إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

Ketika mereka masuk kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ia menjawab, “Salam,” kaum yang belum dikenal.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِidz dakhaluu 'alayhiketika mereka masuk kepadanya
  2. فَقَالُوا سَلَامًاfa-qaaluu salaamanlalu mengucapkan, salam
  3. قَالَ سَلَامٌqaala salaamunia menjawab, salam
  4. قَوْمٌ مُنْكَرُونَqawmun munkaruunakaum yang belum dikenal

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. دَخَلُواdakhaluumereka masuk
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
  5. سَلَامًاsalaamankesejahteraan
  6. قَالَqaalaberkata
  7. سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
  8. قَوْمٌqawmunkaum
  9. مُنْكَرُونَmunkaruunaorang-orang yang tidak dikenal

Inti bacaan

Frasa (قَوْمٌ مُنْكَرُونَ, qawmun munkaruuna) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:62 dan 51:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", kata yang menandai saat sebuah peristiwa terjadi. Ayat 51:24 bertanya apakah tuturan tentang tamu Ibrahim sudah sampai kepada pendengar, dan dengan kata idz isi tuturan itu dimulai. Susunan (إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ, idz dakhaluu 'alayhi) yang berarti "ketika mereka masuk kepadanya" hanya muncul di dua ayat, yaitu 15:52 dan 51:25, dan keduanya didahului penyebutan tamu Ibrahim, di 15:51 dan di 51:24.

Kata (دَخَلُوا, dakhaluu) yang berarti "mereka masuk" berakar د-خ-ل. Bentuk itu muncul sepuluh kali di enam surah, yaitu 5:61, 12:58, 12:68, 12:69, 12:88, 12:99, 15:52, 27:34, 38:22, dan 51:25. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 12 memuatnya lima kali. Gabungan (دَخَلُوا عَلَيْهِ, dakhaluu 'alayhi) yang berarti "mereka masuk kepadanya" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 12:58, 12:88, 15:52, dan 51:25. Di keempat ayat itu pihak yang didatangi berupa seseorang, bukan tempat: saudara-saudara Yusuf masuk kepada Yusuf di 12:58, mereka masuk kepada al-Aziz di 12:88, dan para tamu masuk kepada Ibrahim di 15:52 dan 51:25. Huruf (عَلَيْهِ, 'alayhi) secara harfiah berarti "atasnya", dan terjemahan memakai "kepadanya" mengikuti pemakaian ketiga ayat lain itu.

Para tamu berkata (سَلَامًا, salaaman) yang berarti "salam", dan Ibrahim menjawab (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "salam". Keduanya berakar س-ل-م. Bunyi akhir keduanya berbeda: -an pada ucapan para tamu dan -un pada jawaban Ibrahim, sehingga dua ucapan yang diterjemahkan sama itu tidak persis sama bentuknya. Pasangan dengan perbedaan akhiran yang sama ada di 11:69, (قَالُوا سَلَامًا, qaaluu salaaman) yang berarti "mereka mengucapkan, 'Salam'", lalu (قَالَ سَلَامٌ, qaala salaamun) yang berarti "Ibrahim menjawab, 'Salam'". Susunan qaaluu salaaman muncul empat kali di empat surah, yaitu 11:69, 15:52, 25:63, dan 51:25. Di 15:52 para tamu mengucapkan salaaman juga, tetapi jawaban Ibrahim berupa (إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ, innaa minkum wajiluuna) yang berarti "sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian". Di 25:63 pengucapnya hamba-hamba Ar-Rahman yang menjawab orang-orang bodoh yang menyapa mereka. Bentuk salaaman, termasuk yang bersambung dengan huruf wa-, muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 11:69, 15:52, 19:62, 21:69, 25:63, 25:75, 51:25, dan 56:26, dan surah 25 memuatnya dua kali.

Terjemahan memilih "Salam" dan tidak memilih "keselamatan atas kalian" karena ucapan di 51:25 berdiri sendiri tanpa (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) yang berarti "atas kalian". Susunan (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "keselamatan atas kalian" muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:54, 7:46, 13:24, 28:55, dan 39:73. Di 51:25 ucapan itu tidak menyebut penerima, sehingga terjemahan mempertahankannya sebagai sapaan pendek, sama seperti di 11:69 dan 25:63.

