فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Maka, Kami keluarkan orang-orang beriman yang ada di dalamnya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَfa-akhrajnaa man kaana fiihaa mina l-mu'miniinamaka, Kami keluarkan orang-orang beriman yang ada di dalamnya

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَأَخْرَجْنَاfa-akhrajnaamaka Kami mengeluarkan
  2. مَنْmanorang yang
  3. كَانَkaanaadalah
  4. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  5. مِنَminadari
  6. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Bentuk fa-akhrajnaa muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:99, 7:57, 20:53, 26:57, 35:27, dan 51:35.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَأَخْرَجْنَا, fa-akhrajnaa) yang berarti "maka Kami mengeluarkan". Huruf fa menyambung ayat ini dengan 51:34, dan terjemahan memakai "maka". Kata kerjanya berakar خ-ر-ج dan memuat akhiran -naa untuk "Kami". Bentuk dasarnya (خَرَجَ, kharaja) yang berarti "keluar" menunjuk pelaku yang keluar sendiri, seperti di 28:21, (فَخَرَجَ مِنْهَا, fa-kharaja minhaa) yang berarti "maka dia keluar dari sana". Pada akhrajnaa pelakunya membuat pihak lain keluar, sehingga terjemahan memakai "mengeluarkan" dan orang beriman menjadi sasarannya.

Rangkaian fa-akhrajnaa, termasuk yang bersambung dengan akhiran, muncul enam kali di enam surah, yaitu 6:99, 7:57, 20:53, 26:57, 35:27, dan 51:35. Empat di antaranya mengeluarkan tumbuhan atau buah, dan di 6:99, 7:57, 20:53, serta 35:27 kalimat sebelumnya menyebut air yang turun. Di 35:27 kalimat itu berbunyi (أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, anna llaaha anzala mina s-samaa'i maa'an) yang berarti "bahwa Allah menurunkan air dari langit", lalu disusul "Kami keluarkan" dengan kata kerja yang sama seperti di 51:35. Karena itu "Kami" pada bentuk ini dapat dibaca sebagai Allah yang namanya disebut di kalimat tadi. Dua dari enam ayat itu mengeluarkan manusia, yaitu 26:57 dan 51:35. Di 26:57 bunyinya (فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ, fa-akhrajnaahum min jannaatin wa-'uyuunin) yang berarti "maka Kami keluarkan mereka dari taman-taman dan mata air".

Akar yang sama dipakai pula oleh pihak yang menolak orang beriman. Di 7:88 (لَنُخْرِجَنَّكَ, lanukhrijannaka) yang berarti "sungguh kami akan mengusirmu" disusul (وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ, wa-lladziina aamanuu ma'aka) yang berarti "dan orang-orang yang beriman bersamamu". Di 27:56 (أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ, akhrijuu aala luuthin) yang berarti "usirlah keluarga Lut" disusul (مِنْ قَرْيَتِكُمْ, min qaryatikum) yang berarti "dari negeri kalian". Rangkaian min qaryatikum muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:82 dan 27:56. Kata kerja di dua ayat itu berpola sama dengan akhrajnaa, tetapi pelakunya manusia yang menolak, dan terjemahan memakai "mengusir" untuk mereka serta "mengeluarkan" di 51:35.

Penyelamatan keluarga Lut di ayat lain memakai akar ن-ج-و, yaitu (فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, fa-anjaynaahu wa-ahlahu) yang berarti "maka Kami menyelamatkan dia dan keluarganya". Rangkaian itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:83 dan 27:57. Di 51:35 kata kerjanya berakar خ-ر-ج, dan ayat ini tidak memuat nama Lut maupun kata "keluarga". Terjemahan tidak menambahkan keduanya dan tidak menulis "menyelamatkan".

Frasa (مَنْ كَانَ فِيهَا, man kaana fiihaa) yang berarti "orang yang ada di dalamnya" tersusun dari tiga bagian. Kata (مَنْ, man) yang berarti "orang yang" tidak membedakan satu orang dari beberapa orang. Kata (كَانَ, kaana) yang berarti "ada" berakar ك-و-ن dan berbentuk lampau untuk satu laki-laki, sehingga jumlah orangnya tidak terbaca dari kata itu. Kata (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya" terdiri atas fii dan akhiran -haa, akhiran untuk satu perempuan atau satu benda yang dalam bahasa Arab berjenis perempuan, misalnya kota. Tempatnya hanya ditunjuk lewat akhiran itu. Di 29:31 tempat itu bernama (هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ, haadzihi l-qaryati) yang berarti "negeri ini", lalu di 29:32 (إِنَّ فِيهَا لُوطًا, inna fiihaa luuthan) yang berarti "sesungguhnya di dalamnya ada Lut" memakai fiihaa untuk negeri itu. Rangkaian man fiihaa muncul dua kali di dua surah, yaitu 23:84 dan 29:32. Di 29:32 bunyinya (نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا, nahnu a'lamu biman fiihaa) yang berarti "kami lebih tahu tentang siapa yang ada di dalamnya", ucapan para utusan tentang penghuni sebuah negeri.

