قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُواqaaluumereka menjawab
- إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَinnaa ursilnaa ilaa qawmin mujrimiinasesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa
Terjemahan per kata (6 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- أُرْسِلْنَاursilnaakami diutus
- إِلَىٰilaakepada
- قَوْمٍqawminkaum
- مُجْرِمِينَmujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Frasa (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:58 dan 51:32.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata", dari akar ق-و-ل. Kata kerjanya memakai bentuk untuk banyak pelaku, sedangkan 51:31 membuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "Ibrahim berkata" untuk satu pelaku. Pergantian itu menandai bahwa pertanyaan seorang tuan rumah dijawab oleh rombongan tamunya. Terjemahan memakai "menjawab" dan tidak memakai "berkata" karena 51:31 berisi pertanyaan dan kalimat ini langsung menyusulnya, sedangkan kata Arabnya sendiri hanya memuat arti "berkata". Susunan lengkap (قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا, qaaluu innaa ursilnaa) yang berarti "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami diutus'" hanya muncul dua kali, yaitu di 15:58 dan 51:32.
Kata (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya kami" menegaskan kalimat sesudahnya, dan "kami" menunjuk para tamu itu sendiri. Kata kerja berikutnya, (أُرْسِلْنَا, ursilnaa) yang berarti "kami diutus", berakar ر-س-ل dan berbentuk pasif, yaitu bentuk yang menyebut siapa yang menerima tugas dan tidak menyebut siapa yang memberikannya. Akibatnya kalimat ini memuat para tamu sebagai yang diutus, sedangkan pengutusnya tidak tercantum di dalamnya. Bentuk persis ursilnaa muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:70, 15:58, dan 51:32. Di 11:70 bunyinya (إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ, innaa ursilnaa ilaa qawmi luuthin) yang berarti "sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut", dan sasarannya disebut dengan nama. Pertanyaan di 51:31 memanggil mereka (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) yang berarti "para utusan", dari akar yang sama, sehingga jawaban di 51:32 memakai kata kerja dari akar yang dipakai Ibrahim untuk menyapa mereka.
Kata (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada" menunjuk arah pengutusan itu. Kata (قَوْمٍ, qawmin) yang berarti "kaum" berakar ق-و-م dan tidak memakai kata sandang al-, sehingga kaum itu disebut secara umum dan identitasnya diberikan lewat sifat yang menyusul. Akhiran -in pada qawmin muncul karena kata itu mengikuti ilaa. Susunan (إِلَىٰ قَوْمٍ, ilaa qawmin) muncul empat kali di empat surah, yaitu 4:90, 15:58, 48:16, dan 51:32, dan hanya di 15:58 dan 51:32 kaum itu langsung disusul sifat (مُجْرِمِينَ, mujrimiina).
Kata (مُجْرِمِينَ, mujrimiina) berakar ج-ر-م. Terjemahan memakai "yang berdosa", dan pemetaan kata per kata memakai "para pendosa". Bentuknya menunjuk orang yang mengerjakan suatu perbuatan, sehingga kaum itu disebut menurut perbuatan yang dikerjakannya, dan terjemahan memilih frasa yang memuat kata kerja "berdosa". Kata kerja dari akar yang sama, (أَجْرَمُوا, ajramuu) yang berarti "mereka berbuat dosa", muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:124, 30:47, dan 83:29. Di 83:29, (إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا, inna lladziina ajramuu) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa", perbuatan mereka disebut langsung, yaitu menertawakan orang-orang beriman. Bentuk benda (فَعَلَيَّ إِجْرَامِي, fa-'alayya ijraamii) yang berarti "maka atasku dosaku" muncul sekali, di 11:35, sehingga padanan "dosa" untuk akar ini bertumpu pada ayat itu dan pada 83:29.
Susunan (قَوْمًا مُجْرِمِينَ, qawman mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:133, 10:75, dan 45:31, dan susunan dengan akhiran lain, (قَوْمٌ مُجْرِمُونَ, qawmun mujrimuuna), muncul sekali di 44:22. Akhiran -an di tiga ayat pertama muncul karena kata itu mengikuti kata kerja (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka menjadi" di 7:133 dan 10:75, dan (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian menjadi" di 45:31. Pada ketiganya sebutan itu datang sesudah perbuatan yang dinyatakan ayatnya, yaitu (فَاسْتَكْبَرُوا, fa-stakbaruu) yang berarti "lalu mereka menyombongkan diri" di 7:133 dan 10:75, dan (فَاسْتَكْبَرْتُمْ, fa-stakbartum) yang berarti "lalu kalian menyombongkan diri" di 45:31. Di 15:58 dan 51:32 tidak ada kalimat perbuatan semacam itu di dalam ayatnya, dan sebutan mujrimiina muncul sebagai kata para utusan tentang sasaran tugas mereka. Di 44:22 sebutan itu menjadi isi seruan kepada Tuhan.
