وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan pada diri kalian sendiri. Maka, apakah kalian tidak memperhatikan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَفِي أَنْفُسِكُمْwa-fii anfusikumdan pada diri kalian sendiri
  2. أَفَلَا تُبْصِرُونَa-fa-laa tubshiruunamaka, apakah kalian tidak memperhatikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَفِيwa-fiidan pada
  2. أَنْفُسِكُمْanfusikumdiri kalian sendiri
  3. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  4. تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan

Inti bacaan

Susunan a-fa-laa tubshiruuna hanya muncul di 28:72, 43:51, dan 51:21, sedangkan susunan fii anfusikum muncul di 2:235, 2:284, 51:21, dan 57:22.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri atas dua potongan yang dipisah tanda henti. Potongan pertama berbunyi (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum), yang berarti "dan pada diri kalian sendiri". Partikel (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini ke 51:20, (وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ, wa-fii l-ardhi aayaatun), "dan di bumi terdapat tanda-tanda". Kata aayaatun tidak diulang di 51:21, sehingga potongan pertama tidak punya subjek sendiri dan meminjamnya dari ayat sebelumnya. Terjemahan di sini tidak menyisipkan "ada tanda-tanda" ke dalam teks, supaya sambungan itu tetap terlihat sebagai sambungan. Partikel (فِي, fii) yang berarti "pada" dipilih untuk sesuatu yang dimiliki pemegangnya, seperti "pada harta mereka" di 51:19, sedangkan "di" dipakai untuk bumi.

Kata (أَنْفُسِكُمْ, anfusikum) yang berarti "diri kalian sendiri" berbentuk jamak dari nafs, dari akar ن-ف-س. Akhiran -kum menunjuk orang kedua jamak, "kalian". Dari 51:15 sampai 51:19 orang-orang bertakwa disebut sebagai "mereka", dan di ayat ini kata ganti berpindah ke "kalian".

Susunan (فِي أَنْفُسِكُمْ, fii anfusikum) muncul di 2:235, 2:284, 51:21, dan 57:22. Di 2:235 dan 2:284 isi diri berupa apa yang disembunyikan atau dinyatakan, dan terjemahannya "dalam diri kalian". Di 57:22, (وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ, wa-laa fii anfusikum), "dan tidak pada diri kalian", musibah disebut menimpa bumi dan menimpa diri, dan terjemahannya sama dengan ayat ini. Bumi dan diri berdampingan di 57:22 seperti di 51:20 dan 51:21. Dengan akhiran "mereka", (وَفِي أَنْفُسِهِمْ, wa-fii anfusihim), "dan pada diri mereka sendiri", dipakai di 41:53, dan (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ, a-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihim), "apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka", dipakai di 30:8. Susunan fii anfusihim muncul di 3:154, 4:63, 4:65, 5:52, 11:31, 25:21, 30:8, 41:53, dan 58:8.

Dengan partikel lain, (مِنْ أَنْفُسِكُمْ, min anfusikum), "dari diri kalian", muncul lima kali di empat surah, yaitu 9:128, 16:72, 30:21, 30:28, dan 42:11, dengan Surah 30 memuatnya dua kali. Di 42:11, (جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا, ja'ala lakum min anfusikum azwaajan), yang berarti "Dia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri", diri menjadi asal pasangan. Rumusan yang sama berulang di 16:72 dan 30:21. Di 9:128 seorang rasul datang dari diri kalian, dan terjemahannya "dari kaum kalian sendiri". Ayat 51:21 memakai fii. Diri di sini menjadi tempat sesuatu berada, sedangkan dengan min diri menjadi asal sesuatu. Ayat ini tidak menentukan bagian diri yang dimaksud, dan terjemahan tidak mempersempitnya. Pemakaian di atas sudah mencakup isi batin, musibah yang menimpa, dan pasangan yang berasal dari diri.