Kata terakhir (مُنْكَرُونَ, munkaruuna) yang berarti "orang-orang yang tidak dikenal" berakar ن-ك-ر. Bentuknya menunjuk orang yang dikenai pekerjaan tidak dikenali, bukan orang yang tidak mengenali. Bentuk persis ini muncul dua kali, di 15:62 dan 51:25, dan frasa (قَوْمٌ مُنْكَرُونَ, qawmun munkaruuna) yang berarti "kaum yang tidak dikenal" juga hanya muncul di dua ayat itu. Kata (قَوْمٌ, qawmun) yang berarti "kaum" berakar ق-و-م dan tidak memakai kata sandang al-, sehingga kelompok itu disebut secara umum. Di 15:62 kata-kata itu berada di dalam ucapan langsung, (إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ, innakum qawmun munkaruuna) yang berarti "sesungguhnya kalian kaum yang tidak dikenal", sesudah 15:61 menyebut para utusan datang kepada keluarga Lut. Di 51:25 kata-kata itu tidak didahului inna dan tidak memuat akhiran -kum, sehingga tidak terbaca sebagai sapaan kepada para tamu. Terjemahan menaruhnya di luar tanda kutip sebagai keterangan sesudah jawaban "Salam". Teks tidak menyebut siapa yang mengucapkan keterangan itu, dan pilihan tersebut membiarkannya terbuka.

Akar yang sama dalam bentuk yang menunjuk pelaku, (مُنْكِرُونَ, munkiruuna) yang berarti "orang-orang yang mengingkari" atau "yang tidak mengenali", muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 12:58, 21:50, dan 23:69. Di 12:58, (وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ, wa-hum lahu munkiruuna) yang berarti "sedangkan mereka tidak mengenalinya", bentuk itu berdampingan dengan (فَعَرَفَهُمْ, fa-'arafahum) yang berarti "maka Yusuf mengenali mereka", dan di 23:69 dengan (لَمْ يَعْرِفُوا, lam ya'rifuu) yang berarti "mereka tidak mengenal". Arahnya berlawanan dengan 51:25. Di 12:58 orang yang masuk tidak mengenali tuan rumahnya, dan di 51:25 orang yang masuk tidak dikenali tuan rumahnya. Bentuk kata kerjanya, (نَكِرَهُمْ, nakirahum) yang berarti "Ibrahim mencurigai mereka", hanya muncul di 11:70, dalam kisah tamu Ibrahim yang sama.

Terjemahan di sini memakai "belum dikenal". Di 51:31 Ibrahim menyapa mereka dengan (أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ, ayyuhaa l-mursaluuna) yang berarti "wahai para utusan", sehingga keadaan tidak dikenal di 51:25 dapat dibaca sebagai keadaan yang berlangsung sementara.

Tafsiran

Ayat 51:24 bertanya kepada pendengar apakah tuturan tentang tamu Ibrahim sudah sampai, dan menyebut para tamu itu "yang dimuliakan". Ayat 51:25 memulai isi tuturan itu, dan para tamu muncul dari sisi Ibrahim sebagai kaum yang belum dikenal. Dua sebutan untuk orang yang sama ditaruh berdampingan. Sebutan pertama diucapkan penutur kisah kepada pendengar, dan sebutan kedua dicatat sebagai keadaan di hadapan Ibrahim.

Urutan di dalam ayat ini berjalan dari masuk, salam dari para tamu, salam dari Ibrahim, lalu keterangan bahwa kaum itu belum dikenal. Keterangan itu datang paling akhir, sesudah dua ucapan salam. Ucapan Ibrahim dalam ayat ini hanya satu kata, dan ayat-ayat sesudahnya tidak mencatat pertanyaan tentang siapa mereka. Di 51:26 Ibrahim pergi menemui keluarganya dan kembali membawa anak sapi gemuk, di 51:27 Ibrahim mendekatkannya dan bertanya mengapa mereka tidak makan, dan pertanyaan tentang urusan mereka baru terucap di 51:31.

Kisah yang sama diceritakan di dua tempat lain dengan urutan yang berbeda. Di 11:69 salam dan jawaban salam disusul langsung anak sapi yang dipanggang, dan rasa curiga baru disebut di 11:70 sesudah tangan para tamu tidak menjamah hidangan. Di 15:52 jawaban Ibrahim langsung berupa kalimat bahwa Ibrahim merasa takut kepada mereka. Di surah ini sebutan "belum dikenal" muncul pada saat salam, hidangan datang di 51:26 dan 51:27, dan rasa takut disebut tersimpan di 51:28 sesudahnya. Tiga penuturan memuat adegan yang sama dan menaruh rasa tidak nyaman di titik yang berbeda.

