وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ
Dan pada Ad, ketika Kami mengirim kepada mereka angin yang membinasakan,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَفِي عَادٍwa-fii 'aadindan pada Ad
- إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُidz arsalnaa 'alayhimuketika Kami mengirim kepada mereka
- الرِّيحَ الْعَقِيمَar-riiha l-'aqiimaangin yang membinasakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَفِيwa-fiidan pada
- عَادٍ'aadinyang melampaui batas
- إِذْidzketika
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
- الرِّيحَar-riihaangin
- الْعَقِيمَl-'aqiimayang membinasakan
Inti bacaan
Frasa (الرِّيحَ الْعَقِيمَ, ar-riiha l-'aqiima) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:41.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَفِي عَادٍ, wa-fii 'aadin) yang berarti "dan pada Ad". Rangkaian ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:41. Dua ayat lain di surah yang sama membuka dengan susunan sejenis untuk nama lain, yaitu 51:38, (وَفِي مُوسَىٰ, wa-fii muusaa) yang berarti "dan pada Musa", dan 51:43, (وَفِي ثَمُودَ, wa-fii tsamuuda) yang berarti "dan pada Tsamud", dan keduanya juga muncul satu kali. Kata depan (فِي, fii) yang berarti "pada" dipakai di 51:21 pada (وَفِي أَنْفُسِكُمْ, wa-fii anfusikum) yang berarti "dan pada diri kalian sendiri". Terjemahan 51:20, (وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ, wa-fii l-ardhi aayaatun) yang berarti "di bumi terdapat tanda-tanda", memakai "di" karena yang disebut sebuah tempat, sedangkan di 51:41 yang disebut sebuah kaum sehingga terjemahan memakai "pada". Kata kerja yang menggerakkan kalimat tidak ditulis sesudah wa-fii 'aadin. Pembaca dapat menyambungkannya dengan (وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً, wa-taraknaa fiihaa aayatan) yang berarti "Kami meninggalkan suatu tanda di dalamnya" di 51:37, dan terjemahan tidak menambahkan kata kerja itu ke dalam ayat.
Kata (عَادٍ, 'aadin) yang berarti "Ad" di sini nama sebuah kaum. Tulisan yang sama dengan harakat yang sama dipakai di tiga ayat lain untuk kata yang berbeda, yaitu (وَلَا عَادٍ, wa-laa 'aadin) yang berarti "dan tidak melampaui batas" di 2:173, 6:145, dan 16:115, tempat kata itu menyifati orang yang terpaksa memakan yang diharamkan, dan berakar ع-د-و. Nama kaum ini ditulis (عَادٍ, 'aadin) pula di 7:65, 11:50, dan 46:21, tempat Hud disebut sebagai saudara Ad. Terjemahan menulis Ad tanpa kata "kaum", mengikuti teks Arab yang memuat nama itu saja.
Rangkaian (إِذْ أَرْسَلْنَا, idz arsalnaa) yang berarti "ketika Kami mengutus" muncul dua kali di dua surah, yaitu 36:14 dan 51:41, dan di 51:38 kata kerjanya bersambung dengan akhiran -hu menjadi (أَرْسَلْنَاهُ, arsalnaahu) yang berarti "Kami mengutusnya". Kata kerja ini berakar ر-س-ل. Terjemahan menulis "mengutus" di 36:14 dan 51:38 karena yang dikirim orang, yaitu dua orang utusan dan Musa, dan menulis "mengirim" di 51:41 karena yang dikirim angin. Kata depan sesudahnya berbeda di ketiga ayat: (إِلَيْهِمُ, ilayhimu) yang berarti "kepada mereka" di 36:14, (إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, ilaa fir'awna) yang berarti "kepada Firaun" di 51:38, dan (عَلَيْهِمُ, 'alayhimu) yang berarti "atas mereka" di 51:41. Terjemahan menulis "kepada mereka" untuk 'alayhimu, sama dengan 33:9 dan 41:16 yang menulis "Kami kirimkan kepada mereka".
Frasa (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, arsalnaa 'alayhim) yang berarti "Kami mengirim atas mereka", dalam penulisan dengan mim bersukun maupun mim berdhammah, muncul sembilan kali di enam surah, yaitu 7:133, 7:162, 33:9, 34:16, 41:16, 51:41, 54:19, 54:31, dan 54:34. Bentuk dengan mim berdhammah, (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ, arsalnaa 'alayhimu), muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:133 dan 51:41, dan pada keduanya kata sesudahnya berawalan al-. Yang dikirim berbeda-beda: banjir besar, belalang, dan tanda-tanda lain di 7:133, azab dari langit di 7:162, banjir bendungan di 34:16, suara menggelegar di 54:31, dan badai batu di 54:34, sedangkan angin dikirim di 33:9, 41:16, 51:41, dan 54:19. Tiga dari keempat ayat tentang angin itu menyangkut Ad, yaitu 41:16 yang didahului 41:15, ayat ini, dan 54:19 yang didahului 54:18.
