قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

Ia berkata, “Maka, apakah urusan kalian, wahai para utusan?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَfa-maa khathbukum ayyuhaa l-mursaluunamaka, apakah urusan kalian, wahai para utusan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. فَمَاfa-maamaka apa
  3. خَطْبُكُمْkhathbukumurusan kalian
  4. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  5. الْمُرْسَلُونَl-mursaluunapara utusan

Inti bacaan

Seruan (أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ, ayyuhaa l-mursaluuna) ada di 15:57 dan 51:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "berkata", kata kerja lampau dari akar ق-و-ل untuk satu laki-laki. Namanya tidak disebut di ayat ini, dan terjemahan memakai kata ganti orang ketiga tunggal. Pelakunya dapat ditentukan dari susunan ayat-ayat di dekatnya. Di 51:27 bunyinya (قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ, qaala alaa ta'kuluuna) yang berarti "berkata, 'Mengapa kalian tidak makan?'", dan pelaku di sana Ibrahim, yang pergi menemui keluarganya di 51:26. Sesudah itu 51:29 memakai (وَقَالَتْ, wa-qaalat) yang berarti "dan berkata" untuk seorang perempuan, dan 51:30 memakai (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata" untuk para utusan. Karena itu qaala di 51:31 kembali kepada laki-laki tunggal dalam kisah ini, dan sapaan "wahai para utusan" di ujung ayat mengeluarkan para utusan sendiri dari kemungkinan pelaku.

Kata berikutnya, (فَمَا, fa-maa) yang berarti "maka apa", tersusun dari huruf fa yang berarti "maka" dan kata tanya maa yang berarti "apa". Huruf fa menyambung pertanyaan ini dengan peristiwa di 51:28 sampai 51:30, yaitu kabar gembira, ucapan perempuan, dan jawaban para utusan, dan terjemahan mempertahankannya sebagai "maka". Gabungan (فَمَا خَطْبُكُمْ, fa-maa khathbukum) yang berarti "maka apa urusan kalian" muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:57 dan 51:31. Seluruh bunyi ayat ini sama huruf demi huruf dengan 15:57, (قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ, qaala fa-maa khathbukum ayyuhaa l-mursaluuna) yang berarti "berkata, maka apa urusan kalian, wahai para utusan", dan kalimat utuh itu tidak ada di ayat lain.

Kata (خَطْبُكُمْ, khathbukum) yang berarti "urusan kalian" tersusun dari khathb dan akhiran -kum yang menunjuk sekelompok orang. Bentuk khathb muncul lima kali di lima surah, yaitu 12:51, 15:57, 20:95, 28:23, dan 51:31, dan kelimanya berupa pertanyaan yang diawali maa. Akhirannya mengikuti pihak yang ditanya. Di 12:51 bunyinya (خَطْبُكُنَّ, khathbukunna) yang berarti "urusan kalian para perempuan", di 20:95 (خَطْبُكَ, khathbuka) yang berarti "urusanmu" untuk satu orang, dan di 28:23 (خَطْبُكُمَا, khathbukumaa) yang berarti "urusan kalian berdua". Sesudah pertanyaan itu, pihak yang ditanya menjawab di kelima ayat: para perempuan di 12:51, para utusan di 15:58 dan 51:32, orang yang disapa di 20:96, dan dua perempuan di 28:23. Di 12:51 pertanyaan itu menyangkut perbuatan, yaitu menggoda Yusuf, dan di 28:23 menyangkut keadaan, yaitu dua perempuan yang menahan ternaknya. Terjemahan memakai "urusan" karena satu kata itu mencakup perbuatan, keadaan, dan keperluan. Terjemahan tidak memakai "masalah" karena kesan kesulitan pada pihak yang ditanya tidak didukung 15:57 dan 51:31, yang menyapa mereka sebagai para utusan.

Kata seru (أَيُّهَا, ayyuhaa) yang berarti "wahai" bergandengan dengan (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) yang berarti "para utusan". Gandengan (أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ, ayyuhaa l-mursaluuna) yang berarti "wahai para utusan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:57 dan 51:31. Kata mursaluuna sendiri muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 15:57, 15:61, 27:10, 27:35, 36:13, 36:52, dan 51:31, dan jumlah surahnya lebih kecil karena surah 15, 27, dan 36 memuatnya dua kali. Hanya di 15:57 dan 51:31 kata itu dipakai untuk menyapa. Di lima ayat lain para utusan dibicarakan, misalnya di 15:61, (جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ, jaa'a aala luuthin l-mursaluuna) yang berarti "para utusan datang kepada keluarga Lut".

