مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ
yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَmusawwamatan 'inda rabbika lilmusrifiinayang ditandai di sisi Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas
Terjemahan per kata (4 kata)
- مُسَوَّمَةًmusawwamatandiberi tanda
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لِلْمُسْرِفِينَli-l-musrifiinauntuk orang-orang yang melampaui batas
Inti bacaan
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri atas empat kata dan tidak memuat kata kerja. Kata pertama, (مُسَوَّمَةً, musawwamatan) yang berarti "yang ditandai", berakar س-و-م. Kata ini menyebut sesuatu yang dikenai penandaan, dan pihak yang menandai tidak muncul di dalam kata itu sendiri. Akhirannya -atan sama dengan akhiran (حِجَارَةً, hijaaratan) yang berarti "batu-batu" di 51:33, dan kesamaan akhiran itu menandai bahwa musawwamatan menerangkan hijaaratan, sehingga 51:33 dan 51:34 terbaca sebagai satu rangkaian, yaitu batu-batu dari tanah liat yang ditandai. Bentuk persis musawwamatan muncul dua kali di dua surah, yaitu di 11:83 dan 51:34, dan di keduanya kata itu menyusul hijaaratan, yang berada di 11:82 dan 51:33. Ayat ini tidak menyebut bentuk tandanya, sehingga terjemahan tidak menambahkan keterangan seperti "bergaris" atau "bernama".
Kata berakar sama muncul dalam beberapa bentuk lain. Di 3:125, (مُسَوِّمِينَ, musawwimiina) yang berarti "yang menandai" menyifati para malaikat, dan bentuk ini menyebut pelaku penandaan, berbeda dari musawwamatan yang menyebut yang dikenai penandaan. Pembedanya vokal pada huruf waw bertasydid, yaitu bunyi i pada musawwimiina dan bunyi a pada musawwamatan. Bentuk bersandang al- dari musawwamatan ada di 3:14, tempat kata itu menyifati (الْخَيْلِ, al-khayli) yang berarti "kuda-kuda", sehingga sasaran penandaan di sana kuda. Kata benda (سِيمَاهُمْ, siimaahum) yang berarti "tanda mereka" muncul enam kali di lima surah, yaitu di 2:273, 7:46, 7:48, 47:30, 48:29, dan 55:41, dan di 48:29 tanda itu disebut berada di wajah, (سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ, siimaahum fii wujuuhihim) yang berarti "tanda mereka ada pada wajah mereka". Kata kerja (يَسُومُونَكُمْ, yasuumuunakum) yang berarti "mereka menimpakan kepada kalian" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 2:49, 7:141, dan 14:6, dan (تُسِيمُونَ, tusiimuuna) yang berarti "kalian menggembalakan" ada di 16:10. Arti yang berbeda-beda itu tidak dapat dipinjam dengan aman untuk musawwamatan. Pilihan "yang ditandai" bertumpu pada kerabat kata yang menyebut tanda, yaitu siimaahum dan musawwimiina, serta pada kedudukan batu sebagai sasaran penandaan di 51:33 dan 51:34.
Frasa (عِنْدَ رَبِّكَ, 'inda rabbika) yang berarti "di sisi Tuhanmu" tersusun dari (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" dan (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu", berakar ر-ب-ب. Akhiran -ka menunjuk satu laki-laki, yaitu pihak yang diajak bicara para utusan di ayat ini, Ibrahim, yang bertanya di 51:31. Di 51:30 bentuknya berganti menjadi (رَبُّكِ, rabbuki) yang berarti "Tuhanmu" dengan akhiran -ki untuk satu perempuan, yaitu istri Ibrahim di 51:29. Bentuk rabbuki muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 19:21, 19:24, dan 51:30. Terjemahan memakai "di sisi" dan tidak memakai "dari sisi" karena ayat tidak memuat huruf min yang berarti "dari" sebelum 'inda.
