وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
Kami meninggalkan suatu tanda di dalamnya bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الْأَلِيمَwa-taraknaa fiihaa aayatan li-lladziina yakhaafuuna l-'adzaaba l-aliimaKami meninggalkan suatu tanda di dalamnya bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَتَرَكْنَاwa-taraknaadan Kami meninggalkan
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- آيَةًaayatantanda
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- يَخَافُونَyakhaafuunamereka takut
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- الْأَلِيمَl-aliimayang pedih
Inti bacaan
Susunan (فِيهَا آيَةً, fiihaa aayatan) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:37.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami meninggalkan", dari akar ت-ر-ك. Huruf wa yang berarti "dan" di awalnya menyambung ayat ini dengan 51:36, dan "Kami" ditulis berhuruf besar karena pembicaranya Allah. Pembicara sudah berganti sejak 51:35, ketika kutipan para utusan ditutup di 51:34 dan (فَأَخْرَجْنَا, fa-akhrajnaa) yang berarti "maka Kami keluarkan" membuka penuturan baru. Bentuk (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami meninggalkan" muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 12:17, 18:99, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, dan 51:37. Dengan awalan dan akhiran apa pun, bentuk (تَرَكْنَا, taraknaa) yang berarti "Kami meninggalkan" muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 12:17, 18:99, 29:35, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, 51:37, dan 54:15.
Objek kata kerja itu berbeda di tiap ayat. Di 12:17 penuturnya berkata (وَتَرَكْنَا يُوسُفَ, wa-taraknaa yuusufa) yang berarti "dan kami tinggalkan Yusuf", dengan "kami" berhuruf kecil karena penuturnya manusia. Di 18:99 bunyinya (وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ, wa-taraknaa ba'dhahum) yang berarti "dan Kami biarkan sebagian mereka", dan terjemahan memakai "biarkan" karena yang ditinggalkan orang-orang yang pada hari itu berbaur satu sama lain. Di surah 37, kata kerja itu disusul (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "atasnya" di 37:78, 37:108, dan 37:129, serta (عَلَيْهِمَا, 'alayhimaa) yang berarti "atas keduanya" di 37:119, lalu (فِي الْآخِرِينَ, fii l-aakhiriina) yang berarti "di kalangan orang-orang yang datang kemudian". Terjemahan memakai "untuknya" dan "untuk keduanya" di sana, dan benda yang ditinggalkan tidak disebut.
Tiga dari sembilan kemunculan itu memakai (آيَةً, aayatan) yang berarti "suatu tanda" sebagai objek: (تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً, taraknaa minhaa aayatan) yang berarti "Kami tinggalkan darinya suatu tanda" di 29:35, (تَرَكْنَاهَا آيَةً, taraknaahaa aayatan) yang berarti "Kami meninggalkannya sebagai tanda" di 54:15, dan (وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً, wa-taraknaa fiihaa aayatan) yang berarti "dan Kami meninggalkan di dalamnya suatu tanda" di 51:37. Ketiganya berbeda pada kata sesudah kata kerja. Kata (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "darinya" menandai bagian dari sesuatu, akhiran -haa yang berarti "-nya" di 54:15 membuat benda itu sendiri menjadi tanda, dan (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya" menunjuk letak tanda. Rangkaian (وَتَرَكْنَا فِيهَا, wa-taraknaa fiihaa) yang berarti "dan Kami meninggalkan di dalamnya" hanya muncul di 51:37.
Kata (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya" tersusun dari fii yang berarti "di dalam" dan akhiran -haa yang berarti "-nya" untuk satu pihak perempuan tunggal. Kata itu muncul juga di 51:35 dan 51:36, dan terjemahan memakai "di dalamnya" di ketiga ayat. Di 29:34 tempatnya disebut jelas dengan (هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ, haadzihi l-qaryati) yang berarti "negeri ini", sedangkan di antara 51:32 dan 51:37 tidak ada kata yang menamai tempat itu.