Kata (مُرْسَلُونَ, mursaluuna) yang berarti "yang diutus" berakar ر-س-ل dan menunjuk pihak yang dikenai pengutusan. Kata kerja di 51:32, (أُرْسِلْنَا, ursilnaa) yang berarti "kami diutus", memakai bentuk yang sama sifatnya: pihak yang mengutus tidak tercantum di dalam kata itu. Bentuk ursilnaa muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:70, 15:58, dan 51:32. Terjemahan memilih "utusan" dan tidak memilih "malaikat" atau "rasul", sebab kata untuk malaikat tidak muncul di 51:24 sampai 51:34, sehingga jenis yang diutus tidak ditetapkan oleh ayat-ayat itu.

Tafsiran

Ayat 51:24 sampai 51:28 mengikuti para tamu yang masuk, bersalam, disuguhi, lalu menyampaikan kabar gembira tentang seorang anak yang berilmu. Ayat 51:29 dan 51:30 beralih ke istri Ibrahim dan jawaban para tamu kepadanya. Di 51:31 Ibrahim kembali kepada para tamu dengan dua hal yang baru. Ibrahim menyapa mereka dengan sebutan para utusan, padahal 51:24 menyebut mereka tamu dan 51:25 menyebut mereka kaum yang belum dikenal. Pertanyaan Ibrahim sebelumnya, di 51:27, menyangkut makan, sedangkan pertanyaan ini menyangkut keperluan mereka. Ayat 51:24 sampai 51:30 tidak memuat kata dari akar ر-س-ل, sehingga 51:31 menjadi tempat pertama para tamu dinamai menurut tugas mereka.

Kisah tamu Ibrahim diceritakan di empat tempat, dan letak tugas para tamu berbeda di tiap tempat. Di 11:70 para utusan menyebut tugas mereka tanpa ditanya, sesudah tangan mereka tidak menjamah hidangan dan Ibrahim memendam rasa takut. Di 29:31 para utusan menyebut tugas mereka segera sesudah datang membawa kabar gembira. Di 15:57 dan 51:31 tugas itu keluar sesudah pertanyaan yang sama. Pada dua penuturan terakhir, tugas para utusan terucap sesudah ditanya.

Letak pertanyaan yang sama itu berbeda di dua surah. Di surah 15, ayat 15:54 dan 15:56 memuat ucapan Ibrahim tentang usianya dan tentang putus asa dari rahmat Tuhannya, lalu 15:57 menyusul langsung dengan pertanyaan tentang urusan. Di surah 51, kabar gembira di 51:28 disusul ucapan istri di 51:29 dan jawaban para utusan di 51:30, tanpa ucapan Ibrahim di antaranya, lalu pertanyaan itu terucap. Kalimat yang sama berdiri di dua jalur cerita, dan masing-masing jalur menyiapkannya dengan bahan yang berbeda.

