وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Dan pada Musa, ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan keterangan yang nyata,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍwa-fii muusaa idz arsalnaahu ilaa fir'awna bi-sulthaanin mubiinindan pada Musa, ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan keterangan yang nyata

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَفِيwa-fiidan pada
  2. مُوسَىٰmuusaaMusa
  3. إِذْidzketika
  4. أَرْسَلْنَاهُarsalnaahuKami mengutusnya
  5. إِلَىٰilaakepada
  6. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  7. بِسُلْطَانٍbi-sulthaanindengan keterangan
  8. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Frasa (وَفِي مُوسَىٰ, wa-fii muusaa) hanya ada di 51:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَفِي, wa-fii) yang berarti "dan pada". Di surah ini rangkaian itu muncul tujuh kali, semuanya di awal ayat, yaitu 51:19, 51:20, 51:21, 51:22, 51:38, 51:41, dan 51:43. Terjemahan menulis "pada" bila yang disebut sesudahnya milik atau orang, misalnya (وَفِي أَمْوَالِهِمْ, wa-fii amwaalihim) yang berarti "dan pada harta mereka" di 51:19 dan (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum) yang berarti "dan pada diri kalian" di 51:21. Terjemahan menulis "di" bila yang disebut tempat, yaitu (وَفِي الْأَرْضِ, wa-fii l-ardhi) yang berarti "dan di bumi" di 51:20 dan (وَفِي السَّمَاءِ, wa-fii s-samaa'i) yang berarti "dan di langit" di 51:22. Musa, Ad, dan Tsamud di 51:38, 51:41, dan 51:43 ditulis dengan "pada" seperti harta dan diri. Rangkaian (وَفِي مُوسَىٰ, wa-fii muusaa) yang berarti "dan pada Musa" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:38.

Kata sesudah nama Musa, (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", membuka keterangan waktu yang mengikat Musa pada saat pengutusan. Pola nama lalu idz terulang di 51:41 pada (وَفِي عَادٍ إِذْ, wa-fii 'aadin idz) yang berarti "dan pada Ad, ketika" dan di 51:43 pada (وَفِي ثَمُودَ إِذْ, wa-fii tsamuuda idz) yang berarti "dan pada Tsamud, ketika". Susunan (وَفِي, wa-fii), satu nama, lalu (إِذْ, idz) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu 51:38, 51:41, dan 51:43. Isi sesudah idz berbeda di tiap ayat: (أَرْسَلْنَاهُ, arsalnaahu) yang berarti "Kami mengutusnya" di 51:38, (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengirim" di 51:41, dan (قِيلَ, qiila) yang berarti "dikatakan" di 51:43.

Kata (أَرْسَلْنَاهُ, arsalnaahu) berakar ر-س-ل dan memuat pelaku Kami serta sasaran -nya yang menunjuk Musa. Bentuk persis ini muncul dua kali di dua surah, yaitu 37:147 dan 51:38. Di 37:147 bunyinya (وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ, wa-arsalnaahu ilaa mi'ati alfin) yang berarti "dan Kami mengutusnya kepada seratus ribu", sedangkan di 51:38 sasarannya satu orang, yaitu Firaun. Di 51:32 bunyinya (أُرْسِلْنَا, ursilnaa) yang berarti "kami diutus", dan pengutusnya tidak disebut. Di 51:38 pengutus disebut dengan Kami, sehingga terjemahan menulis Kami berhuruf besar, seperti pada (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) di 51:41. Rangkaian (أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ, arsalnaa muusaa) yang berarti "Kami mengutus Musa" muncul lima kali di lima surah, yaitu 11:96, 14:5, 23:45, 40:23, dan 43:46. Di kelimanya nama Musa langsung mengikuti kata kerja, sedangkan di 51:38 nama Musa lebih dulu dan kata kerjanya menyusul.

Frasa (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, ilaa fir'awna) yang berarti "kepada Firaun" muncul tiga belas kali di dua belas surah, yaitu 7:103, 10:75, 11:97, 20:24, 20:43, 23:46, 27:12, 28:32, 40:24, 43:46, 51:38, 73:15, dan 79:17, dengan surah 20 memuatnya dua kali. Enam di antaranya diperpanjang menjadi (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ, ilaa fir'awna wa-mala'ihi) yang berarti "kepada Firaun dan para pemukanya", yaitu 7:103, 10:75, 11:97, 23:46, 28:32, dan 43:46. Di 51:38 nama Firaun berdiri sendiri tanpa para pemuka, dan kalimat langsung beralih ke bekal yang dibawa.

