فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Maka, ia berpaling bersama pendukungnya dan berkata, “Penyihir atau orang gila.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِfa-tawallaa bi-ruknihimaka, ia berpaling bersama pendukungnya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌsaahirun aw majnuununpenyihir atau orang gila
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَتَوَلَّىٰfa-tawallaalalu ia berpaling
- بِرُكْنِهِbi-ruknihibersama pendukungnya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- سَاحِرٌsaahirunpenyihir
- أَوْawatau
- مَجْنُونٌmajnuununorang gila
Inti bacaan
Frasa (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:39 dan 51:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَتَوَلَّىٰ, fa-tawallaa) yang berarti "maka berpaling", dari akar و-ل-ي. Bentuk ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 7:79, 7:93, 20:60, dan 51:39. Di 7:79 dan 7:93 bentuk itu berbunyi (فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ, fa-tawallaa 'anhum wa-qaala) yang berarti "maka berpaling dari mereka dan berkata", lalu disusul seruan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku", sehingga yang berpaling di dua ayat itu ialah penyeru tersebut. Rangkaian itu muncul dua kali di satu surah. Di 51:39 kata sesudah (فَتَوَلَّىٰ, fa-tawallaa) yang berarti "maka berpaling" berganti menjadi (بِرُكْنِهِ, bi-ruknihi) yang berarti "bersama pendukungnya", sedangkan kata kerja sesudahnya tetap (وَقَالَ, wa-qaala) yang berarti "dan berkata". Di 20:60 pelakunya disebut dengan nama, (فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ, fa-tawallaa fir'awnu) yang berarti "maka Firaun berpaling". Di 51:39 pelakunya tidak disebut, dan nama Firaun terbaca dari (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, ilaa fir'awna) yang berarti "kepada Firaun" di 51:38. Terjemahan memakai "berpaling" untuk keempat ayat itu.
Kata (بِرُكْنِهِ, bi-ruknihi) yang berarti "bersama pendukungnya" tersusun dari bi yang berarti "dengan", (رُكْن, rukn) yang berarti "pendukung" dalam terjemahan ayat ini, dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Kata rukn berakar ر-ك-ن dan muncul dua kali di dua surah, yaitu 11:80 dan 51:39. Di 11:80 kata itu berada dalam ucapan (قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ, quwwatan aw aawii ilaa ruknin syadiidin) yang berarti "kekuatan atau aku berlindung kepada kerabat yang kuat". Di sana kekuatan dan rukn dipisahkan oleh kata atau, sehingga yang dipakai untuk berlindung terbaca sebagai pihak, dan tidak sebagai kekuatan itu sendiri. Karena itu terjemahan memilih "pendukung" dan tidak "kekuatan". Di 11:80 pembicaranya baru mengandaikan pihak itu, sedangkan di 51:39 akhiran -hi menaruhnya pada yang berpaling. Ayat 51:40 menyebut (وَجُنُودَهُ, wa-junuudahu) yang berarti "dan bala tentaranya" bersama dia, sehingga pendukung itu dapat dibaca merujuk kepada mereka. Ayat 51:39 sendiri tidak merinci siapa saja yang dimaksud, jadi terjemahan memakai kata yang cukup luas untuk kerabat maupun pengikut. Huruf bi dapat diterjemahkan "dengan", dan terjemahan memilih "bersama" karena yang disebut berupa pihak yang menyertai.
Kata (وَقَالَ, wa-qaala) yang berarti "dan berkata" berakar ق-و-ل dan berbentuk tunggal, sehingga ucapan sesudahnya berasal dari satu pembicara, yaitu yang berpaling tadi. Ucapan yang sama muncul di 51:52 dengan kata kerja berbentuk jamak: (إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, illaa qaaluu saahirun aw majnuunun) yang berarti "kecuali mereka berkata, penyihir atau orang gila". Di 51:39 bunyinya (وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, wa-qaala saahirun aw majnuunun) yang berarti "dan berkata, penyihir atau orang gila". Rangkaian (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) yang berarti "penyihir atau orang gila" muncul dua kali di satu surah, yaitu 51:39 dan 51:52. Ucapan yang sama dengan demikian keluar dari satu pembicara di 51:39 dan dari sejumlah pembicara di 51:52, dengan (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata" sebagai kata kerjanya di ayat kedua.