Kata (آيَةً, aayatan) yang berarti "suatu tanda" berakar أ-ي-ي dan ditulis dengan tanwin fathah, tanpa kata sandang. Tanwin menandai bentuk tak tentu, sehingga terjemahan memakai "suatu", dan fathah menandai kata itu sebagai objek kata kerja di depannya. Bentuk jamaknya, (آيَاتٌ, aayaatun) yang berarti "tanda-tanda", dipakai di 51:20 pada (وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ, wa-fii l-ardhi aayaatun li-l-muuqiniina) yang berarti "Di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin". Susunan itu muncul sekali, yaitu di 51:20. Di 51:20 tandanya jamak dan berada di bumi, dan sebaliknya di 51:37 tandanya tunggal dan ditinggalkan. Terjemahan memakai "tanda" tanpa tambahan dalam kurung karena Arabnya tidak memuat tambahan itu.
Penerima tanda disebut dengan (لِلَّذِينَ, li-lladziina) yang berarti "bagi orang-orang yang", tersusun dari lam yang berarti "bagi" dan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang". Rangkaian (لِلَّذِينَ يَخَافُونَ, li-lladziina yakhaafuuna) yang berarti "bagi orang-orang yang takut" muncul sekali, yaitu di 51:37, sedangkan (الَّذِينَ يَخَافُونَ, alladziina yakhaafuuna) yang berarti "orang-orang yang takut" muncul dua kali di dua surah, yaitu 5:23 dan 6:51. Kata kerja (يَخَافُونَ, yakhaafuuna) yang berarti "mereka takut" berakar خ-و-ف dan muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 5:23, 5:54, 6:51, 13:21, 16:50, 17:57, 24:37, 24:50, 51:37, 74:53, dan 76:7. Objeknya berbeda-beda: (وَيَخَافُونَ يَوْمًا, wa-yakhaafuuna yawman) yang berarti "dan takut akan suatu hari" di 76:7, (لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ, laa yakhaafuuna l-aakhirata) yang berarti "tidak takut kepada akhirat" di 74:53, dan (يَخَافُونَ عَذَابَهُ, yakhaafuuna 'adzaabahu) yang berarti "takut akan azab-Nya" di 17:57. Di 17:57 dan 51:37 objek azab langsung mengikuti kata kerja tanpa kata depan, dan terjemahan di 51:37 memakai "takut pada".
Pasangan (الْعَذَابَ الْأَلِيمَ, l-'adzaaba l-aliima) yang berarti "azab yang pedih" memakai kata sandang al- pada kedua kata dan muncul empat kali di tiga surah, yaitu 10:88, 10:97, 26:201, dan 51:37. Kata (الْأَلِيمَ, l-aliima) yang berarti "yang pedih" berakar أ-ل-م, dan kata (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) yang berarti "azab" berakar ع-ذ-ب. Di tiga ayat yang lain pasangan itu didahului (حَتَّىٰ يَرَوُا, hattaa yarawu) yang berarti "hingga mereka melihat". Susunan (حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ, hattaa yarawu l-'adzaaba l-aliima) yang berarti "hingga mereka melihat azab yang pedih" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 10:88, 10:97, dan 26:201. Di sana azab yang pedih menjadi sesuatu yang dilihat, sedangkan di 51:37 menjadi sesuatu yang ditakuti. Di 11:103 ada susunan yang dekat, (لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ, la-aayatan liman khaafa 'adzaaba l-aakhirati) yang berarti "benar-benar terdapat tanda bagi orang yang takut pada azab akhirat". Rangkaian (خَافَ عَذَابَ, khaafa 'adzaaba) yang berarti "takut pada azab" muncul sekali, yaitu di 11:103.
Tafsiran
Ayat ini menyambung 51:32 sampai 51:36. Ayat 51:32 sampai 51:34 memuat ucapan para utusan tentang kaum yang berdosa, dan 51:35 sampai 51:36 menuturkan orang-orang beriman yang dikeluarkan serta sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Ayat 51:37 menyambung penuturan itu dengan apa yang tertinggal, yaitu suatu tanda. Penerimanya diberi sebutan baru, yaitu orang-orang yang takut pada azab yang pedih, setelah sebutan kaum yang berdosa di 51:32 dan orang-orang beriman di 51:35. Ayat ini tidak menyatakan apakah ketiga sebutan itu saling beririsan.