Rangkaian (بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan keterangan yang nyata" muncul lima kali di lima surah, yaitu 14:10, 27:21, 44:19, 51:38, dan 52:38. Di empat ayat selain 51:38 rangkaian itu dihubungkan dengan kata kerja berakar أ-ت-ي, yaitu (فَأْتُونَا, fa-tuunaa) yang berarti "maka datangkanlah kepada kami" di 14:10, (لَيَأْتِيَنِّي, la-yatiyannii) yang berarti "sungguh akan datang kepadaku" di 27:21, (آتِيكُمْ, aatiikum) yang berarti "aku datang kepada kalian" di 44:19, dan (فَلْيَأْتِ, fa-l-yati) yang berarti "maka hendaklah datang" di 52:38. Di 14:10 dan 52:38 keterangan itu dituntut dari orang lain, di 27:21 disyaratkan, dan di 44:19 dibawa oleh pembicara sendiri. Di 51:38 kata kerjanya berakar ر-س-ل, sehingga keterangan itu menyertai pengutusan.

Tiga ayat lain memasangkan keterangan itu dengan tanda-tanda: (بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ, bi-aayaatinaa wa-sulthaanin mubiinin) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami dan keterangan yang nyata" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:96, 23:45, dan 40:23, dan di ketiganya yang diutus Musa, di 23:45 bersama Harun. Ayat 51:38 menyebut keterangan yang nyata tanpa kata tanda-tanda, sehingga hubungan keduanya tidak diputuskan di ayat ini. Kata (سُلْطَانٍ, sulthaanin) berakar س-ل-ط. Terjemahan menulis "keterangan" di 11:96, 14:10, 23:45, 40:23, 44:19, 51:38, dan 52:38, menulis "alasan" di 27:21, dan menulis "kekuasaan" di 37:156 pada (أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ, am lakum sulthaanun mubiinun) yang berarti "ataukah kalian mempunyai kekuasaan yang jelas". Di 37:156 sesuatu itu dimiliki, sedangkan di 51:38 sesuatu itu dibawa dengan kata depan "dengan" pada kalimat pengutusan, dan pilihan "keterangan" mengikuti pembawaan itu.

Terjemahan menutup ayat dengan koma karena kalimatnya berlanjut dengan (فَتَوَلَّىٰ, fa-tawallaa) yang berarti "maka berpaling" di 51:39, yang pelakunya tidak disebut dengan nama.

Tafsiran

Ayat 51:37 menutup kisah kaum Lut dengan tanda yang ditinggalkan bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih, dan 51:38 membuka kisah Musa dengan pembuka (وَفِي, wa-fii) yang juga memulai deret di 51:19 sampai 51:22. Pembuka itu dapat dibaca menyambung (فِيهَا آيَةً, fiihaa aayatan) yang berarti "di dalamnya suatu tanda" di 51:37, sehingga Musa menjadi tempat berikutnya tempat tanda ditemukan. Dapat pula dibaca menyambung (وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ, wa-fii l-ardhi aayaatun) yang berarti "dan di bumi terdapat tanda-tanda" di 51:20. Pada kedua bacaan ayat 51:38 sendiri tidak memakai kata tanda.

Dalam satu kalimat ayat ini memuat pengutus, yang diutus, sasaran, dan bekal pengutusan, yaitu Kami, Musa, Firaun, dan keterangan yang nyata. Ayat tidak merinci keterangan itu dan tidak menyebut sambutan Firaun, sebab terjemahan menutupnya dengan koma dan kalimatnya berlanjut ke ayat berikutnya.

Sambutan itu muncul di 51:39: (فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ, fa-tawallaa bi-ruknihi) yang berarti "maka berpaling bersama pendukungnya", disusul (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila". Pelakunya tidak disebut dengan nama di 51:39, dan dapat dibaca Firaun karena Firaun nama terakhir yang disebut di 51:38. Ucapan penyihir atau orang gila muncul dua kali di surah ini, yaitu di 51:39 dan 51:52. Ayat 51:52 menyatakan bahwa tidak ada seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang sebelum mereka kecuali dijawab dengan ucapan itu, sehingga 51:39 dapat dibaca sebagai satu contoh dari rumusan umum tersebut.

Ayat 51:40 menyebut akibatnya: (فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ, fa-akhadznaahu wa-junuudahu) yang berarti "maka Kami ambil dia dan bala tentaranya", yang oleh terjemahan ayat itu ditulis "Kami hukum" karena disusul dilemparkannya mereka ke laut. Urutan pengutusan lalu tuduhan juga terbaca di 40:23 sampai 40:24, tempat Musa diutus dengan tanda-tanda dan keterangan yang nyata kepada Firaun, Haman, dan Qarun, lalu mereka berkata, "Seorang penyihir yang banyak berdusta."

Dalam surah ini kisah Musa mendahului dua kisah lain dengan pembuka yang sama, karena 51:41 membuka kisah Ad dan 51:43 membuka kisah Tsamud dengan (وَفِي, wa-fii). Pembuka itu berganti di 51:46 menjadi (وَقَوْمَ نُوحٍ, wa-qawma nuuhin) yang berarti "dan kaum Nuh".

