فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ

Maka, Kami hukum dia dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang ia dalam keadaan tercela.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُfa-akhadznaahu wa-junuudahumaka, Kami hukum dia dan bala tentaranya
  2. فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌfa-nabadznaahum fii l-yammi wa-huwa muliimunlalu, Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang ia dalam keadaan tercela

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَأَخَذْنَاهُfa-akhadznaahumaka Kami menimpakan kepadanya
  2. وَجُنُودَهُwa-junuudahudan bala tentaranya
  3. فَنَبَذْنَاهُمْfa-nabadznaahummaka Kami melemparkan mereka
  4. فِيfiike dalam
  5. الْيَمِّl-yammilaut
  6. وَهُوَwa-huwasedang ia
  7. مُلِيمٌmuliimunyang tercela

Inti bacaan

Konsekuensi tegas 'dilemparkan ke dalam laut, sedang ia dalam keadaan tercela', akibat nyata dari penolakan yang dipertahankan sampai akhir.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Musa dan Firaun dengan kebinasaan Firaun dan bala tentaranya di laut, dalam keadaan tercela.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dihukum Allah sebut dua pihak. Dia. Dan bala tentaranya.
  • Yang ditambahkan keadaannya, bukan cuma nasibnya. Bukan sekadar tenggelam. Dalam keadaan tercela.
  • Tuduhan mereka Allah sebut lebih dulu. Penyihir atau orang gila. Lalu dilemparkan ke laut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, j-n-d, n-b-dz, y-m-m, l-w-m): akhadhnaahu wa junuudahu diterjemahkan 'menghukum dia & bala tentaranya' (akar '-kh-dz + akar j-n-d); nabadhnaahum fii l-yamm diterjemahkan 'melemparkan ke laut' (akar n-b-dz + akar y-m-m); muliim diterjemahkan 'tercela' (akar l-w-m). Selaras.