Frasa 'inda rabbika dengan akhiran -ka muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu di 7:206, 11:83, 12:42, 17:38, 18:46, 19:76, 22:47, 41:38, 43:35, dan 51:34. Pasangan kata yang sama dapat menunjuk tuan dari seorang manusia. Di 12:42, (اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ, udzkurnii 'inda rabbika) yang berarti "sebutkanlah aku kepada tuanmu", kata rabbika menunjuk tuan seorang manusia, dan terjemahan di sana memakai "tuanmu". Di 51:34 terjemahan memakai "Tuhanmu" karena para pembicara yang sama di 51:30 memakai rabbuki untuk pihak yang disifati (الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ, al-hakiimu l-'aliimu) yang berarti "Sang Penuh Hikmah lagi Sang Berilmu". Dari sepuluh ayat itu, dua ayat menutup frasanya dengan huruf li yang disusul golongan manusia. Di 43:35, (وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ, wa-l-aakhiratu 'inda rabbika li-l-muttaqiina) yang berarti "sedangkan akhirat di sisi Tuhanmu bagi orang-orang yang bertakwa", dan di 51:34. Di 11:83, rangkaian yang identik dengan 51:34 sampai kata rabbika disambung dengan kalimat tentang kedekatan batu itu dengan orang-orang yang zalim.
Kata terakhir, (لِلْمُسْرِفِينَ, li-l-musrifiina) yang berarti "untuk orang-orang yang melampaui batas", tersusun dari huruf li yang berarti "untuk", kata sandang al- yang membuat golongan itu tertentu, dan (مُسْرِفِينَ, musrifiina) yang berarti "orang-orang yang melampaui batas", berakar س-ر-ف. Huruf li menyebut penerima, sehingga ayat memberi tahu untuk siapa penandaan itu berlaku. Bentuk persis lil-musrifiina muncul dua kali di dua surah, yaitu di 10:12 dan 51:34. Di 10:12, (زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ, zuyyina li-l-musrifiina) yang berarti "dihiasi bagi orang-orang yang melampaui batas", huruf li yang sama menyebut penerima sesuatu yang dihiasi, sedangkan di 51:34 penerima sesuatu yang ditandai. Kata musrifiina, dengan atau tanpa sandang dan pada kedudukan kalimat yang berbeda, muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu di 6:141, 7:31, 10:12, 10:83, 21:9, 26:151, 40:43, 43:5, 44:31, dan 51:34, dengan surah 10 memuatnya dua kali.
Terjemahan di ayat-ayat itu memakai dua padanan. Di 6:141 dan 7:31, yang membicarakan hasil kebun serta makan dan minum, kata ini diterjemahkan "berlebih-lebihan" dan "berlebihan", sedangkan di tujuh ayat lainnya diterjemahkan "melampaui batas". Ayat 51:34 menyambung 51:32 yang menyebut sasaran para utusan sebagai kaum yang berdosa, dan ayat-ayat di sekitarnya tidak membicarakan makanan, takaran, atau harta, sehingga terjemahan memakai "melampaui batas". Bentuk kata benda berakar sama di 3:147, (إِسْرَافَنَا, israafanaa) yang berarti "pelampauan batas kami", memakai padanan yang sama. Batas yang dilampaui tidak dirinci, dan terjemahan mempertahankan keterbukaan itu.
Frasa yang langsung menyebut kaum sebagai yang melampaui batas ada di tiga ayat. Di 7:81, (بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, bal antum qawmun musrifuuna) yang berarti "bahkan kalian kaum yang melampaui batas" diucapkan kepada kaum yang di 7:80 disebut sebagai kaum Lut, dan (قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, qawmun musrifuuna) muncul pula di 36:19. Di 43:5, (قَوْمًا مُسْرِفِينَ, qawman musrifiina) yang berarti "kaum yang melampaui batas" memakai bentuk berakhiran lain. Ayat 51:32 memakai sebutan lain untuk sasaran para utusan, yaitu (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa", yang juga ada di 15:58. Di 51:34 kata qawm tidak diulang, dan kutipan yang dibuka di 51:32 berlanjut sampai ayat ini, sehingga musrifiina dapat dibaca sebagai sebutan kedua bagi kaum yang sama.