Kata (الرِّيحَ, ar-riiha) yang berarti "angin" berakar ر-و-ح. Dengan kata sandang al- dan akhiran -a seperti ini, kata itu muncul lima kali di lima surah, yaitu 21:81, 34:12, 38:36, 42:33, dan 51:41. Di 21:81 dan 34:12 bunyinya (وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ, wa-li-sulaymaana r-riiha) yang berarti "dan bagi Sulaiman angin", di 38:36 (فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ, fa-sakhkharnaa lahu r-riiha) yang berarti "maka Kami tundukkan kepadanya angin", dan di 42:33 (إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ, in yasya' yuskini r-riiha) yang berarti "jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin". Di antara kelimanya, angin yang dikirim atas suatu kaum terdapat di 51:41. Angin yang dikirim atas Ad di 41:16 dan 54:19 ditulis tanpa kata sandang, (رِيحًا صَرْصَرًا, riihan sharsharan) yang berarti "angin" disusul sifat sharsharan, yang terjemahannya "yang sangat dingin" di 41:16 dan "yang sangat kencang" di 54:19. Frasa itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 41:16 dan 54:19. Di 51:41 sifatnya berganti menjadi kata lain.
Kata (الْعَقِيمَ, l-'aqiima) yang berarti "yang mandul" berakar ع-ق-م. Kata ini, dengan atau tanpa kata sandang, muncul empat kali di tiga surah, yaitu 22:55, 42:50, 51:29, dan 51:41, dengan surah 51 memuatnya dua kali. Terjemahan menulis "mandul" pada tiga yang pertama: (عَقِيمٌ, 'aqiimun) di 51:29 untuk perempuan tua, (عَقِيمًا, 'aqiiman) di 42:50 untuk orang yang dijadikan demikian oleh kehendak-Nya, dan (يَوْمٍ عَقِيمٍ, yawmin 'aqiimin) yang berarti "hari yang mandul" di 22:55, tempat kata itu bersanding dengan (عَذَابُ, 'adzaabu) yang berarti "azab". Di 51:41 terjemahan memilih "yang membinasakan". Arti dasar mandul tetap berlaku, dan pilihan ini bersandar pada 51:42, yang menyebut angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya kecuali menjadikannya bagai yang hancur luluh. Angin yang tidak menghasilkan apa pun selain kehancuran dapat dibaca sebagai angin yang mandul.
Terjemahan menulis "Kami" berhuruf besar pada (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengutus", karena pembicaranya Allah, sama seperti di 51:38. Di 51:33 terjemahan menulis "kami" berhuruf kecil karena pembicaranya para utusan. Ayat ini ditutup dengan koma karena kalimatnya berlanjut ke 51:42.
Tafsiran
Ayat 51:41 dan 51:42 membentuk satu kalimat. Ayat ini menyebut kaum yang dituju, yaitu Ad, saatnya, yaitu ketika Kami mengirim, dan yang dikirim, yaitu angin yang membinasakan. Penjelasan tentang angin itu baru datang di 51:42 dengan keterangan bahwa angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya. Dengan demikian isi 51:41 baru separuh gambar, dan pembaca menunggu ayat berikutnya untuk mengetahui apa yang dilakukan angin itu.
Ayat ini berada dalam deret kisah yang dibuka 51:37 dengan tanda yang ditinggalkan bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih. Musa dan Firaun menempati 51:38 sampai 51:40, Ad menempati 51:41 dan 51:42, Tsamud menempati 51:43 sampai 51:45, dan kaum Nuh disebut di 51:46. Sarana yang disebut ayat-ayat itu berbeda di tiap kisah: batu di 51:33, laut di 51:40, angin di 51:41, dan petir di 51:44. Deret ini menaruh Ad di tengah kisah Firaun dan kisah Tsamud dengan kata depan yang sama, sehingga ketiganya dapat dibaca sebagai bagian dari satu rangkaian tanda.
Dibandingkan dengan kisah Firaun dan Tsamud, kisah Ad di 51:41 tidak memuat sikap kaumnya. Firaun berpaling dan menyebut Musa penyihir atau orang gila di 51:39, sedangkan Tsamud bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka di 51:44. Di ayat ini pengiriman angin langsung disebut tanpa sebab. Sebabnya dapat dibaca dari 41:15, yang menyebut Ad menyombongkan diri di bumi tanpa hak, karena 41:16 menyambungnya dengan rangkaian pengiriman yang sama dengan 51:41. Ayat 46:24 dan 46:25 menambahkan bahwa awan yang dilihat kaum itu menuju lembah-lembah mereka dan angin yang mengandung azab itu menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, dan menyisakan tempat-tempat tinggal mereka yang terlihat.
