لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ
agar kami menimpakan kepada mereka batu-batu dari tanah liat,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍli-nursila 'alayhim hijaaratan min thiininagar kami menimpakan kepada mereka batu-batu dari tanah liat
Terjemahan per kata (5 kata)
- لِنُرْسِلَli-nursilaagar kami mengirimkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- حِجَارَةًhijaaratanbatu
- مِنْmindari
- طِينٍthiinintanah liat
Inti bacaan
Frasa (حِجَارَةً مِنْ طِينٍ, hijaaratan min thiinin) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِنُرْسِلَ, li-nursila) yang berarti "agar kami menimpakan", dari akar ر-س-ل. Huruf lam di awalnya menandai tujuan, dan terjemahan memakai "agar" seperti pada (لِنُذِيقَهُمْ, li-nudziiqahum) yang berarti "agar Kami cicipkan kepada mereka" di 41:16. Bentuk li-nursila muncul satu kali, yaitu di 51:33. Kata kerja yang sama tanpa lam dipakai di 17:59, (أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ, an nursila bi-l-aayaati) yang berarti "untuk mengirimkan tanda-tanda", dan dengan akhiran penegas di 7:134, (وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ, wa-lanursilanna ma'aka) yang berarti "dan pasti kami lepaskan bersamamu". Bentuk nursila beserta awalan dan akhirannya muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:134, 17:59, dan 51:33, dan yang dikenai pengiriman berlainan di ketiganya: Bani Israil dilepaskan, tanda-tanda dikirimkan, dan di 51:33 batu ditimpakan.
Terjemahan menulis "kami" dengan huruf kecil karena pembicaranya para utusan yang disapa Ibrahim di 51:31 dengan (أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ, ayyuhaa l-mursaluuna) yang berarti "wahai para utusan", dan kata itu berakar sama dengan (أُرْسِلْنَا, ursilnaa) yang berarti "kami diutus" di 51:32. Di 51:41, (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ, arsalnaa 'alayhimu) yang berarti "Kami mengirim kepada mereka" juga berakar ر-س-ل, tetapi ditulis dengan "Kami" berhuruf besar karena rujukannya Allah. Akar yang sama dengan demikian dipakai untuk para utusan yang diutus di 51:32, para utusan yang menimpakan di 51:33, dan Allah yang mengirim angin di 51:41.
Kata (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka" kembali kepada (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa" di 51:32. Frasa qawmin mujrimiina muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:58 dan 51:32. Bentuk (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, arsalnaa 'alayhim) yang berarti "Kami mengirim atas mereka" muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 7:162, 33:9, 34:16, 41:16, 54:19, 54:31, dan 54:34. Yang dikirim berbeda-beda: azab dari langit di 7:162, angin dan bala tentara di 33:9, banjir bendungan di 34:16, angin di 41:16 dan 54:19, suara menggelegar di 54:31, dan di 54:34 (حَاصِبًا, haashiban) yang berarti "badai batu". Terjemahan menulis gabungan itu "Kami kirimkan kepada mereka" di 33:9, 34:16, dan 41:16, serta "Kami timpakan kepada mereka" di 7:162. Di 51:33 terjemahan memilih "menimpakan" karena yang dikirim berupa batu dan huruf 'alaa berarti "atas". Arti dasar nursila, yaitu "mengirimkan", tetap berlaku, dan "menimpakan" menyesuaikannya dengan batu yang dikirim.
Kata (حِجَارَةً, hijaaratan) yang berarti "batu-batu" berakar ح-ج-ر, ditulis tanpa kata sandang, dan muncul lima kali di lima surah, yaitu 8:32, 11:82, 15:74, 17:50, dan 51:33. Kata kerja di sekitarnya berbeda-beda. Di 8:32 bunyinya (فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً, fa-amthir 'alaynaa hijaaratan) yang berarti "maka hujanilah kami dengan batu", di 15:74 (وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً, wa-amtharnaa 'alayhim hijaaratan) yang berarti "dan Kami menghujani mereka dengan batu-batu", dan 11:82 memakai kata kerja yang sama dengan 15:74. Di 17:50 bunyinya (كُونُوا حِجَارَةً, kuunuu hijaaratan) yang berarti "jadilah kalian batu". Kata hijaaratan disandingkan dengan kata kerja berakar ر-س-ل satu kali saja, yaitu di 51:33. Bentuk (أَمْطَرْنَا, amtharnaa) yang berarti "Kami menghujani" berakar م-ط-ر dan muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:84, 11:82, 15:74, 26:173, dan 27:58. Batu mengikuti kata kerja itu di 11:82 dan 15:74, sedangkan di 7:84, 26:173, dan 27:58 kata sesudahnya (مَطَرًا, matharan) yang berarti "hujan". Batu tunggal di 2:60 dan 7:160 ditulis (الْحَجَرَ, al-hajara) yang berarti "batu itu", dan bentuk yang berbeda di 51:33 diterjemahkan "batu-batu".