Kata (سَاحِرٌ, saahirun) yang berarti "penyihir" berakar س-ح-ر dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 7:109, 10:2, 26:34, 38:4, 40:24, 51:39, dan 51:52. Di tiga ayat, yaitu 7:109, 10:2, dan 26:34, kata itu didahului (إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ, inna haadzaa la-saahirun) yang berarti "sesungguhnya ini benar-benar penyihir", dan di 7:109 serta 26:34 disusul (عَلِيمٌ, 'aliimun) yang berarti "berilmu". Di 51:39 ucapan itu tidak memuat kata penunjuk apa pun, jadi siapa yang dituduh terbaca dari 51:38. Kata (مَجْنُونٌ, majnuunun) yang berarti "orang gila" berakar ج-ن-ن dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 15:6, 26:27, 44:14, 51:39, 51:52, 54:9, dan 68:51, termasuk bentuk (لَمَجْنُونٌ, la-majnuunun) yang berarti "benar-benar gila" di 15:6, 26:27, dan 68:51. Di 26:27 pembicaranya terbaca Firaun, karena namanya disebut di 26:23 dalam (قَالَ فِرْعَوْنُ, qaala fir'awnu) yang berarti "Firaun berkata" dan ucapan-ucapan sesudahnya bersambung. Sebutan gila dan sebutan penyihir dengan demikian terbaca keluar dari mulut yang sama di Surah 26.
Kata (أَوْ, aw) yang berarti "atau" menaruh keduanya sebagai pilihan, dan ucapan itu tidak memilih salah satunya. Di 44:14 dua sebutan serupa disambung tanpa penghubung, (مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ, mu'allamun majnuunun) yang berarti "diajari, lagi gila", dan ayat itu juga memuat urutan yang sama dengan 51:39, yaitu (تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا, tawallaw 'anhu wa-qaaluu) yang berarti "mereka berpaling darinya dan berkata". Urutan berpaling lalu berucap itu muncul pula di 44:14, dengan pelaku tunggal di 51:39 dan jamak di 44:14.
Tanda kutip dibuka sesudah wa-qaala dan ditutup di akhir ayat ini sendiri. Terjemahan menutup ucapan itu di dalam 51:39 karena 51:40 kembali ke penuturan dengan kata Kami, yaitu (فَأَخَذْنَاهُ, fa-akhadznaahu) yang berarti "maka Kami mengambilnya", sedangkan terjemahan 51:40 menuturkan akibat yang dikisahkan sesudahnya dengan kata "hukum".
Tafsiran
Ayat ini menjawab 51:38, yang menyebut pengutusan Musa kepada Firaun dengan (سُلْطَانٍ مُبِينٍ, sulthaanin mubiinin) yang berarti "keterangan yang nyata". Ayat 51:39 mencatat jawaban yang diterima keterangan itu, dan 51:40 mencatat akibatnya. Tiga ayat tersebut berjalan dari utusan ke penolakan lalu ke hukuman, dan membentuk satu bagian dalam deretan kisah di surah ini, yang dimulai dari tamu Ibrahim di 51:24, berlanjut ke kaum yang dikirimi batu di 51:32 sampai 51:34, lalu Musa di 51:38, Ad di 51:41, Tsamud di 51:43, dan kaum Nuh di 51:46.
Jawaban atas keterangan yang nyata itu hanya dua sebutan, tanpa menyebut isi keterangan dan tanpa menanggapi isinya. Bentuk keterangan itu dapat dilihat dari surah lain. Di 26:30 Musa bertanya apakah Firaun tetap menolak sekalipun dibawakan sesuatu yang jelas, 26:31 memuat permintaan Firaun agar hal itu didatangkan, 26:32 dan 26:33 menuturkan tongkat dan tangan yang putih, dan 26:34 mencatat ucapan kepada para pemuka di sekitarnya. Ayat 51:39 dapat dibaca sebagai bentuk ringkas dari jawaban semacam itu, sebab di sini jawabannya tinggal dua sebutan yang dipasang berdampingan.
Urutan dalam ayat ini dapat dibandingkan dengan 20:60, yang menuturkan Firaun berpaling lalu mengatur siasatnya. Di 20:60 sesudah berpaling ada tindakan, yaitu mengatur siasat. Di 51:39 sesudah berpaling ada ucapan, dan ucapan itu dapat dibaca menutup pembicaraan. Ayat 51:39 tidak menyebut siasat apa pun, dan 51:40 langsung beralih ke penindakan terhadap dia beserta bala tentaranya.
Ayat 51:52 membawa ucapan yang sama ke ruang yang lebih luas. Di sana disebutkan bahwa tidak seorang rasul pun datang kepada orang-orang sebelum mereka kecuali mereka berkata penyihir atau orang gila. Dengan demikian 51:39 terbaca sebagai satu contoh bernama dari pola yang dirangkum di 51:52, dengan Musa dan Firaun sebagai pihak yang disebut.
Ayat 51:40 menyebut Firaun sebagai (مُلِيمٌ, muliimun) yang berarti "tercela", dan 51:54 memerintahkan (فَتَوَلَّ عَنْهُمْ, fa-tawalla 'anhum) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka", lalu menyatakan (فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ, fa-maa anta bi-maluumin) yang berarti "maka engkau sama sekali bukan orang yang tercela". Menurut data morfologi proyek ini kedua kata tercela itu berakar ل-و-م. Berpaling dengan demikian dipakai pada Firaun, yang kemudian disebut tercela, dan pada yang diperintah berpaling, yang dinyatakan tidak tercela.
