فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَfa-maa wajadnaa fiihaa ghayra baytin mina l-muslimiinaKami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَمَاfa-maamaka tidaklah
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- غَيْرَghayraselain
- بَيْتٍbaytinrumah
- مِنَminadari
- الْمُسْلِمِينَl-muslimiinaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Frasa (غَيْرَ بَيْتٍ, ghayra baytin) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَمَا, fa-maa) yang berarti "maka tidaklah". Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung ayat ini dengan 51:35, yang dibuka dengan huruf yang sama, dan (مَا, maa) yang berarti "tidak" menafikan kata kerja sesudahnya. Kata kerja itu, (وَجَدْنَا, wajadnaa) yang berarti "kami mendapati", berakar و-ج-د dan memuat akhiran (نَا, naa) yang berarti "kami". Terjemahan menulis "Kami" berhuruf besar mengikuti 51:35, dan pembicaranya dapat dibaca sebagai Allah.
Bentuk (وَجَدْنَا, wajadnaa) yang berarti "kami mendapati" muncul lima belas kali di empat belas ayat pada sebelas surah, yaitu 5:104, 7:28, 7:44, 7:102, 10:78, 12:79, 21:53, 26:74, 31:21, 38:44, 43:22, 43:23, 51:36, dan 72:8, dengan 7:102 memuatnya dua kali. Delapan di antaranya memuat ucapan orang yang mendapati nenek moyangnya menganut sesuatu, misalnya 43:22 (وَجَدْنَا آبَاءَنَا, wajadnaa aabaa'anaa) yang berarti "kami mendapati nenek moyang kami". Pada tiga ayat lain pembicaranya dapat dibaca sebagai Allah. Di 7:102 bunyinya (وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ, wa-maa wajadnaa li-aktsarihim min 'ahdin) yang berarti "dan Kami tidak mendapati janji pada kebanyakan mereka", di 38:44 (إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا, innaa wajadnaahu shaabiran) yang berarti "sesungguhnya Kami mendapatinya sabar", dan di 51:36 objeknya sebuah rumah. Tiga ayat sisanya, yaitu 7:44, 12:79, dan 72:8, tidak termasuk dua kelompok itu. Terjemahan memakai "mendapati" untuk keadaan atau sifat, seperti di 7:44 dan 72:8, tetapi memakai "temukan" di 12:79, yaitu (مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ, man wajadnaa mataa'anaa 'indahu) yang berarti "orang yang kami temukan harta kami padanya", sebab yang didapati berupa harta.
Kata (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya" terdiri atas (فِي, fii) yang berarti "di dalam" dan akhiran (هَا, haa) yang berarti "-nya", akhiran untuk satu perempuan atau satu benda yang dalam bahasa Arab berjenis perempuan. Akhiran itu dapat dibaca merujuk pada tempat yang sama dengan 51:35 dan 51:37, dan tempat itu tidak diberi nama di ketiga ayat. Rangkaian (وَجَدْنَا فِيهَا, wajadnaa fiihaa) yang berarti "kami mendapati di dalamnya" muncul satu kali, yaitu di 51:36. Penafian di depannya mencakup seluruh isi tempat itu, sehingga bagian sesudahnya menjadi pengecualian yang tersisa.
Kata (غَيْرَ, ghayra) yang berarti "selain" berakar غ-ي-ر. Terjemahan memakai "kecuali" karena kata ini mengikuti kata kerja yang dinafikan, dan kalimat "tidak mendapati ... kecuali ..." menyatakan pengecualian dengan jelas. Kata pengecualian lain, (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dipakai pada kisah Lut di ayat lain, misalnya (إِلَّا آلَ لُوطٍ, illaa aala luuthin) yang berarti "kecuali keluarga Lut" di 15:59 dan 54:34, serta (إِلَّا امْرَأَتَهُ, illaa imra'atahu) yang berarti "kecuali istrinya" di 7:83, 15:60, 27:57, dan 29:32. Kata pengecualian itu tidak ada di 51:36. Rangkaian (غَيْرَ بَيْتٍ, ghayra baytin) yang berarti "selain sebuah rumah" muncul satu kali, yaitu di 51:36, dan nama Lut tidak muncul di ayat ini.
Kata (بَيْتٍ, baytin) yang berarti "sebuah rumah" berakar ب-ي-ت. Bunyi akhir -in pada kata itu menandai bentuk tak tentu, sehingga terjemahan memakai "sebuah". Bentuk tersebut muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 3:96, 28:12, dan 51:36. Di 3:96 bunyinya (أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ, awwala baytin wudhi'a) yang berarti "rumah pertama yang dibangun", dan rumah itu berupa bangunan. Di 28:12 bunyinya (أَهْلِ بَيْتٍ, ahli baytin) yang berarti "penghuni sebuah rumah", dan yang dimaksud orang-orangnya, yang digambarkan memelihara seorang anak. Ayat 51:36 tidak memutuskan di antara dua pemakaian itu, dan terjemahan memakai "rumah" yang mempertahankan kedua kemungkinan.
Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" menghubungkan (بَيْتٍ, baytin) yang berarti "sebuah rumah" dengan (الْمُسْلِمِينَ, l-muslimiina) yang berarti "orang-orang yang berserah diri", berakar س-ل-م dan berbentuk jamak untuk pelaku, yaitu lebih dari dua orang yang berserah diri. Kata kerja asalnya terlihat di 3:20, (أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ, aslamtu wajhiya li-llaahi) yang berarti "aku menyerahkan wajahku kepada Allah". Rangkaian (مِنَ الْمُسْلِمِينَ, mina l-muslimiina) yang berarti "dari orang-orang yang berserah diri" muncul enam kali di lima surah, yaitu 10:72, 10:90, 27:91, 41:33, 46:15, dan 51:36, dengan surah 10 memuatnya dua kali. Pada lima ayat yang lain rangkaian itu mengikuti ucapan orang pertama: (أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ, umirtu an akuuna mina l-muslimiina) yang berarti "aku diperintah agar termasuk orang-orang yang berserah diri" di 10:72 dan 27:91, (وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ, wa-ana mina l-muslimiina) yang berarti "dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri" di 10:90, (إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ, innanii mina l-muslimiina) yang berarti "sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" di 41:33, dan (وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ, wa-innii mina l-muslimiina) yang berarti "dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" di 46:15. Di 51:36 kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" mengikuti kata benda, bukan "aku", sehingga terjemahan memakai "dari" dan bukan "termasuk". Sebutan (الْمُؤْمِنِينَ, al-mu'miniina) yang berarti "orang-orang beriman" di 51:35 dan sebutan di ayat ini berbeda, dan terjemahan mempertahankan dua kata Indonesia yang berbeda, "beriman" dan "berserah diri".
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rangkaian yang dibuka pertanyaan Ibrahim di 51:31 dan jawaban para utusan di 51:32 sampai 51:34. Sesudah tujuan batu disebut di 51:33 dan 51:34, ayat 51:35 mencatat orang beriman dikeluarkan dari tempat itu, dan 51:36 dapat dibaca sebagai laporan tentang isi tempat yang sama: dari seluruh isinya, yang didapati tinggal sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Pembicaranya dapat dibaca berpindah dari para utusan, yang berbicara di 51:32 sampai 51:34, kepada Kami yang menjadi pelaku di 51:35, 51:36, dan 51:37.
Dari 51:35 ke 51:36 jangkauan yang disebut menyempit, dari orang-orang beriman sebagai kelompok ke satu rumah. Kalimatnya tersusun dari satu penafian dan satu pengecualian, sehingga hasil laporan terletak pada bagian sesudah pengecualian. Tiga sebutan berlainan muncul dalam rangkaian ini: kaum yang berdosa dalam (قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, qawmin mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa" di 51:32, orang yang melampaui batas dalam (لِلْمُسْرِفِينَ, lil-musrifiina) yang berarti "untuk orang-orang yang melampaui batas" di 51:34, dan orang yang berserah diri di ayat ini. Dua sebutan pertama dapat dibaca menunjuk sasaran batu yang sama, dan sebutan ketiga menunjuk rumah yang dikecualikan dari sasaran itu.
Kisah Lut di surah lain memperlihatkan perbedaan susunan. Di 15:59 dan 15:60 para utusan sendiri yang menyampaikan penyelamatan keluarga Lut beserta pengecualian istrinya, sebagai rencana yang diucapkan sebelum peristiwa. Di 51:35 dan 51:36 bahan itu tampil sebagai tindakan dan hasil, dengan Kami sebagai pelaku. Nama Lut, kata keluarga, dan istri tidak muncul di dua ayat ini, sehingga siapa saja yang berada di dalam rumah itu dibiarkan tanpa rincian. Dua surah menaruh bahan yang bersinggungan dengan cara berbeda: surah 15 mengumumkan lebih dulu, surah 51 melaporkan sesudahnya.
Ayat 51:37 menyusul dengan tindakan ketiga, yaitu meninggalkan tanda di tempat yang sama, lalu 51:38 berpindah ke Musa. Dengan demikian 51:36 berada di tengah tiga ayat yang berurutan: mengeluarkan, mendapati, meninggalkan. Ayat ini berada di posisi tengah itu, sesudah orang-orang beriman di 51:35 dan sebelum tanda di 51:37 yang ditujukan kepada orang-orang yang takut pada azab yang pedih.
Renungan dan Hikmah
- Di 41:33 seseorang berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri", dalam ayat yang juga menyebut orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan. Di 10:72 dan 27:91 kalimat yang sejajar muncul sebagai sesuatu yang diperintahkan kepada pembicaranya. Di 51:36 tidak ada ucapan penghuni rumah, dan sebutan itu keluar dari Kami yang mendapati rumahnya. Dengan demikian sebutan itu dapat diucapkan sendiri dan dapat pula didapati dari luar, dan ayat-ayat tadi memuat dua arah itu berdampingan. Seseorang yang cepat menyebut dirinya dengan nama yang baik dapat menimbang apa yang akan didapati bila rumahnya diperiksa, dan seseorang yang belum pernah menyebutnya dapat menimbang apakah belum mengucapkan sama dengan belum memiliki. Apakah ucapan seseorang tentang dirinya dan temuan tentang dirinya sudah saling bertemu?
