وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ

Dan pada Tsamud, ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah sampai suatu waktu.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَفِي ثَمُودَwa-fii tsamuudadan pada Tsamud
  2. إِذْ قِيلَ لَهُمْidz qiila lahumketika dikatakan kepada mereka
  3. تَمَتَّعُواtamatta'uubersenang-senanglah
  4. حَتَّىٰ حِينٍhattaa hiininsampai suatu waktu

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَفِيwa-fiidan pada
  2. ثَمُودَtsamuudaTsamud
  3. إِذْidzketika
  4. قِيلَqiiladikatakan
  5. لَهُمْlahumkepada mereka
  6. تَمَتَّعُواtamatta'uubersenang-senanglah kalian
  7. حَتَّىٰhattaasampai
  8. حِينٍhiininwaktu tertentu

Inti bacaan

Frasa (إِذْ قِيلَ, idz qiila) hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:161 dan 51:43.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَفِي ثَمُودَ, wa-fii tsamuuda) yang berarti "dan pada Tsamud". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan ayat sebelumnya, dan (فِي, fii) yang berarti "pada" berbeda dari (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada". Untuk kaum yang sama, 7:73 dan 11:61 memakai (وَإِلَىٰ ثَمُودَ, wa-ilaa tsamuuda) yang berarti "dan kepada Tsamud", dan di kedua ayat itu Saleh disebut sebagai saudara mereka. Di 51:43 kata yang dipakai (فِي, fii), sehingga terjemahan memilih "pada", sejalan dengan "Dan pada Musa" di 51:38 dan "Dan pada Ad" di 51:41. Frasa (وَفِي ثَمُودَ, wa-fii tsamuuda) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 51:43. Frasa (وَفِي مُوسَىٰ, wa-fii muusaa) yang berarti "dan pada Musa" muncul satu kali, yaitu di 51:38, dan (وَفِي عَادٍ, wa-fii 'aadin) yang berarti "dan pada Ad" muncul satu kali, yaitu di 51:41. Nama (ثَمُودَ, tsamuuda) yang berarti "Tsamud" ditulis tanpa tambahan "kaum" di terjemahan, seperti nama Ad di 51:41.

Kata (إِذْ, idz) yang berarti "ketika" membuka waktu peristiwanya. Susunan (إِذْ قِيلَ, idz qiila) yang berarti "ketika dikatakan" muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:161 dan 51:43, dan di 7:161 bunyinya (وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ, wa-idz qiila lahumu) yang berarti "dan ketika dikatakan kepada mereka". Bunyi (وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ, wa-idzaa qiila lahum) yang berarti "dan apabila dikatakan kepada mereka" muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:11, 2:13, 2:91, 4:61, 5:104, 16:24, 36:47, dan 63:5. Terjemahan memakai "apabila" untuk (إِذَا, idzaa) yang berarti "apabila" di kedelapan ayat itu, dan "ketika" untuk (إِذْ, idz) di 7:161 dan 51:43. Kata kerja (قِيلَ, qiila) yang berarti "dikatakan" berakar ق-و-ل. Ayat 51:43 tidak menyebut siapa yang mengucapkannya, dan terjemahan mempertahankan keadaan itu tanpa menambahkan nama. Sebagai kontras, (فَقَالَ, fa-qaala) yang berarti "lalu dia berkata" di 11:65 berada dalam rangkaian ayat yang menunjuk Saleh sebagai penutur. Kata (لَهُمْ, lahum) yang berarti "kepada mereka" kembali kepada Tsamud, dan ucapan yang dikutip terletak sesudah kata itu sampai akhir ayat.

Isi ucapan dibuka dengan (تَمَتَّعُوا, tamatta'uu) yang berarti "bersenang-senanglah", berakar م-ت-ع. Bentuk yang menyapa "kalian" ini muncul enam kali di enam surah, yaitu 11:65, 14:30, 16:55, 30:34, 51:43, dan 77:46; di 16:55 dan 30:34 dengan awalan (فَ, fa) yang berarti "maka", dan di 77:46 dengan (وَ, wa) yang berarti "dan". Pencarian bentuk itu menghasilkan dua kemunculan lagi, di 15:3 dan 29:66, tetapi di sana yang tertulis (يَتَمَتَّعُوا, yatamatta'uu) yang berarti "mereka bersenang-senang", yaitu bentuk yang menyebut pihak ketiga, sehingga tidak dihitung bersama enam tadi. Terjemahan memakai "bersenang-senang" untuk kedelapan ayat itu.

Yang menyertai bunyi itu berbeda di tiap ayat. Di 11:65 menyusul (فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, fii daarikum tsalaatsata ayyaamin) yang berarti "di rumah kalian selama tiga hari". Di 14:30 menyusul (فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ, fa-inna mashiirakum ilaa n-naari) yang berarti "karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah api". Di 16:55 dan 30:34 menyusul (فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ, fa-sawfa ta'lamuuna) yang berarti "kelak kalian akan mengetahui". Di 77:46 menyusul (قَلِيلًا, qaliilan) yang berarti "sebentar", disertai (إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ, innakum mujrimuuna) yang berarti "sesungguhnya kalian para pendurhaka". Di 51:43 menyusul (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) yang berarti "sampai suatu waktu", yaitu batas waktu tanpa ukuran dan tanpa alasan di ayat yang sama.

