menjadi tujuan tanda. Di 51:20 keyakinan sudah menjadi sifat penerima. Ayat 51:21 kemudian bertanya, (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna), "maka, apakah kalian tidak memperhatikan?", sehingga sesudah penerima yang yakin disebut, pembicaraan menoleh kepada pendengar yang belum disebut yakin.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 51:20 menaruh tanda di bumi, dan di 51:48 bumi disebut hamparan yang Kami hamparkan. Hamparan itu dilalui setiap hari, mulai dari jalan menuju kantor, halaman rumah, pematang, sampai lantai pasar. Orang yang berjalan di atasnya dapat menganggapnya latar, karena yang dipijak jarang menjadi yang ditatap. Ayat ini menyebut tanda-tanda berada di tempat itu juga, dan tidak menunjuk tempat yang jauh. Orang yang tiap pagi menyiram tanaman di pot atau menyapu halaman sudah berada di dalam tempat tanda-tanda itu. Apakah pekerjaan sehari-hari seperti itu pernah diperlakukan sebagai tempat membaca?
  • Di 27:14 ada orang yang mengingkari tanda-tanda padahal hati mereka meyakininya, dan di 27:82 manusia disebut dahulu tidak yakin pada tanda-tanda Kami. Dua ayat itu menunjukkan bahwa tanda-tanda dapat disambut berlainan oleh orang-orang yang menghadapinya. Ayat 51:20 menyebut penerima tanda sebagai orang yang yakin. Seorang petani dan seorang pelancong sama-sama melihat padi menguning di tepi jalan. Petani membaca musim, pelancong membaca pemandangan. Keduanya melihat hal yang sama dengan mata yang sama, dan perbedaan hasilnya ada pada apa yang sudah mereka bawa ke tempat itu.
  • Di 2:118 orang-orang yang tidak berilmu bertanya mengapa Allah tidak berbicara dengan mereka atau mengapa tidak datang tanda, dan di 29:50 mereka bertanya mengapa tanda-tanda tidak diturunkan, lalu dijawab bahwa tanda-tanda itu berada di sisi Allah. Orang dalam keadaan serupa hari ini dapat menunggu peristiwa besar sebelum mau menata hidupnya, misalnya sakit parah, kehilangan, atau kejadian yang mengguncang. Ayat 51:20 menyebut tanda sudah berada di bumi tanpa menunggu keadaan luar biasa. Apakah penantian terhadap tanda yang besar kadang menutupi tanda yang sudah lama ada di depan pintu?
  • Di 6:75 Allah memperlihatkan malakuut langit dan bumi kepada Ibrahim agar Ibrahim termasuk orang-orang yang yakin, sehingga keyakinan disebut sebagai hasil dari melihat. Di 102:5 dan 102:7 keyakinan disebut bersama pengetahuan dan mata. Dua ayat itu menempatkan keyakinan di samping pengetahuan dan penglihatan, sehingga keyakinan dapat dibaca sebagai sesuatu yang bertambah lewat melihat. Seseorang yang mengaku tahu bahwa air hujan menghidupkan tanah dapat membandingkan pengetahuannya itu dengan saat berdiri sendiri di tanah retak yang baru basah. Pengetahuan yang sama terasa lain ketika dilihat sendiri. Sudah berapa lama seseorang hanya tahu tanpa pernah berdiri di depan hal yang ia ketahui?
  • Surah 45 menyebut tiga penerima tanda dalam tiga ayat berurutan, yaitu orang-orang mukmin di 45:3, kaum yang yakin di 45:4, dan kaum yang mengerti di 45:5. Isi tandanya berubah tiap ayat, dari langit dan bumi sampai penciptaan manusia, rezeki yang diturunkan Allah dari langit, dan perkisaran angin. Seorang pembaca dapat menjadi penerima di ayat yang berbeda untuk hal yang berbeda: mukmin terhadap sebuah perkara, yakin terhadap perkara lain, dan mengerti perkara ketiga. Ayat 51:20 menyebut penerima yang yakin pada tanda di bumi. Pembaca dapat menanyai dirinya sendiri, bagian bumi manakah yang diyakininya dengan cara itu, dan bagian manakah yang baru dipercayainya dari jauh?
  • Ayat 51:19 menyebut hak orang lain di dalam harta, dan 51:20 langsung menyebut bumi. Harta dapat berasal dari tanah. Di 13:4 kebun anggur, tanaman, dan pohon kurma disirami air yang sama, tetapi Allah melebihkan sebagiannya atas sebagian lain dalam rasanya, dan di 6:141 hak hasil kebun diberikan pada hari memetiknya. Seseorang yang menerima penghasilan dari ladang, atau dari usaha yang pada akhirnya bersumber dari tanah, dapat membaca dua ayat berurutan itu sebagai satu rangkaian: sumber harta dan hak di dalamnya disebut berdampingan. Apakah hak yang disebut di 51:19 terasa lebih ringan bagi orang yang ingat dari mana hartanya tumbuh?