- Kalimat di 51:36 dapat dibaca sebagai laporan yang menyebut jumlah kecil, yaitu satu rumah, sebagaimana didapati, tanpa dibesarkan dan tanpa dikecilkan. Di 5:8 orang-orang beriman diingatkan bahwa kebencian terhadap suatu kaum dapat mendorong sikap tidak adil, lalu ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah waskita terhadap apa yang dikerjakan. Di 6:152 keadilan dalam berbicara disebut berlaku sekalipun terhadap kerabat. Dua ayat itu menaruh ukuran pada ucapan tentang orang yang dibenci dan tentang orang yang dekat. Seseorang yang menyusun laporan tentang rekan kerja, tetangga, atau saudara dapat menimbang bahwa angka dan sifat yang ditulisnya bisa condong ke salah satu dari dua arah itu. Bila orang yang dilaporkan membaca laporan tersebut, apakah angkanya akan terasa tepat baginya?
- Di 38:41 Ayyub menyeru Tuhannya bahwa setan telah menyentuhnya dengan penderitaan dan siksaan, dan di 38:44 Allah berfirman bahwa Kami mendapatinya seorang yang sabar. Kata kerja mendapati yang sama dipakai di 51:36 untuk sebuah rumah di tempat yang akan ditimpa batu. Pada kedua ayat itu temuan tidak diumumkan oleh orang yang bersangkutan, tetapi dicatat oleh Kami. Seruan tentang penderitaan dan sifat sabar tercatat berdampingan pada satu orang yang sama dalam ayat-ayat itu. Seseorang yang sedang menjalani masa berat dapat menimbang, sebagai penalaran dari kedua ayat itu, bahwa menyampaikan penderitaan kepada Tuhan belum tentu membatalkan sifat sabar. Seruan apa yang selama ini ditahan karena dikira akan membatalkan sifat sabar?
- Di 66:6 orang-orang beriman disapa dengan diri dan keluarga disebut berdampingan sebagai yang dijaga dari api. Di 19:55 tentang Ismail tertulis bahwa dia menyuruh keluarganya salat dan zakat, dan dia di sisi Tuhannya orang yang diridai. Di 51:36 sebutan berserah diri dilekatkan oleh Kami, yang dapat dibaca sebagai Allah, pada sebuah rumah, dan kata rumah dapat dibaca sebagai bangunan maupun penghuninya. Ayat 66:6 menaruh keluarga di samping diri dalam satu ukuran, 19:55 menyebut keluarga sebagai sasaran perintah Ismail, dan 51:36 menaruh sebutan berserah diri pada sebuah rumah. Seseorang yang mengukur kesungguhannya lewat hal-hal di luar rumah dapat menimbang bahwa ruang yang paling dekat ikut berada dalam pandangan ayat-ayat itu. Bila rumahnya diperiksa hari ini, apa yang pertama didapati oleh orang yang melihatnya?
- Di 22:78 tertulis bahwa Dia telah menamakan orang-orang yang diajak bicara orang-orang yang berserah diri sejak dahulu, dalam ayat yang juga menyebut jalan hidup bapak mereka, Ibrahim. Rujukan Dia di ayat itu tidak dinyatakan, tetapi dapat dibaca sebagai Allah yang disebut di bagian awal ayat yang sama. Dengan pembacaan itu, sebutan di 51:36 untuk penghuni sebuah rumah dapat dibaca sebagai nama yang sudah dikenal sebelum peristiwa tersebut. Pembacaan ini bergantung pada 22:78, sedangkan 51:36 sendiri tidak menyebut asal nama itu. Seseorang yang merasa sendirian dalam pilihan hidupnya dapat menimbang bahwa nama yang dipakainya tidak bermula darinya. Apakah rasa sendiri itu berubah bila daftar orang yang pernah memakai nama yang sama dihitung mundur sampai ke belakang?
- Di 4:40 Allah dinyatakan tidak menzalimi walaupun sebesar zarah, dan kebaikan yang ada digandakan serta diberi pahala yang agung dari sisi-Nya. Di 99:7 orang yang mengerjakan kebaikan seberat zarah akan melihatnya. Ayat 51:36 berjenis lain dari dua ayat tentang amal tadi, karena isinya laporan penyelamatan. Laporan itu menyebut sebuah rumah, yaitu sesuatu yang kecil, beserta keterangan pemiliknya. Ukuran dari 4:40 dan 99:7 dapat dibawa ke sini sebagai penalaran pembaca. Seseorang yang menahan diri berbuat baik karena merasa dampaknya terlalu kecil dapat menimbang bahwa ukuran kecil dalam ayat-ayat tentang amal tidak mengeluarkan sesuatu dari perhitungan. Kebaikan apa yang selama ini dianggap terlalu kecil untuk dihitung?