Kata (الْمُؤْمِنِينَ, al-mu'miniina) yang berarti "orang-orang beriman" berakar أ-م-ن dan berbentuk jamak pelaku, yaitu lebih dari dua orang yang beriman. Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" di depannya menaruh kelompok ini sebagai bagian dari "orang yang ada di dalamnya", sehingga penghuni lain dapat dibaca ada di tempat yang sama. Ayat 51:32 menyebut (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa", dan rangkaian itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:58 dan 51:32. Ayat berikutnya memakai pola min yang sama untuk kelompok lain, (مِنَ الْمُسْلِمِينَ, mina l-muslimiina) yang berarti "dari orang-orang yang berserah diri", berakar س-ل-م. Sebutan kelompoknya berbeda, mu'miniina di 51:35 dan muslimiina di 51:36, dan kedua ayat membiarkan terbuka apakah dua sebutan itu menunjuk orang yang sama. Terjemahan karena itu mempertahankan dua kata Indonesia yang berbeda, "beriman" dan "berserah diri".

Tafsiran

Ayat ini menyusul percakapan di 51:31 sampai 51:34. Ibrahim bertanya apa urusan para utusan, dan mereka menjawab bahwa mereka diutus kepada kaum yang berdosa untuk menimpakan batu yang ditandai di sisi Tuhan. Tanda kutip penutup dalam terjemahan jatuh di akhir 51:34. Kata "kami" di 51:32 dan 51:33 milik para utusan, sedangkan "Kami" di 51:35 dapat dibaca sebagai pergantian penutur dari para utusan kepada Allah, sebab di 35:27 kata kerja yang sama dipakai sesudah kalimat yang menyebut nama Allah.

Dalam rangkaian itu 51:33 dan 51:34 menyebut tujuan para utusan, dan 51:35 menyebut tindakan Kami yang pertama, yaitu mengeluarkan orang beriman dari tempat tadi. Jatuhnya batu tidak dilukiskan di ayat-ayat ini. Ayat-ayat itu menulis berurutan tujuan pengiriman, pengeluaran orang beriman, pencarian di ayat berikutnya, dan tanda yang tertinggal di 51:37. Pengeluaran menempati satu ayat penuh di antara tujuan dan hasil.

Tiga ayat dari 51:35 sampai 51:37 memakai kata "di dalamnya" masing-masing sekali, dan pelaku ketiganya Kami. Tindakannya berganti dari ayat ke ayat: mengeluarkan di 51:35, mendapati di 51:36, meninggalkan di 51:37. Tempatnya tetap sama selama tiga ayat itu. Ayat 51:35 memuat tindakan pertama dan menyebut sasarannya lewat sebuah sifat, beriman, tanpa nama, jumlah, atau garis keturunan.