Kata lain untuk pihak yang dikenai hukuman muncul di ayat sesudahnya, (لِلْمُسْرِفِينَ, li-l-musrifiina) yang berarti "untuk orang-orang yang melampaui batas", dari akar س-ر-ف. Terjemahan menjaga kontras kedua akar itu, yaitu "berdosa" untuk ج-ر-م dan "melampaui batas" untuk س-ر-ف, dan ayat 51:32 hanya memuat yang pertama.
Tafsiran
Ayat 51:31 memuat pertanyaan Ibrahim kepada para tamu tentang urusan mereka, dan 51:32 menjawabnya. Jawaban itu dibuka dengan tujuan pengutusan, yaitu kepada siapa para tamu diutus, dan apa yang akan dikerjakan baru muncul di 51:33, yaitu mengirimkan batu-batu dari tanah liat atas mereka. Terjemahan baru menutup tanda kutip di 51:34, sehingga tiga ayat itu terbaca sebagai satu ucapan dengan tiga langkah, yaitu kepada siapa, dengan apa, dan untuk siapa batu itu ditandai. Ayat 51:32 memegang langkah pertama, dan pada langkah itu sasaran disebut dengan sifatnya.
Akar ر-س-ل muncul enam kali di Surah 51, yaitu di 51:31, 51:32, 51:33, 51:38, 51:41, dan 51:52. Di 51:31 Ibrahim memanggil para tamu "para utusan", di 51:32 para tamu memakai kata kerja yang tidak menyebut pengutusnya untuk diri mereka sendiri, dan di 51:33 kata kerja dari akar yang sama berbentuk aktif dengan "kami" sebagai pelaku. Dalam tiga ayat berturut-turut itu para tamu dapat dibaca berpindah dari yang diutus ke yang mengirim. Di 51:34 Tuhan disebut lewat (عِنْدَ رَبِّكَ, 'inda rabbika) yang berarti "di sisi Tuhanmu", sebagai tempat batu itu ditandai, dalam ucapan yang masih menjawab pertanyaan Ibrahim. Di 51:38 dan 51:41 kata kerja aktif yang sama dipakai dalam kalimat berpelaku "Kami", untuk pengutusan Musa kepada Firaun dan untuk angin yang dikirim kepada kaum Ad.
Nama Lut tidak muncul di seluruh Surah 51. Di penuturan lain sasarannya disebut dengan nama: 11:70 menyebut "kaum Lut" pada jawaban para tamu, dan di 29:32 Ibrahim sendiri yang menyebut Lut. Ayat 15:57 dan 15:58 sama persis dengan 51:31 dan 51:32, lalu 15:59 menyambung dengan pengecualian keluarga Lut, sedangkan 51:33 menyambung dengan batu dari tanah liat. Dua surah memakai pembuka yang sama untuk kelanjutan yang berbeda. Di surah ini kaum itu dikenali dari sifatnya dan dari apa yang menimpanya.
Di 51:32 sasaran itu disebut kaum yang berdosa, dan di 51:34 disebut orang-orang yang melampaui batas, dua sebutan dalam satu ucapan. Sesudah ucapan itu selesai, 51:35 menyebut orang beriman yang ada di dalamnya dikeluarkan, dan 51:36 menyebut kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri yang didapati di dalamnya. Sebutan luas di 51:32 dan rincian tentang orang beriman di 51:35 dan 51:36 ditaruh berurutan tanpa kalimat penyambung, dan pembaca dapat membaca bahwa sebutan luas itu tidak mencakup setiap orang yang berada di dalam tempat itu.
Renungan dan Hikmah
- Di 51:31 Ibrahim bertanya apa urusan para tamu, dan jawaban di 51:32 dibuka dengan kepada siapa mereka diutus. Apa yang akan dikerjakan baru terbaca di 51:33. Urutan itu memperlihatkan seseorang yang ditanya tentang tugasnya dan menjawab dari arah sasarannya lebih dulu, baru dari tindakannya. Seorang petugas lapangan, kurir, atau penyampai kabar dapat memperhatikan dari mana jawabannya sendiri dimulai ketika ditanya orang yang menjamunya, dari dirinya atau dari pihak yang dituju. Jawaban yang dibuka dengan alamat memberi penanya tempat berdiri sebelum rinciannya datang. Apa yang berubah pada percakapan bila jawaban pertama menyebut kepada siapa tugas itu tertuju?