Frasa (مِنْ طِينٍ, min thiinin) yang berarti "dari tanah liat" berakar ط-ي-ن dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 6:2, 7:12, 23:12, 32:7, 37:11, 38:71, 38:76, dan 51:33, dengan surah 38 memuatnya dua kali. Pada tujuh ayat pertama frasa itu menyebut asal manusia, misalnya (خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ, khalaqnaahum min thiinin laazibin) yang berarti "Kami menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat" di 37:11. Di 51:33 frasa itu menyebut bahan batu. Rangkaian (حِجَارَةً مِنْ, hijaaratan min) yang berarti "batu-batu dari" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:82, 15:74, dan 51:33. Di 11:82 dan 15:74 kata sesudahnya (سِجِّيلٍ, sijjiilin) yang berarti "tanah liat yang dibakar" menurut terjemahan kedua ayat itu, dan di 51:33 kata sesudahnya thiinin. Karena sijjiilin tidak ada di 51:33, terjemahan tidak menambahkan "yang dibakar" pada "tanah liat".
Terjemahan menutup ayat ini dengan koma karena kalimat yang dibuka di 51:32 belum selesai. Kata (مُسَوَّمَةً, musawwamatan) yang berarti "yang ditandai" di 51:34 berakhiran -an seperti hijaaratan, sehingga terbaca sebagai keterangan bagi batu-batu itu.
Tafsiran
Ayat 51:31 memuat pertanyaan Ibrahim kepada para utusan tentang urusan mereka, dan 51:32 sampai 51:34 menjawabnya dalam satu kalimat yang terbagi atas tiga ayat. Ayat 51:32 menyebut pengutusan dan sasarannya, yaitu kaum yang berdosa. Ayat 51:33 menyebut tujuannya, yaitu menimpakan batu-batu dari tanah liat kepada mereka, dan 51:34 menyebut tanda pada batu itu serta tempatnya, yaitu di sisi Tuhanmu. Urutan itu berjalan dari yang diutus, ke yang dikirim, lalu ke letak tanda itu di sisi Tuhanmu, dan apa yang akan menimpa kaum itu baru tersebut pada ayat ini.
Ayat-ayat ini tidak memuat nama kaum itu dan tidak memuat nama Lut. Nama itu terbaca dari ayat lain yang berkalimat sama: 15:58 mengulang (إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, innaa ursilnaa ilaa qawmin mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa", dan 15:59 segera menyebut keluarga Lut, sedangkan 11:70 menyebut (إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ, ilaa qawmi luuthin) yang berarti "kepada kaum Lut". Karena itu kaum yang berdosa di 51:32 dapat dibaca sebagai kaum Lut, dan batu-batu di 51:33 dapat dibaca sebagai batu yang di 15:74 dan 11:82 dituturkan telah dihujankan.
Di 11:82 dan 15:74 batu itu dituturkan sebagai kejadian yang sudah lewat, dengan kata kerja yang berarti Kami menghujani. Di 51:33 batu dapat dibaca masih berupa tujuan yang diucapkan para utusan di depan Ibrahim, sebab kata kerjanya didahului lam tujuan dan belum menyatakan kejadian. Bila batu di ketiga ayat itu dibaca sebagai batu yang sama, dua penuturan itu menaruhnya pada saat yang berbeda, satu sebelum dijalankan dan satu sesudahnya.
Ayat 11:83 membuka dengan (مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ, musawwamatan 'inda rabbika) yang berarti "diberi tanda dari sisi Tuhanmu", dan 51:34 membuka dengan rangkaian yang sama. Di kedua surah rangkaian itu datang tepat sesudah ayat yang menyebut batu, sehingga 51:34 dapat dibaca sebagai keterangan yang menyambung batu di 51:33.
Sesudah kutipan ditutup di 51:34, ayat 51:35 berganti ke (فَأَخْرَجْنَا, fa-akhrajnaa) yang berarti "maka Kami keluarkan", dan terjemahan menulis "Kami" berhuruf besar karena pembicaranya sudah berganti. Dengan demikian pernyataan para utusan tentang batu mendahului cerita tentang orang-orang beriman yang dikeluarkan di 51:35 dan sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri di 51:36. Di 15:59 dan 15:60 pengecualian keluarga Lut dan istrinya diucapkan para utusan di dalam kutipan yang sama, sedangkan di surah ini pengecualian itu dituturkan sesudah kutipan selesai.