Jawabannya berupa satu kalimat yang melintasi tiga ayat. Ayat 51:32, (قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qaaluu innaa ursilnaa ilaa qawmin mujrimiina) yang berarti "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa'", sama huruf demi huruf dengan 15:58. Kalimat itu berlanjut di 51:33 dengan batu-batu dari tanah liat dan di 51:34 dengan batu-batu yang ditandai bagi orang-orang yang melampaui batas. Para utusan menyebut Tuhan dua kali dengan sapaan kepada pendengarnya, yaitu (رَبُّكِ, rabbuki) yang berarti "Tuhanmu" kepada perempuan di 51:30, dan (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu" kepada Ibrahim di 51:34. Pertanyaan di 51:31 berada di antara kedua sapaan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 51:26 dan 51:27 Ibrahim menyiapkan anak sapi gemuk dan mendekatkannya kepada para tamu, dan pertanyaan Ibrahim di 51:27 menyangkut makan. Pertanyaan tentang urusan mereka baru terucap di 51:31, sesudah hidangan dan sesudah kabar gembira. Di 76:8 dan 76:9 mereka yang memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan berkata bahwa mereka memberi makan demi wajah Allah, tanpa mengharap balasan atau ucapan syukur. Dua bagian itu dapat dibaca berdampingan walau tidak ada ayat yang menyambungkannya langsung. Seseorang yang menerima tamu atau membantu orang yang keperluannya belum jelas dapat memperhatikan urutan di 51:26 sampai 51:31, yaitu hidangan lebih dulu dan pertanyaan kemudian. Apa yang berubah pada sebuah pertolongan bila penjelasan tentang keperluan diminta sesudah pertolongan itu diberikan dan tidak sebelumnya?
  • Rombongan yang sama disebut dengan tiga cara di ayat-ayat yang berdekatan. Di 51:24 mereka tamu yang dimuliakan, di 51:25 kaum yang belum dikenal, dan di 51:31 para utusan, sapaan yang keluar dari mulut Ibrahim sendiri. Sebutan pertama datang dari penutur kepada pendengarnya, sebutan kedua dicatat sebagai keadaan di hadapan Ibrahim, dan sebutan ketiga diucapkan langsung kepada mereka. Ayat 51:31 tidak mencatat dari mana Ibrahim sampai pada sapaan itu. Seseorang yang bertemu orang baru dapat mengamati nama yang dipakainya untuk orang itu di dalam kepala, apakah nama tersebut berasal dari sesuatu yang sudah diketahui atau dari rasa asing saja. Sebutan apa yang masih melekat pada orang yang pertemuannya baru berjalan sebentar, padahal belum seorang pun menanyakan urusannya?
  • Kata (خَطْبُ, khathbu) yang berarti "urusan" dalam pertanyaan muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:51, 15:57, 20:95, 28:23, dan 51:31, dan di kelimanya jawaban datang dari pihak yang ditanya. Di 12:51 para perempuan menjawab dengan "Mahasuci Allah" dan menyatakan tidak mengetahui keburukan apa pun pada Yusuf, lalu istri al-Aziz mengakui perbuatannya dan menyatakan kebenaran. Di 28:23 dua perempuan menjawab bahwa mereka tidak dapat memberi minum sampai para penggembala pulang dan menyebut bahwa ayah mereka sudah lanjut usia, dan keterangan itu baru terucap sesudah ada yang bertanya. Seseorang yang sudah menyusun dugaan tentang urusan orang lain dapat menimbang apakah pertanyaan itu sudah pernah diajukan kepada orangnya. Dugaan apa yang masih dipegang tentang seseorang, padahal jawaban orang itu sendiri belum pernah diminta?
  • Di 51:28 kabar gembira tentang anak yang berilmu disampaikan kepada Ibrahim, di 51:29 istrinya bereaksi, di 51:30 para utusan menjawab, dan di 51:31 Ibrahim bertanya tentang urusan para utusan itu. Di 11:73 jawaban kepada istri Ibrahim memuat pertanyaan tentang ketetapan Allah dan ucapan rahmat serta berkah Allah atas ahlulbait, dan di 11:74 dicatat bahwa ketika rasa takut telah hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, Ibrahim berbantah "dengan Kami" tentang kaum Lut. Dua penuturan itu berbeda dalam urutan dan isinya, dan 51:31 tidak mencatat apa yang mendorong pertanyaan Ibrahim. Keduanya dapat dibaca berdampingan sebagai gambaran perhatian yang bergerak dari kabar untuk diri sendiri ke urusan pihak lain. Sesudah menerima kabar baik untuk dirinya, ke mana perhatian seseorang bergerak lebih dulu, ke urusan para pembawa kabar atau ke keadaannya sendiri?
  • Sapaan (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) di 51:31 yang berarti "para utusan" menyebut pihak yang diutus, dan (أُرْسِلْنَا, ursilnaa) di 51:32 yang berarti "kami diutus" menyebut pihak yang sama dalam kalimat "kami diutus kepada kaum yang berdosa". Pihak yang mengutus tidak tercantum di kedua kata itu, dan 51:34 menyebut Tuhanmu dalam kalimat tentang batu-batu yang ditandai. Di 22:75 Allah memilih para utusan dari malaikat dan dari manusia, dan ayat itu ditutup dengan sifat mendengar dan melihat. Seseorang yang menerima kabar, tagihan, atau bantuan lewat perantara dapat menimbang bahwa di belakang pembawa pesan ada pihak yang mengirim. Kepada siapa rasa terima kasih atau keberatan ditujukan, kepada pembawanya atau kepada pengirimnya?
  • Pertanyaan Ibrahim di 51:31 berupa satu kalimat pendek, dan jawabannya mengalir sebagai satu kalimat panjang yang melintasi tiga ayat, yaitu 51:32 sampai 51:34: diutus kepada kaum yang berdosa, agar batu-batu dari tanah liat ditimpakan kepada mereka, yang ditandai di sisi Tuhanmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Di 51:31 tidak ada kata yang membatasi panjang jawaban, sehingga pihak yang ditanya menentukan seberapa banyak yang disampaikan. Seseorang yang bertanya kepada tamu, rekan, atau orang yang baru kembali dari sebuah tugas dapat menimbang bahwa pertanyaan pendek yang terbuka memberi ruang bagi jawaban yang lebih besar daripada dugaan penanya. Apakah pertanyaan yang pernah diajukan menyisakan ruang seluas itu bagi jawaban, atau sudah mengerucut ke jawaban yang diharapkan?