- Para tamu berkata "kami diutus", kalimat yang menyebut mereka sebagai penerima tugas tanpa menyebut pemberinya, lalu di 51:33 berkata "agar kami mengirimkan". Di 22:75 Allah disebut memilih para utusan dari malaikat dan dari manusia, sehingga sebutan utusan dapat menunjuk pihak yang berbeda-beda, dan dalam tiap penunjukan ada yang memilih serta mengutus. Seseorang yang menjalankan keputusan yang tidak lahir dari pertimbangannya sendiri, misalnya menyampaikan hasil penilaian atau melaksanakan penugasan, dapat mengenali kalimat di 51:32 sebagai gambaran kedudukannya. Kedudukan sebagai yang diutus dan sebagai yang mengirim hadir dalam dua ayat yang berurutan. Apakah seorang penyampai tugas pernah menimbang dari siapa tugasnya datang sebelum menimbang bagaimana tugas itu dijalankan?
- Sasaran para tamu disebut menurut sifatnya, kaum yang berdosa, dan di 7:133, 10:75, serta 45:31 sebutan serupa datang sesudah perbuatan yang tertulis, yaitu menyombongkan diri. Ayat 29:40 menyebut ragam hukuman, termasuk badai batu yang dikirim atas sebagian mereka, lalu menutup dengan pernyataan bahwa Allah tidaklah menzalimi mereka dan merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Orang yang disebut dengan satu sebutan oleh orang lain, atau yang menyebut orang lain dengan satu sebutan, dapat menimbang apakah sebutan itu menunjuk perbuatan yang dapat ditunjukkan. Sebutan yang menempel pada perbuatan dapat diperiksa, sedangkan sebutan yang menempel pada orangnya sulit dibantah. Apa yang terjadi pada sebuah sebutan bila perbuatannya diminta disebut lebih dulu?
- Pertanyaan Ibrahim di 51:31 dijawab di 51:32 dengan kalimat yang langsung menyebut tujuan para utusan, tanpa pembuka yang menghibur dan tanpa penundaan. Jawaban itu menyusul sesudah mereka lebih dulu menenangkan Ibrahim dan menyampaikan kabar gembira di 51:28, sehingga urutannya kabar yang menenangkan lebih dulu, lalu jawaban yang lugas ketika ditanya. Di 33:70 orang-orang beriman diseru untuk bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang tepat. Seseorang yang membawa kabar berat kepada tuan rumah, rekan, atau keluarga dapat menimbang bahwa ketepatan kalimat dan kelembutan sikap tidak harus saling menggantikan. Kapan terakhir sebuah pertanyaan langsung dijawab dengan kalimat yang tepat sasarannya, tanpa memutar lebih dulu?
- Para tamu yang memberi Ibrahim kabar gembira tentang seorang anak di 51:28 membawa pula tugas atas kaum yang berdosa di 51:32. Di 11:74 Ibrahim berbantah dengan Kami tentang kaum Lut sesudah rasa takutnya hilang dan kabar gembira datang kepadanya, dan 11:75 menyebutnya penahan murka, sangat lembut hati, lagi suka kembali. Ayat 51:32 tidak mencatat tanggapan Ibrahim. Seseorang yang menerima kabar baik dari sebuah kunjungan dapat bersiap bahwa kunjungan yang sama membawa kabar lain, dan sifat lembut hati diperlihatkan di 11:75 pada saat kabar kedua sudah terdengar. Apakah kabar baik yang sedang dinikmati pernah dipakai sebagai alasan untuk tidak mendengar kabar berikutnya dari pembawa yang sama?
- Sasaran para tamu disebut kaum yang berdosa, sebutan yang luas, dan sesudah ucapan itu selesai 51:35 menyebut orang beriman yang ada di dalamnya dikeluarkan, lalu 51:36 menyebut kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri yang didapati di sana. Di 4:40 Allah disebut tidak menzalimi walaupun sebesar zarah. Tiga ayat itu dapat dibaca berdampingan walau tidak saling menyambung secara tegas, dan sebutan untuk kelompok tidak menghapus catatan tentang orang-orang di dalamnya. Seseorang yang menyebut sebuah kelompok dengan satu sebutan dapat bertanya apakah ada rumah di dalamnya yang tidak tercakup sebutan itu. Siapa dalam kelompok yang dibicarakannya dengan satu sebutan yang mungkin tidak tercakup oleh sebutan itu?