Renungan dan Hikmah
- Di 51:39 pihak yang berpaling membawa pendukungnya, sedangkan di 11:80 Lut hanya dapat berandai memiliki kekuatan atau berlindung kepada kerabat yang kuat. Satu ayat menaruh sandaran pada pihak yang menolak, ayat lain menaruhnya pada angan-angan pihak yang ditolak. Ayat 51:40 menyebut Kami, sebutan Allah bagi diri-Nya, mengambil dia beserta bala tentaranya, yaitu orang-orang yang dapat dibaca sebagai pendukung di ayat sebelumnya. Seseorang yang sedang menolak sesuatu dapat memperhatikan siapa yang berdiri di belakangnya pada saat itu. Apakah sandaran yang dikumpulkan untuk menolak lebih mudah dihitung daripada alasan penolakannya?
- Dari mulut Firaun dan para pemukanya, utusan itu dinamai penyihir yang berilmu di 7:109 dan 26:34, dikatakan benar-benar gila di 26:27, lalu di 51:39 kedua sebutan dipasang sebagai pilihan. Sebutan yang dipakai berubah dari ayat ke ayat, sedangkan keterangan yang nyata di 51:38 tidak berubah. Keadaan itu dapat dibaca sebagai tanda bahwa lawan bicara mencari nama untuk menutup pembicaraan, sementara isi keterangan tidak sedang diperiksa. Orang yang pernah menerima nama dari lawan bicaranya, atau pernah memberikannya, dapat menimbang hal itu. Nama apa yang pernah dipakai untuk mengakhiri sebuah percakapan sebelum isinya dibuka?
- Ayat 27:13 menuturkan tanda-tanda dari Allah sampai kepada kaum Firaun, lalu mereka berkata bahwa itu sihir yang nyata. Ayat 27:14 menambahkan bahwa mereka mengingkarinya padahal hati mereka meyakininya, karena kezaliman dan kesombongan. Ayat 51:39 hanya mencatat ucapan Firaun, dan tidak menyebut keadaan hatinya. Pembaca yang membandingkan kedua surah dapat mencatat bahwa ucapan penolakan dan keyakinan pembicaranya dapat berjauhan, dan ayat yang mencatat ucapan belum memberi tahu keadaan hati. Ketika sesuatu ditolak dengan kalimat yang pendek, apakah kalimat itu sudah menjawab isi yang dibawa?
- Ayat 51:52 menyatakan bahwa tidak seorang rasul pun datang kepada orang-orang sebelum mereka kecuali mereka berkata penyihir atau orang gila. Di 40:24, Firaun, Haman, dan Qarun juga menyebut penyihir, dengan tambahan penyebutan pendusta, dan di 54:9 kaum Nuh berkata orang gila. Tuduhan yang diterima seorang pembawa kabar dengan demikian tercatat pada beberapa pihak yang datang dengan keterangan, dan tidak terbatas pada satu orang atau satu zaman. Orang yang merasa sendirian saat dituduh dapat melihat bahwa ayat-ayat ini menaruh kata-kata itu dalam deretan panjang. Bila tuduhan yang sama dialamatkan kepada rasul-rasul yang berbeda, apakah tuduhan itu masih dapat menjadi ukuran?
- Kata kerja berpaling dipakai untuk Firaun di 51:39 dan 20:60, dan untuk perintah kepada Nabi di 51:54, dalam kalimat yang memintanya berpaling dari mereka. Allah menyebut Firaun tercela di 51:40, dan di 51:54 menyatakan bahwa yang diperintah berpaling sama sekali tidak tercela. Gerakan yang sama, yaitu menjauh dari lawan bicara, mendapat penilaian yang berbeda, dan perbedaan itu dapat dibaca bersumber pada apa yang dibawa serta siapa yang ditinggalkan. Orang yang pernah memutuskan menjauh dari sebuah pembicaraan dapat bertanya apa yang ditinggalkannya. Apakah menjauh pernah dinilai dari gerakannya saja, tanpa menimbang alasannya?
- Di 51:39 berpaling datang lebih dulu, baru kemudian ucapan yang berisi tuduhan, dan urutan yang sama muncul di 44:14, tempat mereka berpaling lalu berkata diajari lagi gila. Di 7:79 dan 7:93 orang yang berpaling berkata bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya dan menasihati kaumnya. Dua urutan itu sama-sama memuat berpaling, tetapi isi ucapan sesudahnya berbeda sifat, yang satu melontarkan tuduhan dan yang lain menegaskan tugas yang sudah dijalankan. Orang yang mencari alasan sesudah mengambil keputusan dapat memperhatikan urutan itu. Pada saat sebuah alasan mulai dicari, apa yang sudah diputuskan lebih dulu di dalam diri?