Potongan kedua berbunyi (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna), yang berarti "maka, apakah kalian tidak memperhatikan". Susunan ini memuat tiga unsur. Partikel (أَ, a) menandai pertanyaan, partikel (فَ, fa) yang berarti "maka" mengikat pertanyaan itu pada apa yang baru disebut, dan partikel (لَا, laa) yang berarti "tidak" meniadakan kata kerja yang menyusul. Gabungan a-fa-laa muncul 45 kali di 23 surah, dan kata kerja yang menyusulnya berbeda-beda. Di antaranya (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna), "tidakkah kalian berakal", 13 kali di 11 surah, dan (أَفَلَا تَذَكَّرُونَ, a-fa-laa tadzakkaruuna), "tidakkah kalian ingat", tujuh kali di enam surah. Susunan (أَفَلَا تَسْمَعُونَ, a-fa-laa tasma'uuna), "tidakkah kalian mendengar", hanya ada di 28:71, dan susunan (أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ, a-fa-laa tatafakkaruuna), "tidakkah kalian berpikir", hanya ada di 6:50. Susunan a-fa-laa tubshiruuna ada tiga, yaitu 28:72, 43:51, dan 51:21. Ayat 28:72 menyusul 28:71 yang berakhir dengan "mendengar", sehingga kedua ayat itu berpasangan dengan dua kata kerja pancaindra yang berbeda.

Kata (تُبْصِرُونَ, tubshiruuna) berupa kata kerja bentuk IV dari akar ب-ص-ر, dan korpus menandainya sebagai orang kedua jamak. Bentuk ini muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 21:3, 27:54, 28:72, 43:51, 51:21, 52:15, 56:85, 69:38, dan 69:39, dengan Surah 69 memuatnya dua kali. Dengan penolakan, (لَا تُبْصِرُونَ, laa tubshiruuna), ada enam kemunculan di enam surah: 28:72, 43:51, 51:21, 52:15, 56:85, dan 69:39. Di 52:15, (أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ, am antum laa tubshiruuna), "ataukah kalian tidak melihat", pertanyaan itu menyusul sebutan sihir. Di 56:85, (وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ, wa-laakin laa tubshiruuna), "tetapi kalian tidak melihat", kata kerja itu dipakai untuk kedekatan yang tidak tertangkap. Dalam bentuk penegasan, (وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ, wa-antum tubshiruuna), "padahal kalian melihatnya", dipakai di 21:3 dan 27:54, dan keduanya menyebut orang yang melihat sesuatu sambil tetap melakukannya. Di 43:51 pertanyaan yang sama diucapkan Firaun sesudah menyebut kerajaan dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.

Terjemahan di ayat ini dan di 28:72 memilih "memperhatikan", sedangkan di 43:51, 52:15, dan 56:85 kata kerja yang sama diterjemahkan "melihat". Pilihan "memperhatikan" di sini mengikuti letak pertanyaannya. Pertanyaan itu diajukan atas sesuatu yang sudah disebut dan sudah ada di hadapan pendengar, sehingga arah pandang pendengar yang ditagih. Teks tidak menyebut apa yang harus ditemukan di dalam diri, dan terjemahan tidak mengisinya.

Tafsiran

Ayat ini berada di tengah empat ayat berurutan yang dibuka dengan wa-fii. Ayat 51:19 menyebut hak pada harta orang-orang bertakwa, 51:20 menyebut tanda-tanda di bumi, 51:21 menyebut diri, dan 51:22 menyebut rezeki di langit. Dalam urutan itu diri pendengar terletak di antara bumi dan langit. Kata ganti pun berpindah. Dari 51:15 sampai 51:19 orang-orang bertakwa dibicarakan sebagai "mereka". Dari 51:21 sampai 51:23 sapaannya "kalian": diri kalian, rezeki kalian, dan ucapan kalian di 51:23. Titik beralihnya terletak di 51:21.

Ayat ini juga membalik arah pertanyaan. Di 51:11 dan 51:12 orang-orang yang lalai bertanya, "Kapankah Hari Pertanggungjawaban?" Pertanyaan mereka menyangkut waktu. Di 51:21 teks yang bertanya, dan pendengarlah yang ditanyai. Pertanyaan kali ini menyangkut apa yang sedang dikerjakan perhatian pendengar pada saat mendengarnya.

Ayat 51:20 membatasi penerima tanda-tanda di bumi pada orang-orang yang yakin. Ayat 51:21 tidak membuat batas semacam itu dan langsung menyapa semua yang disebut "kalian". Pasangan susunan ini terlihat di 41:53, tempat tanda-tanda Allah disebut berada di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, dengan hasil bahwa kebenaran itu menjadi jelas bagi mereka. Ayat 51:20 dan 51:21 memuat urutan yang sama, luar lalu diri, tanpa menyebut hasil. Ayat 51:23 memuat sumpah demi Tuhan langit dan bumi bahwa hal itu benar-benar hak, seperti kalian berbicara. Pembanding kepastian itu diambil dari diri pendengar sendiri, yaitu kemampuan berbicara.