Kata yang menyifati angin ini sudah muncul di kisah sebelumnya dalam surah yang sama, yaitu di 51:29, ketika istri Ibrahim menyebut dirinya perempuan tua yang mandul. Kisah yang memuat kabar anak dan kisah Ad dengan demikian memakai satu kata yang sama, dan 51:41 menaruhnya pada sarana yang dikirim, sedangkan 51:29 menaruhnya pada keadaan seorang manusia.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang diterjemahkan mandul menyifati istri Ibrahim di 51:29, ketika istrinya berteriak dan menyebut dirinya perempuan tua yang mandul, dan menyifati angin yang dikirim atas Ad di 51:41. Pada kisah pertama sifat itu diucapkan seseorang tentang dirinya, lalu 51:30 menjawabnya dengan firman Tuhan dan sifat-Nya yang berilmu. Di 3:40 seorang laki-laki menyebut istrinya mandul dan dijawab, "Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki." Orang yang menyandang cap tidak dapat berbuah, baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri, dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini tidak membantah cap itu dan tidak menerimanya sebagai kata akhir. Apakah cap yang selama ini dipegang pernah ditimbang terhadap jawaban semacam itu?
- Di 41:15 Ad menyombongkan diri di bumi tanpa hak dan berkata, "Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?" Ayat itu menjawab dengan pertanyaan bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka, dan 41:16 menyambung dengan pengiriman angin atas mereka memakai rangkaian yang sama dengan 51:41. Kepada kaum yang membanggakan kekuatannya, yang dikirim berupa angin. Orang yang menakar rasa amannya dari kekuatan, jabatan, atau simpanan yang dimiliki dapat menimbang apa yang tersisa dari takaran itu ketika yang datang tidak berupa lawan yang dikenal. Apakah rasa aman yang bertumpu pada kekuatan sendiri pernah diuji dengan pertanyaan Ad dan jawaban sesudahnya?
- Ayat 46:24 menuturkan bahwa kaum itu melihat awan yang menuju lembah-lembah mereka dan berkata, "Ini awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." Ayat yang sama menyebut bahwa yang datang berupa angin yang mengandung azab yang pedih. Di 46:21 saudara Ad sudah lebih dulu mengingatkan kaumnya di Ahqaf agar tidak menyembah selain Allah, karena khawatir mereka ditimpa azab pada hari yang agung. Pembacaan yang mengikuti harapan menutupi peringatan yang sudah ada sebelumnya. Orang yang membaca tanda menurut apa yang diinginkannya, misalnya mengira kabar yang berat sebagai kabar yang ringan, dapat melihat pola itu pada Ad. Tanda apa dalam hidup yang selama ini dibaca menurut harapan, padahal peringatan tentangnya sudah datang lebih dulu?
- Dalam rangkaian ucapan Hud yang dibuka di 7:65, ayat 7:69 mengingatkan bahwa Dia menjadikan kaum itu pengganti-pengganti setelah kaum Nuh dan menambahkan kepada mereka keluasan dalam penciptaan, lalu menutup, "Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, agar kalian beruntung." Kelebihan yang disebut di ayat itu diberi nama nikmat, dan tanggapan yang diharapkan berupa ingatan. Di 51:41 kaum yang sama disebut tanpa kelebihannya, hanya dengan pengiriman angin atas mereka. Orang yang unggul dalam tenaga, kedudukan, atau kecakapan dapat memperhatikan bahwa kelebihan yang dipahami sebagai pemberian dipegang dengan cara yang berbeda dari kelebihan yang dipahami sebagai milik. Bagaimana pemahaman tentang asal kelebihan itu mengubah cara memegangnya?
- Ayat 14:9 menyebut Ad bersama kaum Nuh dan Tsamud, "dan orang-orang setelah mereka", lalu menambahkan, "Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah." Di 25:38 Ad, Tsamud, dan penduduk Rass disebut bersama "banyak generasi di antara itu". Kisah Ad di 51:41 memuat nama, pengiriman, dan sifat angin, sedangkan rinciannya tersebar di surah-surah lain. Pembaca yang menyusun gambaran masa lampau dari potongan seperti ini dapat memperhatikan batas yang diakui 14:9 sendiri. Seberapa jauh susunan yang rapi atas potongan-potongan itu layak dipercaya, bila ayatnya sendiri menyisakan pengetahuan yang penuh pada Allah?
- Ayat 51:21 mengajukan pertanyaan, "Dan pada diri kalian sendiri. Maka, apakah kalian tidak memperhatikan?", dan 51:37 menyebut tanda yang ditinggalkan bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih. Kisah Ad di 51:41 ditaruh dalam deret yang sama dan dibuka dengan kata depan yang sama seperti 51:21, sehingga dapat dibaca sebagai tanda yang ditujukan kepada pembaca, dengan kaum lain sebagai cermin untuk diri sendiri. Orang yang membaca kisah kaum terdahulu sebagai berita tentang pihak lain dapat memperhatikan bahwa pertanyaan tentang diri sendiri sudah diletakkan di depan kisah-kisah itu. Di mana letak pembaca dalam deret itu: di luar kisah, atau di dalamnya sebagai yang ditanya?