Renungan dan Hikmah

  • Kata pada yang menempatkan harta di 51:19 dan diri di 51:21 dipakai lagi di 51:38 untuk Musa, sedangkan deret di 51:19 sampai 51:22 itu berisi pertanyaan di 51:21, "Maka, apakah kalian tidak memperhatikan?" Pengutus di 51:38 disebut Kami, sebutan Allah bagi diri-Nya, sehingga kehidupan Musa dapat terbaca sebagai sesuatu yang diletakkan untuk diperhatikan, berdampingan dengan bumi dan diri sendiri. Seseorang yang mendengar kisah orang lain sebagai kabar dari masa silam dapat menimbang bahwa ayat ini menaruh kisah itu di deret yang sama dengan hal-hal yang ditanyakan apakah diperhatikan. Apa yang berubah pada cara seseorang menyimak sebuah kisah bila kisah itu diperlakukan seperti bumi dan dirinya sendiri?
  • Di 14:10 kaum yang didatangi para rasul menjawab, "maka datangkanlah kepada kami keterangan yang nyata", sesudah para rasul bertanya apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi. Di 52:38 tuntutan serupa ditujukan kepada orang yang disebut mempunyai tangga untuk mendengarkan. Di 51:38 keterangan yang nyata ada pada utusan sejak pengutusan, sebab kata kerjanya menyatakan bahwa Musa diutus dengan keterangan itu. Seseorang yang menuntut bukti dari orang lain dapat memperhatikan bahwa dari lima ayat dengan rangkaian itu, dua memuat tuntutan dan satu menyebut keterangan yang sudah dibawa. Bila sebuah keterangan sudah dibawa, bukti macam apa yang sebenarnya masih ditunggu?
  • Bentuk Kami mengutusnya muncul dua kali: di 37:147 sasarannya seratus ribu orang atau lebih, dan di 51:38 sasarannya satu orang, Firaun. Pengutusnya sama, yaitu Kami sebagai sebutan Allah bagi diri-Nya, dan kata kerjanya sama untuk dua ukuran sasaran yang berjauhan. Seseorang yang menimbang apakah ucapannya cukup berarti bila didengar satu orang saja, atau baru berarti bila didengar ramai, dapat membaca dua ayat itu berdampingan. Ukuran apa yang dipakai seseorang untuk menilai sebuah penyampaian, banyaknya pendengar atau siapa yang mengutus dan membekalinya?
  • Di 44:19 pembicara melarang kaumnya menyombongkan diri terhadap Allah dan menyatakan bahwa dirinya datang dengan keterangan yang nyata, lalu 44:20 melanjutkan, "dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhan kalian agar kalian tidak merajamku." Ayat 44:17 menyebut kaum Firaun sebagai yang didatangi, sehingga pembicara itu dapat dibaca sejalan dengan Musa di 51:38. Orang yang memegang keterangan yang nyata tetap menyebut perlunya perlindungan, sehingga kejelasan bukti dan rasa aman terbaca sebagai dua urusan yang berbeda. Dari apa dan kepada siapa seseorang yang sudah memegang bukti masih mencari perlindungan?
  • Ucapan "penyihir atau orang gila" di 51:39 terulang di 51:52 sebagai jawaban yang dikaitkan dengan para rasul yang datang kepada orang-orang sebelum mereka, dan di 40:24 tuduhan serupa, "Seorang penyihir yang banyak berdusta", diarahkan kepada Musa yang diutus dengan keterangan yang nyata. Ucapan yang berulang dapat dibaca sebagai sesuatu yang sudah tersedia sebelum keterangan itu diperiksa. Seseorang yang pernah diberi cap ketika membawa sesuatu yang jelas dapat menimbang seberapa banyak cap itu bercerita tentang isi bawaannya. Bila label yang sama dipakai untuk rasul demi rasul, seberapa banyak label itu menerangkan isi yang dibawa, dan seberapa banyak menerangkan pemakainya?
  • Ayat 51:39 menyebut seseorang yang berpaling bersama pendukungnya, dan 51:40 menyebut Kami, sebutan Allah bagi diri-Nya, menangkap dia dan bala tentaranya lalu melemparkan mereka ke laut. Pendukung di 51:39 dan bala tentara di 51:40 tidak disamakan oleh ayat, tetapi keduanya muncul di dua ayat berurutan di sekitar satu orang. Seseorang yang menolak sebuah keterangan sambil bersandar pada orang-orang di sekelilingnya dapat memperhatikan bahwa 51:40 menaruh bala tentara pada sisi yang sama dengan yang dilemparkan ke laut. Apa yang tersisa untuk dipertahankan ketika dukungan di sekeliling tidak lagi melindungi?