Kalimat terakhir ayat ini tidak dijawab di dalam ayat. Ayat 51:22 melanjutkan ke langit tanpa menyebut jawabannya, sehingga pertanyaan itu tetap terbuka bagi orang yang membacanya. Dengan wa-fii yang berulang, diri menjadi salah satu tempat tanda berada, dan pertanyaan di ujung ayat menjadikan perhatian itu soal pribadi bagi pendengar.

Renungan dan Hikmah

  • Di 51:20 tanda-tanda disebut di bumi, lalu 51:21 menyebut diri sendiri. Seseorang dapat hafal banyak hal tentang dunia di luarnya, seperti harga, jadwal, dan kabar orang lain, sambil luput memeriksa dirinya. Di 2:44 orang yang menyuruh orang lain berbuat kebajikan disebut melupakan diri sendiri, padahal orang itu membaca Kitab, dan ayat itu ditutup dengan pertanyaan tentang akal. Pertanyaan di 51:21 menyisakan satu pertanyaan bagi pembaca sendiri: kapan terakhir kali pembaca memperhatikan dirinya dengan teliti seperti memperhatikan sesuatu di luar dirinya?
  • Susunan fii anfusikum juga menunjuk isi batin. Di 2:235 Allah mengetahui apa yang ada dalam diri kalian, dan di 2:284 apa yang dinyatakan maupun disembunyikan di dalam diri akan diperhitungkan. Seseorang dapat membawa ruang yang tidak terlihat siapa pun: rencana yang belum diucapkan, rasa iri yang tersimpan rapi, rasa terima kasih yang tidak pernah disampaikan. Ayat 51:21 menyebut ruang yang sama sebagai tempat tanda berada. Pembaca dapat melihat isi ruang itu sebagai sesuatu yang memang sedang diperhatikan, sehingga menengoknya sendiri terasa lebih ringan daripada membiarkannya tertutup.
  • Pertanyaan yang sama dengan penutup 51:21 diucapkan Firaun di 43:51, sesudah menyebut kerajaan Mesir dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Kalimat yang meminta orang memperhatikan dapat diarahkan ke dua tempat: kepada tanda yang Allah letakkan pada diri, atau kepada apa yang dimiliki diri. Orang yang memajang jabatan, rekening, atau pencapaiannya lalu bertanya apakah orang lain tidak melihat, memakai kalimat yang sama dengan arah berlawanan. Ketika dirinya diminta diperhatikan, ke mana pandangan pembaca mengarah: kepada apa yang dipunyainya, atau kepada apa yang diterimanya?
  • Kata kerja yang sama di 27:54 dan 21:3 dipakai untuk orang yang melihat sesuatu sambil tetap mengerjakannya: kaum Lut melihat perbuatan keji yang mereka lakukan. Melihat dan memperhatikan dapat berjarak. Seseorang dapat melihat dengan jelas kebiasaannya menunda, nada suaranya kepada anak, atau cara menjawab pesan yang tidak disukainya, dan tetap mengulanginya. Pertanyaan di 51:21 menyangkut jarak itu, sebab perhatianlah yang ditanyakan, dan penglihatannya sendiri sudah ada.
  • Di 57:22 musibah disebut menimpa bumi dan menimpa diri, dan keduanya tercatat sebelum Allah mewujudkannya. Ayat 57:23 menyebut tujuannya: agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput dan tidak terlalu gembira atas apa yang diberikan. Orang yang sedang sakit, kelelahan, atau kehilangan sesuatu dapat menganggap keadaan itu gangguan dari luar rencananya. Sesudah membaca 51:21 bersama 57:22, pembaca dapat memandang pengalaman itu sebagai bagian dari apa yang terjadi pada diri kalian, tempat yang ditunjuk di 51:21.
  • Di 30:21 Allah disebut menciptakan pasangan dari diri kalian sendiri, supaya kalian merasa tenteram kepadanya, dengan rasa sayang dan rahmat di antara keduanya, dan ayat itu menyebutnya tanda bagi kaum yang berpikir. Rumusan yang sama berulang di 16:72 dan 42:11. Pembaca yang berkeluarga dapat bertanya apakah pasangannya, yang tiap hari berada di sampingnya, sudah termasuk hal yang diperhatikan sebagai bagian dari tanda pada diri. Orang-orang terdekat dapat luput diperhatikan karena kehadiran mereka sudah terasa biasa.