Wujud tandanya tidak diterangkan. Ayat ini menyebut letaknya, yaitu di dalamnya, dan penerimanya. Dua ayat lain yang memakai kata kerja meninggalkan dengan tanda sebagai objek memberi keterangan tambahan. Ayat 29:35 menambahkan (بَيِّنَةً, bayyinatan) yang berarti "yang nyata" dan menyebut penerimanya (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "bagi kaum yang mengerti". Ayat 54:15 menutup dengan pertanyaan (فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ, fa-hal min muddakirin) yang berarti "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran", dan susunan itu muncul enam kali di satu surah, yaitu 54:15, 54:17, 54:22, 54:32, 54:40, dan 54:51. Tiga ayat itu menaruh tanda yang ditinggalkan di hadapan tiga sikap, yaitu mengerti, mengambil pelajaran, dan takut. Di antara ketiganya, rasa takut sebagai sikap penerima disebut di 51:37.
Di 10:88, 10:97, dan 26:201 azab yang pedih dihubungkan dengan penglihatan, dalam susunan (حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ, hattaa yarawu l-'adzaaba l-aliima) yang berarti "hingga mereka melihat azab yang pedih". Kalimat di 10:88 dan 26:201 berkaitan dengan tidak beriman sampai saat itu, dan 10:97 menyebut semua tanda yang datang kepada mereka sampai saat itu. Ayat 51:37 menaruh azab yang sama pada tempat lain, yaitu pada rasa takut, dan tanda yang ditinggalkan dapat dibaca sebagai bekal bagi mereka yang takut sebelum azab itu terlihat. Ayat 11:103 memberi arah yang dekat, sebab tanda di sana diperuntukkan bagi orang yang takut pada azab akhirat.
Surah ini menyebut tanda dengan dua penerima. Di 51:20 tanda-tanda berada di bumi dan penerimanya orang-orang yang yakin, lalu 51:21 bertanya (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna) yang berarti "maka apakah kalian tidak memperhatikan". Di 51:37 tanda ditinggalkan dan penerimanya orang-orang yang takut. Ayat 51:38 dibuka dengan (وَفِي مُوسَىٰ, wa-fii muusaa) yang berarti "dan pada Musa", tanpa kata kerja di depannya, dan pembuka yang sama dipakai di 51:20 pada (وَفِي الْأَرْضِ, wa-fii l-ardhi) yang berarti "dan di bumi". Karena itu 51:38 dapat dibaca menumpang pada kata tanda di 51:37, sehingga Musa menjadi tanda berikutnya, dan 51:41 mengulang pembuka itu pada (وَفِي عَادٍ, wa-fii 'aadin) yang berarti "dan pada Ad".
Sesudah 15:74 yang menyebut batu dihujankan, 15:75 menyebut (لِلْمُتَوَسِّمِينَ, li-l-mutawassimiina) yang berarti "bagi orang-orang yang cermat memperhatikan" dan 15:77 menyebut (لِلْمُؤْمِنِينَ, li-l-mu'miniina) yang berarti "bagi orang-orang mukmin" sebagai penerima tanda. Penerima tanda dengan demikian disebut dengan sebutan yang berbeda di tiap ayat, dan 51:37 menyebutnya lewat rasa takut.
Renungan dan Hikmah
- Di 5:23 dua laki-laki disebut berasal dari (الَّذِينَ يَخَافُونَ, alladziina yakhaafuuna) yang berarti "orang-orang yang takut", dan ayat yang sama menyebut bahwa Allah memberi nikmat kepada keduanya. Keduanya berkata, "Masukilah pintu gerbang itu terhadap mereka", lalu menutup dengan "hanya kepada Allah bertawakallah". Rasa takut di ayat itu berjalan bersama ucapan yang tegas. Ayat 51:37 memakai kata kerja takut yang sama bagi penerima tanda. Orang yang menyebut dirinya penakut dapat memperhatikan bahwa 5:23 menaruh rasa takut dan tindakan yang tegas pada orang-orang yang sama, di bawah nikmat Allah. Apakah rasa takut yang dikenali dalam diri sendiri pernah ditimbang bersama apa yang masih mampu dilakukan?