Frasa (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) tersusun dari (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai" dan (حِينٍ, hiinin) yang berarti "suatu waktu", berakar ح-ي-ن. Frasa itu muncul enam kali di empat surah, yaitu 12:35, 23:25, 23:54, 37:174, 37:178, dan 51:43. Di lima ayat selain 51:43 batas itu dilekatkan pada tindakan terhadap pihak lain: (لَيَسْجُنُنَّهُ, layasjununnahu) yang berarti "sungguh akan memenjarakannya" di 12:35, (فَتَرَبَّصُوا بِهِ, fa-tarabbashuu bihi) yang berarti "maka tunggulah dia" di 23:25, (فَذَرْهُمْ, fa-dzarhum) yang berarti "maka biarkanlah mereka" di 23:54, (فَتَوَلَّ عَنْهُمْ, fa-tawalla 'anhum) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka" di 37:174, dan (وَتَوَلَّ عَنْهُمْ, wa-tawalla 'anhum) yang berarti "dan berpalinglah dari mereka" di 37:178. Di 51:43 batas yang sama dilekatkan pada (تَمَتَّعُوا, tamatta'uu), yaitu tindakan pihak yang diajak bicara sendiri. Terjemahan menulis "sampai suatu waktu" karena ayat ini tidak menyebut berapa lama, berbeda dari "selama tiga hari" di 11:65.

Tafsiran

Ayat 51:43 membuka bagian Tsamud sesudah Musa di 51:38 sampai 51:40 dan Ad di 51:41 dan 51:42. Ketiga pembukaan itu berurutan serupa, yaitu (وَفِي, wa-fii) yang berarti "dan pada", sebuah nama, lalu (إِذْ, idz) yang berarti "ketika". Isi sesudah (إِذْ, idz) berbeda: di 51:38 tertulis (أَرْسَلْنَاهُ, arsalnaahu) yang berarti "Kami mengutusnya", di 51:41 tertulis (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) yang berarti "Kami mengirim", dan di 51:43 tertulis (قِيلَ, qiila) yang berarti "dikatakan". Pelaku "Kami" yang tertulis di 51:38, 51:40, dan 51:41 tidak tertulis di 51:43 sampai 51:45. Pembukaan Tsamud memuat ucapan yang sampai kepada mereka, sedangkan pembukaan Musa dan Ad memuat pengutusan dan pengiriman.

Isi ucapan itu berupa izin yang berbatas, yaitu bersenang-senang sampai suatu waktu, dan akibatnya tidak tertulis di ayat ini. Ayat 51:44 memuat dua keterangan yang menyusul: (فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ, fa-'ataw 'an amri rabbihim) yang berarti "maka mereka bersikap angkuh terhadap perintah Tuhan mereka", dan (فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ, fa-akhadzat-humu sh-shaa'iqatu) yang berarti "lalu petir menyambar mereka". Bunyi (عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ, 'an amri rabbihim) yang berarti "terhadap perintah Tuhan mereka" muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:77 dan 51:44, dan kedua ayat itu menyangkut Tsamud. Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" di awal 51:44 dapat dibaca menghubungkan sikap angkuh itu dengan ucapan di 51:43. Ayat tidak menyatakan apakah "perintah Tuhan mereka" menunjuk kalimat di 51:43, dan tidak menyatakan apakah sikap itu terjadi di dalam masa "suatu waktu" atau sesudahnya.

Di 11:65 kalimat yang memuat (تَمَتَّعُوا, tamatta'uu) diucapkan sesudah mereka menyembelih unta betina, memuat batas tiga hari, dan ditutup dengan (ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ, dzaalika wa'dun ghayru makdzuubin) yang berarti "itu janji yang tidak didustakan". Ayat 51:43 tidak memuat penyembelihan, hitungan hari, maupun penutup itu. Menyatukan "tiga hari" dengan "suatu waktu" merupakan susunan pembaca sendiri, karena ayat tidak menyatakannya.