Ayat 51:19 menyebut hak bagi peminta dan bagi yang tidak meminta. Di 51:25 sampai 51:27 para tamu tidak dicatat meminta apa pun, sedangkan hidangan datang dari pihak tuan rumah. Pembaca dapat menaruh dua rangkaian itu berdampingan, walau ayat-ayat itu sendiri tidak menyambungkannya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 51:25 para tamu masuk kepada Ibrahim dan langsung mengucapkan salam, lalu jawaban salam menyusul sebelum ada kata tentang siapa mereka. Di 24:61 orang yang memasuki rumah diminta mengucapkan salam kepada diri sendiri sebagai penghormatan dari sisi Allah yang diberkahi lagi baik, sehingga salam di ambang pintu mendapat tempat yang tersurat. Seseorang yang masuk ke rumah kerabat, ruang kantor, atau warung dapat memperhatikan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya, apakah pertanyaan, permintaan, atau salam. Ayat 51:25 mencatat kalimat pertama para tamu itu sebagai salam, dan di 24:61 salam semacam itu disebut berasal dari sisi Allah. Apa yang berubah pada sebuah pertemuan bila kalimat pembukanya sudah bernilai penghormatan sebelum urusan apa pun disampaikan?
  • Para tamu menyapa dengan salam, dan Ibrahim membalas dengan kata yang seakar sebelum mengetahui siapa mereka. Di 4:86 orang yang diberi penghormatan diminta membalas dengan yang lebih baik atau yang sepadan, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah memperhitungkan segala sesuatu. Di 4:94 orang yang mengucapkan salam tidak boleh dijawab dengan "Engkau bukan seorang mukmin", dan ayat itu mengingatkan para pendengarnya sendiri bahwa mereka dahulu berada dalam keadaan serupa lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepada mereka. Seseorang yang disapa orang asing di pasar atau di grup pesan dapat menimbang dari mana datangnya rasa curiga terhadap penyapa itu. Apakah rasa curiga itu muncul dari sesuatu yang diketahuinya, atau dari rasa asing saja?
  • Frasa kaum yang tidak dikenal muncul di 15:62 dan di 51:25, dan keduanya mengenai orang yang datang sebagai tamu. Di 15:68 tuan rumah menyebut orang-orang seperti itu "tamuku", lalu di 15:69 meminta penduduk kota bertakwa kepada Allah dan tidak menghinakannya. Orang yang belum dikenal di 15:62 sudah menjadi tamu yang harus dijaga di 15:68, tanpa menunggu perkenalan. Seseorang yang menerima kurir, tukang, atau musafir di depan pintu dapat mengajukan satu pertanyaan kepada dirinya sendiri. Sejak kapan seseorang mulai menjadi tamu, sejak dikenal atau sejak tiba?
  • Di 51:25 Ibrahim menerima kaum yang belum dikenal, dan di 51:28 rasa takut disebut tersimpan sesudah hidangan didekatkan. Di antara dua ayat itu Ibrahim pergi menemui keluarganya dan kembali membawa anak sapi gemuk. Di 11:70 rasa curiga disebut sesudah tangan para tamu tidak menjamah hidangan, dan di 15:52 kalimat takut diucapkan langsung. Ayat-ayat itu tidak mencatat bahwa rasa canggung menghentikan suguhan, sebab hidangan datang lebih dulu dan perasaan menyusul. Seorang tuan rumah yang merasa kikuk terhadap tamu yang tidak dikenalnya dapat menemukan dalam urutan ini gambaran bahwa perasaan dan tindakan berjalan di jalurnya masing-masing. Kapan kecanggungan pernah dibiarkan menentukan apakah seseorang disambut atau tidak?
  • Ayat 51:19 menyebut hak pada harta orang bertakwa bagi peminta dan bagi yang tidak meminta. Para tamu di 51:25 mengucapkan salam, dan dalam 51:25 sampai 51:27 tidak tercatat satu permintaan pun dari mereka. Hidangan datang karena Ibrahim pergi, membawanya, lalu mendekatkannya sendiri kepada mereka. Dua rangkaian itu dapat dibaca berdampingan walau tidak ada ayat yang menyambungkannya langsung. Seseorang yang menunggu orang lain berkata "tolong" sebelum membantu dapat menimbang bahwa surah ini mencatat hak bagi orang yang tidak meminta. Apa yang terlewat dari orang yang sudah berdiri di ambang pintu tetapi belum mengucapkan permintaan?
  • Ayat 51:24 menyebut para tamu sebagai yang dimuliakan, dan 51:25 menyebut mereka kaum yang belum dikenal. Kedua sebutan berlaku bagi orang yang sama pada saat yang sama, dan yang membedakannya hanya siapa yang menyebut. Di 49:13 manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal, dan yang paling mulia di sisi Allah disebut orang yang paling bertakwa, jadi ukurannya takwa dan bukan bangsa atau suku yang baru saja disebut. Pengenalan di ayat itu digambarkan sebagai sesuatu yang dijalani bersama, dan ukuran kemuliaannya tidak ditentukan oleh pihak yang sedang menilai. Bila dua sebutan berbeda dapat berlaku bagi orang yang sama, sebutan apa yang sedang dipakai pembaca untuk orang yang baru ditemuinya minggu ini?