فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Maka, ia berpaling bersama pendukungnya dan berkata, “Penyihir atau orang gila.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِfa-tawallaa bi-ruknihimaka, ia berpaling bersama pendukungnya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌsaahirun aw majnuununpenyihir atau orang gila
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَتَوَلَّىٰfa-tawallaalalu ia berpaling
- بِرُكْنِهِbi-ruknihidengan kekuatannya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- سَاحِرٌsaahirunpenyihir
- أَوْawatau
- مَجْنُونٌmajnuununorang gila
Inti bacaan
Pola penolakan berulang 'penyihir atau orang gila', tuduhan klise yang muncul lagi meski bukti yang dibawa sudah jelas dan otoritatif.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Ia)' tidak dipakai: ucapan elips 'saahirun aw majnuunun' dibiarkan tanpa subjek eksplisit, sesuai struktur Arab. Kutipan dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mencatat penolakan Firaun terhadap Musa dengan tuduhan kosong sihir atau kegilaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam dua tuduhan yang saling meniadakan. Penyihir perlu ilmu. Gila kehilangan akal.
- Ia berpaling bersama pendukungnya, bukan sendirian. Yang menolak membawa rombongan. Penolakannya berjamaah.
- Yang mengucapkan tidak disebut Allah namanya di kalimat itu. Ucapannya dibiarkan menggantung. Siapa pun boleh mengenali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-l-y, r-k-n, q-w-l, s-h-r, j-n-n): tawallaa bi-ruknihi diterjemahkan 'berpaling bersama pendukungnya' (akar w-l-y + akar r-k-n); saahir aw majnuun diterjemahkan 'penyihir atau orang gila' (akar s-h-r + akar j-n-n, tuduhan berulang, cf. 51:52). gloss '(Fir'aun)/(bala tentaranya)/(Dia adalah)' dibuang.