- Di 12:17 penuturnya berkata (وَتَرَكْنَا يُوسُفَ, wa-taraknaa yuusufa) yang berarti "dan kami tinggalkan Yusuf", lalu kalimat itu berlanjut ke serigala yang memangsanya. Di 51:37 kata kerja meninggalkan diucapkan oleh Kami, sebutan Allah bagi diri-Nya di ayat ini, dan yang ditinggalkan berupa tanda bagi orang yang takut. Meninggalkan dengan demikian dapat berarti sesuatu terlepas dari tangan, dan dapat berarti sesuatu disisakan agar dibaca. Orang yang pernah meninggalkan sebuah tempat, pekerjaan, atau seseorang dapat bertanya apa yang tertinggal di belakangnya. Apakah yang tertinggal itu bisa dibaca orang lain sebagai tanda, dan tanda tentang apa?
- Susunan (حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ, hattaa yarawu l-'adzaaba l-aliima) yang berarti "hingga mereka melihat azab yang pedih" muncul di 10:88, 10:97, dan 26:201. Di tiga ayat itu azab yang pedih disebut sebagai sesuatu yang kelak dilihat, dan di 10:88 serta 26:201 kalimatnya berkaitan dengan tidak beriman sampai saat itu. Di 51:37 azab yang sama menjadi sesuatu yang ditakuti, dan tanda ditinggalkan bagi orang-orang yang takut. Seseorang yang menunda perubahan sikap sampai akibatnya tampak jelas dapat membandingkan dua urutan itu, yaitu menanggapi sesudah melihat dan menanggapi sebelum melihat. Apakah tanda yang sudah tersedia lebih mudah dibaca sebelum akibatnya datang?
- Surah ini menyebut dua penerima tanda, yaitu orang-orang yang yakin di 51:20 dan orang-orang yang takut di 51:37. Tanda untuk yang pertama berada di bumi, dan 51:21 bertanya (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna) yang berarti "maka apakah kalian tidak memperhatikan". Tanda untuk yang kedua ditinggalkan di dalam tempat yang ayat-ayatnya tidak menamai. Pembaca yang mengenali dirinya condong ke yakin atau condong ke takut dapat memperhatikan bahwa kedua sikap itu masing-masing disebut sebagai penerima tanda dalam satu surah yang sama. Apakah salah satu dari kedua sikap itu lebih dulu hadir pada diri sendiri ketika sebuah tanda dibaca?
- Di 24:50 disebut tiga kemungkinan tentang sekelompok orang: hati mereka sakit, mereka ragu, atau (يَخَافُونَ, yakhaafuuna) yang berarti "mereka takut" kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim kepada mereka. Ayat itu menutup dengan pernyataan bahwa merekalah orang-orang yang zalim. Rasa takut di sana mengarah kepada sangkaan bahwa Allah berbuat zalim, sedangkan di 51:37 rasa takut mengarah kepada azab yang pedih dan penerimanya diberi tanda. Seseorang yang merasa takut dapat memeriksa arahnya: kepada akibat perbuatan, atau kepada sangkaan buruk tentang Allah. Apakah dua rasa takut itu dapat disebut sama hanya karena memakai satu kata kerja?
- Di 54:15 kalimat tentang tanda yang ditinggalkan disusul pertanyaan (فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ, fa-hal min muddakirin) yang berarti "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran", dan di 29:35 tanda yang ditinggalkan disebut (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "bagi kaum yang mengerti". Ayat 51:37 tidak memuat pertanyaan semacam itu dan menyebut penerimanya lewat rasa takut. Seseorang yang membaca kisah lama sebagai catatan sejarah dapat memperhatikan bahwa tiga ayat ini meletakkan tanda itu di hadapan pembaca yang mengerti, yang mengambil pelajaran, dan yang takut. Pada sikap yang mana bacaan seseorang atas kisah itu berhenti?