Kalimat para utusan di 51:32 berbunyi sama dengan 15:58, yaitu "sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa". Di 15:59 kalimat itu segera disusul pengecualian keluarga Lut yang akan diselamatkan, masih dalam ucapan para utusan. Di surah ini ucapan para utusan berlanjut ke tujuan batu di 51:33 dan 51:34 tanpa pengecualian, dan pengeluaran orang beriman muncul sebagai tindakan di 51:35 dengan penutur yang berbeda. Dua surah menaruh bahan yang sama di tempat berlainan, sehingga di surah 15 pengecualian terdengar sebagai kabar dari para utusan, dan di surah 51 terdengar sebagai tindakan yang dikisahkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 51:35 menyebut orang beriman sebagai bagian dari mereka yang berada di dalam sebuah tempat, sehingga tempat itu memuat lebih dari satu macam penghuni. Di 66:10 Allah membuat perumpamaan tentang istri Nuh dan istri Lut yang berada di bawah dua hamba yang saleh namun berkhianat, dan di 66:11 Allah membuat perumpamaan tentang istri Fir'aun yang beriman. Dua perumpamaan itu menaruh pengkhianatan dan keimanan di dalam hubungan keluarga yang dekat, dan ayat-ayatnya mencatat sikap tiap perempuan tanpa menjadikan kedekatan itu penentunya. Seseorang yang menilai dirinya dari kampung, kantor, atau keluarga besarnya dapat menimbang bahwa teks ini menaruh iman pada orangnya dan memisahkannya dari alamat. Bila alamat, jabatan, dan nama keluarga disisihkan lebih dulu, apa yang tersisa untuk disebut keyakinan pribadi?
  • Di 4:75 orang-orang yang tertindas berkata, "Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim", dalam kalimat yang menyebut jalan Allah. Kata kerja permintaan itu berakar sama dengan "Kami keluarkan" di 51:35. Di 4:75 permintaan itu ditujukan kepada Tuhan, dan di 51:35 pelaku pengeluarannya disebut Kami. Kedua ayat berdiri di surah berbeda tanpa sambungan, dan 51:35 membiarkan terbuka apakah orang beriman di tempat itu meminta. Seseorang yang berada di lingkungan yang menyesakkan dan belum melihat jalan keluar dapat membaca keduanya berdampingan: satu ayat menuliskan permintaan, satu ayat menuliskan pengeluaran, dan keduanya menaruh pelaku di pihak Tuhan. Kepada siapa permintaan semacam itu dialamatkan selama ini, dan sudahkah permintaan itu sungguh diucapkan?
  • Para utusan di 29:32 berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di negeri itu", lalu menyebut siapa yang akan diselamatkan. Di 51:35 orang yang dikeluarkan disebut lewat sebuah sifat, beriman, tanpa nama dan tanpa jumlah. Ayat 29:11 menyatakan bahwa Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman, dan 29:3 menyatakan hal serupa tentang orang-orang yang benar. Seseorang yang merasa tidak tercatat di tempat kerja, di komunitas, atau di grup pesan yang ramai dapat membaca bahwa pengetahuan tentang siapa yang beriman, dalam ayat-ayat ini, tidak bergantung pada siapa yang menyorotnya. Bila catatan tentang seseorang hanya memuat bahwa dia beriman, tanpa nama dan tanpa jabatan, apakah catatan itu sudah cukup bagi dirinya?
  • Ayat 51:35 memakai sebutan orang-orang beriman tanpa merinci isinya. Rinciannya tersebar di ayat lain. Di 49:15 orang beriman disebut mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian tidak ragu, dan berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah, sedangkan di 8:2 hati mereka gemetar jika Allah disebut dan iman mereka bertambah jika ayat-ayat-Nya dibacakan. Dua daftar itu menyebut ciri berlainan, jadi masing-masing tidak menggantikan daftar yang lain. Seseorang yang menyebut dirinya beriman dapat menimbang butir mana dari dua daftar itu yang terasa paling renggang pada dirinya sekarang, tanpa tergesa menutupnya dengan jawaban yang rapi. Bagian mana dari daftar itu yang paling sulit diucapkan tanpa ragu?
  • Ayat 51:36 menyebut bahwa di tempat itu Kami tidak mendapati kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri, sehingga kelompok yang dikeluarkan di 51:35 dapat dibaca berukuran kecil. Di 11:40 orang yang beriman diperintahkan diangkut, lalu ayat itu mencatat bahwa tidak ada yang beriman bersama Nuh kecuali sedikit. Di 6:116 tertulis bahwa menaati kebanyakan orang di bumi menyesatkan dari jalan Allah. Ayat 11:40 mencatat jumlah yang sedikit di samping orang yang diselamatkan, dan 6:116 mencatat bahwa jumlah yang banyak dapat menyesatkan. Seseorang yang pilihannya tidak diikuti lingkungan sekitarnya dapat menimbang bahwa ayat-ayat ini tidak memakai hitungan pendukung sebagai ukuran. Bila yang sejalan tinggal segelintir, ukuran mana yang selama ini dipakai, jumlah orang di sekelilingnya atau arah jalan yang dituju?
  • Ayat 51:35 sampai 51:37 memuat tiga tindakan Kami di tempat yang sama: mengeluarkan orang beriman, mendapati sebuah rumah, dan meninggalkan sebuah tanda. Tanda itu di 51:37 diperuntukkan bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih, dan di 29:35 bagi kaum yang mengerti. Peristiwa itu punya dua penerima, yaitu orang yang berada di dalam tempat itu lalu dikeluarkan, dan orang yang kemudian membaca tandanya. Pembaca dapat menempatkan dirinya pada posisi kedua, posisi yang menerima tanda, sedangkan pengeluaran sudah lewat. Apa yang berbeda pada seseorang yang membaca tanda itu dengan rasa takut kepada azab, dibandingkan dengan membacanya sebagai cerita lama?