Renungan dan Hikmah
- Di 51:31 Ibrahim bertanya apa urusan para utusan, dan jawaban di 51:32 sampai 51:34 berjalan dari sasaran sampai ke bahan batu dan tanda pada batu itu, tanpa berhenti pada kalimat bahwa mereka diutus. Di 11:74 Ibrahim berbantah dengan Kami, sebutan Allah bagi diri-Nya di ayat itu, tentang kaum Lut, dan di 11:75 Ibrahim disebut penahan murka, sangat lembut hati, lagi suka kembali. Seseorang yang menerima kabar berat tentang orang lain dapat memperhatikan bahwa pertanyaan yang diajukan dijawab sampai ke rincian yang dapat ditimbang. Apakah kabar yang berat lebih dapat dipikul bila rinciannya diberikan sampai tuntas daripada dipotong di tengah?
- Frasa dari tanah liat di 51:33 muncul juga di tujuh ayat lain, dan di ayat-ayat itu frasa tersebut menyebut asal manusia, misalnya di 6:2, 23:12, dan 32:7. Di 7:12 dan 38:76 Iblis membandingkan api dan tanah liat untuk menyatakan dirinya lebih baik daripada yang diciptakan dari tanah liat. Di 51:33 tanah liat yang sama disebut sebagai bahan batu-batu yang dikirim kepada kaum yang berdosa, sehingga bahan itu muncul pada manusia dan pada batu. Seseorang yang menimbang dirinya atau orang lain dari asal-usul dapat bertanya apakah bahan asal pernah cukup untuk menetapkan nilai sesuatu, padahal bahan yang sama menjadi dua hal yang berjauhan.
- Di 8:32 sekelompok orang berkata, "Ya Allah, jika ini kebenaran dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." Ayat 8:33 menyusul dengan pernyataan bahwa Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama "engkau berada di antara mereka", dan selama mereka memohon ampunan. Di 51:33 benda yang sama disebut para utusan sebagai sesuatu yang akan ditimpakan kepada kaum yang berdosa, lengkap dengan tujuan dan sasarannya. Seseorang yang pernah mengucapkan permintaan atau tantangan dengan ringan dapat menimbang bobot kata batu di dua ayat itu. Apakah permintaan seperti itu pernah ditimbang lebih dulu sebelum diucapkan?
- Di 29:40 beberapa kelompok disebut menurut cara mereka dihukum: ada yang dikirimi badai batu, ada yang ditimpa suara menggelegar, ada yang dibenamkan ke dalam bumi, dan ada yang ditenggelamkan. Ayat itu ditutup dengan kalimat bahwa Allah tidaklah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Pengiriman batu di 51:33 dan penandaan batu itu di 51:34 bagi orang-orang yang melampaui batas dapat dibaca bersama kalimat penutup di 29:40. Pembaca yang merasa berat oleh gambaran batu yang menimpa dapat memperhatikan ke mana ayat 29:40 menaruh tanggung jawab. Ketika sebuah hukuman terasa berat dibaca, di mana kalimat bahwa Allah tidak menzalimi mereka diletakkan?
- Di 15:74 batu dihujankan, lalu 15:75 menyebut bahwa pada kejadian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang cermat memperhatikan, dan 15:76 menyebut tempatnya benar-benar terletak di jalan yang tetap. Di 51:37 Kami meninggalkan suatu tanda di dalamnya bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih. Di 37:137 dan 37:138, sesudah kisah Lut, yang diajak bicara diberi tahu bahwa mereka benar-benar melintasi mereka pada waktu pagi dan malam, lalu ditanya apakah mereka tidak berakal. Ayat 51:33 menyebut tujuan batu, dan ayat-ayat lain menyebut sisa yang dapat dilihat. Apakah tempat yang dilalui berulang kali pernah dibaca sebagai tanda, atau sebagai jalan biasa?
- Kata kerja pengiriman yang di 54:34 membawa badai batu juga dipakai di 33:9, "ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika bala tentara datang kepada kalian, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin dan bala tentara yang tidak kalian lihat." Di 33:9 pengiriman itu disebut bersama nikmat Allah bagi yang diajak bicara, sedangkan di 51:33 pengiriman batu ditujukan kepada kaum yang berdosa, dan 51:35 sampai 51:36 menyebut orang-orang beriman yang dikeluarkan dan sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Pengiriman dengan bentuk yang sama dapat terbaca sebagai nikmat di satu ayat dan sebagai hukuman di ayat lain, bergantung pada siapa yang dikirimi. Pada peristiwa yang berat bagi satu pihak, apakah pembaca pernah bertanya pihak mana yang sedang dilindungi?