Tafsiran
Ayat 51:34 menutup kutipan yang dibuka di 51:32 dengan "Mereka menjawab". Jawaban para utusan tersusun dalam tiga ayat dan satu kalimat. Mereka diutus kepada kaum yang berdosa di 51:32, agar Kami menimpakan batu-batu dari tanah liat di 51:33, dan di 51:34 batu-batu itu diberi dua keterangan, yaitu ditandai di sisi Tuhanmu dan ditandai untuk orang-orang yang melampaui batas. Jawaban ini menjawab pertanyaan Ibrahim di 51:31 tentang urusan mereka, dan ayat ini menyelesaikannya tanpa kata kerja, sehingga keterangan terakhir menempel pada batu dan tidak pada pelaku.
Para utusan menyebut Tuhan dengan bentuk "Tuhanmu" dua kali dalam rangkaian ini. Di 51:30 bentuk itu ditujukan kepada istri Ibrahim, dan di 51:34 kepada Ibrahim sendiri. Di 11:76 ucapan kepada Ibrahim memuat bentuk yang sama, "ketetapan Tuhanmu benar-benar telah datang", sesudah 11:74 mencatat Ibrahim berbantah tentang kaum Lut. Di dua surah itu kabar tentang nasib kaum lain sampai kepada Ibrahim dengan sebutan yang menunjuk hubungannya sendiri dengan Tuhannya.
Penuturan di 11:82 sampai 11:83 dan di 51:33 sampai 51:34 memuat rangkaian yang identik, batu-batu yang diberi tanda di sisi Tuhanmu, lalu bercabang. Ayat 11:83 menyambungnya dengan keterangan tentang kedekatan batu itu dengan orang-orang yang zalim, sedangkan 51:34 menutupnya dengan penerima yang melampaui batas, dan penerima itu sekaligus menutup kutipan. Sebutan golongan berganti di tiap tempat, yaitu zalim di 11:83, berdosa di 51:32, dan melampaui batas di 51:34. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa tiga sebutan itu sama, dan kesamaan sasarannya dapat dibaca dari kisah yang melingkupinya.
Sesudah kutipan berakhir, 51:35 menyebut orang-orang beriman yang dikeluarkan dari tempat itu, dan 51:36 menyebut sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Ayat 51:37 lalu mencatat tanda yang ditinggalkan di tempat itu bagi orang-orang yang takut azab yang pedih. Ayat 51:34 dan 51:37 sama-sama memakai huruf li dan golongan manusia, yaitu batu ditandai untuk golongan pertama dan tanda ditinggalkan untuk golongan kedua. Dua pembagian itu terpisah oleh 51:35 dan 51:36, yang berbicara tentang mereka yang dikeluarkan dan tentang rumah yang disebut di sana. Dengan susunan ini, rangkaian 51:32 sampai 51:37 memuat beberapa sebutan golongan dan dua penerima, dan ayat 51:34 menjadi tempat golongan yang ditimpa disebut dengan sebutan melampaui batas.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 51:34 menyebut batu-batu itu ditandai di sisi Tuhan, dan 16:96 memakai kata yang sama untuk membedakan dua tempat penyimpanan, yaitu apa yang di sisi manusia akan lenyap dan apa yang di sisi Allah kekal. Penandaan di 51:34 disebut berada di sisi Tuhan, dan ayat tidak memuat satu kalimat pun yang menaruhnya pada penilaian kaum itu sendiri. Seseorang yang menimbang dirinya dari penilaian rekan kerja, pengikut di media sosial, atau tetangga dapat menyadari bahwa penilaian semacam itu tersimpan di sisi manusia, tempat yang menurut 16:96 akan lenyap. Penilaian yang tersimpan di sisi Allah lebih sukar dilihat daripada angka dan pujian yang ada di depan mata. Apakah ukuran yang tersimpan di sisi Allah pernah dijadikan pegangan utama, ketika ukuran yang mudah dilihat tersedia di sekitar?
- Di 10:12 apa yang mereka kerjakan dihiasi bagi orang-orang yang melampaui batas, dengan huruf li yang sama dengan di 51:34. Dua ayat itu menaruh golongan yang sama sebagai penerima dan mengisinya dengan dua hal berbeda. Di 10:12 perbuatan tampak indah bagi pelakunya, dan di 51:34 batu ditandai untuk golongan itu. Ayat 10:12 mendahului kalimat penghiasan dengan gambaran manusia yang menyeru Kami ketika susah, lalu berlalu seakan-akan tidak pernah menyeru begitu kesusahannya hilang. Seseorang dapat mengenali dalam dirinya penilaian bahwa apa yang dikerjakannya tampak wajar, bahkan patut, karena dirinya sendiri yang menilai. Apakah penilaian atas perbuatan sendiri pernah diuji dengan pertanyaan bagaimana perbuatan itu tampak dari luar dirinya?
