مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ
yang tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, kecuali menjadikannya bagai yang hancur luluh.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- مَا تَذَرُmaa tadzarutidak ia membiarkan
- مِنْ شَيْءٍmin syay'insesuatu pun
- أَتَتْ عَلَيْهِatat 'alayhiyang dilandanya
- إِلَّا جَعَلَتْهُillaa ja'alatsukecuali menjadikannya
- كَالرَّمِيمِka-r-ramiimibagai yang hancur luluh
Terjemahan per kata (9 kata)
- مَاmaatidaklah
- تَذَرُtadzarumembiarkan
- مِنْmindari
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- أَتَتْatatdatang
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- إِلَّاillaakecuali
- جَعَلَتْهُja'alatsumenjadikannya
- كَالرَّمِيمِka-r-ramiimiseperti serbuk
Inti bacaan
Kehancuran total 'tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, kecuali menjadikannya bagai tulang yang hancur', gambaran kehancuran menyeluruh tanpa pengecualian sedikit pun.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(tulang)' tidak dipakai: teks Arab hanya menyebut 'ka-r-ramiimi' (bagai yang hancur luluh) tanpa kata 'tulang'; berbeda dari 36:78 yang secara eksplisit menyebut 'al-izhaama' (tulang-belulang) sebelum kata sifat 'ramiim' yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan daya hancur angin 'Ad: tidak menyisakan apa pun kecuali reruntuhan yang hancur luluh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan angin itu lewat apa yang tersisa, bukan lewat kencangnya. Yang dilanda menjadi remuk. Ukurannya bekas, bukan kecepatan.
- Tak ada yang dikecualikan dalam kalimat ini. Sesuatu pun tidak. Cakupannya rapat tanpa lubang.
- Perbandingannya dibiarkan Allah tanpa menyebut bendanya. Bagai yang hancur luluh. Pembaca tidak diberi tahu hancurnya seperti apa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-dz-r, sh-y-a, a-t-y, j-'-l, r-m-m): maa tadharu min shay' diterjemahkan 'tak membiarkan sesuatu' (akar w-dz-r); ramiim diterjemahkan 'yang hancur (lapuk)' (akar r-m-m). Selaras.