Bagian Tsamud ditutup di 51:45 dengan (فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ, fa-maa istathaa'uu min qiyaamin) yang berarti "maka mereka tidak mampu bangun", disusul (وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ, wa-maa kaanuu muntashiriina) yang berarti "dan mereka bukanlah orang-orang yang bisa menolong diri sendiri". Di tengahnya, 51:44 memuat (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan". Tiga ayat ini beralih dari ucapan yang membolehkan gerak, yaitu bersenang-senang, ke keadaan tanpa gerak, yaitu tidak mampu bangun, lalu 51:46 membuka kaum Nuh.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat izin bersenang-senang tertulis di 51:43 tanpa ancaman di ayat yang sama. Di 14:30 kalimat serupa datang sesudah keterangan tentang orang yang membuat tandingan-tandingan bagi Allah, lalu disusul bunyi tentang tempat kembali yang berupa api, dan di 77:46 disusul sebutan para pendurhaka. Tiga ayat itu memakai ajakan yang bentuknya sama dengan isi sekelilingnya yang berlainan. Orang yang menerima kelonggaran, misalnya tenggat yang diperpanjang, kemudahan dari atasan, atau waktu luang yang datang mendadak, dapat memperhatikan bahwa kelonggaran yang ramah bunyinya belum menjelaskan sendiri apa yang menyertainya. Kelonggaran yang sedang dinikmati sekarang datang bersama keterangan apa?
  • Di 11:65 batas bersenang-senang disebut dengan ukuran, yaitu tiga hari, dan di 51:43 batasnya berbunyi sampai suatu waktu tanpa ukuran. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa keduanya menunjuk masa yang sama, sehingga dua bunyi tersebut dapat dibaca sebagai dua cara menyampaikan batas, yang satu bisa dihitung dan yang lain tidak. Orang yang sedang menjalani masa yang ujungnya belum diumumkan, seperti masa percobaan kerja, masa menunggu hasil pemeriksaan, atau masa sehat, dapat memperhatikan bahwa batas yang tidak bertanggal tetap berupa batas. Bagaimana sebuah masa dijalani bila orang mengetahui bahwa masa itu berujung, tetapi tidak mengetahui letak ujungnya?
  • Di 7:73 Saleh berkata kepada Tsamud, "Wahai kaumku, mengabdilah kepada Allah", menyebut unta betina Allah sebagai tanda, dan memperingatkan bahwa menyentuhnya dengan keburukan akan mendatangkan azab yang pedih. Di 51:43 kaum yang sama menerima kalimat yang sifatnya berbeda, yaitu izin bersenang-senang. Urutan waktu antara dua ucapan itu tidak dinyatakan oleh ayat-ayatnya, jadi susunan keduanya menjadi bacaan pembaca. Orang yang pernah menerima peringatan yang jelas, lalu sesudahnya hanya mendengar kalimat yang menyenangkan, dapat menimbang bahwa kalimat yang menyenangkan belum tentu membatalkan peringatan sebelumnya. Peringatan mana yang dulu terdengar jelas, lalu belakangan tertutup oleh ucapan yang lebih enak didengar?
  • Di 91:13 penutur kalimat kepada mereka disebut jelas, yaitu Rasul Allah, dan ucapannya berbunyi "Unta betina Allah, dan giliran minumnya!". Di 51:43 kalimat yang sampai kepada Tsamud tidak disertai nama penuturnya. Dua ayat itu memperlihatkan dua keadaan pendengar, yaitu yang mengetahui siapa yang berbicara dan yang menerima isinya saja. Orang yang menerima pesan lewat rantai penyampai, misalnya kabar perubahan aturan yang beredar dari satu orang ke orang berikutnya, dapat memperhatikan bahwa isi pesan dan sumber pesan memerlukan penimbangan sendiri-sendiri. Bila sebuah kalimat sampai tanpa nama pengucapnya, apa yang dipakai untuk menimbang isinya?
  • Rangkaian dari 51:43 sampai 51:45 berpindah dari kalimat tentang bersenang-senang ke pernyataan bahwa mereka tidak mampu bangun dan tidak termasuk orang yang bisa menolong diri sendiri. Di 41:15 kaum Ad, yang disebut di 51:41, berkata, "Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?", dan ayat itu menjawab dengan pertanyaan bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka. Kemampuan sesederhana bangun tertulis di 51:45 sebagai sesuatu yang tidak mereka miliki pada saat itu. Orang yang menimbang kesehatan, tenaga, atau kedudukan yang ada padanya dapat memperhatikan bahwa 51:45 menutup bagian ini pada kemampuan yang paling dasar. Kemampuan apa yang selama ini dianggap pasti ada tanpa pernah ditimbang?
  • Di 16:55 dan 30:34 ajakan bersenang-senang disusul bunyi bahwa kelak kalian akan mengetahui, sehingga pengetahuan ditaruh di masa depan. Di 51:44 tertulis bahwa petir menyambar Tsamud sedang mereka menyaksikan. Kedua ayat menaruh pengetahuan berdampingan dengan cara berbeda, yang satu menjanjikannya kelak dan yang lain mencatatnya sebagai peristiwa yang disaksikan. Orang yang menunda memahami akibat sebuah pilihan, misalnya kebiasaan keuangan, hubungan yang dibiarkan renggang, atau pekerjaan yang ditinggal setengah jadi, dapat memperhatikan bahwa pemahaman yang diserahkan pada kelak dapat datang tanpa persiapan. Pemahaman apa yang selama ini ditunda dengan anggapan masih ada waktu?