- Sebutan musrifiina di 51:34 dipakai juga di 7:31 dan 6:141 untuk urusan makan, minum, dan hasil kebun. Ayat 7:31 menyatakan bahwa Dia tidak mencintai orang-orang yang berlebihan, dan 7:32 sesudahnya menyebut perhiasan Allah yang Dia keluarkan bagi hamba-hamba-Nya serta rezeki yang baik-baik, lalu bertanya siapa yang mengharamkannya. Kata yang sama dipakai di dua tempat yang sangat berjauhan skalanya, dan ayat-ayat itu tidak menyamakan akibatnya. Seseorang yang menimbang pengeluaran di dapur, di dompet, atau di keranjang belanja daring dapat menyadari bahwa sebutan itu tidak dikhususkan bagi kejadian besar yang menimpa suatu kaum. Dari urusan sehari-hari manakah garis itu mulai terasa lebih dekat, dan siapa yang menarik garis itu bagi dirinya?
- Ayat 39:53 memakai akar yang sama untuk orang-orang yang melampaui batas atas dirinya sendiri, dan kalimat yang menyusul menyebut rahmat Allah serta bahwa Allah mengampuni dosa semuanya. Kata itu karenanya muncul di Al-Qur'an dalam dua suasana, yaitu batu yang ditandai di 51:34 dan sapaan "Wahai hamba-hamba-Ku" di 39:53. Orang yang merasa telah melewati batas dalam urusannya sendiri dapat membaca dua ayat itu berdampingan. Ayat pertama menyebut golongan yang ditimpa batu, dan ayat kedua menyebut golongan yang dipanggil dengan rahmat. Kedua ayat itu sendiri tidak menyambungkan satu sama lain, dan jarak di antaranya dibiarkan terbuka. Apakah rasa bersalah pernah diperlakukan sebagai alasan untuk berputus asa dari rahmat Allah, padahal 39:53 memanggil orang yang melampaui batas atas dirinya sendiri?
- Di 40:28 seorang lelaki beriman dari keluarga Firaun berkata bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi banyak berdusta, dan 40:34 menyebut bahwa Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu. Kata melampaui batas di dua ayat itu diberi pasangan, yaitu dusta di 40:28 dan ragu di 40:34. Sebutan di 51:34 tidak diberi pasangan, dan ayat tidak memerinci apa saja yang dikerjakan golongan itu. Seseorang dapat memperhatikan bahwa dalam dua ayat surah 40 kata itu berdampingan dengan sikap terhadap kebenaran, dan tidak dengan jumlah atau ukuran. Apakah kebiasaan membenarkan diri sendiri atau keraguan yang dibiarkan pernah berjalan berdampingan dengan keadaan melewati batas yang tidak terasa?
- Di 51:31 Ibrahim bertanya apa urusan para utusan, dan jawaban di 51:32 sampai 51:34 menyebut Tuhan dengan bentuk "Tuhanmu", ditujukan kepada Ibrahim. Di 11:76 ucapan kepada Ibrahim memakai bentuk yang sama, "ketetapan Tuhanmu benar-benar telah datang", sesudah Ibrahim berbantah tentang kaum Lut. Di dua surah itu kabar tentang nasib kaum lain datang kepada Ibrahim dengan sebutan yang menunjuk hubungannya sendiri dengan Tuhannya. Seseorang yang menerima kabar buruk tentang orang lain, misalnya sebuah peringatan yang sampai kepada kenalan atau sebuah akibat yang menimpa rekan, dapat memperhatikan bagaimana kabar itu dibingkai. Apakah kabar tentang akibat perbuatan orang lain pernah diterima sebagai urusan antara dirinya dengan Tuhannya, dan tidak berhenti pada urusan antara dirinya dengan orang itu?